My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Suami tidak peka!!!!



suara bising telpon genggam yang teronggok di bawah ranjang membuat abram sedikit kaget dan ia mulai mencari-cari benda yang membuat suara ribut di pagi begini.


"halo"


"......"


"bawel "


"........,.......,....."


"aku ke sana sekarang"


berjalan pelan menuju almari pakaian untuk segera turun ke bawah , menemui Rara. gadis cerewet itu memang sedikit menyusahkan .


“ada apa?”


“loe kemana semalem ,dan apa bener yang loe bilang semalem”


“hem”


“gilak banget udah punya istri ngajak gue ke Bali emng lu pikir kita yang honeymoon”


“ah...pusing”


“ya ,udah gue sekarang mau ke pasar tradisional,loe mau ikut gak sekalian ajak kak selvia”.


“sok tau ,kayak ngerti Bali aja ” .


“aku di ajak sama mas roman”


“pfftttt”


“apaan”


“nanti aku nyusul, duit ku aman dong berarti ” Abram mencubit hidung Rara gemas.


“eh tangan loe ,”


“iya ,sorry bye” berlalu untuk naik ke atas menuju kamarnya.tapi saat dia tiba di kamar di lihatnya wajah ketus bin masam istrinya sedang melihat sebal ke arah nya.


“kenapa?” .


“kamu dari mana?, dan kenapa baju aku udah robek kayak gini sih” ia marah bercampur kesal .


“gak sengaja semalem, kamu sih terlalu bergairah”


Selvia memutar bola matanya jengah dengan sikap sok polos manusia yang satu ini.


“ambilin baju aku di kamar , itu kuncinya di saku ”


dengan segera Abram mengambil kuncinya dan ke kamar Selvia untuk mengambil kan pakaian sang istri. Abram sudah masuk kembali ke kamarnya tapi ia enggan memberikan pakaian untuk istrinya .


“bajunya mana?”


“aku nggak suka kamu pake baju ini ,mana celana nya jeans lagi”


“emang kenapa?”


“aku gak suka orang liat bentuk kamu”


“lagian bajunya oversize kok jadi gak keliatan banget kan”


“besok pulang ,aku akan memeriksa semua almari pakaian mu ,kalau aku masih menemukan celana dan baju sialan ini awas aja”


“apaan sih,sini aku mau mandi kasihkan cepat”


mau tidak mau Abram mengalah dengan istrinya . Selvia pun segera pergi ke kamar mandi .


"halo, iya terus jadi lusa udah di mulai ?"


".......,.......,,......."


"aku besok pulang jadi, siapkan aja semuanya"


".........."


panggilan di akhiri Abram ketika Selvia mengintip di balik pintu kamar mandi dan lihat lah tatapan mencurigakan dari istri nya membuat abram merinding .


“awas kamu ya”


“kamu cepetan mandi ,habis itu gantian kita akan ke pasar tradisional, Rara udah duluan tadi sama roman picisan”


“oooo jadi tadi kamu pergi menemui Rara ya,hebat sekali ya”


“aku bertemu di lobby vi”


lama kelamaan Abram kesal juga dengan sifat kecurigaan istrinya yang berlebihan .


🌹🌹🌹🌹


"hallo Ra ,kalian di mana "


"..........,..........."


"di sini juga ada kali jual patung, tapi di mana nya "


".......,....."


“kemana mereka ?” .


“yuk".


tanpa menjawab pertanyaan istri nya dan menarik nya begitu saja . akhirnya mereka menemukan keberadaan Rara dengan roman.


“udah lama sampai nya bram”


“udah”


“aku udah hampir selesai nih ngerjain nya ,dikit lagi bagian kamu untung ada mas roman yang bantuin ”


“ceh, bantuin doang, aku dong berkorban”


“keman lagi kita selanjutnya” Selvia yang membuka bicara .


“ke rumah aja terus kita keliling dunia ,gimana”


“garing banget ” Selvia jengah juga dengan kegaringan suaminya yang tidak nyambung sama sekali .


“pffttt”


“kenapa?”.


