
"Ini hadiah dari ibu untukmu, semoga kau suka sayang": kata Lucia memberikan kotak berukuran sedang kepada Krystal
"Hadiah yang sangat berharga untukku adalah menjadi putri mu ibu": ucap Krystal menatap Lucia dengan senyuman yang tulus
Lucia terharu mendengar ungkapan Krystal. Bahagia itulah yang di rasakan Lucia karena Krystal yang menjadi menantu keluarga Arthur,brave tak salah memilih istri.
Bukan hanya Lucia yang terharu dengan ungkapan Krystal tapi juga Alice, Chris,Mark dan juga Alexa yang berada di sana yang mendengar langsung ungkapan Krystal kepada Lucia.
Brave yang duduk tepat di samping istrinya, begitu bahagia karena Krystal telah menjadi miliknya. Brave bisa melihat betapa Krystal begitu menyayangi ibunya Lucia.
"Sekarang buka hadiahnya sayang": kata Lucia kepada Krystal dan di balas anggukan oleh Krystal
Setelah membuka hadiah dari Lucia, Krystal begitu terkejut melihat hadiah yang di berikan oleh ibu mertuanya itu. Sebuah kalung berlian yang mana itu sangat mewah dan tentunya berharga fantastis. Krystal memang tidak begitu menyukai memakai barang-barang mewah,tapi bukan berarti Krystal tak mengetahui bahwa kalung berlian yang di berikan oleh Lucia adalah salah satu rancangan desainer terkenal dunia yang mana kalung berlian itu di beri nama Berlian biru Chopard.
"Ini untukku ibu?": tanya Krystal kembali menatap Lucia
"Iya sayang,itu untukmu dari ibu": jawab Lucia tersenyum
"Tapi ini sangat mahal ibu": ucap Krystal
"Berapapun harganya ibu tidak peduli, yang terpenting itu bisa membuat mu bahagia. Karena kau adalah putri ibu, putri keluarga Arthur": jawab Lucia mengelus lembut pipi Krystal
"Terima kasih,ibu. Aku begitu bahagia karena memiliki mu sebagai ibu ku": ucap Krystal memeluk Lucia lalu berakhir mencium kening dan pipi ibu mertuanya
"Sama-sama sayang": balas Lucia
"Dan ini dari ku dan Mark": kata Alexa memberikan sebuah amplop
Brave lalu mengambilnya dan segera membukanya.
"Tiket": ucap brave setelah menemukan 2 buah tiket penerbangan ke negara Rusia
"Hmmm,kami ingin kalian honeymoon.": jawab Mark
"Baiklah,aku akan pergi dengan Krystal.": ucap brave menatap ke arah Krystal
"Terima kasih,Mark,kak Alexa": ucap Krystal tersenyum kepada Mark dan Alexa dan di balas anggukan oleh keduanya
"Krystal": panggil Alice kepada adiknya itu
"Iya kak,ada apa?": tanya Krystal menatap Alice
"Ini untukmu": kata Alice memberikan sebuah amplop coklat kepada Krystal
Krystal lalu menerimanya dan langsung membukanya.
"Apa ini?": tanya Krystal menatap Alice dengan serius setelah membaca isi amplop coklat yang di berikan oleh kakaknya
"Itu adalah hak mu": jawab Alice tersenyum menatap adiknya
"Tidak! aku tidak menginginkan hal ini.": tolak Krystal memasukkan kembali berkas itu ke dalam amplop
"Krystal, Jordans Company adalah hak mu. Sudah saatnya kau menjalankan perusahaan yang telah papa bangun dari nol.": kata Alice mencoba menyakinkan Krystal agar mau menerimanya
Chris yang sudah menduga bahwa Krystal pasti akan menolak lebih memilih diam. Dia tidak tau harus berkata apa,biarkan saja istrinya yang berbicara.
