
Pukul 4 sore paparazi masih berkerumunan di depan gerbang kediaman Lucia,yang ingin meminta klarifikasi tentang undangan pernikahan brave yang tersebar.
Penjagaan pun telah di perketat oleh brave dan Mark.
"Mau sampai kapan mereka akan berada di sana?": tanya Alexa,yang melihat kerumunan paparazi dari lantai 3
"Sampai mereka mendapatkan jawaban,brave.": jawab Mark
"Dan mengetahui sosok Krystal": sambung Helena,yang juga berada di sana bersama Mark dan Alexa
Alexa mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh Mark dan Helena.
"Sudahlah,ayo turun dan bergabung dengan yang lainnya": ajak Mark menatap Alexa tanpa melihat Helena yang juga ada di sana
"Hmmm,Helena ayo": ajak Alexa pada Helena
Tapi saat Helena baru saja melangkah,dia hampir saja jatuh karena menginjak tali sepatunya yang terlepas, untungnya saja Mark dengan sigap menangkapnya.
"Kau tidak apa-apa?":tanya Mark, menatap Helena
"Ti-tidak,aku baik-baik saja. Terima kasih": ucap Helena dengan terbata-bata
Alexa yang melihat itu merasa tidak nyaman! Melihat Helena berada dalam dekapan Mark,dan saling bertatapan mata.
"Nona Helena sepertinya kau harus lebih berhati-hati dengan tali sepatu mu!": ucap Alexa, menunjuk ke arah kaki Helena
Mark lalu melepaskan Helena dari dirinya,dan perhatiannya tak lepas dari,Alexa. Mark merasa ada yang aneh dengan nada berbicara Alexa kepada Helena.
"Ah,iya kak Alexa. Aku sedikit ceroboh": jawab Helena, tersenyum pada Alexa
Setelah mengatakan hal itu,Alexa berjalan lebih dulu,meninggalkan Mark dan Helena berdua.
Mark menatap sekilas Helena, yang sedang membenarkan tali sepatunya.
"Ayo,tuan Mark. Kita turun": kata Helena, setelah selesai membenarkan tali sepatunya
Tanpa menjawabnya, Mark lebih dulu berjalan dengan langkah kakinya yang lebar.
"Di mana kak Alexa?": tanya Mark, melihat semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga tanpa adanya Alexa
"Bukankah,kak Alexa bersama mu tadi?": tanya balik brave menatap Mark
"Ya,tadi kak Alexa lebih dulu turun. Aku berpikir di akan ikut bergabung dengan kalian": jawab Mark
"Tidak nak,Alexa tidak kesini": kata Lucia , menatap Mark
Mendengar hal itu,Mark pergi dari sana mencari keberadaan Alexa.
Kenapa dia begitu memperhatikan,kak Alexa?": batin Helena
"Hele,you okay?": tanya Krystal, melihat sahabatnya itu melamun
"Yes, i'm okay": jawab Helena, tersenyum menatap Krystal
"Kak Alice,di mana kak Chris?": tanya Helena kepada kakak iparnya
"Kakakmu sedang dalam perjalanan,dia akan segera tiba":jawab Alice, menatap adik iparnya itu sepertinya ada yang berbeda dengan Helena
..
..
..
..
Ada apa denganku?. Kenapa aku merasa tidak suka melihat Mark dekat dengan Helena": batin Alexa
"Kenapa kau malah berada di sini?": tanya Mark, datang menghampiri Alexa yang saat ini berada di gazebo
"Tidak apa-apa,aku sedang menantikan senja":jawab Alexa terlihat acuh pada Mark, yang kini duduk tepat di sampingnya
"Ada apa denganmu?": tanya Mark, menatap Alexa dari samping
"Seharusnya aku yang bertanya,ada apa denganmu, Mark?. Kenapa kau selalu bertanya padaku seperti itu,kau melihat aku baik-baik saja,bukan!": serkas Alexa berbalik menatap,Mark. Entah kenapa rasanya Alexa, ingin sekali marah tapi dia tidak tau untuk apa dia marah?
"Sudahlah, sebaiknya tinggalkan aku sendiri.": lanjut Alexa, mengalihkan pandangannya kedepan.Meminta Mark untuk meninggalkannya sendiri
"Aku ingin di sini,apa masalah untukmu?": tanya Mark tak mengalihkan pandangannya dari Alexa
"It's up to you, I don't care!": jawab Alexa dengan acuh, untuk saat ini dia benar-benar malas jika sampai berdebat dengan Mark
"Up to me! aku hanya melihat pemandangan yang indah": jawab Mark tak menghiraukan Alexa
Deg.
