
pagi ini Abram bergegas untuk segera ke airport karna jadwal penerbangan nya sebentar lagi, begitupun Rara, nampak mereka sudah berjalan cepat menuju taksi setelah check out dari hotel.
dalam perjalanan ke Bandara tak ada percakapan hingga akhirnya rara membuka bicara pada Abram .
“apa udah di angkat telpon mu kemarin, atau semalam”
Abram hanya menggeleng lemah , ia tidak bisa tidur semalaman ia hanya kepikiran dengan keadaan istrinya saja tidak ada yang lain, mungkin sudah ribuan kali Abram memanggil nomor istrinya tapi tetap saja nomor nya sibuk.
“loe kacau banget sih bram”
“aku gak tidur semalaman”.
“bram, biarpun ada masalah loe gak usah nyiksa diri, loe istirahat aja dulu bentar kalo udah sampe' aku bangunin”
“tapi.....” ucapan nya di Potong Rara .
“gak ada bantahan”
akhirnya Abram menurut saja dan mulai memejam kan matanya perlahan .
🌹🌹🌹🌹
Selvia terbangun dari tidur panjangnya , sambil melihat jam di nakas ternyata sekarang sudah pukul 7 pagi dan ia kesiangan lagi. biasanya ada Abram yang membanggakan nya dengan lembut . tiba tiba bayangan Selvia tentang kejadian kemarin kembali menghantui pikiran nya .
tiba tiba saja mama masuk ke dalam kamarnya. ya sekarang Selvia pulang ke rumah orang tua nya . entahlah Selvia hanya malas untuk pulang . mungkin masih sangat sebal dengan Abram .
“udah jadi istri ,kok masih siang aja bangunan nya ” mama sudah duduk di samping putrinya yang tengah bersender di ranjangnya .
“capek ma” ia menatap Lamat mata sang ibu yang sudah terlihat berkerut dan nampak garis garis lurus di wajah bersih nya.
“kamu belum cerita , kenapa kamu ke sini , sebenarnya ada apa ?, apa ada masalah sama suami kamu?” pertanyaan beruntun dari mama membuat Selvia bingung juga mau menjelaskan dari mana.
“ya sudah, kalau tidak mau cerita mama nggak akan maksa, tapi saran mama, selesaikan Maslah kalian itu dengan kepala dingin , masak baru nikah 3 Minggu udah pulang ke rumah” jumawa mama pada putrinya .
“abram lagi di Bali ma, jadi via gak punya teman di rumah”
Selvia rasa dengan penjelasan segitu mama akan ngerti dan benar saja mama langsung mengangguk meninggalkan putrinya.
“oo, iya ponsel ku , saking kesalnya aku lupa mengaktifkan nya ” ia segera mengambil gawainya di nakas.
saat sudah membuka benda pipih itu Selvia terkesima melihat notif telpon dan pesan-pesan dari Abram . telpon berdering lebih dari lima ratus kali dan pesan sangat bertumpuk di beranda WhatsApp nya.
“apa aku telpon balik aja ya, eeehh enggak deh biar dia tau rasa ” dengan jemari lentiknya ia mengetikan sesuatu untuk di kirim ke Abram .
🌹🌹🌹🌹
Abram yang sudah sampai di bandara kaget dengan notif telpon nya . ya itu pesan singkat dari istri nya .
"aku pulang ke rumah mama"
fix Abram seperti kesetanan berlari lari ke bandara dia lupa kalau Rara masih jauh di belakang nya. saat ia tersadar bahwa rara tidak bersamanya ia berhenti sejenak mengedarkan pandangannya ke segala arah, dan nampak manusia cerewet itu berlari sambil mulutnya tak berhenti mengomel .
“kamu ngapain ninggalin aku , aku kan masih gak pernah ke bandara kalo aku hilang gimana? ”
“maaf”
mereka berjalan beriringan kembali untuk menuju pesawat , dalam 15 menit burung besi itu terbang dengan bebas membelah pulau dan lautan dengan damai menuju tempat persinggahan yang akan di tempuh .
🌹🌹🌹
Selvia duduk termangu di taman belakang rumah nya , terbayang jelas di ingatan nya ketika ia menampar wajah Abram dengan keras . waktu kejadian keluarga Hadi datang melamar nya , dan di saat itu juga murid sekaligus bocah tersableng itu datang tanpa di undang , yang tiba-tiba menyatakan cintanya .
“sekarang kenapa malah aku yang nggak bisa jauh dari kamu sih, kenapa hati aku kalah sama
pemikiran aku sendiri Abram kenapa?”
“aku berusaha meyakinkan hatiku bahwa kita hanya menjalankan semuanya sementara,tapi kenapa kamu merenggut semuanya dan dengan bodoh nya aku memberikan itu semua pada laki laki brengsek kayak kamu” air matanya mengalir membasahi pipi cantiknya yang sedikit tembam .
sedangkan mama yang ingin menghampiri nya berhenti sejenak mendengar suara lirih putrinya. kemudian ia mendekati Selvia dan dengan segera ia menghapus air matanya.
“kenapa sayang?”mama mengusap lembut rambut putrinya.
