My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Revenge!



•Kembali ke 2tahun yang lalu•


Hari duka bagi keluarga Williams, karena putri pertama mereka, menghilang secara misterius. Seluruh keluarga Williams, telah mencoba mencarinya, tapi putri pertama keluarga Williams, bagaikan hilang di telang bumi, tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


”Di mana putriku pergi, ini sudah berminggu-minggu! tapi dia belum juga kembali. Hikss..hiksss.” Tangis seorang wanita paru baya, yang begitu sedih karena putri pertamanya, menghilang.


Wanita paru baya itu, tak lain adalah nyonya keluarga Williams, Janeta Williams.


”Mami, Kumohon jangan seperti ini.” Seorang wanita yang lebih muda, mencoba untuk menenangkan wanita yang dia sebut mami itu.


Dia adalah Aneta Jenny Williams, anak kedua dari keluarga Williams.


”Pergi kau dari sini, kenapa bukan kau saja yang menghilang, kenapa harus putriku..pergi kau dari sini!, aku tidak ingin melihat wajahmu itu!” Sepertinya nyonya Williams, memiliki rasa benci kepada putri keduanya.


”Mami..aku juga putri mu” Imbuh Aneta, bersamaan dengan air matanya yang jatuh, membasahi wajah cantiknya, karena wanita yang dia sebut mami, tidak menginginkan dirinya.


”Kau bukan putriku, aku tidak pernah menganggap dirimu ada. Kau adalah pembawa masalah bagi putriku Sisil, jika saja aku bisa memilih, aku tidak pernah ingin kau lahir dari rahimku!..Pergi kau dari sini!” Ungkap nyonya Williams, dia benar-benar membenci putri keduanya itu.


Sisil Jenita Williams, putri pertama keluarga Williams. Yang saat ini, menghilang entah kemana, sehingga membuat nyonya Williams selalu menyalahkan Aneta, atas menghilangnya putri kesayangannya.


Aneta tidak tau lagi harus berkata apa, mendengar semua kata-kata menyakitkan, yang di keluarkan dari mulut ibu kandungnya sendiri.


Aneta berlari keluar meninggalkan kamar ibunya, dia tidak ingin, ibunya itu semakin membenci dirinya.


”Kak Sisil, kau di mana?.


Mami semakin membenci diriku, hikss..hikss.. Selama ini, kau yang selalu membela diriku, sekarang siapa yang akan membela ku lagi kak” Tangis Aneta pecah, setelah dia meninggal kamar ibunya.


Selama ini Aneta menjalani hidup penuh dengan kebencian dari ibu kandungnya, entah apa alasannya, nyonya Williams tidak pernah mengungkapkan yang sebenarnya.


Tuan Williams pun juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia juga sama acuhnya kepada Aneta. Aneta hanya mendapatkan kasih sayang dari kakaknya, yaitu Sisil.


Kak, kumohon kembalilah. Aku tidak tau harus berbuat apa lagi, tanpamu dirimu. Mami dan papi bahkan tidak peduli padaku, hanya kau yang peduli padaku selama ini” Batin Aneta.


Berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga saat ini tepat 1tahun menghilangnya, putri pertama keluarga Williams, yaitu Sisil. Pencarian pun telah di hentikan, setelah 8bulan pencarian, tanpa hasil.


Nyonya Williams setiap harinya seperti manusia yang tidak memiliki selera untuk hidup lagi. Nyonya Williams, benar-benar terpukul dengan menghilangnya putri kesayangannya.


Bahkan tuan Williams, 1tahun terakhir jarang sekali berada di rumah. Lebih mengejutkan lagi, saat itu Aneta tak sengaja melihat papinya, berada di sebuah hotel dengan seorang wanita. Dan Aneta tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali diam.


Sejak putri pertama keluarga Williams menghilang, dari situlah awal mula kehancuran keluarga itu.


•Next•


***


”Kau mau kemana, selarut malam seperti ini?” Tanya Krystal, melihat brave terlihat rapi.


