My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Krystal Decision



Tepat pukul 11 malam,brave baru saja tiba di kediaman Lucia ibunya.


"Kau dari mana saja brave?.


Krystal sedari tadi menunggu mu": kata Lucia yang sengaja menunggu kedatangan brave di ruang tamu


"Ibu,aku memiliki banyak pekerjaan. Jadi aku telat menjemput Krystal": jawab brave kepada Lucia


"Kau tidak melakukan itu lagi kan brave?":tanya Lucia menatap putranya


"Di mana Krystal ibu?.


Aku akan mengajaknya kembali ke apartemen": tanya brave mengalihkan pembicaraan


"Brave jawab ibu,kau tidak melakukan hal itu lagi bukan?": tanya Lucia memegang kedua lengan kekar putranya, menatap brave dengan serius


"Ibu! aku tidak akan pernah berhenti. Ini sudah jalan takdirku,inilah kenyataannya": jawab brave menatap ibunya


Plakkkk.


Lucia menampar wajah brave.


"Ayahmu bisa berhenti melakukan itu,kenapa kau tidak bisa! Kau akan menikahi gadis yang begitu baik,dan polos. Setidaknya jika memang kau tidak bisa berhenti melakukan itu demi ibu,lakukan untuk Krystal. Dia gadis yang baik, bagaimana jika dia mengetahui semuanya!": air mata Lucia luruh begitu saja menatap putranya yang benar-benar di luar kendalinya


"Aku sudah berusaha ibu!. Apa ibu pikir aku tidak pernah berusaha untuk menghentikannya,aku selalu berusaha untuk tidak melakukan hal itu demi ibu. Aku berusaha untuk bisa seperti ayah. Tapi sampai saat ini,aku tidak bisa berhenti!": tutur brave menatap ibunya


"Aku ingin, menghilangkan itu ibu. Aku berharap dengan adanya Krystal bisa membuat aku berhenti untuk membunuh orang": lanjut brave berlutut di hadapan ibunya, memeluk kaki Lucia tanpa sadar dia mengeluarkan air matanya


Lucia terenyuh melihat putranya meneteskan air mata. Untuk pertama kalinya Lucia melihat brave menangis setelah kepergian suaminya 12 tahun lalu.


"Maafkan ibu,nak. Ini semua salah ibu,jika saja ibu menyadarinya sejak kau kecil. Ibu pasti akan berusaha untuk tidak membiarkan kau seperti ayahmu": tangis Lucia memeluk erat putranya


"Tidak ibu,ini semua bukan salah ibu.":bantah brave dia tidak mau jika sampai ibunya menyalahkan dirinya sendiri


"Ini sudah menjadi takdirku": lanjut brave mengusap air mata yang membasahi wajah ibunya


Lucia memeluk brave cukup lama.Keinginan terbesarnya adalah melihat brave bahagia dan bisa berhenti menjadi seorang psikopat.


Tuhan,aku berharap putraku bisa menghentikan semuanya. Aku ingin melihatnya bahagia sebelum aku pergi meninggalkannya": batin Lucia


"Sekarang istirahatlah. Untuk malam ini tidurlah di sini, Krystal juga sudah tidur sejak 1 jam yang lalu. Jangan membangunkannya": kata Lucia mengakhiri semuanya,dia takut jika ada pelayan yang mendengarnya dengan brave


"Baiklah,aku akan ke kamarku": kata brave


"Ibu menyuruh Krystal untuk tidur di kamar mu": ucap Lucia kepada brave


"Tidak apa,aku akan tidur bersamanya": jawab brave menatap ibunya


"Brave": Lucia menahan tangan brave


"Tenang saja,aku tidak akan melakukan hal itu sebelum adanya ikatan sah di antara kami ibu.": lanjut brave mengerti apa yang di pikiran oleh ibunya


"Baiklah,ibu percaya padamu": kata Lucia percaya pada brave


..


..


..


..


"Apapun yang kau ketahui suatu saat nanti,aku tidak akan pernah melepaskanmu! Kau akan selalu bersamaku, selamanya":gumam brave memandangi wajah cantik Krystal


Brave membuka jas yang dia kenakan, menaruhnya di sofa, dan dia hanya mengunakan kemeja putih dengan setegah kancing terbuka.Brave naik ke atas tempat tidur, membaringkan tubuhnya tepat di samping Krystal. Menarik gadis itu ke dalam dekapannya.


