
Selvia sedang duduk di meja makan untuk sarapan, tapi tak ada tanda-tanda suaminya akan turun dan sarapan bersama . di mana Abram? saat buk sum melewati nya untuk pergi ke pasar tradisional, Selvia memanggil nya sebentar dan ia pun mendekat.
“ada apa non?”
“apa Abram sudah berangkat kuliah?” pertanyaan pertama yang membingungkan buk sum .
ini ,mereka kan sekamar kenapa tidak tau tentang keberadaan yang satunya. Selvia tau buk Sumi sekarang bingung dengan pertanyaan yang ia lontarkan .
“abram tidur di kamar tamu buk”
“oooo, kalau setau ibuk,den abram belum ke meja makan dari semalem non”
“yang bener buk?” dan di angguki art nya .
tak lama kemudian buk sum izin ingin segera pergi ke pasar ,mumpung masih pagi, sekalian nanti mau membeli stock buah ke market terdekat .
Selvia memegangi dagunya nampak sedang berfikir. saat ini hati dan fikiran nya sedang tidak sinkron , hati ingin menemui Abram dan fikiran menolak karena masih terbayang kejadian kemarin.
seperti pemutaran kaset yang terus menerus berulang . tapi bagaimana pun ia harus profesional bukan? kalau sampai ia bersikap seperti ini, Abrama akan semakin gencar membuatnya cemburu, eh tidak tidak mana mungkin ia cemburu cinta aja belum , kenapa mesti cemburu .
pertanyaan nya adalah sejak kapan rasa cemburunya itu muncul dan sialnya dia tidak bisa membuat hati dan pikiran nya tenang.
akhirnya Selvia memberanikan diri berjalan menuju kamar tamu ,saat sudah berada di depan pintu otaknya enggan untuk mengetuk pintu, sedang si hati terus saja merayu untuk mengetuk pintu kamar tersebut .
dengan satu tarikan nafas ia pun mengetuk pintunya berharap si empunya segera membuka . masih tak ada respon sekarang. apa Abram benar benar capek atau ia sengaja menghindari nya.
entah lah kemudian kali ini ia mengetuk lebih keras lagi dan tetap saja respon nya tidak ada. Selvia benci kondisi ini sangat benci , kemudian dengan kasar dia menekan kenop pintu dan ternyata tidak di kunci. kenapa juga dia tadi mengetuk sedang kan pintunya tidak terkunci,satu kata untuk dirinya sendiri, bodoh.
“abram kamu kenapa gak sarapan” sudah masuk dan berada di ujung ranjang tak ada pergerakan di bawah selimut yang menggembung itu.
dengan inisiatif nya sendiri ia mencoba semakin dekat dan menggoyangkan bahu Abram . hanya lenguhan yang Selvia dengar . kemudian dengan cepat ia menyibak selimut yang menggulung tubuh suaminya .
“mau jadi apa kamu kalo nggak kuliah ha!” tiba tiba mata sayu itu mengerjab tapi tunggu kenapa wajahnya terlihat sangat pucat.
apakah Abram sakit? , Selvia meletakkan tangan nya di dahi suami nya dan benar badan Abram panas sekali bahkan sangat panas.
“air, vi air” terdengar lirih dan bergetar .
“kamu tunggu di sini aku ambil air dulu” keluar dengan cepat memberikan air pada Abram .
“uh....asam lambung ku kumat lagi”
“ini,minum dulu”Selvia dengan hati-hati memberikan minum untuk suaminya .
“udah”Abram hanya mengangguk.
Selvia kembali keluar mengambil kompres dingin untuk Abram siapa tau panas nya turun.
“bram, kamu kenapa?” Selvia panik melihat keringat dingin mengucur deras di dahi suaminya bahkan mata Abram tertutup rapat sambil melenguh pelan.
Selvia kalut ia panik setengah mati kemudian ia berlari keluar minta bantuan dengan satpam untuk membawa Abram ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit .
🌹🌹🌹🌹🌹
saat ini Selvia duduk gusar di luar ruangan tempat Abram di periksa , keluarga sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit .
lihatlah betapa khawatir nya ia melihat keadaan suami nya yang dia buat khawatir kemarin, pasti Abram begitu shock dengan semuanya hingga ia melewatkan makan malam nya .
tak berapa selang lama keluarga Abram sudah datang. buru buru mami mendekati Selvia yang sudah berurai air mata , ya Selvia menangis karena saking khawatir karena dari perjalanan ke rumah sakit tak ada respon sedikit pun dari suaminya yang ada hanya suara lenguhan panjang.
“abram kenapa?” mami juga sudah mulai panik .
