My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Aku baik-baik saja



Rara tengah berlari menuju kamar Abram, karna tadi dokter roman menelpon nya dan mengatakan Abram sudah sadar dari komanya .


“bram gimana ,apa kamu sekarang baik?” Rara mulai mengatur nafasnya karna lelah berlari hanya untuk melihat dan mendengar kabar nya,


Abram hanya mengangguk kecil menerima pertanyaan Rara yang berkesan berlebihan menurut nya .


“aku baik Ra ,kamu sendiri?”. rara hanya mengangguk sebagai jawaban .


“ra ,bisa ke ruangan saya sekarang, banyak hal yang mau saya bicarakan, dan Abram kamu harus banyak istirahat supaya kondisi mu semakin pulih ”


Rara mengangguk dan mereka berdua meninggalkan ruang Abram di rawat menuju ruang dokter roman . Rara sudah di persilahkan duduk oleh seorang laki-laki yang amat di kagumi nya ini .


“jadi langsung saja to the point ya Ra ,Abram harus segera mendapatkan pendonor sum-sum tulang belakang, melihat kondisi nya semakin memburuk ,ini saja baru lima hari dan bisa saja dia tidak tertolong, maaf mengatakan ini Ra ”


Rara tersentak diam dengan penuturan dari dokter roman .


“bagaimana kalau saya saja yang mendonorkan nya dokter”


“ra, ini bukan masalah mau atau tidak tapi masalnya kecocokan juga di butuhkan ”. Rara mengangguk pasti seakan mengisyaratkan kalau ia mau di periksa, kalaupun hasilnya cocok maka ia benar-benar bersedia untuk menolong Abram .


******


seorang laki-laki asing tengah duduk santai di ruang tamu rumah selvia. sesekali ia menyesap rokok nya dan kembali berulang. sebenarnya Daddy sudah mau mengusir manusia tidak tau malu ini, tapi mau bagaimana lagi dia juga seorang tamu . laki-laki itu tiba-tiba memberikan sebuah flashdisk dan sebuah foto .


“aku hanya perantara, selebihnya aku serahkan pada bos besar”ia berdiri dan berlalu begitu saja keluar dari rumah Selvia .


mereka semua tengah memperhatikan foto tersebut dan nampak Hadi dengan beberapa orang.seperti tengah berbicara serius . berlanjut ke foto ke dua yaitu pas Hadi di sekap Abram.


foto ketiga menampilkan wajah Abram yang tengah berada di dalam sebuah club malam. semua mata terkejut dengan reflek Daddy menggebrak meja hingga semua ikut kaget.


kini mata Selvia beralih pada sebuah flashdisk yang teronggok di atas meja dengan segera ia mengambil laptop nya dan akan memutar apa yang ada di dalam flashdisk tersebut . saat Video pertama di buka nampak Hadi tengah tertawa terbahak dengan beberapa rekan nya, dan jelas pembicaraan mereka sudah di rekam melalui kamera penyadap Abram .


"*kalau aku menang berarti saham ku semakin banyak" semua kembali tergelak .


"tapi ,jika kau kalah maka....ehem calon istri mu akan menjadi pemuas nafsu kami , hahahah" orang tua yang tidak tau malu itu tersenyum nakal* .


sontak semua keluarga shock dengan apa yang baru saja mereka saksikan, sedang Daddy menghubungi seseorang.


"hallo , hancurkan company Toro , sekarang, hancurkan semua pemegang saham yang sudah banyak mengambil keuntungan dengan taruhan sialan itu , nanti akan aku kirim profile supaya mempermudah pekerjaan mu”


"......."


"apa?"


".......,......"


"kau tau apa yang harus di lakukan"


sekarang selvia tengah membuka Vidio kedua dan nampak Abram tengah bertarung hebat di dalam sebuah ring, dan memenangkan sebuah hadiah . saat kemenangan itu terjadi seseorang mengabadikan nya.


"*untuk siapa hadiah itu?" tanya si pembawa acara.


