My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Kebenaran Rara



saat ini semua tengah menunggu dengan takut karena dokter yang tengah menangani Selvia juga belum keluar , saat ini Hadi juga duduk dengan khawatir tentang keselamatan Selvia dan bayi nya , walaupun dulu Hadi adalah seorang terkejam dan terbrengsek. tapi sekarang ia sudah berubah ia sudah berjanji di depan Abram, kalau dia benar benar mencintai Selvia dengan tulus. bahkan dalam lubuk hatinya . sebenarnya sebelum hari ini ia sempat bertemu muka dengan Abram , dia ingat hari itu.


flashback


ia tengah mencium harumnya bunga kesukaan Selvia, begitupun Abram saat keduanya tengah asik mencium aroma tersebut tidak sengaja kepala mereka terpentuk dan membuat keduanya saling menatap tajam , bak musuh bebuyutan yang sudah lama tidak pernah bertempur.


“oh rupanya si brengsek kecil ini ” Hadi memandang remeh Abram yang juga tengah menatap tajam ke arah nya.


“oh ,si brengsek tua rupanya” ia menyunggingkan senyum tak kalah meremehkan dari Hadi .


“berhenti bicara omong kosong loe”


“loe yang diem bacot,loe kan yang jadiin via barang taruhan buat para para bandot tua itu ”


“kau tidak tau permasalahan nya Bram jadi cukup, aku sudah berubah sekarang,aku sangat mencintai Selvia ”


Abram hanya mencebik saja melihat wajah pria yang belakangan in, isudah mengisi hari-hari istrinya.


“seharusnya kau berterima kasih padaku yang telah membantu mu untuk dekat dengan istri ku”


Hadi tidak mengerti dengan apa yang Abram


katakan padanya , kemudian Abram berbisik ke telinga Hadi .


"ayo duel di taman depan" . Hadi yang tersulut emosi pun mengikuti langkah Abram.


mereka tengah menatap persaingan yang begitu kental antara keduanya .


“berikan dia bunga yang berwarna putih pink ini, dia akan suka aroma yang tidak terlalu menyengat” menyodorkan sebuket bunga pada Hadi.


“aku sudah membeli kan untuk nya ”


“hey, sombong kalau kau tetap tidak mau aku akan mengambil selvia kembali dan membongkar semua kedok mu ”abram kembali mengancam nya , mau tak mau Hadi pun menerima bunga tersebut .


“aku titip via” suara Abram melemah seketika .


Hadi yang tidak mengerti maksudnya hanya diam dan bertanya-tanya dalam benaknya .


“aku dengar kau menjual semua aset mu dengan harga murah, dan sekarang menjadi karyawan biasa di Saputra group” Abram mulai duduk Hadi juga ikut duduk .


“hem”


“wajah mu jangan seperti monyet kelaparan seperti itu”


Hadi menjadi sebal juga dengan apa yang di katakan Abram barusan.


“di tangan kiri ku sebuah kehidupan dan di tangan kananku sebuah kebahagiaan mana yang akan kamu pilih?” Abram memberikan pertanyaan pada Hadi, yang membuat ia heran dengan bocah datar itu .


“mau kau jawab atau tidak?” kembali menekan kata kata nya .


“hem..... baiklah aku akan memilih kebahagian ”


“kenapa?”abram


dia tolol apa gimana sih ?


“kau itu memang bodoh dari lahir, kalau aku jadi kamu maka aku memilih kehidupan, kau tau?alasannya sangat mudah sekali, jika ada kehidupan pasti ada kebahagiaan”. abram memberikan jawaban nya dan itu sebenarnya make sense sih .


“yang kiri belum tentu jahat dan yang kanan belum tentu baik, seperti kita misalnya kamu belum tentu baik tapi kalau aku sudah pasti baik”


“tidak ada laki laki baik yang menyiksa istrinya sendiri”


“tidak ada laki laki yang ingin menjual calon istrinya sebagai pemuas nafsu pria lain”


Hadi sudah kalah telak sekarang, Abram memang masih muda terlihat sangat naif .


“tapi,kenapa aku yakin bahwa kamu adalah pilihan tepat untuk Selvia , karena sejujurnya Selvia pernah menulis sebuah diary yang membuat hati ku ini sakit ”


“sekarang kau menyadari nya ?, tapi aku rasa tidak ada hubungannya dengan ku ”


“tentu saja ada hubungannya dengan mu, kau tau walaupun kamu adalah orang yang paling di bencinya tapi nama kamu terukir indah di hatinya ”


Hadi nampak berfikir keras dengan apa yang Abram katakan.


“sayangi dia,jaga dia dan selalu lakukan yang terbaik yang tidak pernah aku lakukan untuknya ” .


Hadi sebenarnya ingin bertanya lebih jauh kenapa Abram mengatakan hal itu . hanya saja ia memutuskan untuk mengangguk setuju , akhirnya obrolan itu berakhir saat Hadi sudah di telpon Selvia.


" maaf di, aku berbohong tentang diary itu, semoga hatiku ikhlas melepas Selvia untuk mu"abram


dan benar saja apa yang di katakan Abram tentang bunganya , Selvia begitu senang dengan aroma bunga pemberian Abram tadi .


flashback off


Rara akhirnya mendekati dua keluarga yang tengah di landa rasa khawatir , karena kondisi anak dan menantu mereka .


“maaf, sebelum nya saya ingin mengatakan sesuatu” semua mata menatap ke arahnya tak ubah juga Hadi .


deg....... jantung Daddy seakan berhenti menelisik wajah tanpa makeup itu , terlihat dengan jelas sekali wajah yang sangat tidak asing dari penglihatan nya , mami yang menyadari reaksi Daddy juga melihat dan menelisik ke arah rara.


saat itu Rara sebenarnya juga sangat gerogi dengan keadaan seperti ini , tapi keadaan yang memaksa ia harus mengatakan semuanya.


ia kemudian terduduk dan mulai menyebutkan nama Abram di awal ceritanya , Rara menceritakan semua kejadian yang di hotel, hubungan nya dengan Abram seperti apa . tapi air matanya tak bisa berhenti mengalir ia menceritakan semuanya tanpa terlewatkan sedikit pun.


membuat semua menatap sedih wanita yang seumuran dengan Abram itu.


“nyonya, tuan aku benar-benar tidak berselingkuh dengan nya , hanya saja aku telah membantu nya untuk menutupi kalian semua, kalau saat ini Abram tengah berjuang antara hidup dan mati” ia tertunduk dalam dengan air mata yang semakin tak bisa dibendung lagi.


“abram ,terkena leukimia stadium lanjut dan dia membutuhkan donor sum-sum tulang belakang secepatnya”


mami yang kaget pun akhirnya ia pingsan, sedang papi Abram tengah menahan sesak di dadanya . mereka tidak menyangka Abram bisa menutupi sakit nya dengan baik, sampai-sampai mereka membuat Abram lebih tersiksa dengan membiarkan putra mereka hidup menderita di luar sana.


TBC♥️♥️♥️♥️