My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Krystal dream



Hari kepulangan brave dan Krystal setelah berada 3minggu di Rusia menghabiskan waktu bersama setelah menikah.


Kini brave dan Krystal telah berada dalam perjalanan menuju los angeles, Amerika.


"Brave?": panggil Krystal kepada brave yang sedang membaca sebuah buku


"Hmmm": jawab singkat brave tanpa menatap Krystal


"Brave, look at me!": seru Krystal karena brave tidak menghiraukan dirinya


Brave pun menutup buku yang ada di tangannya,lalu beralih menatap istrinya.


"Hmmm,ada apa?": tanya brave menatap Krystal


"Kau terlalu asik dengan buku mu! kau seakan lupa bahwa aku ada di sini": protes Krystal karena merasa di abaikan oleh brave


"Aku sama sekali tidak melupakan keberadaan mu,aku hanya membaca buku sebentar":kata brave menangkup wajah mungil Krystal dengan kedua tangannya


"Jangan cemberut seperti itu, sayang": bujuk brave melihat wajah istrinya yang cemberut


"Kau mau apa?. Ayo katakan padaku":tanya brave


Krystal tak menjawab pertanyaan brave. Wanita itu langsung menyandarkan kepalanya ke dada suaminya. Sepertinya Krystal hanya ingin bermanja-manja dengan brave.


"Aku ingin tidur!": itulah yang di katakan oleh Krystal, setelah kepalanya bersandar pada dada brave dan memeluk suaminya


"Baiklah": ucap brave tersenyum kecil melihat tingkah manja Krystal kepadanya


Dengan mengelus lembut kepala istrinya, mengantarkan wanita itu ke alam mimpinya. Terlihat Krystal begitu pulas tertidur dengan posisi bersandar pada dada kekar suaminya.


"I love you,honey.": ucap brave mencium kening Krystal cukup lama


POV Krystal•


"Dia orang yang baik untuk mu,dia adalah suami yang tepat untukmu"


"Percayalah padanya"


"Semuanya akan baik-baik saja"


"Yakinlah jika dia akan berubah"


"Akan ada malaikat kecil yang hadir di antara kau dan suamimu, malaikat kecil itulah yang akan memperkuat hubungan kalian"


"Dia pria yang kau pilih, dan kalian telah di takdir kan bersama"


"Kau harus percaya"


"Percayalah padanya,kau tidak bisa lagi melawan takdir mu"


Sekelompok bayangan putih mengelilingi Krystal dan masing-masing dari mereka membisikkan sesuatu yang membuat Krystal bingung dengan apa yang mereka maksud.


"Kalian siapa?":tanya Krystal


"Apa maksud dari perkataan kalian?": lanjut Krystal


"Jawab aku,kenapa kalian tiba-tiba muncul dan mengatakan hal itu?": tanya Krystal lagi


"Suamimu adalah takdir yang telah di tentukan oleh tuhan kepadamu!. Kaulah yang di takdirkan untuk mengubahnya,maka dari itu kau harus tetap bersamanya untuk menjaganya dari perbuatan keji"


"Apa maksud dari perkataan mu, perbuatan keji apa yang kau maksud?": tanya Krystal semakin bingung


"Kau akan menemukan jawabannya, cepat atau lambat"


Tiba-tiba sekelompok bayangan putih itu menghilang dari sekeliling Krystal dan saat itu juga Krystal membuka matanya.Dan baru menyadarinya bahwa semua yang dia lihat itu adalah mimpi.


Rasanya seperti nyata": batin Krystal


Krystal mengendarakan pandangannya mencari sosok pria yang telah menjadi suaminya.


"Kemana dia?": gumam Krystal beranjak dari tempatnya berjalan mencari keberadaan suaminya


"Excuse me, have you seen my husband?"tanya Krystal kepada seorang pramugari


Baru saja pramugari itu ingin menjawab pertanyaan Krystal...


"Sayang": panggil seseorang dari belakang


"Brave kau dari mana?":tanya Krystal berbalik dan melihat brave


"Aku ke toilet": jawab brave, menuntun Krystal untuk kembali duduk


"Kenapa kau bangun, perjalanan kita masih jauh":kata brave menatap Krystal


"Aku menga__,aku tidak mengantuk lagi": jawab Krystal dengan tersenyum


"Baiklah,kau mau makan?": tanya brave


"Tidak,aku belum lapar":jawab Krystal menggeleng kepala


"Baiklah kalau begitu,aku ingin melanjutkan sedikit pekerjaan ku":kata brave menatap Krystal


"Iya, lanjutkan saja. Aku tidak akan menggangu mu":jawab Krystal


"Kau tidak apa-apa?": tanya brave


"Tidak": jawab Krystal dengan tersenyum menyakinkan suaminya


Brave mengangguk mengerti lalu kembali menatap laptop yang ada di hadapannya.


