My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Evening dress



Krystal hanya seorang diri di apartemen brave. Saat Krystal bangun dia sudah tidak menemukan keberadaan brave di apartemen itu.Krystal hanya menemukan sepucuk surat,yang berada di atas nakas.


Jangan kemana-mana sampai aku kembali!!


Krystal masuk kedalam kamar mandi,tak lama kemudian dia keluar sudah terlihat lebih segar. Krystal keluar dengan mengunakan handuk brave,yang dia temukan di dalam kamar mandi.


"Astaga aku tidak memiliki baju": kini Krystal bingung, karena sama sekali tidak memiliki baju,dia hanya memiliki pakaian yang kemarin dia pakai dan tidak mungkin jika dia kembali memakainya


Krystal masuk ke dalam walk in closet milik brave,di sana dia melihat pakaian brave tertata rapi. Mau tidak mau Krystal dengan terpaksa mengambil kemeja putih milik brave untuk dia pakai.Kemeja brave cukup besar untuk ukuran tubuh kecil Krystal.


Semoga saja dia tidak marah karena aku memakai barang miliknya": batin Krystal


Tok.tok.tok


Suara ketukan pintu kamar, membuat Krystal dengan cepat keluar dari walk in closet.


"Apa brave sudah kembali?": gumam Krystal berjalan dengan cepat untuk membuka pintu


Saat Krystal membuka pintu kamar,dia melihat seorang wanita yang terlihat masih muda, mungkin tidak begitu jauh dari usianya.


"Selamat siang nona,sudah saatnya makan siang. Saya sudah menyiapkannya untuk anda": ucap wanita itu dengan sopan kepada Krystal


"Kau siapa?": tanya Krystal tidak mengetahui siapa wanita itu


"Saya Vivi pelayan di sini nona,saya di tugaskan oleh nyonya besar untuk datang kemari setelah tuan muda brave meninggalkan apartemen. Dan nyonya besar juga meminta saya untuk melayani anda selama tuan muda brave belum kembali": jawab wanita itu, ternyata salah satu pelayan Lucia yang di kirim setiap harinya untuk membersihkan apartemen brave


"Melayani aku?": tanya Krystal


"Iya nyonya besar yang memintanya nona": jawab pelayan Vivi


"Itu berarti ibu tau aku berada di sini. Apa brave menceritakan semuanya kepada ibu?": gumam Krystal


"Ayo silahkan nona,anda sudah melewatkan sarapan pagi. Anda tidak boleh telat untuk makan siang": kata pelayan Vivi


"Iya, baiklah":ucap Krystal berjalan lebih dulu menuju meja makan dan di ikuti oleh pelayan Vivi di belakangnya


Krystal sudah duduk di meja makan, terlihat begitu banyak sekali makanan yang di siapkan.


"Kenapa banyak sekali makanan?": tanya Krystal


"Nyonya besar menyuruh saya untuk membuatkan banyak makanan untuk anda nona, nyonya besar ingin anda segera pulih kembali": jawab pelayan Vivi yang hanya mengikuti semua yang di perintahkan oleh Lucia majikannya


"Aku tidak mungkin makan sebanyak ini.": kata Krystal menatap pelayan Vivi


"Dengan memakan ini semua anda bisa segera pulih nona": ucap pelayan Vivi


"Pulih apa yang kau maksud,aku baik-baik saja!": bantah Krystal


"Sekarang duduklah,temani aku makan.": lanjut Krystal meminta pelayan Vivi untuk duduk menemaninya makan siang


"Maaf nona,tapi itu tidak akan sopan.": tolak pelayan Vivi


"Bahkan kau tidak sopan karena menolak ajakanku untuk makan. Sekarang duduklah,temani aku.": kata Krystal menyuruh pelayan Vivi untuk segera duduk


"Tapi nona,saya takut jika nanti tuan brave marah": ucap pelayan Vivi sangat tau bagaimana sifat majikannya yang satu itu


"Brave tidak di sini,jadi kau tidak perlu khawatir.": jawab Krystal


Pelayan Vivi terpaksa menuruti keinginan Krystal untuk duduk menemaninya makan siang.