“santai bram”


tatapan Abram dan roman menjadi sedikit tegang , tiba tiba saja angin bertiup kencang dan janur yang berdiri tegak itu tumbang saat kejadian itu terjadi Abram langsung mendorong tubuh Rara.


karna tepat sekali Rara berada di bawah sedangkan Selvia juga dekat dengan janur itu dan roman lah yang membantu Selvia .


apa ini? kenapa Abram malah menyelamatkan Rara? kenapa bukan Selvia? saat kejadian itu tiba orang-orang di pasar menjadi gaduh dan membawa janur itu menjauh dari lokasi kejadian . untung saja Rara hanya lecet sedikit di bagian sikunya dan Selvia entahlah.


“ra ,kamu nggak apa-apa kan” terlihat sekali Abram mencemaskan Rara .


sedangkan Selvia dan roman hanya diam melihat reaksi Abram . bukankah seharusnya ia lebih dulu bertanya pada istrinya . itu sudah cukup membuktikan bahwa kedatangan nya untuk menyusul Abram adalah hal yang sia-sia.


“lecet dikit, istri mu Bram nggak kamu liat juga ”


“oo,iya astaga ” mendekati Selvia .


“kamu nggak apa-apa kan yang”


“hem”


“vi siku kamu berdarah ayo,aku obati” kini roman yang membuka bicara .


.“dia istriku jangan berani menyentuh nya ”


“iya aku istri mu , apa kamu gak pernah berfikir buat nolongin aku lebih dulu ” air mata selvia tiba tiba membasahi pipinya.


“ please deh Vi, gak usah kekanak-kanakan kamu , bukan gak mau nolongin kamu vi , tapi tempat Rara berdiri pas sekali dengan jatuhnya janur itu”


“aku di samping kamu Bram sedang Rara di sebrang dan ada roman di Deket dia ” air matanya tumpah begitu saja kenapa ia menjadi wanita secengeng ini sih .


“kak via , maksud Abram bukan gitu”rara mencoba menghentikan perdebatan Selvia dan Abram .


“kamu diem Rara, aku tau kedekatan kalian di kampus”


“vi stop , jangan mulai ”


.“aku mau pulang”


“terserah”abram hanya diam dan membiarkan selvia pergi begitu saja.


Abram hanya menghembuskan nafas beratnya , tidak ada niat kah ia mengejar istrinya , apa dia tidak tau bahwa selvia menginginkan Abram lari dan mengejarnya, tapi tidak ada tanda-tanda ia akan mengejar nya , dasar suami tidak peka .


“kenapa gak kamu kejar” sekarang Rara yang menyadarkan Abram dari lamunannya.


“JB corn pernah berkata ,bermainlah kamu tarik ulur maka semakin kamu ulur dia akan semakin mendekat” tertawa pelan .


“siapa JB corn ?”


“wiridie”Abram terkekeh geli menyebut nama aneh itu .


“tokoh terkenal ?”


“bukan hanya gelandangan terminal”


“kurang kerjaan banget dengerin kata-kata mutiara gelandangan”


“sudahlah yuk kita menyelesaikan tugas kampus yang memusingkan ini” dan di angguki Rara .


saat ini selvia sedang berada dalam perjalanan pulang ya ia memutuskan untuk pulang lebih dulu dan yang pasti dia benar-benar pulang sendiri ke Jakarta . sungguh Abram tak punya perasaan sampai tega ia memperlakukan istrinya seperti itu . Selvia pergi dengan kemarahan dan rasa kecewa .


TBC♥️♥️♥️♥️♥️


**para² readers nya Eneng tercintah stop gibahin Abram ya 😭😭😭 kasian dia ...semakin jadi kan kelakuan nya , dia makin berontak sama Eneng, dia udah gak mau di atur 😭😭😭😭 ,dulu aja dia mau jadi tokoh yang kocak plus lucu tapi sekarang dia mau jadi dewasa dan main tarik ulur sama Selvia. kan Eneng jadi sedih🥺🥺.


Maaf jika typo 😅 😅🤣


Eneng suka khilaf


sekali lagi Eneng ingetin ya guys semakin jauh part nya akan semakin terbongkar sifat² buruk Abram ya jadi Eneng mohon dukungan nya ya


lup lup lup lup😘😘😘😘😘😘**