
"Krystal tunggu": teriak Charles yang menghampiri Krystal yang ingin ke kamar mandi
"Ada apa Charles?": tanya Krystal berbalik melihat Charles memanggilnya
"Apa benar jika kau dan brave memiliki hubungan?": tanya Charles bertanya langsung ke intinya
"Kenapa kau tidak bertanya langsung saja pada brave?": tanya balik Krystal karena dia tidak tau harus menjawab apa
"Aku ingin mendengar darimu!": jawab Charles menatap Krystal
"Apa yang kalian lakukan di sini?": tanya seseorang tepat di belakang Charles
"Mark": ucap Charles melihat Mark berada di sana
"Apa yang kalian lakukan di sini?": tanya Mark lagi
"Charles": lanjut Mark meminta jawaban pada sahabatnya
"Aku dan Krystal tidak sengaja bertemu,aku baru saja dari kamar mandi": jawab Charles
"Dan kau?":Mark balik bertanya pada Krystal
"Aku hanya ingin ke kamar mandi":jawab Krystal, setelah mengatakan itu dia langsung meninggalkan kedua pria itu
"Tadi kau bertanya padanya apa dia dan brave memiliki hubungan?": selidik Mark pada Charles setelah hanya tinggal mereka berdua
"Kau menguping":ucap Charles menatap Mark
"Kau tau aku tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain. Tapi tidak dengan urusan keluarga ku!": kata Mark
"Aku tau jika kau menyukai gadis itu!": lanjut Mark
"Jika kau tau itu.Apa kau juga tau jika brave hanya akan mempermainkan Krystal": jawab Charles menatap tajam Mark
"Charles! sudah berapa lama kau berteman dengan kami? Kau bahkan tidak tau apa-apa tentang aku, ataupun Brave!":kata Mark tersenyum mengejek menatap Charles
"Aku peringatkan untuk tidak menggangu apa yang menjadi milik temanmu! jika kau masih menganggap aku dan brave teman": pesan Mark lalu pergi meninggalkan Charles dari sana
Setelah kepergian Mark, Charles segera pergi meninggalkan kediaman Lucia ibu brave. Dia tidak ingin berlama-lama berada di sana.
"Apa yang kau lakukan dengan Charles?": tanya brave dengan santai
"Tidak ada yang aku lakukan!": jawab Mark
Apa dia melihatnya?": batin Mark
"Biarkan saja dia melakukan yang dia inginkan. Kita lihat sampai mana dia akan bertahan": kata brave menatap sekilas Mark
Aku sangat tau bagaimana kau brave!": batin Mark menatap brave sahabat sekaligus saudara baginya
"Aku akan kembali ke apartemenku. Aku titip Krystal padamu,aku akan kembali besok untuk menjemputnya": ucap brave beranjak dari tempat duduknya mengambil mantelnya
"Kenapa kau tidak menginap saja brave?": tanya Mark menahan brave untuk tidak pergi
"Aku ada urusan penting Mark,aku akan kembali besok pagi": jawab brave menatap Mark
"Ini hari ulang tahun ibu! apa kau melakukan itu lagi?": tanya Mark
"Aku tidak akan mengotori tanganku di hari yang berarti untukku Mark!": kata brave
"Katakan pada ibu,aku akan kembali sebelum sarapan pagi": pesan brave pada Mark lalu pergi meninggalkan kediaman ibunya Lucia
Terlihat Krystal datang menghampiri Mark, sekilas Krystal menatap ke arah mobil yang baru saja keluar dari gerbang mansion mewah itu.
"Mark,kemana brave pergi?": tanya Krystal pada Mark
"Kenapa kau tidak bertanya langsung padanya?": tanya balik Mark
"Hmmm,aku akan pulang": ucap Krystal, mengalihkan pembicaraan.Tidak mungkin dia bertanya langsung kepada brave
"Brave akan menjemputmu besok, menginaplah disini": kata Mark menatap Krystal
"Itu tidak perlu,aku akan kembali sendiri.Aku akan menemui ibumu untuk berpamitan": tolak Krystal tidak ingin merepotkan
"Setidaknya menurutlah! kau tau brave sangat tidak suka di bantah": tegas Mark seolah mengisyaratkan sebuah ancaman jika dia membantah perkataan brave
Krystal menundukkan wajahnya dari pandangan Mark, Krystal merasa Mark begitu tidak menyukai dirinya.
