
Brave, baru saja tiba di GA-VE Company, setelah mengantarkan istrinya ke kampus. Karena ini adalah hari pertama Krystal kuliah. Seperti biasanya, Brave terlihat begitu acuh.Terlihat sombong! Tapi semua orang pasti sudah tahu, itulah sifat umum Brave. Tapi dengan begitu, Brave tetap saja menjadi idola para wanita luar sana.
“Berhenti untuk menganguminya, akan sangat sulit bagiku! Bahkan setelah dia menikah dengan nyonya Krystal, aku tetap mengangumi dirinya.”Kata salah satu staf, yang bekerja di perusahaan Brave.
“Berhenti berhayal! Dan berhati-hatilah jika berbicara tentang tuan Brave dan kelurganya. Jika kau masih ingin bekerja di sini.” Kata staf lainya, memperingatkan temannya itu.
***
Brave baru saja tiba di lantai di mana ruangannya berada. Tapi saat Brave berjalan ke arah ruanganya, dia tidak sengaja mendengar suara ibunya dari salah satu ruangan yang saat ini di pakai oleh Mark.
“Mark! Kenapa kau malah menahan ibu untuk membereskan wanita itu?” Tanya Lucia, dengan suara yang terdengar kesal.
“Ibu sudahlah, aku juga sedang mencari sekertaris baru untuk Brave, seperti yang ibu mau. Jadi biarkan saja dia aku pindahkan ke perusahaan cabang di california.” Ucap Mark.
“Itu tidak perlu!” Kata Lucia.
“Maksud ibu apa?” Tanya Mark, dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh ibunya itu. Bukankah, Lucia yang meminta agar Brave menganti sekertaris baru dan juga harus seorang pria.
“Charles akan segera kembali ke amerika, dia yang akan kembali mendampingi Brave di perusahaan seperti dulu lagi.” Jawab Lucia, dengan tersenyum.
“Maksud ibu, Charles?” Tanya Mark, lagi.
“Ya, memangnya ada Charles lain!” Jawab Lucia, menatap Mark.
“Sudah cukup kalian bertiga bermusuhan! ibu sudah muak dan juga kesal, karena kalian bertiga tidak pernah bisa menyelesaikan permasalahan kalian. Apa kalian tidak ingat? jika kalian itu tumbuh bersama, kalian bukan lagi anak kecil. Jadi berhenti berlagak seperti tak saling kenal.” Lanjut Lucia, mengingat permasalahan yang terjadi kepada Brave, Mark dan juga Charles.
Mark diam mendengar apa yang di katakan oleh Lucia. Bohong jika Mark menyangkal jika dia tidak merindukan Charles.
“Bagaimana ibu tahu jika kami_” Mark baru saja ingin bertanya, tapi dia melihat kehadiran Brave di ambang pintu.
“Sejak kapan kau di sana?” Tanya Mark, menatap Brave.
Lucia mengalihkan pandangannya, dan melihat kehadiran Brave di sana.
“Sejak kau mendapatkan omelan ibu.” Jawab Brave, dengan mengejek Mark.
“Sial!” Umpat Mark, kepada Brave.
“Kau, cepat urus sekertarismu itu! Ibu tidak menyukainya.” Ucap Lucia, kepada Brave.
“Kapan dia akan kembali?” Tanya Brave, kepada ibunya.
“Secepatnya!” Jawab Lucia, menatap Brave. Dia tahu jika Brave juga pasti masih menganggap Charles sebagai sahabatnya.
"Apa ibu yang menyuruhnya kembali?" Tanya Brave.
“Ada apa? Apa kau keberatan?” Tanya Lucia, melihat Brave diam saja.
“Tidak! Kata saja salamku kepadanya, jika dia kembali aku akan menganggapnya sebagai sahabatku lagi. Tapi tidak, jika dia mencoba merebut wanitaku.” Ucap Brave, mengatakannya dengan santai. Tersenyum menatap ibunya dan Mark. Tapi itu terdengar sebuah peringatan jika Charles kembali ke amerika.
Brave, lalu pergi meninggalkan Lucia dan Mark. Itu membuat Lucia kembali menatap Mark.
“Apa yang di maksud oleh Brave, tadi?” Tanya Lucia, dengan tatapan mengintimidasi kepada Mark.
Lucia terdiam, setelah mendengar kenyataan yang di katakan oleh Mark. Karena itulah Charles pergi, Karena dia mencintai Krystal, menantunya. Selama ini dia hanya tau jika ketiga pria itu sedang berselisih, sehingga membuat Charles pergi. Tanpa Lucia tahu, inti permasalahannya.
