
waktu sudah menunjukan sore hari,sehabis kejadian itu Selvia pulang tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya . bahkan sahabatnya saja tidak bisa membuat nya tentang Selvia sekarang benar benar berwajah kesal bukan main . tak lama kemudian ada seseorang mengetuk pintu kamar nya dan tampaklah bahwa buk Sumi, yang seperti sungkan untuk menyampaikan sesuatu .
“iya bik” ia mulai mengeri dengan kecanggungan buk Sumi .
“ada tamu di depan non,katanya sih temennya , apa di bukain aja pintunya” ragi ia bertanya rltapi akhirnya Selvia mengangguk dan buk sum segera berlari membuka pintu depan .
tamu siapa ya ,kira kira sore begini main ke rumah pertanyaan itu muncul di kepala nya beriringan. tak mau terllau kepikiran langsung saja ia menuju rumah tamu dan tampak lah seseorang yang tidak asing di penglihatan Selvia dengan langkah cepat dia juga duduk di sofa .
“kak via”berdiri dan langsung memeluk yang di panggilnya Kaka itu .
“iiihhh, kamu Des ngagetin aja tau ” ,dia adalah Desti satu satunya sepupu yang paling tulus di antara yang lain bahkan dia adalah pahlawan tanpa sayap menurut via ,tidak pernah menjilat apalagi menjadi sosok yang pura pura baik ,dia adalah benar benar sepupu terbaik .
“kenapa gak kabarin kakak sih,” wajah cemberut itu membuat Desti tertawa kecil.
“iya ,lah soalnya tadi dari rumah uncle sama bibik keburu jadi gak sempet ”.
“terus....apakah yang membawa mu kemari wahai adinda?”
“ada dua kabar nih kak ,jangan kaget yaws” duduk kembali di susul Selvia .
“aku mau versi buruk dulu”
“hem...baiklah ....jadi gini kemaren aku kan ada ospek gitu ya kan kak ,aku ketemu dong sama pangeran tampan ”
“kok kabar baik sih kan Kaka mau kabar buruk dulu ”
“belum juga selesai udah di potong aja” .
ok ,ok Selvia mengalah sekarang dan lihat lah wajah merajuk sepupu super nyebelin ini .
“pangeran itu jadi , konsumsi publik di kampus ,hari pertama body shaming, hari kedua dia jadi pahlawan untuk seorang gadis cantik.....banget ”
“buruknya di mana?”
“dan versi buruknya adalah pangeran tampan itu adalah suami kakak” ia teriak histeris hampir saja Selvia budeg karna teriakan nya .
“apa, aduh....suara kamu kenceng banget deh kayak toa” ia mengusap kupingnya beberapa kali .
“heheh maaf kak”
“jadi Abram ” .dan dia ngguki sama yang bercerita .
“kabar baiknya adalah aku vidioin ” sambil menyerahkan ponselnya pada Selvia. ia begitu fokus menonton film ala keponakan yang gesrek ini ,
“terus...”
“aku kira waktu itu pas ,ijab qobul kakak ,aku kira suami kakak itu pria dewasa yang udah kerja, nyatanya masih kuliah dan sekarang juga lagi kerja ”memasukan cemilan ke dalam mulutnya sambil mengoceh .
“kerja?, dia kerja ?” . dan yang di tanya mengangguk .
“kerja apa?”
“pelayan di cafe dekat kampus, yang aku dengar sih kerja part time , bukan nya dia kayak ya”
“kamu tau darimana dia kaya ,asalan saja bicara”
“emggak kok,dia miskin” mengunyah Snack nya dengan kasar ,saat ini ia begitu kesal pantas saja belakangan waktu itu Abram sering pulang malam . ternyata dia kerja part time di cafe kampusnya , mengapa Abram tidak mau jujur tentang kesakitan nya pada istri nya .kenapa ia lebih memilih diam tidak mau menceritakan semuanya . sekarang pemikiran itu berkelana di otaknya. setelah kepulangan sepupunya Selvia mengambil kunci mobilnya dan menuju ke apartemen Abram , untuk meminta penjelasan . saat ia sudah tiba di depan apartemen dia mulai ragu ,kenapa juga ia merasa kesal begini tentang cara Abram yang tidak jujur padanya tapi dia sudah terlanjur datang akhirnya langkah Selvia berlanjut dan menuju apartemen , ia mulai menekan password itu . kemudian ia masuk dan nampaklah Abram ,eh dan bukan hanya Abram tapi juga ada mertuanya .melihat kedatangan menantunya wajah wanita paruh baya itu berubah sedikit bersahabat karna ternyata mami habis memarahi anaknya yang bandel gak ketulungan itu . dan Selvia sadar saat ini , ia terjatuh di lubang neraka yang jauh lebih dalam .
