
"Brave": panggil Krystal yang baru saja keluar dari walk in closet
Brave mengalihkan pandangannya saat mendengar Krystal memanggilnya. Brave terpaku melihat gadis itu begitu cantik dan elegan dengan gaun malam yang begitu pas pada tubuhnya. Dengan makeup yang tipis membuat aura kecantikan Krystal semakin mempesona.
"Cantik!": gumam brave tapi tak bisa Krystal dengar
"Brave,apa ini cocok aku pakai?": tanya Krystal dengan ragu-ragu meminta pendapat brave
Brave beranjak dari tempatnya, berjalan mendekati Krystal. Brave memperhatikan Krystal dari atas sampai bawah. Itu membuat Krystal semakin gugup dan tidak berani mengangkat wajahnya untuk melihat brave.
Brave memegang dagu Krystal, mengangkat wajah gadis itu agar menatapnya.
"Jangan memakai lipstik lagi,aku tidak suka melihatnya!!": kata brave menatap mata Krystal
Entah kenapa brave tidak suka melihat Krystal memakai lipstik. Brave lebih suka melihat bibir pink alami Krystal.
"Baiklah,aku akan menghapusnya.": ucap Krystal dengan cepat mengambil tisu untuk menghapus lipstiknya
Brave mengambil tisu yang ada di tangan Krystal, mengambil alih untuk menghapus lipstik gadis itu.
"Aku bisa sendiri brave": ucap Krystal menahan tangan brave
"Diamlah!!": tegas brave, mulai menghapus lipstik merah dari bibir mungil Krystal dengan lembut
Aku benar-benar tidak bisa menebak dirimu brave.": batin Krystal
Krystal diam memperhatikan seluruh wajah tampan brave. Yang kini sedang sibuk dengan bibirnya.
"Bisakah kita berangkat sekarang?": tanya brave setelah selesai menghapus lipstik Krystal
"Hmmm,iya": jawab Krystal dengan cepat mengalihkan tatapannya dari brave
..
..
..
..
Kini mereka sudah berada di dalam perjalanan menuju restoran yang sudah di tentukan oleh Lucia. Selama dalam perjalanan brave maupun Krystal hanya diam saja,tanpa ada pembicaraan di antara mereka berdua.
Hingga mereka tiba di tempat tujuan.
"Ayo turun,kita sudah tiba": kata brave setelah memarkirkan mobilnya
Krystal mengangguk kepala,dia segera membuka pintu mobil lalu turun.
Saat berjalan masuk ke dalam restoran,brave menarik Krystal untuk lebih dekat padanya, mengandeng tangan Krystal.Brave yang sudah di kenal di berbagai penjuru,bisa membuat para pengunjung restoran yang melihat mereka begitu kagum,dengan brave yang tampan dan Krystal yang begitu cantik dan anggun.
Siapa wanita itu,dia begitu cantik. Beruntung sekali dia bisa bersama dengan tuan brave.
Mereka sangat cocok,cantik dan tampan.
Dia wanita yang sangat beruntung,karena bisa meluluhkan hati tuan brave.
Masih banyak lagi pujian dan tak sedikit pula ada yang tidak menyukai Krystal yang bisa mendapatkan brave. Dan itu semua berasal dari para wanita yang menjadi pengagum brave.
"Pasti dia hanyalah seorang wanita rendahan! aku sangat yakin jika dia menawarkan tubuhnya kepada tuan brave": kata salah satu pengunjung wanita
"Ya itu sudah pasti": sahut wanita yang ada di sampingnya
Kedua wanita itu begitu tidak menyukai keberadaan Krystal di samping brave. Mereka iri karena mereka adalah pengagum brave.
Dan yang mereka pikir hanyalah,tidak ada wanita yang pantas untuk seorang brave menurut mereka.
Tanpa kedua wanita itu sadari, obrolan mereka yang menjelekkan Krystal terdengar oleh brave saat melewati meja kedua wanita itu. Brave menatap kedua wanita itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Oh ya ampun, lihatlah itu tuan brave melihat ke arah kita": salah satu wanita itu menyadari brave menatap ke arahnya dan temannya
Kedua wanita itu begitu bahagia karena merasa brave memperhatikannya,dengan pedenya mereka melambaikan tangan kepada brave.
