My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Hemissen family



"Pakailah ini,dan bersiap. Kita akan pergi": kata brave memberikan sebuah paper bag kepada Krystal


"Pergi kemana?": tanya Krystal menerima paper bag dari brave


"Makan malam":jawab singkat brave,lalu naik ke atas tempat tidur membaringkan tubuhnya di sana


"Tapi kau terlihat sangat lelah,brave. Tidak perlu makan malam di luar,kau baru saja kembali": tutur Krystal, karena brave baru saja kembali dari kantor


"Tidak apa-apa,sayang.Cepatlah, setelah kau selesai bersiap, bangunkan aku": kata brave menatap Krystal,lalu memejamkan matanya


Deg.


Kata sayang yang baru saja dilontarkan oleh brave kepadanya, membuat hati Krystal bergemuruh. Krystal dengan segera masuk ke dalam kamar mandi,sambil meletakkan tangannya pada dadanya. Merasakan jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya.


Brave kembali membuka matanya, setelah mendengar suara pintu kamar mandi tertutup.


Sayang, sepertinya tidak masalah": batin brave


Brave kembali memejamkan matanya,benar apa yang di katakan oleh Krystal. Dia begitu lelah, sepulang dari kantor. Tapi dia sudah berjanji pada kliennya Chris untuk datang memenuhi undangan makan malamnya.


1 jam kemudian, Krystal sudah bersiap. Dia begitu cantik mengunakan gaun malam yang di belikan oleh brave. Di tambah setelah dia memoles wajahnya dengan makeup tipis,dan rambut yang sengaja Krystal gerai, membuatnya semakin terlihat cantik dan anggun.


Krystal berjalan mendekati tempat tidur,dia melihat brave begitu lelap. Sehingga membuat Krystal tidak tega, menganggu tidurnya.


"Brave, bangunlah. Aku sudah selesai":ucap Krystal membangunkan brave


Brave membuka matanya,dan tersenyum setelah melihat Krystal. Gadis itu benar-benar cantik.


"Jika memang kau begitu lelah,tidak perlu makan malam di luar,brave.": tutur Krystal menatap brave


Tanpa menjawab apapun,brave menarik tangan Krystal. Sehingga membuat gadis itu bertumpuh di atas tubuhnya, membuat keduanya saling menatap satu sama lain.


"Apa ya-ng ka-u lakukan?": tanya Krystal dengan terbata-bata menatap brave


Cup.


Brave mencium singkat bibir Krystal. Membuat pipi Krystal bersemu merah,dengan apa yang di lakukan oleh brave. Dengan cepat Krystal, melepaskan diri dari brave.


"Aku..aku akan menunggu di depan. Jadi bersiaplah": ucap Krystal, lalu segera keluar dari kamar itu meninggal brave


"Mengemaskan, sekali.":gumam brave


Brave bangkit dari tempat tidurnya, segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Aaa, Krystal bodoh! kau selalu saja luluh dengan semua yang dia lakukan padamu": umpat Krystal pada dirinya sendiri


Krystal duduk di ruang tamu, menunggu brave selesai bersiap.


"Eh iya,di mana ponselku. Setelah kejadian itu aku tidak pernah melihatnya.": gumam Krystal,baru menyadari jika dia tidak pernah melihat ponselnya


"Krystal,kau ingin kemana?":tanya Mark yang baru saja keluar dari kamarnya melihat Krystal berada di ruang tamu


"Brave mengajakku makan malam": jawab Krystal menatap Mark


"Dan,kau mau kemana dengan koper itu?": tanya Krystal melihat Mark keluar dengan koper di tangannya


"Aku akan kembali ke rumah ibu.": jawab Mark


Krystal hanya mengangguk mengerti.


..


..


..


..


"Sayang,apa kau melihat Helena?":tanya Chris yang baru saja bergabung di ruang tamu bersama istrinya yang sedang menemani putrinya bermain


"Dia tidak keluar dari kamarnya, setelah pulang dari kantor": jawab istri Chris yang bernama Alice


"Dia selalu saja seperti itu,tolong panggil dia. Sebentar lagi tuan brave akan datang,bersama asisten dengan calon istrinya": pinta Chris kepada istrinya


"Baiklah, perhatikan Hana": kata Alice menunjuk ke arah putrinya yang sedang asik bermain


"Iya,sayang":jawab Chris mengangguk tersenyum kepada istrinya


Alice Cooper Hemissen


Wanita berusia 25 tahun itu adalah istri dari Chris. Mereka menikah 3tahun lalu,dan sekarang memiliki putri yang baru saja berusia 2tahun. Hanaya Ghanie Hemissen itulah nama putri kecil mereka. Sejak 1tahun yang lalu Chris memboyong keluarganya untuk pindah ke los angeles, Amerika serikat.


Tok.tok.tok.