"Baiklah,aku akan menginap": kata Krystal menyetujui untuk menginap di mansion mewah itu
Mark lalu pergi meninggalkan Krystal sendiri.
Apa dia tau jika aku dan brave hanya bersandiwara? Dia secara langsung menujukan ketidaksukaannya padaku": batin Krystal
"Krystal sayang,apa yang kau lakukan di sini sendiri?": tanya Lucia yang menghampiri Krystal
"Hmmm,tidak ada ibu.": jawab Krystal
"Brave menitipkan pesan pada Mark,agar kau menginap di sini malam ini. Brave akan menjemputmu besok": kata Lucia setelah Mark memberitahunya
"Iya ibu, aku akan menginap di sini":ucap Krystal tersenyum menatap lembut wanita paru baya yang ada di hadapannya
"Ayo, sekarang sudah waktunya istirahat":Lucia mengajak Krystal untuk kembali masuk ke dalam
"Ibu bisakah aku tidur bersamamu?": tanya Krystal berharap Lucia tidak keberatan jika mengijinkan Krystal tidur bersamanya
"Mau tidur bersama ibu?": tanya Lucia dan di balas anggukan oleh Krystal
"Ibu sangat senang jika kau mau tidur bersama ibu. Jangan ragu untuk meminta apapun pada ibu sayang": lanjut Lucia mengelus lembut pipi Krystal
"Terimakasih,ibu": ucap Krystal tersenyum tulus pada Lucia
"Dalam keluarga tidak ada yang namanya terima kasih sayang. Di dalam keluarga hanya ada kasih sayang dan cinta": kata Lucia
"Ayo, sekarang kekamar ibu": lanjut Lucia mengajak Krystal untuk ke kamarnya
Tuhan aku mohon untuk tidak menghilangkan semua ini dari hidupku untuk kedua kalinya": batin Krystal
"Ini kamar ibu,kau bisa melakukan apapun. Anggap ini kamarmu sendiri. Dan ini baju tidur yang sudah ibu siapkan untukmu": kata Lucia setelah tiba kedalam kamarnya
"Terimakasih": ucap Krystal menerima baju tidur yang di berikan oleh Lucia
"Jangan terus menerus berterima kasih. Ingat yang ibu katakan,dalam keluarga hanya ada kasih sayang dan cinta": kata Lucia mengulang kembali ucapannya karena Krystal terus saja berterimakasih kepadanya
Krystal tiba-tiba memeluk Lucia,entah kenapa rasa emosionalnya begitu membuatnya rapuh. Lucia bagaikan pengobat rindu Krystal kepada orangtuanya yang telah lama meninggal.
"Aku tidak tau harus berkata apa lagi. Aku hanya bisa mengucapkan terimakasih padamu,karena menerima aku layaknya putrimu sendiri. Selama ini aku hanya merasa sendiri,tidak ada orang yang peduli padaku. Sejak kematian orangtuaku aku benar-benar membenci hidupku. Tapi sejak aku bertemu denganmu, menerima aku tanpa melihat aku siapa,aku benar-benar berterimakasih padamu ibu.":ucap Krystal menangis dengan memeluk Lucia mengeluarkan semua kesedihannya yang selama ini tidak bisa dia keluarkan kepada siapapun
"Jangan bersedih sayang, anggap ibu ini sebagai ibumu sendiri. Jika kau membutuhkan ibu, ibu akan selalu berusaha untuk ada untukmu. Putri ibu jangan bersedih lagi,Ibu jadi tidak sabar untuk segera melihat kau dan brave segera menikah": ucap Lucia mengusap air mata yang membasahi wajah cantik Krystal
Aku juga berharap bisa menikah dengan brave! Tapi itu semua hanya mimpi,itu tidak akan pernah terjadi. Maafkan aku ibu,pada akhirnya aku yang membuatmu kecewa dan aku harus siap kehilangan mu dan brave": batin Krystal
Krystal hanya tersenyum menanggapinya.
"Sekarang bersihkan dirimu,ibu perlu mengecek Mark terlebih dahulu": kata Lucia dan di balas anggukan oleh Krystal