My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Looking for trouble!



Setelah puas berjalan-jalan bersama dengan Helena,kini Krystal dan Helena berada di sebuah restoran untuk membeli makan siang untuk brave.


"Bagaimana jika kau ikut saja ke kantor brave?": ajak Krystal pada Helena


"I can't, I want to go home ":tolak Helena dengan tersenyum menatap Krystal


"Baiklah terserah kau saja": kata Krystal


Lalu waiters datang membawa makanan yang telah di pesan oleh Krystal, setelah membayarnya Krystal dan Helena segera meninggalkan restoran itu.


"Aku akan mengantarmu, naiklah": kata Helena


"Bukankah kau ingin pulang,aku bisa naik taksi": kata Krystal menatap sahabatnya itu


"Aku yang akan mengantarmu, setelah itu baru aku pulang": jawab Helena


"Terima kasih, Hele": ucap Krystal tersenyum lalu masuk ke dalam mobil Helena


"There are no thanks in friendship": kata Helena dan di balas senyuman oleh Krystal


Helena lalu melajukan mobilnya menuju perusahaan milik brave.


Hanya memakan waktu sekitar 25 menit kini mereka telah tiba di depan gedung tinggi Ga-ve Company.


"Hubungi aku jika kau telah tiba di rumah,salam untuk kak Alice dan Hana. Aku belum sempat menemui mereka": pesan Krystal kepada Helena


"Iya akan aku sampaikan, sekarang masuklah aku akan pulang": ucap Helena


"Bye Hele": Krystal melambaikan tangannya kepada Helena setelah turun dari mobil sahabatnya itu


"Bye": Helena membalasnya sebelum kembali melajukan mobilnya menuju kediamannya


Setelah Helena pergi, Krystal lalu berjalan masuk melewati lobby. Para staf yang melihat kehadirannya membungkukan kepalanya kepada Krystal sebagai hormat mereka kepada ibu Presdir Ga-ve Company.


Krystal membalasnya dengan senyuman, jujur saja Krystal merasa risih dan canggung mendapatkan perlakuan seperti itu dari semua staf yang bekerja di perusahaan brave.


Bahkan di sini pun sama!": batin Krystal


"Permisi, apakah aku bisa bertemu dengan tuan brave?": tanya Krystal menghampiri meja resepsionis


"Nyo-nyonya anda seharusnya tidak perlu datang ke meja resepsionis. Anda bisa langsung menuju ke ruangan tuan brave.":ucap salah satu resepsionis itu


"Aku hanya mengikuti peraturan di sini": kata Krystal


"Iya nyonya tentu":jawab resepsionis itu dengan terbata-bata


"Permisi dan terima kasih": ucap Krystal tersenyum kepada kedua resepsionis itu sebelum berjalan menuju lift karyawan


"Nyonya": teriak salah satu resepsionis memanggil Krystal


"Iya ada apa?": tanya Krystal berbalik menatap resepsionis yang datang menghampirinya


"Jangan naik lift karyawan, gunakan lift pribadi tuan brave sebelah sini": kata resepsionis itu kepada Krystal


"Bukankah ini sama saja,aku juga selalu menggunakan ini saat bekerja di sini.": kata Krystal karena dia juga sering menggunakan lift karyawan itu saat dirinya masih bekerja sebagai sekertaris suaminya


"Jangan lagi nyonya, jangan sampai tuan brave marah karena anda memakai lift karyawan. Saya mohon": kata resepsionis itu dengan memohon kepada Krystal


"Iya baiklah dan berhentilah memohon seperti itu.": Krystal menurut apa kata resepsionis itu


Krystal lalu masuk ke dalam lift, dengan segera Krystal memencet lantai teratas di gedung tinggi itu.


Ting...


Lift yang Krystal tumpangi telah tiba di lantai ruangan suaminya.


Langkah kakinya yang kecil membawanya tiba tepat di depan ruangan brave. Krystal pun memegang handel pintu untuk segera masuk,tapi tiba-tiba seseorang menarik tangannya dengan sedikit kasar sehingga membuat Krystal memekik kesakitan.