"Antarkan dia ke tempat yang sudah di pesan oleh nyonya Lucia": kata brave kepada waiterss
"Baik tuan": patuh waiterss itu dengan sopan
"Dan kau mau kemana?": tanya Krystal menahan tangan brave
"Aku ingin ke toilet, masuklah lebih dulu": jawab brave tanpa mengubah raut wajahnya
Krystal mengangguk, mengikuti arah waiterss membawanya.
Sedangkan brave memanggil salah satu waiters untuk mendekat padanya. Brave meminta pulpen dan kertas kosong kepada waiters.
"Berikan kepada kedua wanita itu,dan seluruh tagihannya aku yang bayar.": kata brave meminta kepada waiters untuk memberikannya kepada kedua wanita itu
"Baik tuan": waiters itu mengambil kertas yang ada di tangan brave,lalu berjalan menuju meja kedua wanita itu
Setelah itu brave segera menyusul Krystal.
"Nona ini dari tuan brave,dan seluruh makanan kalian sudah di bayar olehnya": kata waiters kepada kedua wanita itu
Dengan cepat kedua wanita itu mengambil kertas yang di tujukan kepada mereka.
Mau bersenang-senang. Kalian berdua bisa datang ke club milikku.
Itulah isi kertas yang berasal dari brave.
"OMG,tuan brave mengundang kita":seru wanita itu yang bernama Sea
"Kita harus datang": kata wanita itu yang bernama Alen
Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkanmu tuan brave": batin Alen
..
..
..
..
"Sayang di mana brave,kenapa kau hanya datang seorang diri?": tanya Lucia menyambut Krystal dengan pelukan
"Tadi dia bilang ingin ke toilet ibu": jawab Krystal membalas pelukan Lucia
"Apa ibu sudah menunggu lama?": tanya Krystal menatap Lucia
"Tidak sayang. Ayo sekarang duduklah dulu,ibu sangat merindukanmu": ucap Lucia mengajak Krystal untuk duduk dan mengajaknya mengobrol
"Aku juga merindukan ibu,maaf karena akhir-akhir ini Krystal tidak datang menemui ibu":tutur Krystal
"Ibu tidak apa-apa nak, justru ibu sangat khawatir setelah mendengar kau hampir saja mengalami kejadian yang buruk": kata Lucia , karena dia sudah mengetahui semuanya
"Ibu mengetahuinya dari brave sayang": lanjut Lucia
"Iya ibu,aku bersyukur karena brave dan Mark datang menyelamatkan aku. Jika tidak ,aku tidak tau lagi apa yang terjadi padaku": ucap Krystal
"Jika saja terjadi apa-apa padamu,ibu pasti akan sangat marah kepada brave!": tutur Lucia
"Buktinya dia tidak apa-apa ibu": sahut brave yang baru saja bergabung
Lucia dan Krystal mengalihkan pandangannya ke arah brave.
"Ya,tapi kau harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaga calon menantuku brave!": tegas Lucia menatap putranya
"Terserah kau saja ibu": jawab brave dengan malas
Krystal menatap brave sekilas,dia tidak tau apakah yang Lucia katakan akan benar-benar terjadi atau tidak.
Itu yang aku inginkan,tapi apakah itu akan terjadi? rasanya tidak mungkin jika aku dan brave menikah. Membayangkannya saja aku merasa tidak pantas.": batin Krystal
"Sudahlah, sekarang kita makan. Ibu sudah lapar": kata Lucia
"Setelah ini,ada yang ingin ibu bicarakan pada kalian": lanjut Lucia
Krystal menatap Lucia,dia begitu penasaran apa yang ingin di bicarakan oleh wanita yang berstatus sebagai ibu dari pria yang dia cintai itu.
"Kemana Mark ibu?": tanya brave di sela-sela makannya
"Dia pergi menemui Alexa mungkin": jawab Lucia
"Sudah kuduga,anak itu tidak bisa marah begitu lama kepada kak Alexa": ucap brave
"Karena Mark mencintainya": sambung Lucia
Krystal hanya diam mendengarkan obrolan ibu dan anak itu. Krystal tidak tau siapa itu Alexa.