
saat ini Selvia sudah tiba di pulau pribadi milik keluarga abram , di sana hanya ada mereka berdua tidak ada satupun orang,karna ini khusus permintaan Abram tentunya .
“kenapa pulau ini kosong?” di sela sela saat Selvia sudah menyusun pakaian nya di almari.
“ada di pulau seberang, mereka datang hanya pagi dan siang , itupun hanya sekedar membersihkan vila ,bukan yang lain lain ”.
Selvia mengangguk .
“pantai yuk” abram menggenggam tangan Selvia dengan lembut dan dia ngguki nya mereka berdua berjalan beriringan entah sadar atau tidak Selvia menurut saja apa yang di katakan Abram.
“cantik” Abram menatap intens istrinya.
“iya,cantik banget pantainya” Selvia melepaskan genggaman tangan nya dan berlari lari kecil di pasir putih yang menghampar luas , sedangkan Abram memilih duduk dan menikmati pemandangan istri nya yang sedang bermain main dengan ombak kecil , "lucu" itu lah Kalimat yang Abram berikan pada istri nya.
“bram ke sini deh” Selvia melambai tangan padanya dan Abram menggeleng.
“ayo, Bram sini ” . Abram masih menggeleng, Selvia cemberut lihat lah betapa imutnya istrinya itu.dasar kang bucin wkwkwk
Selvia kemudian berlari-lari kecil menghampirinya sambil menarik narik tangan Abram, hingga kejadian yang tak di sangka terjadi saat Selvia menarik tangan nya , Abram juga menarik tangan Selvia dengan kencang sehingga ia jatuh di atas tubuh Abram dan saling menatap intens satu sama lain .
deg ....tiba tiba saja jantung Selvia berdegup kencang sehingga napasnya hampir habis , kenapa jantungnya bereaksi terus seperti ini ketika menatap netra mata hitam suaminya bahkan saat bersama Hadi ia tak merasakan jantungnya berdebar lebih kencang kenapa dengan bocah ini ia malah bereaksi berlebih atau jangan jangan Selvia sudah menempatkan nama Abram di hatinya , pepatah mengatakan "cinta hadir karna terbiasa" ya begitulah hubungan mereka walaupun baru beberapa hari tapi dengan mudah saja hati mereka saling terhubung , walaupun lebih mendominasi adalah Abram yang sangat mencintai istrinya.
tatapan mereka saling terkunci hingga Selvia merasakan sesuatu yang menonjol keras di bawah ,apa itu ? fikirnya.
“eeeh Bram,apa yang di bawah” ya ampun wajah Selvia polos sekali bertanya hal itu , membuat abram tertawa terbahak mendengar pertanyaan istrinya.
“joni”
“apa?” Selvia kemudian mengikuti mata Abram melihat ke arah bawah dan tampaklah tongkat ajaib yang sedikit memunjul itu dengan cepat Selvia berdiri dari atas tubuh Abram tapi terhalang karna tiba tiba sja Abram menahan pinggulnya dan menekan tubuh mungil nya semakin mendekap , Selvia meronta tapi Abram masih saja kebal akan itu ,dengan cepat Abram menukar posisinya sekarang dan tubuh mungil istrinya yang di bawah , lihatlah mata penuh kabut gairah di mata Abram , sampai membuat Selvia takut setengah mati .
“bram, lepasin”
“satu menit” suaranya mulai parau.
“bram aku....” ucapan Selvia Tiba-tiba terhenti saat Abram sudah mencium bibir nya awalanya ciuman itu biasa saja hingga Abram benar-benar hingga akhirnya berubah ******* itu sedikit demi sedikit semakin dalam Bahakan sangat dalam tak di sangka Selvia juga terhanyut dalam ciuman yang di perankan suami mudanya . bukan hanya ******* dan menghisap kini tangan Abram sudah liar ke area dua benda sintal milik istrinya dan Selvia dengan reflek mendesah atas perlakuan lembut si abg satu ini . tapi tiba-tiba saja kesadaran nya mulai kembali dengan cepat Selvia mendorong Abram.