"Kau sudah kembali": ucap Krystal dengan suara serak bangun tidur,dia merasakan seseorang memeluknya dan dia yakin jika itu adalah brave


"Hmmm,maaf karena mengganggu tidur mu": kata brave semakin mengeratkan dekapannya pada tubuh kecil Krystal


"Aku mengantuk": ucap Krystal menenggelamkan wajahnya di dada bidang brave


"Tidurlah": tutur brave mengelus lembut kepala Krystal


"Brave": panggil Krystal, kembali membuka matanya


"Hmmm": jawab singkat brave


"Brave,aku akan menjawabnya sekarang.": ucap Krystal


Brave mengerti dengan apa yang di maksud oleh Krystal.


"Apa jawaban mu?": tanya brave


Lama brave menunggu jawaban Krystal,tapi gadis itu hanya diam saja.


"Jangan memaksakan diri,ibu memberikan kita waktu seminggu untuk menjawabnya.": lanjut brave


"Setelah kematian orangtuaku,aku tidak memiliki siapapun lagi. Sudah lama sekali aku tidak merasakan kasih sayang dari mereka. Tapi tuhan berbaik hati, karena mempertemukan aku dengan sosok seperti ibumu,aku kembali bisa merasakan kasih sayang yang aku rindukan.": tutur Krystal,dia begitu bahagia karena bisa bertemu dengan Lucia dan mendapatkan kasih sayang darinya


Brave diam mendengarkan ungkapan Krystal.


Tangannya yang tak henti, mengelus kepala gadis itu dengan lembut. Sehingga Krystal merasa nyaman dan terlindungi oleh perlakuan brave.


"Brave, aku ingin bersama dengan ibumu selamanya. Aku tidak ingin kehilangan kasih sayangnya,aku ingin mengurusnya seperti ibuku sendiri. Maka dari itu aku akan mengikuti semua apa yang kau katakan,aku akan menurut padamu. Asalkan jangan pisahkan aku dari ibumu": lanjut Krystal mendongakkan kepalanya agar bisa melihat brave


Krystal telah memikirkan semuanya secara matang,dia akan mengikuti semua kemauan brave. Dia ingin terus merasakan kasih sayang dari Lucia. Saat Lucia mengajaknya jalan-jalan hari ini,dia di buat sadar bahwa Lucia begitu menyayangi dirinya. Dan Krystal juga memiliki ketakutan kehilangan kasih sayang dari sosok ibu untuk kedua kalinya.


Brave menatap dalam mata Krystal,dia bisa melihat Krystal benar-benar membutuhkan kasih sayang seorang ibu.Brave tidak tau apa saja yang di alami Krystal sebelum bertemu dengannya. Tapi dari sini brave berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu membuat gadis itu merasakan kebahagiaan,dia tidak akan pernah melepaskan Krystal sedikitpun darinya.


"Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya,bahwa kau adalah wanita yang sama pentingnya seperti ibuku. Aku hanya ingin mengatakan ini,jadi perlu kau ingat. Apapun yang terjadi suatu saat nanti,kau tidak akan pernah lepas dariku.":kata brave menangkup wajah Krystal dengan kedua tangannya


"Terima kasih!": lirih Krystal dengan mata yang sudah berkaca-kaca menatap brave


Krystal menatap dalam mata brave,tidak ada kebohongan yang Krystal lihat. Krystal berharap jika memang brave, menganggap dirinya penting dalam kehidupannya.


"Jangan pernah meneteskan air mata ini lagi. Aku tidak suka melihatnya": ucap brave mengusap lembut sudut mata Krystal yang meneteskan air mata


"Besok kita akan membicarakan ini kepada ibu. Aku yakin ibu pasti akan sangat bahagia": lanjut brave


"Iya": jawab singkat Krystal tersenyum kepada brave


Brave terpaku pada senyuman itu. Brave mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Krystal. Ciuman itu berlangsung cukup lama, dengan sadar Krystal juga membalasnya.


Semoga keputusan yang aku ambil adalah benar,aku hanya ingin bahagia. Jika memang dengan cara ini aku selalu bisa bersamamu dengan ibu,aku akan melakukan apapun itu agar bisa bersama kalian selamanya. Karena kebahagiaan ku ada pada kalian": batin Krystal