My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Happy weekend, family picnic



Hari weekend telah tiba,Alexa yang meminta brave dan Mark untuk meluangkan waktunya untuk bisa piknik bersama, seperti yang sering mereka lakukan setiap hari weekend.


"Kak,apa semuanya sudah sesuai yang aku inginkan?":tanya brave,menatap Alexa yang sedang menyiapkan semua keperluan yang akan mereka bawah


"Tenang saja, semuanya sudah beres. Kau hanya perlu menyiapkan dirimu":jawab Alexa menatap brave sekilas


"Sudah selesai. Di mana Mark dan Krystal?": tanya Alexa karena tidak melihat kedua orang itu


"Krystal, membantu ibu bersiap. Dan Mark, aku tidak tau kemana perginya anak itu": jawab brave


"Baiklah,bantu aku membawa ini ke mobil": pinta Alexa kepada brave, untuk membawa semua keperluannya ke mobil


Brave pun membantu Alexa menyusun semuanya ke dalam mobil, mulai dari makanan, tikar,dan juga 2 buah sepeda,yang sudah berada di atap mobil Mark,dan 2 lagi di atap mobil yang akan di gunakan oleh brave.


"Apa semuanya sudah siap?":tanya Lucia menghampiri brave dan Alexa ,di ikuti oleh Krystal


"Sudah,ibu. Kita bisa berangkat sekarang": jawab brave menatap ibunya


"Tapi,di mana Mark?": tanya Lucia tidak melihat satu putranya


"Aku di sini": ucap Mark yang baru saja muncul menghampiri mereka semua,entah dari mana dia


"Kau dari mana saja?": tanya Alexa


"Secret, you understand!": jawab Mark dengan acuh, berjalan masuk ke dalam mobil


"Ck! dasar. Awas saja kau Mark": ancam Alexa,kesal dengan Mark


Brave, Krystal dan Lucia hanya menggeleng kepala melihat tingkah Mark, yang selalu saja menemukan waktu untuk membuat Alexa kesal.


Alexa dan Lucia berada satu mobil bersama dengan Mark. Sedangkan Krystal bersama dengan brave.


Kini mereka semua telah berangkat menuju lokasi yang sudah di tentukan, untuk melakukan piknik keluarga di hari weekend.


"Alexa sayang,kapan kau akan menikah nak?": tanya Lucia yang duduk di bangku penumpang


"Ibu_": rasanya tenggorokan Alexa mendadak serak, karena mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Lucia


Mark,diam fokus menyetir mobil. Tapi bukan Mark namanya, jika tidak memasang telinga,karena dia juga penasaran dengan jawaban Alexa, tentang satu hal itu.


"Alexa,mulailah membuka diri nak. Di masa sekarang jangan lagi melibatkan,masa lalu yang pernah kau alami. Kau harus percaya,jika banyak pria di luar sana yang ingin menjadikanmu sebagai pendamping hidupnya. Dan cobalah membuka hatimu,dengan orang-orang di sekitarmu":kata Lucia memberikan nasehat kepada Alexa


"Akan aku lakukan,ibu.":jawab Alexa menatap ke belakang dan tersenyum kepada Lucia


Tidak hanya brave yang memintanya untuk membuka diri,tapi Lucia juga mengatakan hal yang sama. Alexa akan mempertimbangkan semuanya,dia juga ingin mendapatkan seseorang yang bisa menerima dirinya,tanpa mau melihat masa lalunya yang kelam.


"Dan kau Mark! cepatlah ungkapkan perasaanmu kepada wanita yang kau cintai! jangan lama-lama. Jangan sampai kau menyesal,jika dia menemukan pria lain":Lucia memperingati putranya itu


"Ibuuuuu": serkas Mark, dia tau apa maksud dari perkataan ibunya itu


"Apa! kau ingin ibu yang mengatakannya?": ancam Lucia dengan tegas


"Ibuuuuu...": Mark menatap Lucia dari kaca dengan tatapan memohon agar tidak membahasnya lagi


"Siapa,kau sudah punya wanita yang kau cintai? Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?": pertanyaan mengintimidasi dari Alexa, menatap Mark yang fokus menyetir


"Kau akan tau sendiri,nanti!": jawab Mark singkat


Ibu,kau benar-benar membuat aku malu. Bagaimana jika, kak Alexa tau?.": batin Mark


"Baiklah, kapan-kapan kau harus mengenalkannya padaku": kata Alexa pada Mark


Mark tidak menjawabnya lagi,dia hanya berpikir bagaimana jika Alexa tau,jika wanita yang dia cintai itu adalah dirinya. Apakah Alexa akan menerimanya,atau kemungkinan terburuknya adalah Alexa akan menjauh darinya, setelah mengetahui perasaanya?


