My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Kebodohan tanpa ku pikirkan



jam berganti hari dan hari berganti bulan . sudah setengah bulan Abram acuh pada Selvia bahkan ia sering kali tidak pulang ke rumah yang katanya hadiah dari Daddy. tapi tak ada lagi kehangatan di sini bahkan Abram sangat dingin padanya. seperti pagi ini Abram tidak bersuara sedikit pun, ketika Selvia ingin membuka bicara pasti Abram langsung mencela nya . sekarang Selvia benar benar muak dengan keadaan sekarang, kehidupan rumah tangga mereka seakan semakin hambar dengan kebisuan Abram. di mana yang katanya ia akan merepotkan istrinya setiap hari,


“di halaman depan ada pohon mangga sengaja nggak di tebang biar aku tiap hari mendengar kamu marah sama aku karna nggak mau bantuin kamu nyapunya dan ada bunga kamu akan ngomel sama aku karna aku gak pernah nyiram dan di sini juga aku akan mengajak anak-anak kita kelak bermain bola dan kamu akan sangat pusing melihat tingkah kami"


Selvia teringat saat pertama kali mereka berkeliling di rumah minimalis ini. untuk pertama kalinya dia mendengar kata-kata menyebalkan keluar dari mulut Abram , tentang anak dan kerepotan.


lihatlah betapa Selvia merasakan itu dengan penuh bahagia , tapi sekarang kehidupan nya seperti sesuatu yang kosong, Abram yang berubah drastis tidak seperti dulu , apa yang telah Selvia perbuat padanya hingga dia seperti ini?, tiba-tiba lamunannya buyar ketika mendengar suara sendok dan garpu berdenting. ternyata Abram melepaskan nya kasar dan membuat Selvia kaget.


“bram, aku butuh bicara sama kamu” kini ia memberanikan menatap tajam kearah Abram.


“tidak ada yang perlu di bicarakan” berdiri dari meja makan.


“kalau kamu tetap kekeh juga seperti ini, aku akan bilang sama mami dan Daddy tentang perubahan kamu yang secara drastis, tanpa aku tau sedikit pun Maslah mu”


“kalau kamu mau tau, masalahnya ada di kamu yang selalu ingin tahu urusan ku”


“aku istrimu jadi memang wajar kalau aku perduli sama kamu”


“aku nggak suka via ,nggak suka”.


“lebih baik kita bicarakan ini di kamar,gak enak di liat buk sumi”lanjut Selvia yang sudah mencekal lengan Abram ., dan akhirnya mereka berdua pun masuk kedalam kamar.


“jelasin,apa salah aku sama kamu?”


“kesalahan mu terlalu ikut campur” Abram menatap tajam Selvia yang tengah duduk di sofa di samping nya .


“kalau aku terlalu ikut campur, di bagian mana aku ikut campur nya supaya makin jelas , lima belas hari Abram, setengah bulan kamu cuekin aku bahkan kamu lebih sering tidur di luar, dan kamu juga mengganti nomor telepon kamu kan”


Abram masih diam tidak menjawab apa yang di katakan oleh istrinya.


“kamu pikir aku nggak khawatir sama keadaan kamu yang di luar sana entah sedang terjadi apa ,kamu mikir nggak sih”


“vi,stop ku bilang aku butuh privasi”


“selalu saja itu alasan mu,apa benar apa yang di katakan Hadi tentang kamu , ha apa benar” nada bicara Selvia sekarang sangat tajam menusuk uluh hati Abram .sangat menusuk dan apakah Selvia pernah bertemu dengan Hadi secara sembunyi sembunyi.


“jadi kamu ketemu sama mantan kamu itu” menatap dari atas sampai bawah tubuh istrinya .


“apa maksud tatapan kamu”.


“aku hanya ingin tau,sejauh mana dia menjamah tubuh mu”


tiba-tiba saja emosi Selvia meletup-letup mendengar apa yang di katakan Abram, dengan kekuatan penuh ia menampar wajah Abram bahkan sangat keras dari tamparan nya waktu itu .


“aku memang bertemu dengan nya ,tapi aku tidak pernah menjajakan tubuh ku dengan siapapun, kamu ingat itu ” Selvia sudah terduduk lemas di lantai ia benci kondisi sekarang ia sangat benci.


kenapa seakan dia yang bersalah di sini . Abram diam mematung melihat keadaan istri, yang sekarang, tapi mau bagaimana lagi keadaan yang memaksa nya untuk seperti ini.


tuhan yang tidak adil padanya, penyakit yang menyiksanya. selama lima belas hari ini Abram bukan acuh pada via tapi ia melakukan kemoterapi untuk berjuang melawan takdir yang bernama kematian .


ia juga tersiksa dengan penyakit sialan yang semakin hari semakin menggerogoti tubuh nya. bahakan dokter sialan itu tidak pernah memberikan hasil lengkap tentang penyakitnya, dia hanya ingin tau seberapa lama lagi umurnya? ini sudah memasuki setengah bulan tapi tak ada hasil sedikit pun yang bisa membuat abram bisa bernafas lega.


ia mengusap wajah nya kasar merasakan sesak di dadanya melihat istrinya menangis seperti ini. ia terduduk di samping istrinya dengan lembut dia memeluk tubuh Selvia yang bergetar karna menangis .