Itu hanya mimpi": batin Krystal


"Rasanya aneh sekali": gumam Krystal yang menatap keluar jendela pesawat


..


..


..


..


"Mark kau ingin kemana?": tanya Lucia yang melihat Mark baru saja turun dari lantai 2 dengan tergesa-gesa


"Ibu,hari ini adalah kepulangan brave dan Krystal. Hampir saja aku melupakannya,aku akan ke bandara untuk menjemput mereka":jawab Mark kepada ibunya itu


"Astaga": seru Lucia menepuk jidatnya yang juga melupakan kepulangan putra dan menantunya


"Ibu juga lupa. Tunggu ibu Mark,ibu juga ingin ikut ke bandara menjemput mereka": lanjut Lucia kepada Mark


"Baiklah,aku tunggu di mobil ibu": jawab Mark dan di balas anggukan oleh Lucia


Dan dengan cepat Lucia berjalan menuju kamarnya, untuk segera bersiap ke bandara untuk menjemput kepulangan putra dan menantunya.


Sedangkan Mark, menelpon Delon untuk menanyakan informasi jam berapa brave akan tiba.


"Kabari aku jika brave dan istrinya telah tiba":kata Mark kepada Delon yang telah siap di bandara menunggu kedatangan brave dan Krystal


"............"


"Jangan terlalu mencolok di depan umum,ingat itu": pesan Mark kepada Delon


"..........."


Tanpa menjawabnya lagi Mark langsung mematikan sambungan teleponnya dari Delon.


"Mark": kata Lucia dari belakang Mark


"Ibu sudah selesai,ayo kita berangkat": ajak Mark membuka pintu mobil untuk Lucia


"Terima kasih nak": kata Lucia kepada Mark dan hanya di balas senyuman oleh Mark


Mark lalu menyusul masuk ke mobil duduk tepat di bangku pengemudi lalu menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Arthur menuju bandara.


"Rasanya ibu sudah tidak sabar lagi bertemu dengan Krystal,ibu benar-benar sangat merindukannya": ucap Lucia dengan penuh kebahagiaan akan segera bertemu kembali dengan menantu kesayangannya


"Kau akan segera bertemu dengannya,ibu": kata Mark menatap sekilas ibunya lalu kembali fokus menyetir mobil


Tak lama kemudian mobil Mark telah tiba di bandara dan memarkirkan mobilnya tepat di bagian belakang bandara. Tempat yang telah ditentukan kepada Mark kepada Delon untuk membawa brave dan Krystal ke sana.


"Kenapa kita menunggu di bagian belakang bandara,Mark?": tanya Lucia menatap putranya itu


"Kepulangan brave dan Krystal telah di ketahui media ibu. Jika brave dan Krystal melewati lobby umum bandara paparazi pasti akan menemukan mereka. Maka dari itu aku meminta kepada Delon untuk membawa brave dan Krystal kemari": jawab Mark menjelaskan kepada Lucia


"Hmmm,ibu mengerti": ucap Lucia mengangguk mengerti


Tak lama kemudian seseorang datang mengetuk pintu mobil Mark dan itu salah satu anak buah Delon. Dengan cepat Mark membuka pintunya dan tak lama kemudian 2orang datang berjalan mendekati mobilnya dengan mengunakan masker dan topi.


"Kau yang mengaturnya?": tanya salah satu orang itu tak lain adalah brave


"Masuklah, sebelum paparazi melihat mu!": jawab Mark kembali masuk ke dalam mobil


Sedangkan Lucia yang telah berpindah ke bangku penumpang,agar dia bisa mengobrol dengan Krystal.


"Ibu,aku merindukanmu": seru Krystal tersenyum menatap Lucia lalu memeluknya


"Ibu juga sangat merindukanmu sayang, bagaimana perjalanan mu?": tanya Lucia kepada menantunya itu


"Sangat lancar tanpa kendala apapun,ibu. Itu semua karena berkat doa mu: jawab Krystal dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya