
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,sudah waktunya Krystal pulang. Hari ini dia tidak akan datang ke rumah Lucia, karena Krystal merasa tidak enak badan. Krystal sudah menghubungi Lucia sebelumnya,begitu banyak pertanyaan dari Lucia berhasil dia jawab, Krystal hanya tidak ingin membuat ibu dari pria yang saat ini namanya melekat di hatinya,sampai merasa khawatir padanya.
"Ah,ada apa denganku,kenapa aku tiba-tiba merasa sakit pada perutku dan juga rasanya aku ingin muntah": gumam Krystal memegang bagian perut atasnya yang terasa sakit
Tapi dengan begitu Krystal segera membereskan mejanya, mengambil berkas-berkas yang harus dia bawah pulang, memasukkannya ke dalam tas.
Krystal berjalan keluar dari ruangannya,dia harus menemui brave terlebih dulu, untuk berpamitan pulang.
Tok.tok.tok
"Masuk": jawab sang empunya dari dalam
Krystal masuk dengan raut wajah baik-baik saja,dia adalah gadis yang sangat handal dalam menyembunyikan rasa sakitnya dari orang lain.
"Tuan,saya kesini untuk pamit pulang lebih dulu": ucap Krystal setelah masuk ke dalam ruangan brave
"Hmmm": sahut brave dengan singkat melihat Krystal sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya ke laptop
"Saya permisi tuan": pamit Krystal membungkuk sopan sebelum keluar dari ruangan brave
Ekor mata brave memperhatikan Krystal keluar dari ruangannya.
"Kenapa ini begitu nyeri":gumam Krystal memegang bagian perut atasnya yang sakit
Krystal berjalan melewati lobby yang sudah sangat sepi, hanya ada beberapa saja yang tinggal.
"Nona Krystal,anda kenapa?": tanya security yang sudah mengenal baik Krystal
"Saya tidak apa-apa pak": jawab Krystal dengan tersenyum
"Tapi nona begitu pucat": ucap security karena melihat wajah Krystal begitu pucat
"Owh,saya harus pulang sekarang. By pak sampai jumpa besok": ucap Krystal melambaikan tangannya kepada security yang biasanya di sapa pak Tomi
"Iya non, hati-hati": teriak pak Tomi
"Putriku, mungkin kau sama seperti nona Krystal sekarang": gumam pak Tomi ,jika melihat Krystal, itu bisa mengobati kerinduannya kepada putrinya yang sudah tidak dia temui sejak berpisah dari istrinya 2tahun lalu
Krystal sudah menunggu lama di halte,tapi busway yang biasanya dia tumpangi belum juga tiba. Krystal benar-benar tidak tahan lagi dengan rasa nyeri yang dia rasakan.
Krystal dengan terpaksa berjalan,hanya butuh beberapa menit agar dia bisa sampai ke kontrakannya,mungkin dengan berjalan bisa mengurangi rasa sakit di perutnya. pikir Krystal.
"Hay nona cantik": tiba-tiba muncul 2 orang preman menghalangi jalan Krystal
Krystal menghiraukan kedua preman itu,dia terus berjalan mencoba untuk tetap tenang, berharap preman itu tidak mengganggunya.
Tapi tiba-tiba salah satu dari preman itu menarik lengannya.
"Lepaskan aku!": tegas Krystal memberontak berusaha untuk melepaskan lengannya dari preman itu
"Hahaha,nona cantik. Ayo bermain dengan kami": kata preman itu menatap tubuh Krystal dari atas hingga bawah
"Lepaskan aku,jangan macem-macem": Krystal benar-benar takut,dia terus mencoba untuk melepaskan diri dari kedua preman itu
"Tolong,tolong aku!!": teriak Krystal berharap seseorang datang menyelamatkan dirinya
"Teriaklah sepuasnya,tidak akan ada yang membantumu nona cantik": kata preman itu mendorong Krystal hingga terbaring di atas rerumputan
Jalan itu begitu sepi, sangat jarang ada pejalan kaki yang lewat.Maka kemungkinan besar tidak akan ada yang mendengar suara Krystal yang meminta tolong.
"Kita bersenang-senang": kata kedua preman itu menatap Krystal dengan penuh hasrat
"Tolong!! lepaskan aku": Krystal semakin panik saat salah satu preman itu mencoba untuk membuka bajunya
Preman satunya lagi memegang kedua tangannya dengan sangat kuat, mencoba untuk mencium Krystal.
"Lepaskan aku, brengsek!!": Krystal mencoba untuk memberontak agar terlepas dari kedua preman itu
Salah satu dari preman itu berhasil menempelkan bibirnya dia leher Krystal.
