
Brave & Mark.
Hay bro, setelah kalian membaca ini mungkin aku tidak ada lagi bersama kalian.
Brave terima kasih telah menjadikan aku sebagai salah satu dari orang-orang yang kau sayangi,orang yang kau anggap sebagai saudara mu sendiri. Maaf karena rasa cintaku kepada Krystal,aku sampai melupakan semua jasa yang pernah kau lakukan untukku. Di malam terakhir kita bertemu,aku menyadari semuanya bahwa apa yang aku lakukan adalah salah. Kau berhasil menyadarkan aku. Brave,aku mohon untuk selalu menjaga Krystal. Aku percaya padamu untuk kebahagiaan Krystal, kau adalah pria yang tepat untuknya. Aku merestui Krystal bersamamu, hiduplah dengan bahagia dan untuk selamanya. Selamat untuk pernikahan kalian.
Mark,maaf karena membuat mu kecewa dengan sikap ku. Aku sangat berterima kasih karena kau mau menganggap aku sebagai saudara mu sendiri dan selalu ada untukku. Aku pasti akan sangat merindukanmu dengan brave.Di manapun aku berada, aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian, My brother.Aku janji akan kembali, setelah aku memaafkan kesalahan ku sendiri.
Aku harap selepas semua yang telah terjadi dia antara kita bertiga,akan kembali seperti semula setelah aku kembali.
~Charles~
Brave mengepalkan tangannya setelah membaca surat dari, Charles.
Pagi-pagi sekali Mark menghubungi brave untuk menemuinya di gazebo. Mark ingin brave juga membaca surat dari,Charles.
"Charles,kau benar-benar pengecut!": umpat brave dengan sorot mata yang tajam
"Apa yang akan kau lakukan?": tanya Mark
"Tidak ada yang perlu dilakukan,itu telah menjadi pilihannya. Dia berjanji akan kembali,kita hanya perlu menunggu waktu itu tiba": jawab brave
Mark diam tak lagi menjawab,brave. Kedua pria itu menatap matahari yang akan segera muncul menyinari bumi.
Charles kau begitu pengecut!":batin brave
Charles,aku sangat membencimu! aku akan menghajar mu sepuas ku saat kau kembali.":batin Mark
"Dia pasti kembali, karena kita adalah keluarganya":ucap brave menepuk bahu Mark,lalu pergi meninggalkan Mark sendiri di gazebo
..
..
..
..
Krystal baru saja membuka matanya dan saat dia ingin beranjak dari tempat tidurnya Krystal baru menyadari jika dia sama sekali tak memakai sehelai pun pakaian,hanya selimut tebal yang membalut tubuhnya.
"Ahww,terasa sangat perih": ringis Krystal merasa perih di daerah kewanitaannya
Krystal kembali membaringkan tubuhnya, setelah dia mengingat kembali yang dia lakukan bersama dengan brave semalam.
Krystal tersenyum-senyum sendiri dengan menatap langit-langit kamarnya.
"Eh,tapi kemana perginya brave?":gumam Krystal baru menyadari jika brave tak ada di kamar
Krekk
Suara pintu kamar yang terbuka dan muncullah brave yang baru saja masuk.
Brave tersenyum menatap Krystal yang ternyata telah bangun. Brave berjalan mendekati Krystal,dan itu membuat Krystal kembali merasakan gugup dan juga malu jika mengingat kejadian semalam.
"Good morning, Honey": ucap brave mencium kening Krystal,lalu berakhir mencium singkat bibir mungil istrinya
"Morning": balas Krystal tersenyum canggung menatap suaminya itu
"Ayo,apa kau tidak ingin bangun?": tanya brave menatap istrinya
Krystal hanya menggeleng kepala,tidak mungkin dia beranjak dari posisinya saat ini yang tidak memakai sehelai pun pakaian. Walaupun brave adalah suaminya tapi tetap saja Krystal masih canggung dan malu.
"Apa ingin melakukannya lagi?": bisik brave menggoda Krystal
"Tidak!.":jawab Krystal dengan cepat
"Ma-maksudku__": Krystal ingin mengatakan jika dia masih merasakan perih di daerah kewanitaannya,tapi rasanya Krystal begitu malu jika harus mengatakan itu kepada brave
"Kau menolak ku?":tanya brave menatap Krystal
"Bu-bukan seperti itu,brave.Tapi a-aku,aku masih merasakan perih": jawab Krystal dengan terpaksa dia mengatakannya kepada brave,itu membuat dia begitu malu dan tidak berani menatap brave
Brave lalu dengan sigap menarik selimut yang membalut tubuh polos, Krystal.
