My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Tiket honeymoon



kedatangan mereka di sambut hangat keluarga Abram. di sana sudah berkumpul keluarga besar dari sang suami dan terlihat juga sudah ada mama, papa Selvia .


“ma,pa udah lama sampe' nya?” Selvia juga sudah bergabung di rumah keluarga. banyak mata yang kagum dengan kecantikan seorang Selvia bagaimana tidak di usianya yang masih menginjak 22 tahun masih di kira anak kuliahan,oleh keluarga Abram .


“wah ,sudah berkumpul ayo pasang nomor” Abram sudah duduk di samping istrinya, kenapa suaminya segesrek ini coba .


“uncle abam” teriak anak laki-laki berusia 4 tahunan itu .


“wah, rupiahnya uncle” Abram melebarkan tangan nya .


“hush” mami menegur abram .


dan yang di tegur hanya cengengesan. semua keluarga tertawa .


“eh ,si monyet dateng” Ariana bergabung .


“kalian ini ngomong nya asalan sekali” lanjut mami .


“becindi moms” Abram dan Ariana berbarengan.


“udah Lawa wet,gak ketemu mana laki loe?” Abram pada kakak perempuan nya itu.


“kagak ada,lu tuh yang tiba-tiba bawa bini ,mana temen sekolah gue lagi”


“ah,becindi lu kagak lucu”


“beneran sableng”


“ampun bang janggo”


sedangkan yang mendengarkan perdebatan dua manusia itu hanya jengah saja .


“sudahlah,no debat” lanjut Ariana .


“hey, sudahlah baru saja ketemuan udah pada mau berantem aja” paman baban menengahi perdebatan kak adik itu.


“kebiasaan mereka itu ” datang seorang laki-laki menggunakan kemeja biru dengan seorang wanita yang juga cantik beriringan dengan nya . semuanya melihat ke arah suara .


“ayah ,bunda” anak laki-laki itu berlari menghampiri orang tua nya. dia adalah Revian putra pertama keluarga Saputra dan istrinya Nina Saputra.


“duduk dulu sayang” ia menyuruh istrinya dan menggendong anak nakal nya itu.


sekarang dua keluarga itu sudah berkumpul. ada kedua orang tua Abram dan Selvia dan paman bibi Abram dan saudaranya.


“udah tau belum ,kenapa kami mengundang kalian” Daddy menatap bergantian Abram dan Selvia .sedangkan mereka berdua saling pandang .


“jadi gini, rencana nya kami sudah menentukan resepsi kalian di adakan tanggal berapa” lanjut mami.


“mi, kan Abram gak bisa ” .


“via juga ,mi”


“masih mau nolak?”


“iya” via dan Abram kompak .


“kompak banget penganten baru” Ariana cekikikan.


“kenapa gak mau Bram?” Revian mulai ikut bertanya .


“aduh kalian ini ” mama menggeleng dengan tingkah putri dan menantunya .


“sudah ku duga” paman baban juga ikut nimbrung.


“baban” Ratna mencebikan bibirnya.


“gini saja,karna ada rencana cadangan maka kami juga sudah memutuskan dua pilihan untuk kalian , iya kan besan ” lanjut Daddy. dan kedua orang tua selvia mengangguk .


kira kira apa ya yang di rencanakan kedua belah pihak keluarga ini , semoga bukan hal yang membuat Selvia tidak suka.


“resepsi atau tiket honeymoon?” sekarang mami yang memberikan pilihan .


“what!” Selvia kaget .


“tiket mi ,wah asik” Abram sambil menaik turun kan alisnya .


"ish....Abram kenapa pilihan nya yang itu...gimana kalo aku sampe' lepas kontrol coba, fiks aku punya feeling nggak enak sekarang"Selvia bermonolog sendiri , tapi daripada resepsi mending ini aja deh kali ya.


“vi honeymoon” Abram menggoda istri tercintanya.


“menyebalkan” gerutu via pelan dan hanya bisa di dengar Abram .


***


saat ini selvia dan abram sudah berada dalam mobil setelah makan malam keluarga besar tadi.


“bram ,kamu yakin untuk itu” Selvia menatap abram yang menyetir sambil senyum senyum sendiri.


“yakinlah, pulau itu juga milik keluarga ku kok, wah apalagi yang ku pusingkan ,aku akan membuat sejarah baru untuk cinta kita bukan?”


“aku nggak bisa Bram, aku nggak mau”


“bukan jawaban ini ya, gan ingin aku denger vi” Abram menambah sedikit kecepatan mobilnya .


saat ini tak ada percakapan keduanya bahkan sampai dalam rumah masih enggan untuk mereka berdua saling mengejek.


“mau aku bantu untuk packing” tawar Abram melihat Selvia sepertinya kesesakan memasukan baju mereka berdua .


“boleh” . akhirnya masih saja Abram yang mengalah, sepertinya Abram mempunyai stok sabar terbanyak daripada istrinya.


“sudah larut, istirahat dulu gih” Abram menyuruh istrinya untuk tidur lebih dulu karna tinggal sedikit yang akan mereka packing .


“sama-sama aja ” . Abram mengangguk .


******


semilir angin pagi berhembus menerpa wajah cantik Selvia di balkon kamar ya ,Selvia sudah bangun pagi sekali,padhal jadwal keberangkatan mereka siang hari,mungkin saat ini ia sedang memikirkan bagaimana caranya pas di tempat yang katanya honeymoon itu ia tak terbawa suasana mana mungkin juga kan dia akan melakukan having sex dengan abtam yang tidak pernah ada di hatinya. sebanarnya ada sih, walaupun sedikit tapi rasmya tidak cukup, mana manalagi ia melihat dengan jelas Abram menggenggam tangan seorang wanita lain. semua itu menjadi campur aduk di hati dan otak nya , semua sisitem tubuhnya tidak berfungsi dengan baik tingkat konsentrasi juga menurun.


ada beberapa kalimat yang ia hafalkan dari kemarin


"semuanya akan baik-baik saja, fighting" Selvia bermonolog sendiri.


TBC♥️♥️♥️♥️


VOTE YAWS