
pagi ini sang Surya sangat bersahabat dengan Abram ,dan ia akan memutuskan untuk sekedar lari pagi, rutinitas yang sudah lama ia tinggalkan karna sakit nya. ia sudah tidak perduli lagi dengan jatah umur yang dia punya , karna ternyata banyak orang yang di luar sana terkena kanker lebih parah darinya. masih bisa menghasilkan sebuah karya walaupun mereka akan mati begitu pun dengan dirinya. ia yang hanya kena kangker darah hampir mau mati tidak bisa menghasilkan apapun. ia hanya berlari lari kecil di persekitaran kompleknya.
banyak mata wanita memandang arah Abram , walaupun ia tak segempal dulu tapi ketampanannya tidak mengurangi sedikitpun nilai plus nya, dan sekarang ia juga lebih murah senyum di banding dahulu yang hanya berwajah datar.
saat ia asik lari dengan kecepatan sedang tiba tiba seorang wanita menyetarakan larinya dengan Abrama.
“hai, aku penghuni baru di depan rumah mu” . Abram hanya tersenyum menanggapi ocehan wanita itu.
“baru kali ini aku melihat mu ,sudah sebulan rumah itu kosong dan hanya ada seorang wanita yang sering bolak balik di sana”.
“duduk dulu” Abram berhenti di dekat kursi panjang dan di sana juga ada beberapa orang tengah istirahat sebentar.
“lanjutkan”
“apa?” .
“cerita mu tadi yang menguntit ku selam sebulan ini”abram mengangkat alisnya.
“hey ,aku hanya melihat saja tidak lebih, aku tinggal dengan kakak ku di sana , aku dengar dari tetangga yang lain katanya kamu kuliah di universitas Jakarta ya ”. Abram mengangguk.
“kita satu kampus dong berarti, tapi aku gak pernah liat kamu di kampus?”
“lagi males publish”
“ooo,gitu apa kamu tau minggu depan ada acara tahunan di kampus” .
“aku tidak tau”
“acaranya sangat meriah mereka juga akan mengundang band yang saa ini menjadi trand di kalangan generasi kita loh ”
“wah, sangat sayang kalau di lewati aku akan ikut thanks for information ” Abram berseru senang. inilah perubahan baru dan hidup baru yang Abram tulis di jurnal tentang kehidupan nya . semalam ia tertampar dengan ucapan seorang seniman jalanan yang katanya ia tengah kanker otak stadium akhir.
flashback on
“jika aku di beri Kesempatan untuk berusia panjang ,aku akan memperbanyak karya seni ku Bram ”
“mungkin ini karya terakhir ku ,ambilah lukisan ku , karya ini adalah isi otak ku selama dua hari ini ,dan ini juga adalah karya terbaik ku dalam sepanjang sejarah”
"ini hanya kaligrafi mas tom"
“itulah petunjuk dan kekuatan supaya kamu tidak merasa sendiri ,kau tau tuhan mungkin saat ini menginginkan aku supaya aku segera berpulang , aku adalah yatim piatu Bram , yang hanya besar di jalanan , ingat pesan ku ketika kamu tidak kuat dengan takdir mu, jangan marah pada keadilan karna semuanya penuh dengan sebab akibat , aku mendapat kan kalimat ini dari kutipan tere liye”
“baiklah, terimakasih kaligrafi nya ” Abram menerima kaligrafi nya dengan senang hati.
mas tom yang di panggil abram itu hanya tersenyum.
flashback off
“hey, kamu baik”
“eh, maaf aku tadi ngelamun, sampai di mana tadi ”
ia hanya menggeleng beberapa kali karena Abram biasa bisanya ia melamun ketika orang lain bicara padanya.
“namaku Kezia , kamu” menjulur kan tangan nya untuk salaman. Abram pun membalasnya.
“abram nggak pake gram” . Kezia hanya terkekeh dengan kegaringan Abram . di mana kata mereka kalau ada mahasiswa super ganteng di kampus tapi dingin . tentu Keiza tau siapa Abram yang tidak pernah di lihatnya di dalam kelas, karna sebenarnya ia satu jurusan dengan Abram.
******
via saat ini tengah menyisir rambut nya , tiba-tiba fikiran nya teringat sosok pria yang jatuh di depannya kemarin ,ia hanya kalut saja takut takut itu abram. tapi ia mencoba menepis fikiran negatif nya.
“via , sarapan mu sayang” dan Selvia segera turun untuk sarapan karna ia punya janji dengan Hadi akan makan siang di sebuah restoran seafood ,kesukaan Selvia .
*****
Abram tengah melakukan pencarian pekerjaan sekarang dan karna Keiza merekomendasi kan dirinya untuk kerja di restoran seafood teman nya jadilah Abram langsung di terima bekerja tanpa interview. karena posisinya saat ini adalah sebagai waiters boy.
banyak sudah yang berubah dari kehidupan seorang Abram , hari ini dia memulai nya sendiri . tidak ada yang mensuport kecuali rara , tapi hari ini Rara ada praktek di luar kota membuat ia harus melakukan semuanya sendiri . sebenarnya ia di larang terlalu capek oleh dokter tapi mau gimana lagi ,ia juga butuh makan siapa yang akan memberi nya makan nanti , Rara? sedangkan wanita itu meniti pendidikan dari awal lagi karena seharusnya sudah tiga bulan ini dia jadi mahasiswa bisnis di kampus malah memilih untuk menjadi dokter. dengan syarat harus menikah dengan anak teman mamanya lagi kan begok mau mengorbankan semuanya . entahlah Abram hanya bisa menghela nafas dan sudah memakai seragam kerja nya. hari baru telah di mulai Bram semuanya harus di jalani dengan semangat.