"Brave,apa yang kau lakukan?": pekik Krystal setelah brave menarik selimutnya
"Ayo ke kamar mandi,aku akan membantumu": kata brave,lalu dengan entengnya dia mengangkat tubuh kecil istrinya masuk ke dalam kamar mandi
"Itu tidak perlu kau lakukan,brave. Aku bisa melakukanya sendiri":ucap Krystal yang berada di dalam gendongan brave dengan tubuh polosnya
"Aku akan membantumu,itu pasti sangat perih.":tutur brave lalu mendudukkan Krystal di samping wastafel
"Brave, aku malu": lirih Krystal dia benar-benar malu
"Untuk apa kau malu,aku adalah suami mu. Dan aku telah melihat semuanya": kata brave, sambil tangannya yang sibuk membersihkan daerah kewanitaan istrinya
"Terima kasih, karena aku adalah orang pertama": lanjut brave mencium kening Krystal
Krystal hanya tersenyum menanggapinya, mengalungkan tangannya di leher brave.
"Sekarang kita mandi": ucap brave yang kini mulai melepaskan satu persatu pakaiannya,itu membuat Krystal memalingkan wajahnya
Astaga! rasanya aku benar-benar malu.": batin Krystal
Brave lalu mengendong Krystal masuk ke dalam jacuzzi.
1jam kemudian brave dan Krystal telah keluar dari kamar mandi. Brave yang telah memakai pakaian santainya dan Krystal yang masih berada di dalam walk in closet.
"Sayang,kenapa kau lama sekali di dalam sana?": teriak brave yang sedari tadi menunggu Krystal yang tak kunjung keluar dari walk in closet
Tak lama kemudian Krystal telah keluar dengan mengunakan rok jeans selutut dengan baju kaos putih polos. Rambut yang di sengaja dia gerai dengan makeup tipis,itu membuat aura kecantikan Krystal begitu terpancar.
"Kau cantik sekali, sayang": puji brave menarik Krystal untuk duduk di pangkuannya
"Ayo turun ke bawah,aku ingin menemui ibu dan yang lainnya": kata Krystal tanpa menanggapi pujian suaminya
"Apa masih sakit?": tanya brave
"Tidak begitu lagi, perlahan rasa perihnya mulai menghilang": jawab Krystal menatap brave
Brave dan Krystal lalu keluar dari kamarnya dengan bergandengan tangan menuju ke lantai 1 untuk menemui Lucia dan yang lainnya.
"Selamat pagi semuanya": sapa Krystal kepada semuanya yang telah berkumpul di meja makan
"Selamat pagi": balas mereka semua yang ada di meja makan
Krystal lalu mencium kedua pipi Lucia,lalu duduk tepat di samping ibu mertuanya itu.
"Ini piringnya sayang, ambilkan sarapan untuk suamimu":kata Lucia memberikan kosong kepada Krystal
Krystal pun menerimanya lalu mengambilkan sarapan untuk brave.
"Ini":Krystal memberikan piring yang telah terisi dengan sarapan kepada brave
"Terima kasih, sayang": ucap brave menatap Krystal dengan tersenyum
"Hmmmm, hmmmmm":Mark berdehem berulang kali sambil menatap ke arah brave dan Krystal
"Ada apa denganmu?": tanya brave menatap Mark
"Tidak! bagaimana malam pertama kalian?": tanya Mark dengan spontan menatap brave dan Krystal
"Uhhkkkk,uhhhhhkkk": Krystal tiba-tiba tersedak mendengar pertanyaan Mark
Brave dengan segera memberikan air minum kepada istrinya.
"Kau tidak apa-apa?": tanya brave menatap Krystal
"Hmm,aku baik-baik saja!": jawab Krystal lalu mendudukkan wajahnya
Mark! bisa-bisanya kau mempertanyakan hal pribadi seperti itu. Aku sungguh malu menatap yang lainnya": batin Krystal
"Mark! jangan bercanda saat berada di hadapan makanan": tegur Lucia kepada putranya itu
Alice, Chris dan Alexa hanya menggeleng kepala dengan apa yang telah Mark pertanyakan kepada brave dan Krystal.
"Uncle Mark,apa itu malam pertama?": tanya Hana menatap pria yang dia panggil dengan sebutan uncel
Mereka semua lalu menatap ke arah Mark. Dan Mark hanya tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
"Hana sayang,belum saatnya kau tau hal seperti yang di katakan oleh uncel Mark. Lanjutkan sarapanmu sayang": kata Alice dengan cepat kepada putrinya,dia tidak ingin Hana mengetahui banyak hal tentang orang dewasa di usianya yang masih 2tahun
Gadis kecil itu hanya mengangguk mengerti akan apa yang di katakan oleh ibunya. Hana kembali melanjutkan sarapannya yang di bantu oleh Alice.
"Mark! jika ingin bertanya hal seperti itu, sebaiknya perhatikan sekeliling mu terlebih dahulu": ucap brave menatap Mark
"Sudah-sudah sekarang kita sarapan": ucap Lucia menengahi semuanya
Lalu mereka semua mulai sarapan,tanpa kehadiran Helena. Karena Helena telah lebih dulu berpamitan untuk pulang tanpa mengatakan alasannya.