My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
kuatlah demi mereka



Selvia sudah sadar dari pingsannya saat ini mentari pagi telah menyingsing indah di atas langit.


tiba tiba ruangan terbuka dan di situ nampak mami tengah berderak air mata menghampiri nya ,Selvia merasa bingung dengan apa yang terjadi di usapnya perut yang sedikit membuncit itu , semua nya terlihat normal tapi kenapa mertuanya terlihat begitu sedih sekarang.


“mi, kenapa?, bayi via baik baik aja kan” dan mami mengangguk sambil tersenyum sedih .


tiba-tiba saja semua keluarga nya juga tengah masuk nampak dari wajah mereka tengah bersedih ada apa ini , dan terlihat di sana juga ada Rara , nampak semua orang menggunakan baju hitam seperti habis dari pemakaman . Selvia yang tidak tau hanya ikut merasakan sedih perasaan apa ini kenapa semuanya seperti ini ? .


“via, Abram sudah pergi ” Selvia menutup mulutnya tidak percaya dengan kenyataan yang mendadak ini .


“kamu yang sabar ya vi” mama sudah memeluk nya dengan dalam .


“nggak mungkin ma, Abram kenapa dia kenapa ?”


“abram......”


“nggak mungkin ma, nggak mungkin” Selvia bermimpi dalam tidurnya saat ituam tengah membangun kan nya dari dunia mimpi yang mengerikan itu .


saat ia membuka kedua matanya ia langsung memeluk sang mama dengan erat sambil sesenggukan dia bersyukur ternyata tadi hanya mimpi kenapa seperti nyata , nampak jelas kesedihan di mata semua orang .


“syukur cuma mimpi ma”


“kamu mimpi apa sayang?”


“aku mimpi , Abram pergi ma ,dia nggak mungkin pergi kan ma, kalau via bertemu sama Abram mama marah nggak ,ma jujur via sangat merindukan nya , ma kok mama diam kenapa?”.


“mama gak marah sama kamu sayang, tapi kamu janji sama mama , jangan terlalu stress, kasian mereka ” mama mengusap perut putri kesayangannya .


Selvia baru tersadar kalau dia sekarang berada di rumah sakit dan dengan cepat ia mengusap perutnya yang nampak semakin membesar .


“ma, apa semuanya baik?” . mama mengangguk sebagai jawaban.


“entah kenapa sekarang via sedang khawatir dengan Abram ” air mata Selvia tiba-tiba jatuh tanpa bisa ia tahan .


“aku harus menemui mami, kemana mertua via ma? ” Selvia tidak sabar mengetahui di mana mertua nya sekarang, kenapa tiba-tiba kekhawatiran nya semakin kuat mengenai apa yang terjadi pada suaminya.


mama berusaha untuk menenangkan Selvia, tapi tetap saja Selvia keras kepala ingin menemui dan menanyakan pada mertuanya apa yang terjadi ,mama yang tidak kuat melihat putrinya sedih seperti ini akhirnya membuka suara.


“abram sekarang di rawat di rumah sakit ini , sayang” . Selvia kembali menutup wajahnya karena saking sedihnya dengan apa yang di katakan mamanya.


“via ketemu ma, please via mohon ”


Mama yang tidak punya kekuatan untuk menahan putri nya itu. akhirnya mengijinkan selvia untuk melihat keadaan Abram tapi harus menggunakan kursi roda karna mengingat kondisi via yang belum stabil sehabis pendarahan kemarin.


jantung Selvia seakan berhenti berdetak saat ia telah membuka ruang rawat suaminya, ia menggeleng beberapa kali untuk menyadarkan itu pasti bukan Abram , tapi di lihatnya dalam ruangan yang cukup besar itu di tempati mertua dan kakak ipar nya membuat Selvia yakin itu adalah Abram.


“abram”


lama sekali Selvia memeluk tubuh Abram hingga ia merasakan sakit di bagian perut nya dan mama kembali menuntun nya ke kursi roda.


“apa yang terjadi sama kamu?” Selvia mulai mengusap rambut Abram yang mulai gondrong.


“aku hanya terkena flu dan batuk” Abram menjawab nya sambi tertawa pelan


sedangkan mami yang tidak kuat pun keluar dari ruangan di susul semua orang. kecuali Rara ia mendekat pada Selvia yang tengah memperhatikan wajah suaminya.


“kak Vi tugas ku sudah selesai , dan Bram aku berharap kamu sendiri yang menjelaskan semuanya” Rara juga sudah berlalu keluar meninggalkan pasangan sejoli yang sudah lama terpisah karena ke egoisan masing-masing.


“kamu kenapa?”


“aku baik , lihat lah aku sekarang lebih segar daripada yang kemarin” .


“bram sudah berapa kali aku mengingatkan bahwa dalam sebuah hubungan pernikahan tidak ada sebuah kebohongan di dalam nya , sekarang kamu jujur sama aku”.


“aku sekarat Vi, aku tidak mau kamu terus menerus bersedih kalau aku pergi meninggalkan mu”


“bram liat aku, aku tidak akan menjatuhkan air mata ini supaya kamu tetap kuat , dan ini coba kamu pegang perut buncit ini ” mengambil tangan Abram dan di usapkan pada perutnya .


air mata Abram menetes kala ia merasakan sesuatu di dalam sana.


“sekarang umur mereka 2 bulan 10 hari dan tidak akan terasa waktu mereka akan segera lahir , bayi kita kembar Bram ,ada dua di sini . mereka juga sedang berjuang supaya kuat bertahan di rahimku, aku mohon kuatlah demi mereka Bram , mereka sangat menyayangi mu”abram hanya diam sambil menghapus air mata istrinya.


“aku janji aku akan baik-baik saja demi kamu Dan Babay twins kita”dan di angguki Selvia.


“ay, i love you”


“i love you more ”


The End......


eh......belum neng iseng banget deh ngeprank 🤣🤣🤣


canda eneng mah


* akankah Abram sembuh dari penyakitnya?


* siapa yang akan menjadi malaikat tak bersayap yang akan menolong Abram?


*siapa Rara yang sebenarnya?


akan di jawab di part selanjutnya


stay toon ya😉😉