
Terhitung sudah 3 hari ini Krystal tidak begitu bertegur sapa dengan brave, Krystal hanya berbicara seperlunya. Setelah hari di mana brave tanpa sengaja membuat sebuah perkataan yang menyakiti Krystal.
Dan sudah 3 hari ini juga Krystal selalu menyempatkan waktunya sepulang kerja untuk datang menemui Lucia. Krystal melakukan ini tulus karena Lucia,bukan karena brave!
Tok.tok.tok
Suara ketukan yang berasal dari pintu ruangannya membuat Krystal menoleh,dan saat itu juga dia melihat brave tengah berdiri di sana menatapnya.
"Maaf tuan": kata Krystal dengan segera berdiri
"Kenapa kau minta maaf?": tanya brave menatapnya dengan bingung
Ah iya kenapa juga aku minta maaf!": batin Krystal
Krystal hanya diam saja tanpa menjawab brave.
"Temani aku makan siang": pinta brave
Krystal menatapnya dengan satu alisnya terangkat, seolah dia bertanya kenapa harus dia yang di ajak oleh pria yang ada di hadapannya itu.
"Krystal ayo!": tutur brave melihat Krystal diam saja dengan menatapnya
"Maaf tuan! saya tidak bisa menemani anda makan siang. Saya hanya seorang sekertaris,dan saya tau batasan saya. Saya tidak ingin di anggap sebagai wanita yang mengincar bosnya sendiri. Dan sekali lagi maaf,saya masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan": tolak Krystal
"Terserah kau saja! bagus jika kau menyadari jika kau hanya seorang bawahan.": jawab acuh brave lalu keluar dari ruangan Krystal dengan membanting pintu ruangan itu dengan sangat keras, sehingga membuat Krystal terkejut
Dasar brengsek,ah aku sangat membencimu! Dasar manusia kutub": batin Krystal
"Sial, beraninya dia menolak ku!": gumam brave berjalan menuju lift setelah Krystal menolak ajakannya untuk makan siang
Brave mengeluarkan ponselnya, menekan nomor ponsel seseorang.
"Ke restoran Italia yang ada di dekat kantor ku, sekarang!": kata brave
"............"
Tanpa menjawab lagi,brave memutuskan panggilan teleponnya. Brave berjalan melewati lobby dengan raut wajah yang terlihat kesal. Dengan sorot mata yang sulit di artikan.
Para staf di kantornya memperhatikan dirinya,jarang sekali brave melewati lobby. Karena biasanya brave mengunakan lift khusus yang berada di parkiran yang langsung menuju ke lantai teratas di mana ruangan brave berada.
"Astaga tuan brave begitu tampan": seru para staf melihat brave,jarang sekali mereka bisa melihat langsung brave
"Tuan brave,ah cintaku padamu": seru staf lainnya,dan masih banyak lagi pengagum lainya yang mengidolakan brave
Brave menghentikan langkahnya menatap ke arah para stafnya. Para staf yang tadinya mengangumi brave dengan cepat menundukkan wajahnya dan kembali bekerja.
Brave melanjutkan langkahnya, dengan senyuman tipis yang di tunjukkan oleh brave. Senyuman yang menurut orang yang melihatnya, seperti berkah.
Apa semuanya tetap mengangumi ku, jika tau aku seorang psikopat?": batin brave
"Silahkan tuan": security membukakan pintu mobil untuk brave
"Terimakasih": ucap brave,dan itu membuat security itu terkejut mendengar ucapan terimakasih dari bos yang biasanya tidak pernah mengatakan hal itu
"Sama-sama tuan": balas security itu dengan membukukkan badannya
Dengan cepat brave melajukan mobilnya menuju restoran Italia yang tidak jauh dari perusahaannya.
Di dalam perjalanan brave masih memikirkan saat Krystal menolak untuk makan siang bersama dengannya. Brave masih sangat kesal!.
"Ck! apa dia berkata seperti itu,karena ucapanku saat itu?": tanya brave pada dirinya sendiri, mengingat kembali ucapannya yang di tujukan kepada Krystal
Aku hanya mengingatkan mu untuk tetap mengingat bahwa aku dan kau hanya bersandiwara, untuk kebahagiaan ibuku. Dan kau juga tidak akan rugi melakukannya,karena aku akan membayar mu dengan mahal.
"Sial! buat apa aku memikirkannya.": gumam brave menggenggam dengan sangat kuat stir mobilnya
Tak lama kemudian brave sudah tiba di restoran Italia yang dia tuju bersama seseorang.
