
siang ini ,Selvia memutuskan untuk pergi ke mall melepas sejenak kepenatan nya , karna bagaimanapun ini adalah salah satu cara ia ,menghibur diri. saat sedang asik memilih sepatu .ada seseorang yang mengagetkan nya dan suara itu tidak asing di telinganya dan dengan cepat ia menoleh ke sumber suara . terlihat senyum menyebalkan itu dari seorang laki-laki yang tidak bertanggung jawab yang meninggalkan nya di pernikahan nya , ya dia adalah Hadi laki-laki banci versi Selvia .
“duduk di sana sebentar yuk, Vi ” menunjuk food court.
“aku sibuk”
“sebentar, kamu akan rugi kalau sampai tidak tau sesuatu” . Selvia jengah juga dengan bentukan manusia yang satu ini .
kenapa harus datang di saat begini sih . sungguh menyebalkan bahkan lebih menyebalkan dari Abram .
mau tak mau ia ikut juga di mana Hadi mengajak nya saat ini mereka duduk saling berhadapan . sedetik dua detik tak ada yang bicara , Selvia sibuk melihat di luar , sedang Hadi terus memperhatikan via , cantik katanya. tanpa sadar hatinya masih ingin tetap menatap perempuan istimewa ini .
“apa yang mau kamu omongin sama aku , cepat ” meminum jus nya dengan kasar.
“aku,cuman mau bilang Abram bukan orang baik Vi, kalau kamu mau pergi sekarang,aku mau kok kita melanjutkan hubungan kita lagi ,dan aku janji kali ini aku akan , bertanggung jawab atas segala nya”
“omong kosong”
“sungguh Vi, aku juga tau kamu masih cinta sama aku”
“percaya diri sekali kamu”
“vi,aku beneran coba kamu liat ini” Hadi memperlihatkan foto yang tak asing di mata Selvia .
itu Abram dengan seorang perempuan sedang, apa? apakah benar itu Abram? Selvia mengacak-acak rambut nya ia masih mengingat pertemuan tadi siang nya dengan hadi dan itu membuat mood via benar benar jelek sekarang.
mana si suami belum pulang ke rumah , apa yang akan ia tanyakan pada Abram? Selvia bingung sekarang , terlihat sore ini langit begitu bercahaya tapi tak seperti hatinya yang sedang kacau dan berantakan .
kemudian tiba-tiba saja seperti ada sebuah derap kaki yang mengendap endap di belakang nya , berhubung saat ini ia berdiri di balkon kamar, sambil menikmati senja dan kekacauan hatinya, entah kenapa tiba-tiba saja tubuhnya seakan mematung mendengar derap kaki tersebut . dan hap seseorang memeluk nya dari belakang .
“cie kaget” suara menyebalkan itu cengengesan. Selvia mengusap dadanya saking cemasnya .
“ih, lepas lepas ” ia berontak dan berlalu masuk ke kamar kembali dan Abram menyusulnya ,
“kenapa?, apalagi ada masalah?” mendekat dan menggenggam tangan Selvia.
“hem”
“aku akan memberikan sesuatu yang akan membuat guru ku ini sangat senang” menaik turunkan alisnya .
“tidak tertarik” berbaring di kasur membelakangi Abram yang kebingungan dengan Selvia yang tiba-tiba berubah .
“ayok, kita ke bioskop” berbisik di telinga Selvia dan itu membuat si empunya merinding geli .
“kapan” menghadap Abram.
“tonight”
dan di angguki Selvia , Abram dengan senang berlari ke kamar mandi ,kapan lagi dapat kesempatan nonton ya kan , bantuan Rara sangat manjur tentang awal pdkt dengan cewek .
flashback on
saat ini Abram sedang duduk di taman kota dengan Rara. karna tugas laporan mereka sudah selesai. Abram memutuskan mengajak Rara ke taman .
“sudah berapa kali kamu ke sini?” bertanya pada Abram yang memperhatikan Sepasang manusia yang sedang memadu kasih.
“sering” masih tak mengalihkan pandangan nya.
“aku baru pertama kali malahan” terkekeh tapi terdengar sangat getir di telinga Abram .
“kenapa?” menatap intens Rara.
“waktu ku hanya di habiskan untuk belajar dan belajar”
“hem, hidupmu monoton sekali” .
“hidup mu jauh monoton, mana ada pria sekaku kamu“
Abram mengalihkan pandangannya ke depan, ya apa yang di bilang Rara ada benarnya juga .
“aku akan bersikap hangat dengan orang yang aku kenal , dan akan seperti ini dengan orang asing”
“orang asing, emang kamu pikir aku bule apa?” .