“nggak apa apa kok ma, cuman kelilipan aja”
“sarapan dulu yuk, kamu dari kemarin nggak makan ”
“lagi diet mah” masih tersenyum manis ke arah mama.
karena hanya seorang ibu yang bisa mengerti perasaan anak-anak mereka, ya mama menyadari kalau ada suatu masalah yang saat ini putri nya hadapi, walaupun sang putri tidak mengatakan nya dengan blak blakan, tapi ia bisa membaca dari gurat kesedihan selvia .
“jika kamu butuh sesuatu,mama selalu ada buat kamu sayang,mama masuk dulu ingat jangan sampai telat makan”. mama kembali mengingat kan nya , di angguki Selvia.
beribu ribu detik dan beratus-ratus menit dan beberapa jam , burung besi yang mengangkut Abram dan penumpang lain sudah tiba di Soeta sekitar pukul 10 pagi ini , tanpa pikir panjang Abram menarik Rara dengan cepat menuju keluar bandara .
“ra , kamu pulang naik taksi ini , aku yang itu karena jalur kita berbeda” dan di angguki nya .
mereka berdua terpisah oleh kendaraan yang mengantar ke berbeda tempat . di dalam mobil Abram sudah sangat gelisah apa yang akan dia katakan pada keluarga istrinya, masa baru beberapa Minggu menikah sudah bertengkar . sambil sesekali melihat jendela taksi dengan gusar ia meremas rambutnya yang memang sudah berantakan dari Bali tadi.
“kapan sampe'nya sih pak” Abram bertanya gusar pada sopir taksi.
“sabar dik, bentar lagi sampe'”
mobil kembali hening . dan saat yang di tunggu nya pun tiba kini taksi berhenti tepat di rumah bercat biru muda itu .
“sudah sampai, mau saya bukakan pintu mobil”
“tidak usah ” Abram memberi ongkos taksi dengan jumlah lebih .
“kembalian nya ”
“untuk anak istri di rumah”
dan si sopir pun tersenyum segera berlalu dari tempat ia mengantar Abram .
perlahan ia membuka pagar besi itu dan mengetuk pintunya, saat beberapa detik tak ada jawaban Abram kembali lagi mengetuk nya tapi sekarang dengan lebih keras . tak lama kemudian muncul mama mertua nya, yang sambil tersenyum ke arahnya .
“selvia mah”
“dia sudah pulang” mama kembali menjawab dengan tersenyum .
“makasih ma, Abram pamit sambil mencium punggung tangan mertuanya .
🌹🌹🌹🌹
Abram sudah berada di depan rumah minimalis itu dan nampak satpam yang membukakan gerbang rumah dan saat ia melangkahkan kakinya menuju rumah pintu terbuka ,ya terbuka Selvia sebenarnya ingin menikmati bersantai di teras sambil memandang pohon mangga yang sudah mulai berbuah.
saat ia asik melihat buahnya tak sengaja matanya menatap sosok yang berantakan di depan nya , awalnya dia kaget dan yang di pikiran awalnya kenapa ada gembel di sini . eh tunggu itu kan Abram? kenapa tampang nya seperti orang yang tidak pernah mandi selama seminggu, Kumal dan dekil sekali .
“kamu” Selvia langsung masuk kembali ke dalam rumah. dengan berlari Abram mengejar istrinya dan sampailah mereka di anak tangga sambil Abram sesekali mencuri pandang pada Selvia.
“inget rumah ternyata”
“nggak ,cuma inget kamu”
“muak Aku dengar nya”
“aku juga muak ”mereka sudah sampai di kamar .
baru saja Abram ingin berbaring di ranjang, tapi tiba-tiba saja Selvia berteriak keras melarang nya untuk rebahan di sana .
“kenapa ? ,kan ini kamar kita ”pertanyaan polis Abram membuat selvia semakin dongkol padanya.
“kata siapa , aku mau pulang lagi di rumah ini banyak pertimbangan Abram ,dan asal kamu tau ya syarat yang harus kamu patuhi mulai sekarang adalah Pindah ke kamar tamu titik,kalo kamu melanggar aku akan pulang selamanya ke rumah orang tua ku”
“vi , I'm so sorry right, aku bisa mati tanpa kamu sayang, apalagi tidur tanpa kamu bisa gila aku Vi , please jangan syarat yang menakutkan itu ya hon ”
“tergantung dari kamu nya aja ”
“oke ,aku pindah di sofa , tapi kita masih satu kamar ya ”
“kalo aku bil.....”
“ok, aku pindah kamu sabar ya Vi ” Abram berjalan mundur untuk menghindari teriakan Selvia .
“kalo minta jatah boleh ya” .
“keluar” teriak Selvia tanpa ampun . dan Abram segera berlari menuju kamar tamu yang agak jauh dari letak kamar mereka berdua.
**TBC♥️♥️♥️
yg komen Makasih banyak yaws ♥️♥️♥️♥️
tanpa kalian aku gak mungkin menulis novel ini sampai selesai . aku akan memperbaiki semuanya maksih juga masukan nya ya ....aku sangat sayang kalain semua 😃😃, untuk kakak²,ibuk² dan adik² online ku makasih ya 😘😘😘😘😘😘😘**