
pagi ini Abram sudah di ijinkan pulang oleh dokter, Selvia dengan setia mendampingi sang suami yang masih terlihat pucat . awalnya ia masih ingin abram tetap di rawat . yang namanya Abram pasti ada saja alasan yang tidak logis yang ia ucapkan . seperti tadi saat ia berdebat dengan sang istri.
****
“tunggu dulu sampe' besok bu”.
“nggak bisa ay, aku gak bisa nyium obat aku pusing, gimana kalo aku sampai koma dan sekarat di sini”
“gak masuk akal tau bu”
“masuk dong, kan aku yang ngerasain”. kalau di pikir pikir benar juga apa yang di katakan Abram.
“tapi apa bubu yakin”
“tenang ay”
*****
“aku gak sabar pengen pulang” Abram sedang berbaring beralaskan paha istrinya sedang Selvia mengusap rambut suaminya yang tidak henti bilang mau cepet pulang kangen kamar ,kangen pohon mangga bahkan dia juga kangen sama pasir dalam rumah ,aneh sekali alasan yang tidak jelas di buatnya dan yang Selvia tau pasti suaminya ini akan bertindak mesum lagi padanya.
sudah bisa di pastikan saat dia bicara ke mana arah matanya , ya matanya tak lepas memandangi gunung kembar milik istrinya.
“hem” malas menanggapi ocehan nya yang ujung-ujungnya pasti lari ke ranjang lagi .
“aku kangen selimut,bantal,ranjang,AC , sama yang satu lagi desahan” kata ******* ia buat sesamar mungkin supaya si supir tidak mendengar padahal sudah dari tadi ia membahas tentang ranjang dengan istrinya ,mau pakai gaya apa nanti malam , besok malam giliran istrinya di atas , dasar bocah gila bin mesum .
saat ini Abram dan Selvia sudah sampai di rumah mereka,Selvia sedang menemani suaminya berbaring di ranjang karna Abram masih belum kuat berjalan katanya , bohong banget mah dia , caper aja sama istrinya .
“kamu liat gak wajah Rara kemarin,mirip banget ama kamu kalo lagi sebal”
“hem”
“dia cantik ya ay”.
“hem”
“manis juga,pengen nyubit”
“hem”.
“kamu Hem terus dari tadi kasih nilai gitu”.
“hem,hem,hem,hem” memunggungi suaminya, udah tau dia nggak suka Abram membahas wanita lain , masih aja di lakuin nya .
“tapi, manisan kamu sih apalagi cantiknya, ngegemesin nya juga parah banget sampe'aku nggak bisa berpaling” Abram sudah memeluk tubuh istrinya dari belakang .
“cie..... yang lagi baper”Selvia kembali menghadap Abram.
“kamu jujur sama aku sekarang,apa bener kamu gak suka sama rara”. Abram menggeleng cepat.
“bener?”
“beneran”
“bener ya, apapun nanti masalah kita ,besok ,lusa atau nanti tidak akan ada kebohongan antara kita berdua”
“hem, kamu juga harus janji sama aku, apapun yang kamu lihat bahkan kamu dengar itu semua tidak benar tentang aku ,dan aku mohon jangan pernah tinggalin aku ”
Selvia mengangguk sambil menelusupkan dirinya ke dada bidang suaminya.
tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar , dan dengan segera ia berdiri membukakan pintu .
Selvia mengernyitkan dahinya ketika buk sum membawa sebuah paket yang tidak punya pengirim.
“non,tadi dari kurir kasih ini” menyerahkan paket tersebut .
“gak ada pengirim nya buk”.
“saya juga nggak tau non, saya permisi lagi ada kerjaan di belakang” dan diangguki Selvia
kemudian dia masuk membawa paketan tersebut. Abram heran kenapa habis membuka pintu kamar tiba-tiba saja istrinya membawa paket .
“dari siapa ay ? ”
“gak tau , gak ada pengirim nya ”
“buka aja ” . Selvia mulai membuka paketan itu pelan- pelan hingga setelah lama berkutat dengan benda itu di lihatnya ada dua buah foto.
menunjukkan seorang laki-laki yang masuk dan keluar dari tempat club kalau Selvia tidak salah liat , di perhatikan nya dengan dalam foto itu . seperti pernah melihat tapi di mana? , abram yang ikut penasaran pun ikut mendekat, tiba tiba saja ia terbelalak melihat foto tersebut ya,itu adalah foto-foto dirinya sendiri. siapa yang berani bermain petak umpet dengan nya? , dengan cepat ia mengambil foto tersebut dari istrinya .
“kok di ambil,aku lagi menelisik wajah pria itu”
“gak penting, mungkin orang iseng aja” Abram kembali menarik istrinya ke dalam dekapan hangat itu .
TBC ♥️♥️♥️
Eneng cuman mau bilang mungkin Eneng gak update setiap hari ya, karna badan Eneng sedikit nggak enak ....mohon pengertiannya ya 🙏🙏🙏
udh gitu kerjaan di Dunia nyata Juga numpuk 🥺🥺🥺