"untuk membeli rumah , buat istri dan anak di masa depan " nampak wajah Abram berbinar senang* .


semua orang hanya terdiam dengan apa yang Abram katakan ,Selvia hanya mampu memejamkan matanya , sedih bercampur rindu menjadi satu untuk suami ABG yang sudah lama tidak mengganggu nya , sudah lima hari sejak kedatangan nya di rumah ini ,ia tidak pernah muncul lagi .


******


hasil tes untuk kecocokan sum-sum tulang belakang Rara dan Abram sudah keluar , Rara berharap hasilnya cocok tapi ternyata tidak cocok , ia harus mencari ke mana pendonor untuk Abram sekarang? andai Rara punya kekuasaan, kekayaan dan kekuatan pasti dia dengan mudah menemukan malaikat tak bersayap yang akan menolong Abram.


“kita harus berusaha Ra ,kalau dalam dua Minggu kita gagal menemukan pendonor untuk Abram maka....” dokter roman tidak meneruskan kalimatnya karena sudah terdengar Isak tangis Rara di dalam ruangan nya .


“mas roman kamu tau, di saat semua orang membuang ku dia yang selalu ada buat aku ,dia yang sudah membuat aku melupakan sedikit masalah ku ,tapi mengapa di saat dia membutuhkan ku, aku tidak bisa melakukan apapun untuk nya ”


“ra, kita berdoa yang terbaik untuk nya, dan aku sebagai dokter juga tidak mau kegagalan menimpa ku ,cukup satu kali aku kehilangan ,aku tidak mau untuk yang keberkian kalinya ”. Rara hanya menutup wajahnya dengan masih menangis sesenggukan.


ia sudah keluar dari ruangan yang penuh sesak itu di lihatnya Abram tengah tertidur pulas di brankar nya .


"Bram ,aku tidak tau kenapa aku sangat takut kamu pergi, seperti ada sesuatu yang membuat aku tidak tenang , Bram aku janji aku akan mencari pendonor nya segera, doakan aku " kemudian ia masuk ke dalam kamar Abram.


“kenapa Ra?”abram melihat wajah Rara yang nampak murung .


“engga , tadi aku habis dari ruangan dokter roman katanya, kamu udah baik-baik aja” tapi sungguh Rara tidak bisa menahan air matanya yang terus berair.


“hey, liat aku! sekarang kamu liat wajah ku yang tampan ini , percaya lah aku akan selalu baik-baik saja ra”. Rara malah menangis sesenggukan. Abram hanya diam dan dengan segera Rara memeluk tubuh yang ringkih itu .


****


tiba-tiba Selvia kembali merasakan kram di perutnya bahkan lebih parah dari sebelumnya, di sela kakinya sudah mengalir darah yang membuat seluruh keluarga panik. dengan segera mereka kembali memasukkan selvia ke dalam mobil untuk di bawa kembali ke rumah sakit . saat mobilnya sudah keluar tiba-tiba mobil Hadi menghalangi jalan nya , sontak semua keluarga kaget tapi setelah itu mobil nya menepi , dan mengikuti mobil yang membawa Selvia .


Abram mengalami sesak nafas pada dadanya seakan ada batu besar yang menghantam tubuh kurus nya , saat Rara menyadari itu ia keluar dan berlari menemui ruang dokter roman


saat ini Abram tengah di berikan suntikan penahanan rasa sakit sementara, sedang kondisi nya tidak menentu .


“ra, prediksi ku benar benar gagal total Ra ,kita harus segera mencari pendonor sum-sum tulang belakang Abram secepatnya ” dahi roman sudah berkeringat dingin .


Rara hanya mampu diam meratapi semuanya , sekarang tekatnya sudah bulat ia akan memberi tau seluruh keluarga Abram , hanya ini satu-satunya jalan yang terbaik ia segera keluar dari ruangan Abram di rawat, ia berjalan dengan sedikit berlari , untuk segera keluar dari rumah sakit saat ia akan keluar dari pintu masuk nampak Selvia tengah meringis di atas brankar, semua keluarga Abram dan keluarga nya tengah kalut sekarang , Rara pun mengikuti di mana Selvia akan di bawa . ruang UGD tertera di sana .


TBC♥️♥️♥️♥️


JANGAN BOSEN YA NANGKRING DI LAPAK ENENG 🥰🥰🥰