
setelah kejadian di mana Abram tidak di akui keluarga nya membuat kesehatan mami juga ikut terganggu , entah apa yang ia rasakan karna jujur saja sudah lima hari berturut-turut ia memimpikan Abram sedang tersenyum di gandeng oleh seorang wanita cantik, mami tidak bisa memendam segala perasaannya sekarang ia memutuskan untuk menemui suaminya yang sam juga hal nya dengan nya . sejak kejadian itu suasana rumah berubah. di mana ada tawa dan kejahilan masing-masing.
“sayang boleh aku masuk” mengetuk ruang kerja suaminya.
“masuk aja tidak di kunci” sautan dari dalam dan akhirnya mami masuk menemui suaminya yang tengah sibuk dengan laptopnya.
“sayang, apa sebaiknya kita bicarakan baik baik dengan abram”
Daddy tiba-tiba menghentikan ketikan jarinya,dan menatap wajah istrinya yang sedikit tirus itu.
“abram saja tidak punya inisiatif sendiri untuk datang,kalau kamu hanya mau membahas ini , aku tidak punya waktu” beralih kembali pada laptop nya.
“aku hanya khawatir sebagai seorang ibu, sudah lima kali bermimpi buruk tentang Abram, aku....”
“sayang,ini yang terbaik, biar dia sadar apa yang dia lakukan itu salah, masih untung Daddy tidak memasukkan nya ke penjara begitu pun pihak Selvia ”
“bagaimana, nasibnya di luar sana dadd .....”
“cukup, aku mau kerja lagi ”.
mami pun keluar dari ruangan suaminya menuju taman belakang.ia melamun sendiri an tiba-tiba ia teringat masa kecil Abram dan abriyasa , setetes air matanya menetes mengingat kelucuan tingkah mereka.
flashback on
Abram kecil tengah belajar berenang dengan Daddy nya sedang Yasa tengah manyun manyun bibir nya karna ia di larang belajar berenang mengingat ia masih sedikit demam .
“mami, kak abam gak tau renang ya ”
mami tau Yasa pasti iri melihat kakaknya tengah mengepak ngepakan kakinya di dalam kolam.
“heem”
“mami, Yas berenang ya nanti supaya Yas lebih jago dari kak abam”. dan mami masih menggeleng
“kak abam.....” suara manja itu mengalihkan perhatian dua orang yang tengah berenang.
“kenapa!” jawaban abram sangat ketus pada adiknya .
“mau belajal lenang”
“sini” melambaikan tangan nya.
“nggak apa-apa dad, biar dia sakit lagi ”
“kakak” mami kesal dengan jawaban Abram .
“makanya Yas , kamu gak usah belajar dulu nanti kamu mau tambah sakit terus gak bisa berenang selama lama lama lamanya ”abram terkekeh geli melihat wajah manyun adiknya.
“iya , gak jadi mami nanti Yas tambah sakit” senyuman yasa sangat manis hari itu . mereka tidak tau apa yang terjadi selanjutnya bahwa mereka semua akan kehilangan Yas kecil dengan cara yang sangat mengerikan.
tit....tit....tit....kelakson mobil bersahutan . kala itu jalanan tengah kota padat dan akhirnya Daddy memutuskan untuk putar arah supaya bisa segera pulang , hujan kala itu mengguyur kota dan membuat jalanan licin .mobil mereka tiba-tiba mogok di pinggir jalan mau tak mau Daddy sendiri yang turun melihat keadaan mesin , mami yang ketiduran tidak menyadari abram dan Yasa keluar dari mobil karna ini permintaan sang adik untuk bermain hujan akhirnya Abram menurut saja apa yang di katakan nya.
saat ini mereka telah berhasil mengendap-endap dari Daddy yang tengah berkutat dengan mesin mobil yang rusak .
mereka berdua berlari lari menuju jembatan gantung yang cukup deras air nya kala itu .
entah kenapa mungkin karena penasaran Yasa malah naik dan melihat lajunya air di bawah bahkan ia semakin menunduk tapi tiba-tiba ia terpeleset dan masih bisa berteriak memanggil abam nya.
“kak abam tolong yas” air matanya berlinangan, Abram yang mendengar teriakan sang adik berlari sangat kencang di lihatnya Yas berpegang an
pada besi jembatan dan sedikit demi sedikit pegangan nya hampir terlepas .
“pegang tangan kak abam ya ,” ia sudah menangis keras untuk menyelamatkan sang adik tapi sayang baru saja tangan itu terulur , yasa kecil jatuh dan tidak bisa lagi Abram selamatkan di situ Abram menangis kencang dan menemui Daddy nya karna ternyata Daddy dan mami juga mencari keberadaan mereka berdua yang tiba-tiba menghilang.
“ada Bram mana Yasa ?” mami dan Daddy menghampiri nya.
“mami ,Daddy Yas jatuh dari jembatan” mendengar hal itu mami sampai berteriak histeris, sedang Daddy berlari sekuat tenaga nya untuk mencari keberadaan putri bungsunya .
flashback off
“mam,mami” Ariana menepuk bahu mami dengan lembut tapi tidak di sangka air mata itu jatuh bahkan tidak bisa ia hentikan. saat itu juga terakhir kalinya ia melihat Yasa tersenyum, manis padanya, seakan semua waktu terhenti semenjak pencarian putrinya yang kemudian di temukan setelah tujuh hari mengapung di aliran air dan wajahnya sudah tidak dapat di kenali lagi .
“kita ke makam ,Yasa yuk Ariana ” mami sudah berdiri.
mereka berdua telah sampai di pemakaman tanpa sengaja mereka melihat Abram tengah menangis sesenggukan di makam putrinya . bahkan Abram mencium nisan sang adik sangat dalam . Ariana juga nampak mematung dengan hal itu . mereka menganggap Abram tidak pernah bersedih apalagi menangis karena kehilangan adiknya . tapi lihat lah hari ini mereka melihat Abram begitu sedih atas kehilangan separuh hidupnya.
TBC♥️♥️♥️♥️♥️
🥺🥺🥺🥺