“sini sayang,duduk dekat mami”
ia menurut saja apa yang di ucapkan mami sedangkan Abram menunduk saja dari tadi mungkin ketauan busuknya.
“kapan kalian pulang dari honeymoon,dan kenapa kalian pisah rumah ” pertanyaan beruntun itu keluar begitu saja dan selvia menatap Abram yang masih tertunduk .gimana dia mau menjawab nya kan semuanya rencana Abram bukan rencana nya .
“ak..” terputus oleh ucapan suaminya .
“aku yang ngajak via pulang mi, dan aku juga yang mau kita pisah rumah sementara kok mi”
“bemar itu sayang”
“iya ,mi ” Selvia mending Jujur saja deh , lagian kalau di bicara atau memang mendukung Abram yang ada Abram semakin di salahkan .
“bocah sableng” mami kini melihat arah Abram yang cengengesan.
“haduh....Daddy capek sama tingkah kamu bram”
“oooo,iya kamu kerja di cafe itu sudah berapa lama?” pertanyaan Daddy membuat mami dan via menoleh .
“awal masuk kuliah”
“jadi bener kamu kerja ?” kini Selvia bertanya pada suaminya .
apa Selvia tau Kalau dia kerja wah,gawat ini mana kemarin dia bilangnya ngerjain tugas kampus sama Mabar lagi . hah terserah lah yang penting dia sudah jujur saat ini walaupun terlambat . ia mengangguk saja ,sudah pasrah apa yang akan terjadi selanjutnya .
“seharusnya kamu jujur ,sama aku bram”
“maaf Vi, saat itu aku masih belum bisa”
“abram saran sedikit dari mami, kembali pulang, dan jujurlah sama menantu mami ”
“abram , perusahaan Daddy masih mau menampung karyawan sableng kayak kamu ,biar nanti semuanya di urus sama pak Tedy , sekalian kamu belajar tentang pemasaran” dan Abram hanya mengangguk .
“ya sudah, selesai kan masalah kalian ,kami pamit ” mami dan Daddy berdiri dan berlalu dari apartemen anaknya . Selvia tidak tahan lagi langsung saja di berdiri dan memukul mukul Abram dengan bantal di sofa .
“kamu kenapa gak jujur,kenapa harus kerja ,kenapa gak pernah cerita sama aku tentang semuanya gak usah sok berani kamu ya ” masih gencar memukul hingga Abram beberapa kali meringis sakit .
“ampun...iya iya aku ngaku udah dong aku sakit tadi habis di omelin mami” Selvia akhirnya berhenti sambil menetralisir emosi untuk bocil yang satu ini.
“sejak kapan mami ke sini?” .
“satu jam yang lalu” Abram bersender pada sofa sedikit ngos ngos-ngosan.
“hem....., pantes buat kamu itu , udah ku bilang ini ide bodoh yang kamu ambil , pokoknya kamu besok harus pulang ke rumah,biar kita pisah kamar aja ”
“nggak aku tetap mau sekamar sama kamu”
“terserah, aku nginep di sini , aku ngantuk” dan di angguki Abram. Selvia bukan hanya ngantuk tapi hatinya juga sekarang sedang gundah gulana. memikirkan pertemuan nya dengan Hadi , sekarang bukan waktu yang tepat untuk menceritakan nya pada Abram .karna melihat Abram yang juga sepertinya kelelahan dia lebih memilih berbaring di ranjang king size itu , dan tak lama kemudian Abram masuk menyelinap di dalam selimut dan memeluk tubuh Selvia yang memang hampir tertidur dan segera ia memindahkan kepala istrinya berbantal lengan nya . tak ada perlawanan dari Selvia, baru semalam saja tidur terpisah Abram sudah rindu dan ia menyusul masuk ke alam mimpi dan Selvia tersenyum sedikit kemudian juga masuk ke alam mimpi . dan mereka berdua melewatkan jam makan malam .
beri mereka ruang melepaskan rindu ya🤣🤣🤣🤣