“idih ,bule? mimpi loe masa bule dekil “ Abram tertawa mengejek Rara .
“ceh,dasar ”rara berdecih dengan bercandaan Abram .
“kamu satu satunya teman ku di kampus ,jadi mulai sekarang aku akan bersikap biasa padamu , teman”
sambil menjabat paksa tangan Rara dan Abram tersenyum demi apapun rara kaget melihat senyum kaku si pria yang satu ini .
“ya” ia heran bercampur bingung sekarang .
“gimana cara pdkt dengan cewek?” .
demi apa Rara ingin sekali tertawa terbahak melihat wajah itu kembali kaku, tapi kenapa tiba-tiba pula ia menanyakan tentang pdkt .
“wah...mengejek saya ya anda ” Abram bersiap ingin menjewer telinga nya , tapi rara masih menertawakan Abram
“kasi tau ngga Ra”
“gue belum pernah pacaran,tapi menurut film yang Drakor yang sering gue liat , yang pertama kamu harus ajak di nonton, habis itu ajak kencan pasti seru sambil menikmati suasana malam dengan taburan bintang yang indah di langit sana “
“apa benar?”
“meragukan saya anda? ” rara masih terkekeh .
“baiklah”
“hanya itu? siapa wanita bodoh yang mau dengan mu”
“ada deh ” Abram Tersenyum mengejek ke arah rara.
“aku tidak bisa membayangkan bagaimana cara nya kau merayu para wanita ” masih terkekeh dan mereka tertawa bersama.
flashback off
“aku beli tiketnya dulu, kamu tunggu di sini aja” Selvia mengangguk di tempatnya .
“abram jangan lupa popcorn nya ya” . Abram mengangguk.
saat setelah lima menit menunggu akhirnya mereka masuk ke dalam bioskop , pemutaran film sebentar lagi .
“kenapa , kamu pilih film ini vi” Abram makan popcorn nya.
“biar romantis”
“aku nggak suka, mending Avengers”ungkap Abram .
Selvia juga sangat sebal dengan bocah yang satu ini , kenapa harus nonton film yang tempur tempur sih .
“supaya pas tempur sama kamu ,aku puas kamu juga ” berbisik dan mencium pipi istrinya.
seketika wajah Selvia memerah bagaimana bisa suami sableng nya ini nyium di tempat umum .
“cie merah” Abram masih menggoda Selvia.
“sssttt film nya lagi di putar ”
semuanya menonton dengan tenang , saat pas di adegan ciuman semuanya hampir tegang karna jujur saja yang menonton film ini juga banyak yang membawa pasangan , tak sengaja Abram menyaksikan kejadian nyata di sampingnya .
ciuman yang sangat nyata sambil bertukar air liur yang mengasyikan apalagi jika di lakukan dalam kamar , nikmatnya .
suara itu semakin menjadi membuat Abram menarik istrinya ke dalam pelukan nya, di sana terdengar oleh Selvia detak jantung Abram yang berpacu dengan kencang .
“kamu” perkataan Selvia terputus
tiba tiba saja Abram mencium nya dengan sangat dalam.
tanpa menghiraukan apa yang akan orang katakan , toh mereka juga sudah menikah , yang tidak menikah itu yang seharusnya tidak punya malu belum ada ikatan udah berani cium ciuman bahkan berani sekali naik di atas ranjang.
“emphhh” Selvia mulai kehabisan nafas .
“keluar yuk Vi ,aku ” ucapan Abram terputus karna Selvia langsung menariknya keluar dari bioskop dan berlari menuju toilet .
tentu saja di sana terulang lagi kejadian di dalam bioskop sekarang Selvia mengambil alih ciuman dan Abram semakin menekan tengkuk istrinya .
hingga nafas mereka ngos-ngosan.
“waw” Abram menunjukkan wajah kagumnya pada Selvia. sedangkan selvia sudah malu setengah mati kenapa ia yang lebih agresif dari Abram ? .
“iiihh , yuk pulang ”
mereka berdua keluar dari toilet dan di sana ada beberapa orang yang heran melihat mereka berdua . terserah apa yang mau mereka bilang yang penting mereka sudah sah siapa yang mau melarang? .
saat ini yang terpikir oleh selvia adalah bagaimana cara menghilangkan keraguan nya terhadap abram . dan ternyata benar tidak ada keraguan di hatinya setelah melihat dan merasakan respon terhadap apa yang ia lakukan.
**TBC♥️♥️♥️♥️♥️
wah Selvia bernafsu sekali ya, mungkin karna suasana film yang begitu romantis membuatnya terhanyut dalam drama wkkwkkw
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
benih cinta nih ye 😋😋😋**