Banyak hal yang harus di pertimbangkan oleh, Mark. Dia tidak ingin,karena perasaannya kepada Alexa, membuat wanita itu menjauh darinya. Mark rela menahan dan menyimpan rasa cintanya kepada wanita itu,asalkan dia bisa selalu melihatnya dan menjaganya, setiap saat.


Dasar anak muda sekarang.Dengan caranya yang seperti ini,hanya akan membuat mereka saling menyakiti. Sakit tapi tak berdarah": batin Lucia


"Krystal, ada apa?": tanya brave memperhatikan Krystal sedari tadi hanya diam saja


"Tidak apa-apa": jawab Krystal singkat, mengalihkan pandangannya keluar jendela


Brave menggenggam 1 tangan Krystal, meletakkannya di pangkuannya. Sambil fokus menyetir mobil.


"Ada apa?": tanya brave lagi,dia tau ada sesuatu yang di pikirkan oleh Krystal


Krystal berbalik, menyampingkan tubuhnya. Menatap pria yang sedang menggenggam tangannya.


"Brave,aku takut. Ak-aku ta-kut,piknik 3tahun lalu yang aku lakukan bersama kedua orangtuaku__": brave menaruh telunjuknya pada bibir Krystal, mengisyaratkan agar gadis itu tidak lagi melanjutkan ucapannya


Brave, menghentikan mobilnya ke pinggir jalan. Lalu menata dalam Krystal,dengan menggenggam kedua tangannya.


"Buanglah dengan jauh rasa trauma,yang pernah kau alami 3tahun lalu. Jika kau terus mengingatnya,itu hanya akan selalu membuatmu takut.": kata brave menatap Krystal


"Semuanya terasa sangat sulit,brave": lirih Krystal, dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya


"Do not Cry!.Semuanya tidak akan sulit,jika kau mau mengikhlaskan semuanya.": ucap brave, mengusap dengan lembut cairan bening yang membasahi wajah Krystal


Brave, mendekatkan wajahnya kepada Krystal. Sesaat kemudian mereka berciuman.Itu di lakukan brave, agar Krystal merasakan jika dia tidak lagi sendiri,ada dirinya yang akan selalu bersama dengannya.


"Jangan menanggungnya seorang diri,kau harus ingat ada aku. Aku akan selalu bersamamu, menjadi orang yang akan selalu berusaha membuatmu bahagia. Dan satu hal,aku tidak akan pernah meninggalkanmu": tutur brave, menempelkan keningnya dengan kening Krystal, sehingga membuat hidung mancung mereka saling bersentuhan. Saling bertatapan mata satu sama lain


Krystal mengangguk menatap brave. Krystal merasa semua yang di katakan oleh brave, adalah benar. Apakah brave juga mencintainya?. Itulah yang selalu ingin Krystal pertanyakan kepada brave.Selama ini brave tidak pernah mengatakan kalimat, bahwa dia mencintainya


Brave, tersenyum menatap Krystal. Lalu mencium kening gadis itu cukup lama, berakhir dengan mengecup singkat bibir Krystal.


Brave kembali melanjutkan perjalanannya,dengan tangan satunya menggenggam satu tangan Krystal. Dan tangan lainnya memegang stir mobil.


1jam kemudian mobil brave sudah tiba,dan brave juga melihat jika yang lainnya juga sudah berada di sana lebih dulu.


Brave, menatap ke sampingnya. Melihat Krystal tertidur selama perjalanan. Dengan tangannya yang tak lepas dari genggaman,brave.


Brave,dengan hati-hati melepaskan genggamannya dari Krystal.Lalu keluar dari mobil, membantu Mark untuk menurunkan sepeda dari atap mobil.


"Di mana Krystal, brave?": tanya Lucia


"Dia di mobil ibu,aku akan membangunnya nanti.": jawab brave, lalu membantu Mark


"Ibu, bukankah brave telah banyak mengalami perubahan":ucap Alexa pada Lucia,dia menyadari sejak Krystal muncul dalam kehidupan brave, secara perlahan brave mulai mengalami perubahan


"Ini semua karena Krystal,ibu hanya berharap jika Krystal jugalah yang akan menghentikannya menjadi sebagai seorang psikopat.": harap Lucia


"Semoga saja, kita hanya perlu terus berdoa, untuk kebahagiaan brave dan Krystal,ibu.": kata Alexa dan di balas anggukan oleh Lucia


"Selesai": seru Alexa setelah dia menata semuanya


Lokasi piknik, berada di pinggir pantai.



Lucia Ariella Arthur


(Ibu brave)