My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Kau bukan Anak ku



sudah tiga hari semenjak kejadian itu Selvia duduk melamun di ranjangnya,ia masih memikirkan kejadian di mana Abram menganiaya diri nya , di usapnya air mata yang terus menetes kemudian matanya beralih pada perut nya yang masih datar .


flashback on


Selvia mengerjap beberapa kali saat silaunya cahaya lampu, dan di benaknya ini bukan gudang yang penuh sesak itu ,tapi lebih mirip dengan rumah sakit , kemudian matanya mencari cari dan nampak mertua dan orang tua nya tengah istirahat di sofa ruang tersebut.


tiba-tiba saja mual nya kambuh lagi, mungkin efek belum makan malam , karna jujur saja rasanya tubuhnya hampir remuk redam karena kejadian kemarin. Selvia mencoba berjalan walaupun kepalanya pusing dan kakinya juga sedikit membengkak. mungkin karna benturan keras saat Abram menyeret nya , dengan cepat ia memuntahkan seluruh isi perutnya di toilet. mama dan mami yang selalu siap siaga terbangun karena mendengar suara muntah dari kamar mandi. sejenak mereka saling pandang dan melihat arah brankar Selvia kosong. akhirnya mereka segera membantu Selvia di toilet .


bahu dan leher Selvia di pijat pelan oleh dua wanita luar biasa ini .


“bagaimana udah enakan?” mama membuka obrolan saat Selvia kembali berbaring di brankar nya, selvia mengangguk sebagai jawaban.


“sayang kamu mau sarapan apa,biar mami yang beli ”


“via lagi gak mau makan apapun mi”


“sayang, kamu harus sarapan ya , karena sekarang ini bukan kamu saja yang harus sehat , tapi cucu mami juga ada di dalam sana ” mami menatap intens menantu nya , Selvia kaget dengan apa yang mami nya katakan apa maksud nya cucu?, Selvia kemudian meraba perutnya yang datar.


“sayang kamu hamil” mama sudah membelai rambut putrinya.


tanpa sadar Selvia menjatuhkan air matanya, bukankah ini yang dahulu Abram inginkan? saat pertama kali mereka berdua berkunjung ke rumah minimalis itu. seperti di hantam batu besar Selvia hanya diam saja , kenapa semua terjadi begitu saja, kenapa di saat ia akan berpisah dari abram malah ada satu hal yang memaksa mereka untuk tidak saling terpisah. ya Selvia di nyatakan positif hamil oleh dokter saat ini usia kandungannya sudah memasuki satu minggu lebih, berarti bayi nya masih sangat kecil mungkin seperti biji kacang .


flashback off


“maafin mamah ya sayang,mamah janji akan tetap sayang sama kamu, dan kehadiran kamu bukan sebuah kesalahan yang hadir di tengah tengah perpisahan ini ” ia mengusap perutnya. kembali ia terisak dalam , ketika ia melihat wajah Abram Tersenyum ke arah nya , bahkan senyum itu seperti senyum perpisahan yang sempurna.


*****


Abram sekarang tengah berbaring di rumah sakit, dan ada banyak selang oksigen yang menempel pada tubuhnya. ya saat ini ia tengah mengalami sakit yang semakin membuat nya lemah, diagnosa dokter benar benar salah kali ini , lihat tubuh yang mulai mengurus itu tengah menahan sakit sehabis di kemoterapi. Rara dengan setia mengantar Abram untuk check kesehatan nya selama tiga hari ini.


“udah mendingan Bram?”.


“udah lah, aku mau pulang kamu anterin ke rumah utama ya ” mulai mencabuti selang infus dan bebarapa alat pembantu pernapasan nya.


“nggak usah gila bram”rara mencoba menghentikan Abram .


“aku capek liat dokternya, apalagi kamu sumpek tau gak”


“masih aja mau , ngejek aku ”


“habisnya lucu sih” Abram sudah berdiri dari berbaring nya dan tak lama dokter muncul ingin memeriksa tubuh Abram.


“abram kenapa semua kamu lucuti”


“aku capek mau pulang, istirahat dok”


“abram kam ..”.


“kalian bukan tuhan mana ada diagnosa berubah-ubah”.


“bram ,tapi kami Tim dokter sudah berusaha ,jalan satu satunya adalah mencari donor tulang sum-sum tulang belakang”


“titip salam saja Sama si tulang belakang , bosen tau gak! oo iya bilangin sama tuhan kalo aku siap untuk mati ” berlalu dari rumah sakit.


Abram dan Rara tengah di dalam taksi menikmati semirik angin begitu indah hari ini. ya Abram akan pergi ke rumah orang tuanya .


“hati hati di jalan, pak nitip dia napi baru pulang hari ini” Abram sambil melihat ke arah rara yang sudah sebal .


“masuk sana nanti keburu dingin”


“emang bubur” Abram terkekeh .


setelah melihat mobil Rara sudah menjauh dari pintu gerbang raksasa rumahnya , ia melangkahkan kakinya pelan menuju ruang keluarga .


“mi,dad” . mereka semua hanya diam melihat kedatangan Abram , sungguh semua orang sudah kecewa padanya .


“aku tidak punya urusan lagi dengan mu” Daddy yang tidak pernah bicara tegas maupun angkuh kini membuka suaranya.


“abam minta maaf,atas semuanya.abam akan berubah dan lebih dewasa lagi, abam janji”


“kamu tidak tau sudah berapa banyak korban hanya untuk membuat kamu agar tetap hidup ”ariana mendelik tajam ke Abram.


Abram hanya berdiri mematung di tempatnya .


“tapi.....” Abram ingin duduk tapi tiba-tiba suara boriton Daddy nya menghentikan niatnya .


“tidak pantas kamu berdekatan dengan keluarga kami”.


mami hanya diam tidak ada sedikit pun untuk membela putra bungsunya ini, padahal jika Abram terkena masalah dia lah yang paling dulu mengambil tindakan ,tapi sekarang ia bungkam tidak akan membela putranya yang sudah melewati batas akhir.


“mi,abam ......”


“bram , sebelum kesabaran ku habis menyingkir sekarang juga” mata Revian sudah menyala merah menatap abram.


“paman baban” ia sudah berganti melihat pria gagah yang sudah sedikit beruban itu hanya diam tanpa bicara sepatah katapun lagi.


“pergi,Bram kau bukan anakku” suara Daddy bergetar menahan sesak di dadanya. semua orang melihatnya dengan tatapan terkejut terutama mami , kenapa suaminya bicara seperti itu ,air mata mami sudah jatuh membasahi pipi nya .


“jangan katakan kalimat yang menyakitkan itu dad”.


“aku bukan Daddy mu, kamu bukan lagi keluarga Saputra, namamu sudah ku hapus kau dengar, hak mu sudah tidak ada lagi di perusahaan,semua aset yang kamu miliki akan aku ambil tanpa memberi kan sedikit pun Bagain itu , aku lebih rela mati daripada harus menyaksikan sendiri putra ku menyiksa keluarga nya sendiri. aku malu bahkan seluruh nenek moyang ku akan malu melihat mu abram”


“dad, aku.....”


“security, seret dia keluar dari rumah ku ini, bahkan anjing dan babi masih baik daripada manusia tidak punya hati nurani ini”


Abram masih mematung mendengar kata kata yang sangat menyakitkan yang seharusnya tidak ia dengar .


“kenapa bukan kamu yang mati waktu itu Abram kenapa harus abrisya kenapa ?” Daddy sudah menjatuhkan air matanya.


Abram kemudian di seret paksa oleh satpam ia hanya diam pasrah , entah kenapa tiba-tiba saja tragedi lima belas tahun lalu kembali berputar di otaknya, ya kejadian yang membuat dirinya menjadi seorang yang pendiam bahkan sangat kejam ini .


air matanya jatuh tanpa permisi bahkan ia di hempas di luar gerbang oleh security yang selalu patuh dan hormat padanya, semua mata marah dan kebencian menyatu dalam seluruh keluarga nya. ia berjalan dengan tertatih tatih,lucu sekali kehidupan nya sekarang kanker yang semakin parah, istri yang menjauhinya, dan sekarang ia di buang oleh keluarga nya . ia tersenyum tertawa terbahak tanpa sebab di pinggir jalan, ya traumatis dalam hidupnya kembali datang setelah sekian lama tidak muncul . dengan langkah cepat Rara menghampiri abram yang hampir mirip dengan orang gila. jangan tanyakan kenapa Rara bertemu dengan abram, karna jujur saja saat ia melihat Abram masuk ke dalam rumah besar itu ia memutuskan untuk menunggu keadaan Abram benar benar baik, tapi sayang dugaannya salah besar mengenai kondisi abram.kemudian ia membawa Abram ke rumahnya , mungkin ia bisa sedikit tenang , di lihatnya wajah yang sudah mulai tirus itu , sehabis tertawa tidak jelas tadi kini diam seribu bahasa dengan tatapan kosong , hampa seperti sudah tidak ada lagi kehidupan di sana .


Rara hanya bisa menangis sambil mengusap bahu Abram ,


TBC♥️♥️♥️♥️


😟😟😟😟😟