"Lepaskan aku!!": teriak Krystal merasa jijik karena kedua preman itu menyentuhnya,bahkan mencium lehernya
2 orang pria datang menyelamatkan Krystal yang nyaris saja di perkosa oleh kedua preman itu.Kedua pria itu menghajarnya tanpa ampun hingga wajah kedua preman itu hancur.
"Brave": gumam Krystal sebelum kesadarannya benar-benar hilang
"Mark, bawah Krystal ke apartemenku sekarang,dan panggil kak Alexa untuk memeriksanya": kata brave kepada Mark
"Dan kau?": tanya balik Mark
"Cepatlah Mark!, Krystal pingsan": tegas brave melihat Krystal pingsan
"Baiklah":Mark mengendong tubuh Krystal menuju mobil, untuk segera ke apartemen brave
Sedangkan brave masih mengurus kedua preman yang hampir saja memperkosa Krystal.
"Hmmm,karena kalian sudah berani menyentuh wanitaku! aku akan memberikan kalian hadiah yang sangat bagus.": ucap brave memasang kaos tangannya lalu mengeluarkan pisau yang selalu terselip di balik jasnya
"Ampunilah kami tuan": kata salah satu preman itu meminta pengampunan brave
"Kami berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi": sambung preman satunya lagi
"Ck! manusia seperti kalian tidak pantas untuk di ampuni. Kalian akan selalu memakai kata-kata itu setelah tertangkap.": kata brave tersenyum licik menatap kedua preman itu
Brave berjongkok di hadapan kedua orang itu, melihat kedua pria itu bergetar ketakutan melihat brave memegang sebuah pisau.
"Kenapa? Apa kalian takut dengan benda ini": tutur brave memainkan pisau itu
"Apa kalian pernah merasakan sakitnya,jika benda ini menembus kulit kalian?":tanya brave tatapan matanya berubah menjadi sangat menakutkan
"Ampunilah kami tuan": dengan cepat kedua preman itu bersujud di kaki brave
"Jika kalian masih hidup,itu karena aku masih memberikan kalian kesempatan. Tapi seorang psikopat sepertiku tidak pernah memberi kesempatan kepada orang seperti kalian! Jadi aku dengan sangat senang hati karena berkesempatan mempercepat ajal kalian!": ucap brave tertawa psikopat
Kedua pria itu benar-benar ketakutan, mereka tidak menyangka akan bertemu dengan seorang psikopat seperti brave.
Brave kembali mengingat bagaimana kedua pria itu menyentuh Krystal dengan tangannya yang kotor itu. Tanpa rasa belas kasih brave menusuk telapak tangan yang sudah mencekal lengan Krystal.
"Aaaaaa": ringis pria yang menerima tusukan pisau dari brave
"Dan ini karena kau berani menciumnya": lanjut brave merobek mulut pria yang sudah mencium leher Krystal
"Dan ini untuk kalian karena berani menatap wanitaku dengan nafsu!": lanjut brave menusuk kedua mata pria itu bergantian dengan pria satunya lagi
"aaaaaaaaa,aaaaa": ringis kedua pria itu memegang matanya
Brave tersenyum bahagia melihat kedua pria itu kesakitan, bahagia karena melihat mereka merasakan sakit sebelum benar-benar tewas.
Brave sangat menikmati pemandangan itu.
Sudah merasa puas,tak mau berlama-lama brave mengeluarkan pistol anti suara dari balik jasnya.
Dor.Dor.Dor
Dalam hitungan detik setelah pistol itu keluar dari balik jas brave sudah memakan 2 nyawa manusia sekaligus.
"Inilah yang pantas untuk kalian!":ucap brave mencium ujung pistolnya
Brave lalu mengeluarkan ponselnya, menghubungi anak buahnya untuk membereskan mayat kedua pria itu.
"Tuan": tunduk anak buah brave yang berjumlah 7orang yang baru saja tiba
"Delon, bereskan mereka. Jangan sampai kalian meninggalkan jejak sedikitpun": perintah brave pada anak buahnya
"Baik tuan": patuh Delon dan para anak buahnya yang lain
Ketujuh anak buah brave itu adalah orang-orang yang sudah mengabdikan hidupnya kepada brave. Setelah brave menyelamatkan hidup mereka. Delon adalah salah satu dari mereka,dan menjadi kepercayaan brave.
Mereka semua akan membereskan mayat-mayat manusia yang menjadi korban brave, membuangnya ke dalam hutan belantara yang di huni oleh ribuan hewan buas. Hutan yang juga menjadi hak milik Brave, setelah membelinya pada pemerintah.