“aku gak bisa ” berlari menuju vila . Abram pun berlari mengejar selvia yang sedang melamun duduk di ranjang sambil meneteskan air matanya
“maafin aku, karna nggak bisa memegang janji yang ku buat waktu itu,aku hanya....” ucapan Abram terputus karna tiba tiba saja Selvia berinisiatif menciumnya walaupun ciuman singkat dengan segera Selvia ke kamar mandi karna mengingat sudah sore .
Abram masih mematung di tempatnya, apa ini? kenapa istrinya mengecup bibir nya? Abram bahkan lompat lompat kegirangan dan belarian keluar vila dan melompat lompat lagi di hamparan pasir putih, aduh seperti baru dapat tender besar saja .
malam harinya setelah makan malam Abram dan Selvia saling duduk di ranjangnya sebenarnya Selvia merasa bodoh juga kenapa dia bisa mencium bibir Abram tadi? ah bodoh . Selvia mengerutuki dirinya sendiri.
sedangkan Abram senyum senyum sendiri.
“aku” mereka berdua kompak
“kamu duluan aja” Abram menyuruh selvia bicara lebih dulu .
“nggak kamu aja dulu” Selvia menyuruh balik Abram.
“kamu”
“kamu Abram”
“enggak serius ini”
“oke aku dulu” selvia
“eh enggak aku dulu ,denger” lanjut Abram dan di angguki Selvia.
“aku mau nanya ke kamu soal tadi apa kamu nggak marah?” . Selvia menggeleng dan menatap mata Abram .
“aku juga mau nanya”
“apa?”
“tangan siapa yang kamu genggam pas di kampus kemarin?” Selvia sudah menatap jendela kamar dan pada saat itu purnama begitu sempurna .
“kamu ngeliat semua nya Vi?” . dan hanya di angguki Selvia.
“temen baru aku ,dia itu korban bullying di kampus”
“tapi gak juga harus pegang tangan kan, cincin pernikahan kenapa nggak kamu pake?”
“kamu cemburu” . sial kenapa juga Selvia menunjukan kekesalan nya itu .
“enggak”
“gecau, ketangkep kan kamu suka sama aku yang tampan nya tingkat dewa ini” dengan percaya diri Abram membanggakan dirinya.
“enggak siapa bilang” Selvia pura pura terkejut . padhal Abram sudah tau semua itu .
“masih mau gengsi” Abram kembali menggoda nya.
“nggak bener, ada kamu tapi dikit” lanjut Selvia kemudian dia berbaring di kasur dan memakai selimut nya . Abram yang mendapat angin segar itu langsung saja membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya tentu saja Selvia kaget,
“mau ngapain?” Selvia sudah mulai mundur dan akhirnya mengenai tempat sandaran ranjang sedangkan Abram semakin mendekatkan tubuhnya .
“aku....mau mengikat kamu selamanya Vi, ” Abram mendekat dan membisikkan nya pada Selvia . bulu kuduk Selvia merinding tiba tiba .
“bram aku bel..”
“sekali ini saja, aku sudah tidak kuat menahannya Vi ,ini sakit aku tidak sanggup” suara Abram bercampur parau dan lirih , Selvia nampak berfikir bagaimana Mungkin ia memberikan sesuatu yang amat sangat di jaganya lagian kalau untuk suami kan nggak dosa.
"haruskah aku memberikan nya?" Selvia bermonolog sendiri,.
dengan ragu ragu akhirnya ia mengangguk pasrah.
seperti dapat kekuatan super Abram langsung saja menghujani wajah istrinya ciuman .
“tapi kamu harus pelan pelan” wajah Selvia memerah mengatakan hal vulgar itu .dan di angguki si bocil itu dengan wajah imut nya yang sudah memerah karna bergairah.
Abram mulai menciumi aroma tubuh istrinya kemudian .....
KASIH VOTE SAMA LIKE YAWS
WKKWKWK
TBC♥️♥️♥️