My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Scandal 2



setelah di rasa begitu capek malam ini dari club tempat max. Abram memutuskan untuk menginap di sebuah hotel. pagi ini adalah jadwal check up medical nya . jadi ia memutuskan untuk ke rumah sakit terlebih dahulu.


*****


kedatangan sahabat Selvia ke rumah nya membuat Selvia bingung bukan hanya ada Lina dan Ita tapi ada seorang gadis yang nampak seumuran dengan Abram.


“vi kedatangan kita ke sini cuman mau ngabarin,kalo kemaren malem kita liat Abram masuk ke dalam club ” kini Ita yang membuka bicara.


“iya gue yakin , soalnya Ita yang bilang”


“hai ,kak via aku teman kampus Abram , tapi kita nggak deket sih, bisa di bilang Abram lebih deket sama rara”


mendengar apa yang tamu pagi ini katakan padanya membuat Selvia hanya diam sambil mencerna , karna jujur saja Hadi juga mengirim foto Abram masuk ke tempat terkutuk itu.


“dan posisi nya dia sekarang ada di hotel bawa perempuan lain vi”


“maksud kamu apa ta?”


“kita semalam ngebuntutin suami loe lagi di gandeng perempuan cantik masuk ke dalam hotel dan sialnya perempuan itu juga masuk ”


“sekamar sama Abram?”


“ya, masalah nya itu, kita gak di kasih ijin sama pihak hotel nya ” lanjut Lina .


“aku yakin deh itu Rara ” .


“kamu yakin ?” .


“yakin kak Lina ,aku yakin seratus persen, yang namanya anak pelakor tetap aja kayak mama nya sama-sama ****** ” lanjut Revina ya dia adalah perempuan yang membully Rara waktu di kantin kampus.


“vi, ini adek sepupu aku , yang dulu aku ceritain ke kalian yang papa nya selingkuh itu ”dan di angguki Selvia dan ita .


“dari pada kita diem mending kita cyduk aja mereka mumpung ini masih lumayan pagi ”


“sarapan dulu aja deh,lagian ini udah jam setengah delapan juga ,” lanjut Selvia yang sebenarnya dia sangat lapar, akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan di rumah minimalis itu.


*****


Abram menggenggam hasil tes baru yang di tunjukan dokter ,ia merasa puas dengan hasil nya , leukimia nya masih bisa bertahan untuk beberapa bulan, sambil menunggu pendonor sum-sum tulang belakang, ia masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya ,hanya makan , olahraga dan rutin minum obat masih bisa membuat nya bertahan .


tiba tiba saja ponsel nya berbunyi dan nampak lah si pemanggil itu, dengan cepat ia membuka kan pintu kamar hotel. di sana sudah berdiri wanita cantik dengan dress selutut dan menampakan pahanya yang mulus dan putih terawat ,dia adalah Rara, sengaja Abram ajak ke sini untuk memberikan kabar baik .


“lama amat sih ,emang pake jalan kaki ke sini nya ” duduk di ranjang di susul Rara.


“pake jongkok”melipat dadanya saking kesalnya dengan tingkah sok berkuasa laki laki bodoh itu .


“ciilah aku bayar”


“lima juta” .


“matre”


“rea....”


“iya iya realistis”


Rara hanya tertawa kecil mendengar jawaban Abram .


******


Selvia dan sahabatnya beserta Revina sudah Sampai di hotel yang di maksud tempat Abram menginap semalam , kemudian mereka kembali mengecek nama Abram , dan nama itu masih belum check out jadi dengan mudah mereka menemukan nya.


“mbak saya mau minta kunci cadangan atas nama Abrama ” lanjut Selvia . karna semalam ita dan Lina di usir oleh pihak hotel dan di anggap mengganggu keamanan orang lain .


“maaf mbak, hotel kami tidak akan memberikan sembarangan kunci ”jawab resepsionis itu ramah.


“mbak suami saya sedang di dalam dengan wanita jalang” kini suara nya sudah meninggi.


“sekali lagi maaf mbak, kecuali anda sudah reservasi dengan hotel kami dan di setujui oleh pihak hotel” masih bisa tersenyum di saat darurat seperti ini .


“ita ,kamu ngapain ke sini” seorang laki-laki tampan dengan stelan jas menghampiri mereka yang tengah kalut .


“mas teguh, gini mas kami mau minta kunci cadangan kamar karna sahabat aku harus membuktikan apakah benar suaminya selingkuh”


“ok, risma kasih kuncinya, mereka teman saya ” resepsionis itu pun memberikan kuncinya pada Selvia .


“mas teguh kerja di sini ”pertanyaan Ita penasaran .


“maaf mbak pak teguh ini adalah pemilik hotel ini” lanjut resepsionis membuat Ita membuka mulutnya tidak percaya.


