My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Surat kecil berpita merah....



Selvia dan Hadi kini tengah duduk di meja resto yang menyajikan menu seafood kesukaan nya,


saat ini Abram tengah berjalan untuk mencatat pesanan pelanggan mereka, entah di sengaja atau tidak, ternyata Selvia makan di restoran tempat ia bekerja . saat ia menanyakan tentang menu yang di pesan ia sempat mematung antara terkejut dan bahagia melihat istrinya.


begitupun Selvia , jujur saja sampai sekarang ia juga sebenarnya merindukan Abram tapi , ia sudah terlanjur marah dan kecewa dengan perlakuan nya sehingga mengalahkan rasa cintanya .


“ada yang bisa saya bantu tuan,nyonya pesanannya akan segera saya catat” ia mengumbar senyum nya dengan sopan dan layaknya seorang waiters.


“kamu bekerja di sini” Hadi bertanya kepadanya yang tengah berdiri tenang sembari memberikan senyum terbaik .


“saya pesan ,pasta seafood 2, minumnya alpukat di kerok jangan di blender satu yang satunya di blender, terus kita minta desert terbaik yang sering saya pesan dengan via” menatap Selvia yang tengah membuang wajahnya dari hadapan Abram


“baik tuan,pesanan akan segera siap” Abram undur diri sambil membawa nota pesanan pelanggan nya , ia sudah sampai di bagian dapur dan kemudian ia pergi sebentar di kamar mandi , hatinya benar-benar sesak sekarang, sakit rasanya bahkan sangat sakit.


ia harus tegar dengan penuh sesak.


Abram mencoba menetralisir nafasnya jangan sampai dia ketauan sekarang sedang sangat kesal . ini juga demi kebaikan bersama , ia mencoba melepaskan selvia untuk Hadi.


tak berapa lama Abram muncul membawa pesanan Hadi .


“selamat menikmati, semoga kalian bisa selalu menjadi pengunjung tetap resto kami” Abram undur diri dengan berjalan sedikit menunduk hormat kepada pelanggan nya.


saat ini Selvia hanya mengaduk aduk makanannya, nafsu makan nya tiba tiba menghilang sekarang, ia masih membayangkan bagaimana Abram bekerja di restoran ini, dan bukankah keluarga nya orang kaya? ,dan sekarang tubuh Abram terlihat sangat kurus di tambah wajahnya pucat bias seperti mayat hidup . Hadi yang melihat Selvia yang tidak juga memakan makanannya akhirnya mengajaknya pindah restoran . akhirnya mereka hanya makan sedikit itupun hanya Hadi, sedang Selvia tidak makan sedikit pun .


saat pulang dari restoran Selvia hanya diam dan duduk melamun di taman belakang rumah nya , banyak sekali pertanyaan yang muncul di benak nya tentang abram, apa sebenarnya terjadi padanya.


berbeda dengan halnya Abram ia lebih memilih untuk menyusuri riuhnya jalanan kota yang padat , jam kerjanya di ganti oleh temannya mengingat tadi ia terlihat sakit oleh pemilik restoran tersebut akhirnya ia di ijinkan pulang, saat asik ia berjalan nampak seorang laki-laki dengan rambut gondrong tak lupa gitar bututnya menghampiri Abram .


“ini dari bang tom” memberikan sebuah surat kecil di sertai pita merah dengan lambang hati dan di sana juga ada sebuah kuas untuk melukis .


Abram hanya heran kenapa ia tiba tiba mendapat ini ?


“aku tidak tau apa maksud mu bang ” ia kembali menyerahkan surat tersebut.


“kemarin malam sehabis berbincang dengan mu ia mengeluh sakit di kepalanya dan saat di larikan ke rumah sakit ia sudah kritis ,dan kemudian dia memberikan ini untuk mu ” kembali menyerahkan surat tersebut . ya sekarang teman teman nya adalah anak jalanan di sudut kota yang tinggal nya di jalanan, banyak yang sudah mengenal nya karna ia cukup tampan dan sangat bersahabat dengan lingkungan sekitar .


“oooo,iya Bram pesan bang Tom kamu nggak boleh lupa sama semuanya ,dia juga bilang gantung lukisan itu di rumah mu karena sebagai pengingat dan kenang-kenangan darinya ” .


“aku tidak akan pernah melupakan kalian, bagaimana keadaan nya sekarang?”. tiba-tiba saja bang openg tertunduk lesu . Abram tau dari semua jawaban itu. ya ,dia bukan laki laki bodoh yang tidak mengerti keadaan.


“aku sudah tau jawabannya bang, besok aku akan ke makam nya , kasih tau saja alamatnya” ia menepuk bahu pengamen jalanan yang wajahnya terlihat sangar dan menakutkan tapi bagi Abram wajah seperti itu sudah biasa dalam dunia nya di arena ring .


saat kemudian bang openg pergi meninggalkan Abram yang juga sudah melanjutkan perjalanan nya untuk segera pulang , karna ia lupa dengan obatnya dan tiba-tiba saja tubuhnya juga merasa lemah , di tatapnya surat kecil berpita merah itu dan kemudian ia masukkan ke dalam saku nya.