"Awww":pekik Krystal hampir saja terjatuh jika tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya


"Siapa kau,kenapa kau ada di lantai ini?": tanya wanita yang menarik tangan Krystal secara kasar


Belum Krystal menjawab, wanita itu kembali melayangkan pertanyaan.


"Apa kau bisu,kenapa kau bisa naik ke lantai ini?": tanya wanita itu lagi


"Apakah kau ingin maling?": tuduh wanita itu kepada Krystal


Krystal menatap wanita itu dengan perasaan kesal!.


"Jaga ucapan mu itu! aku kesini karena ingin menemui suamiku":kata Krystal dengan tegas menatap tajam wanita yang ada di hadapannya


"Hey nona,apakah kau ini sedang pikun atau pura-pura pikun?. Suamimu tidak ada di sini carilah di tempat lain.Ini lantai presdir perusahaan ini,hanya orang-orang penting lah yang bisa menginjakkan kakinya di lantai ini. Sebaiknya kau pergi secepatnya dari sini sebelum aku memanggil security untuk menyeret mu!": ancam wanita itu menatap Krystal dengan angkuhnya


Krystal menatap wanita itu dengan senyuman mengejek. Bagaimana jika wanita yang ada di hadapannya ini mengetahui jika suaminya adalah brave.


Siapa dia? benar-benar membuat mood ku hancur!": batin Krystal


"Jadi apakah kau merasa sangat penting bisa berada di lantai ini?": tanya seseorang dari belakang yang telah memperhatikan Krystal dan wanita itu


"Tuan Mark, selamat datang": dengan cepat wanita itu menyambut kedatangan Mark


Mark menatap tajam wanita itu yang mana dia adalah Felicya yang dia pilih sebagai sekertaris brave.


"Mark, sejak kapan kau di sini?": tanya Krystal karena tidak menyadari keberadaan Mark


"Hey! apakah kau tidak punya sopan santun?": serkas Felicya karena Krystal hanya memanggil Mark dengan nama tanpa adanya embel-embel tuan seperti yang dia lakukan


"Turunkan suara mu darinya! berani-beraninya kau berteriak padanya.":tegas Mark menatap tajam kepada Felicya yang telah berani berteriak kepada Krystal


"Tuan,dia sudah berlaku tidak sopan padamu, karena hanya menyebut namamu saja": ucap Felicya tak terima karena Mark justru membela wanita yang sama sekali tidak dia kenal


"Apakah kau tau siapa dia?": tanya Mark dengan tatapan tajamnya


Felicya menggeleng menandakan tidak mengetahui siapa wanita itu.


"Mark": tahan Krystal agar Mark tidak berbicara


"Nona,dulu aku juga sekertaris di perusahaan ini! tapi aku tidak pernah bersikap seperti dirimu. Berlaku angkuh karena bisa berada di lantai ini bukanlah hal yang patut di sombong kan.": tegas Krystal menatap Felicya


Felicya diam menatap tidak suka kepada Krystal.


"Mark,aku menunggumu di dalam. Kita makan siang bersama dengan brave,aku membeli makanan cukup banyak": lanjut Krystal menatap Mark


"Baiklah": jawab Mark


Krystal pun masuk ke dalam ruangan brave, meninggalkan Mark dan Felicya.


"Apa yang kau lakukan hari ini, bisa saja membuat mu kehilangan nyawa!": ucap Mark kepada Felicya


Felicya menundukkan kepalanya tidak berani menatap Mark.


"Di sana ada CCTV_": tunjuk Mark ke arah kanan yang mana ada CCTV yang mengarah ke pintu masuk ruangan brave


"Suaminya tidak akan memberikan kau ampun karena telah sengaja berbuat kasar kepada istrinya!": lanjut Mark


"A_apa maksudmu tuan?": tanya Felicya bingung dengan apa yang di katakan oleh Mark