”Aku ada urusan penting, aku akan segera kembali” Jawab brave.


”Tapi brave, ini sudah larut malam!. Tidak bisakah, besok saja?” Tanya Krystal, sepertinya dia begitu tidak tenang, jika suaminya pergi di tengah malam seperti ini.


Brave hanya menatapnya, tanpa menjawab Krystal lagi.


”Brave...” Krystal terus mencoba untuk menahan brave pergi.


”Aku akan segera kembali, jangan menungguku, tidurlah.” Kata brave, mencium kening Krystal, lalu pergi setelah mengatakan hal itu.


Dia mau kemana, di tengah malam seperti ini?” Batin Krystal.


Krystal mengintip dari balik jendela kamarnya, di mana mobil brave telah meninggal halaman rumah.


”Dia bahkan tidak memberitahu aku, akan kemana!” Gumam Krystal.


***


”Mana yang aku inginkan?” Tanya brave.


”Ini tuan” Delon memberikan sebuah amplop coklat kepada brave.


Brave menerimanya, lalu membuka amplop coklat itu. Amplop coklat itu berisi sebuah data seseorang, tak lain adalah wanita yang telah berani menyusup masuk ke dalam kawasan villa miliknya.


”Bawah wanita itu, kesini” Perintah brave, kepada anak buahnya.


”Baik tuan” Anak buah brave, dengan cepat bergerak untuk membawa wanita yang mereka tahan di penjara bawah tanah yang tersembunyi di villa itu.


Tak lama kemudian, anak buah brave, telah kembali dengan membawa wanita itu ke hadapan brave.


Brave melihat wanita itu yang kini berada tepat di hadapannya, brave tersenyum senang, melihat kondisi wanita itu seperti mayat hidup, dengan luka di sekujur tubuhnya, dengan darah yang sudah mengering dan mulai mengeluarkan nana.


”Ck! kau masih bisa bertahan, berapa lama kau akan bertahan?” Tanya brave, menatap wanita itu dengan dengan acuh.


”Sampai aku bisa menghancurkan mu, sialan!” Kata wanita itu, dengan tatapan penuh kebencian terhadap brave.


”Sisil Jenita Williams....!” Ucap brave, menyebutkan satu nama, membuat wanita itu semakin meluapkan emosinya.


”Kau tidak akan bisa melakukan apapun, karena kau sendirilah, yang masuk ke dalam lingkaran kematian mu!....Nona Aneta Jenny Williams.” Lanjut brave, tersenyum penuh arti, menatap wanita yang bernama Aneta itu.


”Kau, yang membunuh kakakku!” Teriak Aneta, menatap brave dengan tatapan membunuh.


•Pov 1tahun setelah menghilangnya Sisil Jenita Williams•


Sehingga suatu hari, Aneta mendapatkan petunjuk, bahwa terakhir kali Sisil bertemu dengan seorang pria di sebuah hotel.


Setelah lama mencari tau, siapa pria yang di temui oleh Sisil. Aneta pun mengetahui jika dia adalah Brave Gabriel Arthur, seorang billioner muda yang begitu berpengaruh di Amerika serikat.


Sejak saat itu, Aneta mencari tau semua tentang brave, dan selalu mengikuti kemanapun brave pergi. Dan suatu hari, Aneta mengikutinya hingga ke villa pribadi brave. Dari situlah Aneta menemukan fakta, bahwa kakaknya telah meninggal dunia.


Karena dia tidak sengaja menemukan, kerangka manusia, yang memiliki benda-benda, seperti jam tangan dan kalung yang sama persis milik kakaknya, dan itu tak jauh dari lokasi villa milik brave.


Sejak saat itu Aneta yakin, jika brave lah yang membunuh kakaknya Sisil.


Saat Aneta mencoba untuk kembali menyusup ke villa milik brave, nasibnya yang tak beruntung, akhirnya tertangkap oleh anak buah brave.