"Selamat datang tuan brave,mari silahkan": sambut waiters dengan baik saat melihat brave masuk ke dalam restoran
Brave hanya mengangguk, mengikuti waiters itu menunjukkan tempat yang sudah dia pesan sebelumnya,yang niatnya untuk makan bersama Krystal .Tapi tak di sangka Krystal menolak ajakannya.
Para pengunjung yang melihat kehadiran brave di restoran itu, seketika riuh. Siapa yang tidak mengetahui sosok pria tampan, berkharisma bisa di katakan sempurna yang di gilai para wanita di luar sana.
Tuan brave begitu tampan.
Astaga,aku benar-benar mengidolakannya.
Aku ingin menjadi istrinya.
Tuhan terkadang aku merasa,apa kau begitu senang dengan 2 sosok yang berbeda dari diriku?": batin brave
"Silahkan tuan,ini ruangan yang anda pesan": ucap sopan waitres setelah tiba di ruangan yang di pesan oleh brave
Brave hanya menganggukan kepalanya pada waiters itu. Lalu masuk ke dalam,di mana seseorang sudah menunggunya.
"Ya Tuhan,dia begitu tampan. Tapi berita yang tersebar bahwa seorang brave sangat dingin kepada wanita, memang benar. Dia saja tidak membalas ucapanku sedikitpun.": gumam waiters yang mengantarkan brave, waiters itu salah satu pengagum brave
"Ck! kau begitu populer di kalangan wanita": cibir seseorang yang melihat brave baru saja masuk
"Karena aku tampan,kaya memiliki segalanya.": jawab brave menanggapinya
"Kau tidak memiliki segalanya brave,apa kau merasa seperti itu?": tanya pria itu menatap brave
"Apa kau juga memiliki cinta?": lanjut pria itu menatap brave
"Seorang psikopat sepertiku tidak mengenal yang namanya cinta. Aku tidak membutuhkan itu. Apa kau mengerti Mark?":jawab brave berkata dengan santai
"Hahaha..Brave yang aku tau seorang psikopat sepertimu, memang tidak akan pernah membutuhkan cinta. Tapi aku bertanya kepada brave,buka brave si psikopat":ucap Mark,itu membuat brave menatapnya dengan tajam
"Berhentilah berbicara,aku ingin makan": serkas brave memakan makanan yang sudah di hidangkan
Dua sosok yang berbeda ada pada dirimu,tapi kedua sosok itu sama-sama membutuhkan cinta Brave! Aku hanya berharap kau menemukan seorang wanita yang akan mengubah sisi lain dari dirimu.": batin Mark
"Kenapa kau tiba-tiba mengajak ku kesini?": tanya Mark mulai menyantap makanannya
"Kenapa kau tidak mengajak Charles?": lanjut Mark bertanya
"Apa kau keberatan?": tanya brave menatap sekilas Mark
"Tidak,tapi aneh saja. Biasanya kau selalu makan siang bersama dengan Charles. Bahkan kalian bisa makan berdua tanpa aku": jawab Mark seperti menaruh kekesalan terhadap brave dan Charles
"Kau terus saja berbicara Mark! makanlah.":tegas brave tiba-tiba merasa kesal setelah Mark menyebut Charles
Brave masih mengingat jelas, bagaimana dia menegaskan bahwa Krystal adalah miliknya kepada Charles. Dan setelah itu dia dan Charles seperti seseorang yang tidak saling kenal.
Dia milikku! jangan pernah mencoba untuk mengganggunya.
"Sial!": umpat brave
"Kau mengumpatku?": Mark menatap tajam brave , setelah mendengar umpatan brave
"Tidak!":jawab brave santai
..
..
..
..
"Krystal,kau tidak makan siang?": tanya Charles yang menghampiri Krystal di ruangannya
"Ohh, Charles. Aku masih banyak pekerjaan,jadi belum sempat": jawab Krystal menatap pada Charles yang berada di hadapannya
"Ayo makan siang bersama,kau tidak boleh menunda jika sudah waktunya makan": ajak Charles menarik Krystal untuk mengikutinya ke kantin
"Charles, lepaskan tanganku!.": ucap Krystal dengan tegas, dia mendadak kesal karena Charles menariknya begitu saja
"I am sorry,": ucap Charles tidak seharusnya dia menarik Krystal begitu saja, sehingga membuat Krystal kesal
"Pergilah,aku belum lapar.": kata Krystal berbalik masuk ke dalam ruangannya, meninggalkan Charles yang sudah membuat moodnya bertambah buruk setelah brave
..
..
..
..
Jangan lupa like, comment dan vote yang banyak đź–¤
Follow Instagram aku @_nonafaađź‘‹