“Mungkin dia sudah melupakanya, ini sudah cukup lama.” Ucap Lucia, mencoba untuk tetap berpikir positif tetang Charles, bahwa pria itu pasti sudah tidak mencintai menantunya lagi.
“Kita tidak bisa tahu bagaimana hati seseorang ibu. Aku juga selalu berharap jika, aku, Charles dan Brave akan selalu bersama. Delapan bulan, waktu yang singkat jika dia melupakan cintanya dengan Krystal. Jika dia kembali
dengan alasan pertemanan kami, aku akan menjamin jika Brave akan seperti dulu lagi, bagaimana seadanya kita bertiga.” Jelas Mark.
“Tapi ibu, bagaimana jika dia kembali untuk merebut Krystal dari Brave?” Tanya Mark.
“Itu tidak akan terjadi! Dan kau, berhentilah berbicara, kau membuat ibu semakin bingung.” Tegas Lucia.
“Ibu seharusnya kembali ke rumah sekarang.” Lanjut Lucia, mengambil tasnya lalu berjalan keluar, meninggalkan ruangan Mark.
Mark melihat ibunya berjalan meninggalkan ruangannya, dia sangat yakin jika masalah ini akan menjadi beban pikiran untuk ibunya itu. Mark sangat tau, bagaimana bahagianya Lucia, setelah menjadikan Krystal menantunya. Wanita paru baya itu, begitu menyayangi Krystal.
“Semoga saja benar, kau kembali karena telah melupakan cintamu pada Krystal.” Gumam Mark, di sangat berharap jika Charles kembali karena ingin memperbaiki semuanya.
***
Brave menatap keluar jendela, memperlihatkan dengan jelas kota Los Angeles.
“Dia akan kembali? Apa karena dia telah melupakan Krystal?” Batin Brave.
Seseorang masuk ke dalam ruangannya, tanpa melihatnya, Brave sudah tau jika itu adalah Mark.
“Apa ibu sudah kembali?” Tanya Brave.
“Hmmm” Deham Mark. Berjalan mendekati Brave.
“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Mark.
“Tidak ada yang perlu aku lakukan, Charles bukan masalah besar bagiku.” Jawab Brave, dengan santai.
“Delapan bulan, apakah itu cukup membuat dia sadar dan melupakan cintanya pada istrimu?” Mark bertanya-tanya akan hal itu.
“Katakan apa yang ingin kau katakan.” Ucap Brave, menatap sekilas ke arah, Mark.
“Jika seorang pria mencintai wanita, tapi tidak bisa memilikinya, butuh waktu yang lama untuk menghilangkan perasaan itu. Aku tidak tau, apa dia kembali untuk memperbaiki segalanya atau malah sebaliknya. Charles tau segalanya tentang mu, aku hanya takut jika dia mengunakan itu untuk menghancurkan hubunganmu dengan Krystal.” Jelas Mark.
“Apa benar dia tau segalanya tentangku? Haa..aku rasa tidak!” Ucap Brave, tersenyum menatap keluar jendela. Mengingat, bahwa Charles tidaklah mengenal dirinya dengan baik. Charels hanya tahu jika, dia ini seorang Psikopat.
“Kau tahu siapa Alice dan Chris, jika mereka sampai mengetahui kau seorang Psikopat, dia tidak akan membiarkan adiknya tetap bersamamu.” Kata Mark, mengaitkan semuanya, yang kemungkinan akan terjadi.
“Kau takut, jika Charles akan mengatakan jika aku adalah seorang psikopat kepada Alice dan Chris?” Tanya Brave.
“Aku menghawatirkanmu dan juga ibu. Kau tau, bagaimana ibu sanggat menyayangi Krystal.” Ucap Mark, menatap Brave.
“Haah.. Kau tau, aku tidak pandai berterima-kasih, tapi kau cukup membuat aku terharu, karena telah menghawatirkan aku, Terima kasih Mark. Tapi, jika itu memang terjadi, aku tidak akan melepaskan Krystal sampai kapan pun. Kecuali, jika memang Krystal yang memintanya.” Ucap Brave, menepuk bahu Mark. Lalu kembali duduk ke sofa.
“Aku selalu berdoa untuk orang yang aku cintai, untuk tetap bahagia selamanya. Aku juga tidak akan pernah membiarkan kau berpisah dengan orang yang kau cintai, Brave. Aku akan selalu ada di belakang mu, aku juga akan menyingkirkan orang-orang yang ingin menghancurkanmu. Tidak terkecuali, jika itu adalah Charles sekalipun!” Batin Mark, menatap ke arah Brave, yang kini memejamkan matanya di atas sofa.