"Helena": panggil Alice pada adik iparnya itu


Helena Hemissen


Gadis yang berusia 19 tahun,dia adalah adik kandung dari Chris. 1tahun yang lalu dia menolak untuk ikut bersama kakaknya pindah ke Amerika,dan meninggalkan Belanda. Tapi karena Chris tidak bisa berpisah dengan adiknya,dan mau tidak mau Helena harus menuruti semua perkataan sang kakak. Karena Helena hanya memiliki Chris setelah kematian kedua orangtuanya. Dan saat ini Helena merangkak sebagai sekertaris pribadi kakaknya.


"Iya kak": jawab Helena dari dalam


Alice lalu membuka pintu kamar Helena,dan melihat adik iparnya itu belum bersiap untuk acara makan malam.


"Aku,akan bersiap sebentar lagi.": jawab Helena menatap sekilas kakak iparnya


Alice menatap Helena yang masih belum juga bergerak dari tempat tidurnya.


"Helena,ayo cepat. Jangan membuat kakakmu marah": kata Alice menarik Helena untuk bangun dan segera bersiap


"Okey. Aku akan bersiap":pasrah Helena,dengan malas dia bangun dan masuk ke dalam kamar mandi


"Jangan lama, Helena": pesan Alice kepada adik iparnya itu


"Yes, I understand Sis": teriak kesal Helena dari dalam kamar mandi


Alice lalu keluar dari kamar Helena, menyusul kembali ke bawah di mana suami dan anaknya berada.


"Di mana dia?": tanya Chris setelah melihat istrinya turun dari lantai 2 seorang diri tanpa adiknya


"Dia masih bersiap": jawab Alice


"Astaga! anak itu.": ucap Chris menggeleng kepala


"Papa": panggil Hana si gadis kecil yang berada tidak jauh dari kedua orangtuanya


"Iya, sayang. Kau memanggil papa": segera Chris menghampiri putrinya


Hana memberikan senyuman manisnya kepada, Chris. Itu membuat Chris merasa gemas pada putrinya.


"Kenapa kau begitu mengemaskan,baby": ucap Chris mengendong Hana dan mencium pipi putrinya


Gadis kecil itu tertawa,merasa geli dengan ayahnya yang terus saja menciuminya.


Alice mengembangkan senyumannya, memperhatikan suami dan juga putrinya.


Tak lama kemudian, Helena baru saja turun dan bergabung bersama kakak dan ponakannya. Dia terlihat begitu cantik,dengan makeup tipis dan gaun selutut berwarna maroon yang dia kenakan.


"Hay,gadis nakal, cantik dan imut seperti bibi Helena": ucap Helena pada ponakannya yang ada di pangkuan kakaknya Chris


"Bibi": ucap bibir mungil Hana, tersenyum melihat Helena dan merentangkan kedua tangan mungilnya,agar Helena mau mengendongnya


"Hmmm,kau mau bibi gendong. Baiklah,ayo kemari": Helena mengambil Hana dari Chris, mengendong gadis kecil itu


"Kau cantik sekali, Helena": puji Alice pada adik iparnya


"Seperti Hana, iyakan. Kau cantik seperti bibi": ucap Helena mencium pipi ponakannya itu dengan gemas


"Iya,Hana cantik seperti bibi Hele": jawab gadis kecil itu, walaupun cara berbicara masih belum begitu jelas tapi itu membuatnya semakin terlihat lucu


"Good,kau juga begitu cerdas sama seperti bibi.": kata Helena


Chris dan Alice hanya menggeleng kepala, melihat tingkah Helena.


"Tuan,tamu anda baru saja tiba":salah satu pelayan Chris memberitahu padanya


"Baiklah, terima kasih": jawab Chris pada pelayannya


"Ayo,kita kedepan":ajak Chris pada istri dan juga adiknya untuk menyambut brave


Chris dan Alice berjalan lebih dulu kedepan.


"Tuan,brave selamat datang": sambut Chris kepada brave


"Suatu kehormatan bisa datang ke kediaman Hemissen": kata brave


"Tuan brave. Kenalkan ini istriku": ucap Chris memperkenalkan istrinya kepada brave


"Halo,tuan brave. Saya Alice":sapa Alice dengan sopan pada brave


"Senang bertemu denganmu,nyonya Hemissen": balas brave


"Oh iya,tuan brave di mana calon istrimu?": tanya Chris belum melihat calon istri brave


Brave, melihat ke arah mobil. Dia merasa aneh karena Krystal tak kunjung keluar dari mobil. Brave lalu menghampiri Krystal yang berada di dalam mobil.


"Ayo,kenapa kau belum juga keluar": ucap brave membuka pintu mobil menatap Krystal


"Brave..ak-u..aku__": Krystal berkata dengan tidak jelas


"Kau kenapa?": tanya brave melihat Krystal seperti sedang gelisah dan kebingungan


Helena Hemissen



Hanaya Ghanie Hemissen



Alice Cooper Hemissen