“badan nya panas ,dan habis itu dia seperti menahan sakit nih, ini salah via ” tertunduk lemah .
“gak ada yang nyalahin kamu sayang”mami sudah memeluk menantunya .
“jangan menyalahkan kamu nak ” lanjut Daddy yang sudah duduk di dekat mami .
“berdoa aja buat Abram supaya dia lekas sembuh” Ariana juga sudah duduk di samping Selvia .
dokter pun keluar dari ruang UGD, semua orang berdiri ingin bertanya kondisi Abram yang sebenarnya .
“kondisi pasien Sekarang sudah baikan, asam lambung nya naik jadi itu penyebab utama demam tinggi nya ”
“silahkan nyonya, pasien Sekarang sedang istirahat, setelah itu temui saya di ruangan ya nyonya ” dan di angguki mami .
mereka semua masuk melihat Abram yang terbaring kaku di rumah sakit .
“ya ,ampun sayang kenapa jadi begini sih” mami sudah mengusap punggung tangan anaknya .
“mih, Abram gak kenapa-kenapa kita udah beruntung loh” Ariana yang memegangi bahu sang mami .
“dia emang bandel, di bilang jangan Samapi telat makan dan istirahat yang cukup masih aja bandel” Daddy yang kini bersuara .
“ini karna via....”
“sssst gak ada yang nyalahin kamu sayang” mami sudah mengusap bahu Selvia .
“kalau gitu Daddy sama mami pergi dulu ke ruang dokter ya ” dan di angguki Selvia .
“aku juga mau pergi sebentar, ada urusan sama temen mau mengatur keberangkatan ke Papua lagi”
“kan udah kita bicara kan di rumah kak” lanjut mami.
“ini keberangkatan yang terakhir mih”
“sudah lah mi ,lagian dia sudah besar , nanti juga di pulang”
“iya ,pulang tapi sampai tua juga gak bakalan nikah”
“nikah lah mi, tapi nanti ”.
mami hanya geleng-geleng kepala dengan penuturan putri semata wayangnya itu .
akhirnya mereka keluar dari kamar rawat Abram . tinggallah Selvia yang duduk di samping brankar nya . pelan pelan mata abram terbuka dan Selvia masih setia menggenggam tangan suaminya.
“bram kamu udah bangun? maafin aku ,aku nggak tau kamu punya riwayat asam lambung ,aku benar-benar....”
“sssstt aku yang salah vi, seharusnya aku nggak buat kamu marah sama aku, aku yang bodoh pura pura tidak khawatir sama kamu , padahal aku setengah mati ngehawatirin kamu ” Abram menghapus air mata istrinya.
“aku, hiks.....aku ”
“ssst jangan sedih lagi, air mata mu terlalu berharga untuk mengisi aku , aku juga gak apa apa kok , lagi pula aku bukan suami yang baik yang tidak pernah mengerti dengan perasaan istrinya sendiri ”
“abram ,kamu itu suami terbaik yang aku punya, terimakasih sudah mencintai aku begitu besar, tidak butuh waktu 12 bulan 15 hari untuk aku jatuh cinta dan sekarang aku benar-benar jatuh cinta sama kamu ” via tidak peduli sekarang yang terpenting ia sudah mengakui sebuah kebenarannya bahwa ia telah jatuh cinta pada suaminya .
Abram Tersenyum manis sambil mengusap air mata istrinya yang masih jatuh tanpa permisi sedang ia juga menangis haru mendengar pengakuan yang sudah lama ia tunggu .
“aku lebih sangat mencintai mu, sejak pertama kali aku melihat wajah kesal mu di toko kue kemarin ” Abram terkekeh geli melihat ekspresi wajah istrinya yang kembali kesal dengan kejadian satu tahun yang lalu .
“tuh kan lucu, ngegemesin ” mencubit pipi chubby istrinya .
“ih...Bram jangan”
“makasih udah jatuh cinta sama aku” dan di angguki Selvia.
“peluk” abram merentangkan kedua tangannya dan langsung saja selvia memeluk tubuh yang masih lemah itu .
lihatlah di sana , masalah baru akan segera di mulai di mana semua itu akan memporak porandakan mahligai rumah tangga kalian berdua, di sana akan terlihat jelas bagai rolling film selalu berputar pada porosnya. akan ada skandal,amarah,cemburu, keegoisan,dan kehancuran.
**wiridie.s berkata
“mendapatkan memang mudah ,tapi mempertahankan adalah suatu hal yang sangat sulit**”
TBC♥️♥️♥️♥️
like
comment
vote
😘😘😘😘😘😘