"Tidak kak! aku tidak membutuhkan itu semua dan hanya kaulah yang pantas menjadi pemimpin perusahaan papa,bukan aku!": tegas Krystal menolak dia sama sekali tidak pernah berminat dengan perusahaan keluarganya
"Aku juga telah mendapatkan bagiannya, Krystal kita memiliki bagian masing-masing dari papa dan mama. Dan memang Jordans Company di berikan oleh papa untukmu bukan untukku. Kakak tidak mau ada penolakan darimu,kau telah dewasa dan kau punya tanggung jawab besar terhadap Jordans Company.": tegas Alice menatap Krystal
"Tapi kak_": Krystal masih berusaha untuk menolaknya
"Jordans Company adalah pemberian orang tua mu,jangan mengecewakannya Krystal!":kata Alice menekankan ucapannya
Lucia, Mark dan Alexa melihat sosok lain dari diri Krystal. Yang mereka lihat adalah Krystal tidak begitu tergila-gila dengan harta, Krystal benar-benar berbeda dari wanita-wanita di luar sana.
Krystal benar-benar istimewa!":batin Mark
Brave benar-benar beruntung mendapatkan Krystal": batin Alexa
Dia adalah menantuku, menantu keluarga Arthur": batin Lucia
"Brave, bisakah kau membantu Krystal untuk memimpin perusahaannya?": tanya Alice menatap pria yang telah menjadi adik iparnya
"Kau tenang saja aku akan pasti selalu berada di belakang adikmu untuk membantunya": jawab brave menatap Alice
"Terima kasih,brave": ucap Alice dan di balas anggukan oleh brave
"Krystal": panggil Alice yang melihat adiknya hanya diam saja
"Hmmm": jawab singkat Krystal tanpa menatap ke arah kakaknya
Alice berjalan mendekati Krystal, lalu memeluk adiknya itu.
"Hanya itu yang bisa membuktikan kasih sayang kita kepada papa dan mama. Jordans Company telah di bangun oleh papa dari nol,kau harus memastikan bahwa Jordans Company akan tetap berdiri karena itu adalah jasa dan keringat papa dan dukungan mama. Dengan begitu papa dan mama akan selalu hidup": kata Alice mengelus lembut punggung Krystal
"Baiklah,aku mengerti": ucap Krystal akhirnya mau tak mau dia menerimanya demi orang tuanya
"Hanya karena mama dan papa": lanjut Krystal
"Terima kasih, sayang. Kakak sangat menyayangi mu": ucap Alice mencium kening Krystal cukup lama
"Aku juga menyayangi mu": balas Krystal tersenyum menatap Alice
..
..
..
..
"Sayang,kenapa kau diam saja?": tanya brave menarik Krystal ke dalam pelukannya
"Brave aku tidak memiliki skill untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan. Aku takut Jordans Company akan jatuh dengan tangan ku sendiri": jawab Krystal menatap brave
"Kau harus yakin bahwa kau bisa.Dan kau harus ingat bahwa aku akan selalu ada di belakang mu untuk menjalankan perusahaanmu. Jangan melupakan bahwa suamimu ini adalah King of business dan pasti istrinya juga akan menjadi Queen of business": ucap brave menyemangati istrinya agar tetap yakin bahwa dirinya bisa menjadi pemimpin yang baik untuk perusahaannya
"Ck! sombong sekali. Aku sama sekali tidak tertarik dengan gelar itu": cibir Krystal
"Itu bukan sebuah kesombongan tapi itulah kenyataannya, sayang": jawab brave mencium kening Krystal
"Hmmm,terserah kau saja":jawab singkat Krystal
"Sayang,apa aku boleh melakukannya lagi?":bisik brave di telinga Krystal
Krystal mengerti dengan pertanyaan suaminya. Jujur Krystal masih merasakan perih tapi dia juga tidak ingin menolak keinginan suaminya.
"Lakukanlah,aku adalah istrimu.": jawab Krystal tersenyum menatap brave
Brave yang mendapatkan izin dari Krystal, langsung melancarkan aksinya. (Ya kalian bayangkan aja sendiri, karena authornya belum berpengalaman. Hahahaha)
Brave melakukannya hingga berulang kali,sampai mereka tidak menyadari waktu yang sudah menunjukkan pukul 4 pagi.
"Terima kasih, sayang. Aku mencintaimu": ucap brave mencium seluruh wajah istrinya yang telah terlelap karena kelelahan
Brave lalu menarik Krystal ke dalam pelukannya, memeluk dengan erat. Dan tak lama brave pun ikut terlelap bersama dengan istrinya.