•End•


”Dia memang pantas mati, dia hanyalah wanita yang menjijikkan. Kau tau, kakakmu itu datang padaku, menawarkan tubuhnya untuk aku tiduri. Dia bahkan berjanji untuk memuaskan diriku.” Kata brave, memberitahu apa saja yang di lakukan oleh Sisil padanya waktu itu.


”Tidak! kakakku bukan orang yang seperti itu, dia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu” Bantah Aneta, dia tidak percaya jika kakaknya yang dia kenal begitu baik, tidak akan melakukan hal yang menjijikkan seperti yang di katakan oleh brave.


”Aku tidak peduli, kau ingin percaya atau tidak!” Kata brave, acuh.


Aneta diam seribu bahasa, mengetahui fakta menjijikkan yang di lakukan oleh kakaknya.


Itu tidak mungkin, kak Sisil adalah orang yang baik, dia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.” Batin Aneta.


”Kau pasti bohong, kau adalah pembunuh!, kau membunuh kakakku..!!! Aku akan membunuhmu” Teriak Aneta, dengan cepat dia menyambar vas bunga yang berada di atas meja, dan melemparkannya ke arah brave.


Prakkkkk...


Vas bunga itu tepat mengenai dahi brave, sehingga mengeluarkan darah.


Anak buah brave, dengan cepat memegangi Aneta, yang ingin kembali menyerang brave.


”Tuan, apa kau baik-baik saja?” Tanya Delon, melihat darah telah menyebar di bagian wajah brave.


”Pistol!!” Pinta brave, dia begitu marah, menatap Aneta.


Dengan cepat Delon mengeluarkan pistol miliknya, lalu memberikannya kepada brave.


Sesaat brave menodongkan pistol itu tepat di kepala Aneta.


”Kau datang, untuk membalas dendam atas kematian kakakmu itu bukan?.


Tapi sayangnya, kau juga akan pergi ke alam yang sama seperti kakakmu itu.” Lanjut Brave, tertawa menatap Aneta, karena telah salah melangkah, dengan masuk ke dalam lingkaran kematiannya sendiri.


”Benarkah, aku tidak pernah takut dengan kematian!. Aku bersumpah, kau dan seluruh keturunan mu, tidak akan pernah bahagia! TIDAK AKAN PERNAH BAHAGIA!!” Sumpah Aneta, menatap brave dengan kebencian.


Tiba-tiba brave membuang pistol yang ada di tangannya, lalu mengeluarkan pisau kecil dari balik jas yang dia kenakan.


Tanpa berkata lagi, brave menancapkan pisau kecil itu ke bagian leher kanan Aneta.


”Aaaaaa” Ringis Aneta, begitu pisau kecil itu, menancap di lehernya.


Brave lalu kembali mencabut pisau kecil itu, lalu kembali menancapkan di bagian kiri leher Aneta.


”Aaaaaaaa” Ringis Aneta, yang sudah bercucuran darah.


”Aku tidak pernah percaya dengan kata sumpah. Selamat bertemu dengan kakak tersayang mu itu!” Kata brave, dengan tangannya yang memegang pisau kecil yang menancap di leher Aneta. Brave, semakin mendorong pisau itu hingga dalam, lalu mencabutnya.


Brave kembali mengambil pistol yang dia buang tadi, lalu menembakkannya ke bagian kepala Aneta.


Dor...


Dan lanjut ke bagian, tepat pada jantung Aneta.


Dor...


Brave menjilati darah Aneta...


”Cuiiihh, darahnya pahit... Dia sama saja, seperti kakaknya.” Ucap brave.


”Bereskan dia!” Perintah brave, kepada anak buahnya.


”Baik tuan” Jawab semua anak buahnya.


..


..


..


..


Maaf karena baru bisa up lagi🙏


Jangan lupa follow Ig @_nonafaa yah, karena nona faa akan mengadakan Giveaway, untuk seluruh pembaca MHIAP.😊


Segera...