"Biarkan aku mengambil makanan ku sendiri.": ucap Krystal menahan tangan pelayan Vivi saat ingin mengambil makanan untuknya


Dia benar-benar baik, pantes saja nyonya besar sangat menyukainya.": batin pelayan Vivi


"Kenapa kau datang setelah brave meninggalkan apartemen?": tanya Krystal di sela-sela makannya


"Itu sudah menjadi aturannya nona. Tuan muda brave tidak suka jika ada orang lain berada di ruangan yang sama dengannya. Maka dari itu kami para pelayan akan datang ke apartemen ini ,jika tuan muda brave sudah meninggalkan apartemennya.": jawab pelayan Vivi


"Benar-benar manusia kutub": gumam Krystal


"Anda mengatakan sesuatu nona?": tanya pelayan Vivi samar-samar mendengar Krystal mengatakan sesuatu


"Tidak.": jawab Krystal tersenyum ramah


Hingga mereka selesai makan, Krystal ikut membantu pelayan Vivi untuk membereskan meja makan. Walaupun pelayan Vivi sudah melarangnya,tapi Krystal bersikeras untuk melakukannya. Krystal tipe orang yang tidak suka berpangku tangan kepada orang lain.


Sejak kecil dia selalu di ajarkan untuk selalu mandiri, mungkin itulah sebabnya Krystal bisa bersikap seperti itu.


"Nona,sudah waktunya saya harus kembali ke mansion nyonya besar. Apa nona tidak apa-apa disini sendiri?":tanya pelayan Vivi setelah semuanya pekerjaannya beres


"Hmm,aku tidak apa-apa.": jawab Krystal tersenyum ramah kepada pelayan Vivi


"Baiklah nona, kalau begitu saya permisi": pamit pelayan Vivi dan di balas anggukan oleh Krystal


"Hati-hati": ucap Krystal sebelum pelayan Vivi keluar dari pintu apartemen


Pelayan Vivi tersenyum lalu menunduk sopan kepada Krystal, sebelum meninggalkan apartemen brave.


Setelah pelayan Vivi kembali ke mansion, Krystal merasa sepi tidak ada yang bisa dia ajak berbicara. Dengan begitu Krystal kembali masuk ke dalam kamar brave.


Saat masuk Krystal memperhatikan seluruh sudut kamar brave. Kamar itu benar-benar menunjukkan bentuk kepribadian brave yang terkesan dingin.


Krystal membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, menatap kosong ke atas langit-langit kamar.


Kenapa kau begitu sulit untuk di tebak? Aku hanya berharap jika apa yang kau lakukan kemarin padaku, memiliki alasan yang bisa memuaskan hatiku.": batin Krystal


Krystal kembali mengingat bagaimana brave menciumnya, menyuapinya dengan sabar dan bahkan brave mau memeluknya hingga dia tertidur. Dekapan brave yang di rasakan oleh Krystal begitu membuatnya nyaman.


"Kenapa kau melamun?": tanya seseorang yang suaranya sangat Krystal kenal siapa pemilik suara itu


"Kau sudah kembali":ucap Krystal bangkit dari posisinya menatap ke arah brave


"Hmmm": jawab singkat brave berjalan mendekatinya


"Pakai ini,ibu mengajak kita untuk makan malam di luar": kata brave meletakkan 3 paper bag dia atas tempat tidur


"Tapi untuk apa ibu mengajak untuk makan malam di luar?": tanya Krystal


"Aku tidak tau!": jawab singkat brave


Brave memperhatikan Krystal. Gadis di hadapannya itu terlihat begitu seksi yang hanya mengunakan kemeja, menampilkan paha putihnya yang begitu mulus. Sehingga membuat sesuatu dari brave bangkit,dan itu harus brave tahan.


Sial! kenapa juga dia berpenampilan seperti itu": umpat brave


"Brave maaf karena aku memakai kemeja mu,aku bingung harus memakai apa. Aku tidak memiliki baju satupun di sini": ucap Krystal menunduk takut jika brave akan marah karena memakai barang miliknya


"Tidak apa. Bersiaplah,aku juga akan bersiap": tutur brave lalu berjalan menuju walk in closet miliknya


Dia tidak marah?": batin Krystal


Krystal lalu membuka paper bag yang di bawah oleh brave. Saat membukanya paper bag pertama berisi gaun malam yang begitu indah dan mewah, paper bag kedua berisi sepatu heels yang senada dengan gaunnya dan paper bag ketiga berisi makeup yang lengkap.


"Gaun ini indah sekali": gumam Krystal memandangi gaun malam itu