My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Devil's heart!



"Ibu,kemana brave?":tanya Krystal,yang datang bersama dengan Helena menghampiri Lucia yang sedang bersama dengan Alice, Chris dan Hana


"Brave, keluar nak. Katanya dia mempunyai urusan penting": jawab Lucia, menatap Krystal


Kenapa dia tidak bilang padaku?": batin Krystal


"Ada apa Krystal,apa ada masalah?": tanya Chris menatap adik iparnya itu


"Tidak kak Chris": jawab Krystal tersenyum menatap kakak iparnya


"Bibi Krystal,Bibi Hele, come here": teriak Hana,yang sedang asik bermain di lantai yang beralaskan tikar bulu yang lembut


"Hana! kecilkan suaramu,jangan berteriak": tegur Alice pada putrinya


"I'm sorry,mom": ucap gadis kecil itu


"Bibi datang, sayang": jawab Krystal dan Helena,berjalan menghampiri keponakannya itu


Krystal dan Helena lalu asik menemani Hana bermain.


"Sepertinya ada yang aneh dengan, Helena": tebak Chris, melihat adiknya tidak bersemangat seperti biasanya


"Aku juga merasa seperti itu. Tapi aku akan mencoba menanyakannya nanti": ucap Alice,telah merasakan sejak tadi Helena terlihat tidak bersemangat seperti sedang mempunyai masalah


"Kalian dari mana?": tanya Lucia melihat Mark dan Alexa baru saja bergabung


"Dari gazebo ibu": jawab Alexa


"Menemani kak Alexa, melihat senja": sambung Mark, tersenyum menatap Alexa


Helena yang melihat keberadaan mereka,dengan cepat mengalihkan pandangannya,agar tidak melihat Mark yang terus saja memperhatikan Alexa.


Lalu Mark dan Chris saling mengobrol tentang banyak hal, seputar bisnis.


Sedangkan Lucia,Alexa dan Alice mengobrol dengan obrolan biasa seperti wanita pada umumnya jika sudah berkumpul. Dan Krystal, Helena yang setia menemani keponakannya bermain.


..


..


..


..


Brave kini sedang berada di depan rumah yang dulunya sering sekali dia kunjungi bersama dengan Mark. Di rumah yang biasanya dia menghabiskan waktu bersama orang yang dulunya dia kasihi. Tapi sekarang tidak lagi,orang yang dulunya dia kasihi seperti saudaranya sendiri, berbalik ingin menjadi musuhnya saat ini.


Cukup lama brave berdiam diri di dalam mobil, akhirnya memutuskan untuk keluar. Berjalan menuju pintu rumah yang berbentuk minimalis itu. Tak lain adalah rumah milik, Charles.


Tok.tok.tok


Brave mengetuk pintu rumah, Charles. Menunggu sampai Charles datang untuk membuka pintu rumahnya.


Tak lama kemudian pintu rumah itu terbuka,dan muncullah Charles dengan raut wajahnya yang terkejut melihat keberadaan brave di rumahnya.


"Untuk apa kau kemari?": tanya Charles to the point, menatap brave dengan tatapan tidak bersahabat


"Apa seperti ini caramu menyambut kedatangan sahabatmu?": cibir brave, menatap Charles yang telah berubah, menjadikan dirinya sebagai seorang musuhnya


"Aku kesini hanya ingin mengatakan,bahwa esok adalah hari pernikahan ku dengan Krystal. Aku mengharapkan kehadiranmu,jadi jangan lupa untuk datang karena aku akan dengan senang hati menerimamu sebagai sahabat atau sebagai seorang musuh!": lanjut brave, mengatakan hal itu dengan santai menatap Charles


"Krystal akan mengetahui semuanya,dia akan meninggalkanmu setelah mengetahui kau seorang psikopat!": ucap Charles, menatap tajam brave


"Berulang kali aku mengatakan hal ini kepadamu, Bahwa aku sangat menantikan hari itu. Jangan ragu untuk mengungkapkan kebenarannya kepada, Krystal": jawab brave,dia terlihat biasa-biasa saja walaupun dia tau jika itu adalah sebuah ancaman yang di layangkan oleh Charles


"Brengsek kau brave! aku yang lebih dulu mengenal Krystal. Aku menyukainya sejak pertama kali aku melihatnya,dan sampai detik ini aku masih sangat mencintainya. Aku tidak akan membiarkan Krystal, hidup bersama dengan seorang pria seperti dirimu,yang sama sekali tidak memiliki hati! Kau adalah manusia yang sangat keji dan berhati iblis!": serkas Charles, mencengkram kedua kerah kemeja brave, menatap brave dengan tatapan penuh kebencian


"Hahahaha": brave tertawa mendengar ucapan Charles,yang mengatakan dirinya seorang manusia yang berhati iblis


Brave melepaskan cengkraman Charles dari kerah bajunya secara kasar. Lalu menatap tajam, Charles.


