
saat mentari mulai menyingsing Selvia sudah bangun pagi, untuk menyiapkan sarapan nya pagi ini ,ia sangat kesal semalam, bagaimana bisa semalam dia benar-benar di makan sampai habis. apa tidak pernah memikirkan bagaimana kondisi kandungan nya yang masih rentan .
ish , tapi semalam adalah malam yang cukup indah baginya , di usapnya wajah yang amat tampan itu dengan sambil menciumi seluruh wajah tersebut.
“apa aku sangat tampan, sampai di ciumi segala?” . blush... seketika wajah Selvia memerah mendengar suara berat itu .
“hem, eh enggak kok ” ia sudah turun dari ranjang tapi tiba-tiba tangan kekar itu menarik nya hingga Selvia kembali di dalam pelukannya .
“iiiih, udah ah aku mau siapin sarapan”
“kan udah ada buk sum ay”
“abram ,ih.... bikin kesel aja, mulut kamu bau jigong aku pengen muntah” Selvia menutup hidungnya rapat, tapi Abram malah semakin mendekat dan menciumi seluruh wajah istrinya, tanpa henti hingga Selvia terkikik geli karna tingkah suaminya ,
“udah ,ah kamu jangan lupa mandi aku tunggu di meja makan” . Abram mengangguk menuruti perintah sang ratu .
saat ia sudah sampai di meja makan tidak di temukan nya Selvia , akhirnya ia memutuskan untuk melihat di depan rumah dan nampak Selvia tengah duduk memperhatikan buah mangga yang sudah habis , dulu saat dia masih di rumah ini mangga nya masih kecil-kecil tapi sekarang sudah habis tak bersisa.
“kenapa hem” Abram memeluk tubuh istrinya dari belakang sambil menyelinap di ceruk leher istrinya , Selvia hanya mengusap rambut Abram .
“penegen makan mangga?” . pertanyaan itu membuat Selvia berbinar senang dengan sambil mencium bibir suaminya sekilas , seperti dapat angin segar Abram malah berusaha untuk ******* bibir istrinya, untung saja selvia cepat sadar dan menghentikan tindakan mesum suaminya .
“ada satpam bram” Selvia tengah melototi nya.
“iya , ayo kita sarapan sekarang” Selvia menggeleng cemberut dan itu membuat abram sangat gemas dengan tingkah nya .
“sekarang?” . Selvia mengangguk .
Abram hanya menghela nafas pasrah, sabar Bram demi si baby .
“sekarang babby twin nya Daddy nakal ya ” ia mengusap perut istrinya lembut .
“iya daddy” Selvia menirukan suara anak kecil , sedang Abram langsung mencubit hidung istrinya gemas .
dan akhirnya memutuskan untuk mencari mangga keinginan bumil.
_____
dokter baru saja keluar dari ruangan operasi dan nampak wajah nya , tenang , langsung saja semua keluarga berberondong menanyai tentang kondisi terkini Abram .
“begini tuan, nyonya keadaan pasien Alhamdulillah baik-baik saja, operasi berjalan lancar , tapi” tiba tiba dokter roman tertunduk lesu .
semua keluarga tengah penasaran dengan jawaban terakhir dari dokter .
“yang mendonorkan kritis , dan banyak kehilangan darah ” semua tersentak kaget , ya Hadi yang lebih mengkhawatirkan sekarang.
******
ia tengah duduk sambil melihat Hadi tengah tersenyum melihatnya .
“hadi...”
“vi” suara lirih itu menggetarkan hati Selvia .
“kamu harus kuat di, kami akan selalu ada buat kamu”
“aku tau Vi, sangat tau tapi aku rasa aku tidak punya kekuatan lagi untuk bertahan”
“hadi apa yang akan aku katakan pada keluarga mu dan Abram aku..”
“vi, lihat aku semuanya akan baik-baik saja percaya lah ”
Hadi Masih tersenyum manis ke arah Selvia .
sedangkan Selvia tak kuasa menahan air matanya, bagaimana bisa laki laki yang dia tau begitu kuat malah sekarang dia tumbang begitu saja .
“aku sangat minta maaf sama kamu dan juga Abram , aku banyak salah sama kalian”
“hadi aku sudah memaafkan kamu begitu pun Abram , jadi ku mohon bertahan lah di”
“vi...aku hanya bisa memberikan sesuatu yang tidak istimewa ini” menyerahkan flashdisk pada Selvia .
“buka Vidio pertama saat kau sudah kembali dengan abram , dan yang kedua bukalah ketika ulang tahun yang ke lima babby twin mu ” Selvia mengangguk sambil menangis .
“jika ada masalah, lagi yang menimpa rumah tangga kalian selesaikan dengan kepala dingin, baru setelah itu mengambil keputusan, aku di sana akan selalu memperhatikan kalian berdua awas saja Abram kembali membuat mu menangis akan aku ambil kamu dari dia ” terkekeh dengan guyonan nya .
Selvia menatap nanar Hadi yang tengah sesak nafas setelah mengucapkan kalimat itu dan ia panik dengan gemetar dia menekan bel di kepala brankar Hadi ,dan dokter pun berdatangan untuk memeriksa kondisi nya . saat ini Selvia tengah berada di luar dengan keluarga nya . sesaat kemudian dokter roman keluar dengan wajah yang tidak bisa di artikan , ia hanya menggeleng kecil dan itu membuat Selvia sempat menutup mulutnya, ia kaget dan syok tiba-tiba hanya gelap yang ia lihat . ya Selvia jatuh pingsan . benar apakah benar Hadi yang harus pergi untuk selamanya?, walaupun hanya berstatus manatan pacar darinya tapi mengapa harus secepat ini dia pergi . Hadi adalah sosok yang baik menurut Selvia hanya karena Maslah yang pernah ia lakukan di masa itu membuat ia seakan buta dengan kebaikan Hadi selama ini .
*****
saat ia tengah mengusap batu nisan itu Abram memegang bahunya dan menuntun nya untuk berjalan sejajar dengan nya .
sesekali Selvia bersandar pada bahu suaminya yang tidak segempal dulu tapi masih memberikan kesan nyaman pada Selvia .
“dia akan baik-baik saja Vi, percaya sama aku, aku juga janji gak bakalan nyakitin kamu walaupun hanya seujung kuku pun ” Abram mencium dalam kening istrinya.
_________
TBC♥️♥️♥️♥️