“maaf” ia mengecup dalam surai rambut istrinya sama persis harum nya seperti dua tahun yang lalu, di mana ia masih menginjak sekolah kelas dua SMA . kenangan indah itu tiba-tiba saja menari di otaknya saat pertama kali Selvia berjalan dengan santai melewati Abram pada saat itu.


flashback on


gadis cantik dengan Surai rambut yang indah tengah berjalan dengan terburu-buru karena mengingat jam bel masuk berbunyi. tatapan nya hanya satu ia harus sampai di ke ruang guru untuk memperkenalkan dirinya. karna jujur saja ini adalah hari pertama ia mengajar di sekolah.


tapi tiba-tiba saja seorang remaja berlarian ke arahnya dan tak sengaja juga ia malah terdorong kebelakang dan pada saat itu seorang remaja memegangi tubuhnya terhuyung dan itu Surai rambut itu mengibas wajahnya ya , dia adalah Abram ketika menolong Selvia yang hampir terjungkal ke belakang.


nampak Abram sedikit menikmati harum rambut Selvia .


dengan sadar Selvia langsung berdiri kembali .


“terimakasih ibuk....” mata Selvia terbelalak kaget melihat siapa yang membantunya ternyata dia si abg yang membuat rambutnya tempo hari kena kue .


dan sia Abram yang sadar pun hanya cengengesan di tempatnya .


“ia ,kak waktu di toko kue”


“ish....saya sebel ya sama kamu, sebagai gantinya anterin saya ke ruang guru”


“ok sip, ooo ya kakak ngapain ke sini?”


“saya guru baru di sini”.


“wah , benarkah?” nampak Abram begitu antusias dengan apa yang barusan dia dengar.


“sepertinya kamu senang sekali ” Selvia melihat ke samping memperhatikan wajah menyebalkan Abram .


lihatlah saat mereka berjalan berdua seperti kakak adik , tubuh Abram yang jauh lebih tinggi dari Selvia dan tubuh Selvia hanya sebahu Abram .


“sudah sampai, terimakasih” .


“abram, panggil saja abram” ia berlari menuju kelasnya .


“hem.... ujian apalagi sekarang”


dan Selvia masuk ke ruang guru .


flashback off


perlahan Abram menuntun Selvia untuk berbaring di tempat tidur dan Selvia hanya menurut saja ketika Abram membawanya.


“kamu istirahat ya,aku perhatikan wajah mu sedikit pucat” Abram membelai wajah istrinya dengan sayang .


“kamu juga harus di sini temenin aku”. Abram


mengangguk dan mulai membelai rambut istrinya . kemudian Selvia menghadap ke arah nya.


“ada apa?”.


“apa yang terjadi sebenarnya, apa kamu nggak kangen sama aku” sambil mengerucutkan bibirnya dan lihat lah sekarang tangan istrinya sedang menari nari di dada bidang nya dan membuat sekujur tubuh Abram panas dingin.


“jangan lakukan itu” Abram sudah bersusah payah menahan hasratnya,bukan nya berhenti Selvia malah semakin gencar melakukan aksinya .


kemudian ia mencium bibir Abram dengan lembut dan di balas si empunya. Abram benar benar tidak tahan dengan kondisi seperti ini ,dengan sekali gerakan kini posisi Abram di atas tubuh istrinya dan permainan ranjang panas pun di mulai .


tubuh abram dan Selvia sudah tidak terbungkus apapun. dengan lembut Abram mengecup ******* bibir ranum yang sangat ia rindukan, bayangkan saja lima belas hari tidak melakukan olah raga ranjang, itu membuatnya sangat tidak kuat .


“rasanya masih sama ay” Abram juga membuka bicara nya di sela sela ******* keduanya.


sedangkan Abram semakin lama semakin bisa mengindikasikan alur permainan nya .


mereka melakukan permainan ranjang dengan perasaan rindu yang membuncah. Abram mulai meninggi kan selimut nya untuk menutupi seluruh tubuh sang istri nya yang terlihat sangat kelelahan karna permainan nya tadi .


“kamu istirahat ya” Abrama mencium kening istrinya dalam dan di angguki Selvia .


Abram sudah berdiri segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket karna aktivitas bercinta nya tadi .


saat ini ia telah berendam di dalam bathtub,ia menyesali kebodohannya sendiri kenapa dia malah kembali bercinta dengan istrinya, bagaimana kalau sampai Selvia hamil, jujur saja Abram belum siap kalau tiba-tiba dia pergi sebelum bayinya lahir di dunia .


“bodoh,bodoh,bodoh kenapa aku melakukan kebodohan tanpa ku pikirkan” Abram memukul kepala nya sendiri merutuki kesalahan nya tadi . hingga ia memejamkan matanya sejenak berharap esok adalah kabar gembira untuk nya.


TBC♥️♥️♥️♥️


😃😃😃😃


POV ENENG :


aku tidak tau apa lagi yang membuat kalian bertahan dan yg aku tau untuk kalian yg masih stay makasih ya🙏🙏


nanti Eneng akan rombak semua nya biar gak ada yg salah faham tentang novel yg membosankan ini.


so, don't go anywhere ya!