"Ya kau benar sekali,aku adalah manusia yang sama sekali tidak memiliki hati dan aku memang manusia yang keji,haus akan darah. Dan yang kau katakan tadi,aku manusia yang berhati iblis":kata brave menatap Charles


Charles seketika bisu mendengar semua ucapan,brave.


"Mungkin memang sebuah kesalahan aku datang kemari sebagai sahabat mu.Hahaha bodohnya aku berpikir bahwa kedatangan ku kemari, untuk meminta kepercayaanmu kepada ku untuk menjaga Krystal,adalah keputusan yang benar. Tapi semuanya salah, semuanya dia luar yang aku bayangkan!": kata brave, menatap Charles yang diam saja


"Krystal tidak akan ku lepaskan sampai kapanpun!. Dan kau, aku menunggu hari di mana kau akan mengungkapkan semua kebenaran tentang diriku pada,Krystal.": lanjut brave, setelah mengatakan hal itu dia pergi dari sana meninggalkan Charles


Charles seperti seseorang yang mendadak bisu,dia benar-benar tidak bisa menjawab apapun yang di katakan oleh brave.


Praakkkkk


Charles melempar pot bunga yang berada di atas meja luar.


"Haaaaaahhh brengsek!!": teriak Charles


..


..


..


..


"Di mana dia, kenapa sudah selarut ini dia belum juga kembali": gumam Krystal,yang sejak tadi menunggu brave di ruang tamu seorang diri


Kini jam sudah menunjukkan pukul 00.34 malam,tapi brave belum juga kembali.


"Krystal,apa yang kau lakukan di sini sendiri?": tanya Mark,yang niatnya ingin ke dapur untuk mengambil minum,tapi tak sengaja melihat Krystal mondar-mandir di ruang tamu


"Mark,aku sedang menunggu brave. Dia belum juga kembali,ini sudah sangat larut malam": jawab Krystal,dia terlihat begitu khawatir memikirkan keberadaan brave


"Brave akan segera kembali, Krystal. Kau tidak perlu khawatir": ucap Mark, dia bisa melihat kekhawatiran dari raut wajah calon adik iparnya itu


"Besok adalah hari pernikahan kami, aku takut dia mengalami masalah di luar sana, Mark":tutur Krystal yang terus menatap ke arah pintu masuk


"Kau sudah mencoba menghubunginya?": tanya Mark


"Ponselku di sita oleh brave":jawab Krystal dengan gusar


Mark merasa aneh,kenapa brave menyita ponsel Krystal?. Tapi seketika Mark mengerti tujuan brave menyita ponsel Krystal.


"Oke baiklah,aku akan mencoba menghubunginya": kata Mark, mengeluarkan ponselnya untuk segera menghubungi brave


"Aku di sini": kata seseorang dari arah pintu masuk,tak lain ialah brave yang baru saja kembali


"Brave": Krystal dengan cepat berlari ke arah brave,dan memeluknya


"Kau dari mana saja,aku benar-benar khawatir denganmu": ucap Krystal memeluk erat tubuh kekar brave


"Ada urusan penting yang aku kerjakan, jadinya aku baru bisa pulang selarut ini.": jawab brave menatap Krystal


"Kenapa kau belum juga tidur,kau harus beristirahat untuk pernikahan kita esok": kata brave dengan lembut kepada Krystal


"Aku tidak bisa tidur brave,aku khawatir denganmu. Aku takut terjadi apa-apa denganmu di luar sana": jawab Krystal


"Tidak akan terjadi apapun, sekarang pergilah tidur.": ucap brave, meminta Krystal untuk kembali ke kamarnya


"Dan kau?": tanya Krystal,dia ingin bersama dengan brave


"Aku akan menyusul mu nanti":jawab brave


"Baiklah, jangan lama-lama. Kau juga perlu istirahat": pesan Krystal,dan di balas senyuman oleh brave


"Mark,aku duluan": kata Krystal kepada Mark


"Hmmm iya,good night Krystal": ucap Mark


"Good night": balas Krystal, lalu berjalan kembali menuju ke kamarnya yang berada di lantai 2