“udah ah, nanti kita telat” Lina sudah menyadarkan keterkejutan Ita .


tling.......( lift terbuka) .


mereka sudah keluar dan berjalan pelan menuju kamar hotel yang di pesan Abram semalam.


tiba-tiba saja tangan Selvia bergetar hebat , bukan takut akan salah orang tapi ia takut bahwa ini akan memang benar benar terjadi. bahu Selvia di usap pelan oleh Ita dan Lina mereka berdua.


mereka menyuruh Selvia segera membuka kamar tersebut . dan saat kamar terbuka .... Selvia menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang ia lihat , Lina dan Ita membesarkan matanya begitupun Revina mereka melihat adegan langsung itu hari ini , nampak Abram sedang berjongkok di depan Rara sambil menggenggam tangan gadis itu .


air mata Selvia tidak bisa di bendung lagi dengan pelan ia mendekati Abram dan Rara yang seperti sedang sangat intim .


“ab......”


sungguh sekarang Selvia tidak tau lagi apa yang terjadi . sontak Abram dan rara melihat ke arah suara,mereka berdua juga kaget siapa yang datang, bukan hanya Rara yang kaget dapat kabar dari Abram, Selvia juga di kagetkan mendapatkan kabar terburuk hari ini.


“dasar pelakor, wanita jalang”


bukan Selvia yang bicara ataupun sahabatnya tapi revina yang melantangkan suaranya, bukan niat untuk ikut campur urusan orang lain tapi dia juga emosi dengan situasi sekarang , ia teringat saat mama dan dirinya memergoki papanya sedang bercinta dengan mama nya Rara di hotel , sama persis seperti sekarang .


“vi,ini nggak seperti apa yang kamu lihat” Abram berdiri dan menghampiri istrinya yang mematung.


“kalian keluar dulu ,biar aku ,rara, sama Abram yang di sini”


“tapi vi” dan Ita menggeleng untuk mengajak Lina dan Revina keluar dari kamar tersebut .


selvia mengunci pintu hotel dengan rapat supaya tidak ada yang mendengar pembicaraan atau mungkin pertengkaran hebat antara keduanya.


“kak via ini tidak seperti...”


“cukup Ra ,kamu di sini hanya sebagi saksi ” Selvia menatap tajam rara , dan yang di tatap menunduk takut .


“aku bisa jelasin Vi , serius” .


“aku hanya ingin mendengar pengakuan kamu Abram nggak lebih” kini air matanya mengalir deras tapi Selvia berusaha untuk menahan nya .


“aku nggak ngapa-ngapain sama Rara ,aku cuman seneng aja makanya aku ajak dia ke sini , nggak lebih via beneran aku berani bersumpah , percaya sama aku” . Abram sudah menggenggam tangan istrinya yang sedang bergetar hebat .


“pengakuan abram” suara itu lirih dan terdengar seperti suara luka yang memilukan.


“apa yang Abram bilang benar kak via ”


“diam ******, kau sama dengan ibu mu kalian berdua memang ****** ”


plak.... Abram menampar wajah Selvia keras dan hingga membuatnya sampai menoleh ke kanan saking kerasnya Abram menampar wajah nya.


“vi,maaf aku....”


“aku tau jawabannya sekarang, selamat atas terbongkar nya kebusukan scandal kalian berdua ”


selvia berlari membuka pintu dan keluar dari hotel , tanpa memperdulikan teriakan sahabatnya. ia segera memacu mobilnya untuk pulang ke rumah minimalis nya dengan Abram. ia harus mengemasi barang-barang nya sekarang, tidak ada lagi yang bisa di pertahankan dalam rumah tangga mereka.


“bram kenapa kamu ngelakuin itu” Rara sudah menangis sesenggukan.


“diem Ra ,ini bukan urusan mu ” abram juga berlari keluar dari hotel menyusul istrinya. dengan segera ia juga menjalankan kuda besinya menuju rumah nya .


*******


Selvia sudah mengemasi barang-barang yang akan dia bawa pulang . dia sudah muak sekarang , terdengar suara mobil Abram berhenti di halaman depan , Selvia tidak sadar bahwa Abram juga menyusul nya untuk pulang.


“kamu gak boleh kemanapun ay , aku ngelarang kamu”


“aku kecewa sama kamu Bram , aku....”


“ini nggak seperti apa yang kamu liat” mencoba menahan tangan istrinya memasukkan semua pakaian ke dalam koper.


“terus , aku harus apa tetep percaya sama kamu walaupun semua bukti nya sudah jelas begitu !!!” Selvia meninggikan suaranya.


“maafin aku ,aku minta maaf sama kamu ,aku menyesal ay aku benar-benar..... ”.


“seharusnya aku yang menyesal karena udah memberikan kamu kesempatan ”


“ay aku ....”


“jangan panggil aku dengan sebutan menjijikkan itu”


“via kamu.......”


TBC♥️♥️♥️