Jantung Alexa berdebar kencang,saat Mark mengatakan hal itu. Tapi Alexa,berusaha untuk tidak memperdulikan ucapan Mark. Alexa berpikir itu hanya bualan Mark, untuk terus menganggu dirinya.
Dari lantai 2 rumah mewah itu, Helena memperhatikan mereka berdua. Helena melihat Mark, yang tidak mengalihkan pandangannya dari Alexa.
Ada apa denganku?": batin Helena
..
..
..
..
Chris yang kini telah berada di depan kediaman Lucia, begitu terkejut melihat banyak sekali paparazi yang menunggu di luar gerbang.
"Astaga,kenapa begitu banyak paparazi!":gumam Chris
Chris lalu membunyikan klakson mobil, bertujuan agar paparazi memberikannya jalan untuk masuk.
"Itu tuan, Hemissen": salah satu paparazi berteriak setelah melihat Chris
Dalam sekejap,Chris benar-benar tidak bisa melewati kerumunan paparazi.
**Tuan Hemissen, kenapa anda berada di sini?
Tuan Hemissen,ada hubungan apa anda dengan keluarga Arthur?
Apakah benar, tuan brave akan segera menikah?
Tuan Hemissen, apakah anda terlibat dengan rencana pernikahan,tuan brave**?
Begitu banyak pertanyaan dari paparazi, membuat Chris merasa kesal karena dirinya tak di biarkan lewat oleh mereka semua.
"Tolong berikan saya jalan,kalian akan segera mengetahuinya dari brave dan calon istrinya!": tegas Chris
"Buka gerbangnya": perintah Chris,pada satpam
Paparazi berusaha untuk mengalih informasi dari, Chris. Tapi sayangnya Chris menutup mulut,tanpa ingin memberikan sedikit informasi tentang rencana pernikahan brave.
Akhirnya mobil Chris bisa melewati para paparazi, setelah anak buah brave berusaha menahan paparazi yang nekat masuk melewati gerbang.
"Brave, benar-benar menjadi orang yang sangat berpengaruh": gumam Chris
Chris lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
"Papa":teriak Hana,gadis kecil itu segera berlari ke arah Chris
"Hay, Princess Papa":ucap Chris menangkap putrinya, membawa gadis kecil itu ke dalam gendongannya
"Chris,kau sudah tiba": ucap Alice, menghampiri suaminya
"Selamat sore,bibi Lucia": sapa Chris dengan sopan kepada Lucia
"Selamat sore,nak Chris": balas Lucia, menatap Chris dengan tersenyum
"Brave, sepertinya kau harus segera memberikan klarifikasi kepada para paparazi. Aku sangat yakin, mereka tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum mendapatkan klarifikasi dari mu":kata Chris menatap brave
"Aku,akan memberikan klarifikasi setelah pernikahan ku. Dan juga aku akan memperkenalkan Krystal sebagai nyonya muda keluarga Arthur.": jawab brave, menatap Chris
"Lalu bagaimana dengan mereka semua di depan?": tanya Chris
"Biarkan saja,itu sudah menjadi urusan ku. Kau tenang saja.": jawab brave
"Paparazi melihat mu masuk ke sini?": tanya Alice menatap suaminya
"Hmmm, mereka semua sempat melayangkan beberapa pertanyaan": jawab Chris ,balik menatap istrinya
"Lihat ini": kata Alice, menunjukkan ponselnya
Sore ini terlihat Tuan Chris Hemissen, mendatangi kediaman keluarga Arthur. Pengusaha sukses yang berasal dari Belanda itu,tidak memberikan penjelasan tentang kenapa dia berkunjung ke kediaman keluarga Arthur. Tapi ini mengundang banyak sekali pertanyaan. Selama ini tuan brave dan tuan Chris tidak pernah terlihat bersama. Tapi beredarnya undangan pernikahan tuan brave,itu membuat semua orang bertanya-tanya, apakah tuan Chris Hemissen ada hubungannya dengan keluarga calon istri dari tuan brave?
"Krystal tidak boleh melihat berita ini,aku takut jika dia akan membaca komentarnya. Itu hanya akan membuatnya kepikiran": kata brave, menatap mereka semua yang ada di sana
Lucia,Alice dan Chris mengangguk mengerti dengan apa yang di maksud oleh Brave.