My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Extras and meanings



Keesokan harinya saat Krystal membuka matanya dia terkejut melihat brave berada di sampingnya, dengan posisi memeluknya. Krystal benar-benar tidak menyadari bahwa dia tidur bersama brave semalam.


Kenapa aku tidak menyadarinya?": batin Krystal


Cukup lama Krystal memandangi wajah tampan brave yang masih menutup matanya. Hingga dia merasakan ada pergerakan kecil dari brave, dengan cepat dia menyingkirkan tangan brave darinya dengan hati-hati agar tidak membuat pria itu terbangun.


Krystal segera masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama kemudian Krystal keluar setelah melakukan rutinitasnya di dalam kamar mandi. Krystal keluar dari kamar,dia akan membuat sarapan untuknya dan brave.


Mungkinkah Krystal sudah berdamai dengan hatinya,dan menemukan jawabannya?


Krystal kini sedang sibuk membuat sarapan pagi,dia hanya membuat Bubur Semolina dan Syrniki ,karena dia merindukan ibunya yang selalu membuat itu untuk sarapan paginya saat kecil.


Setelah semuanya selesai, Krystal menatanya dengan rapi di atas meja makan. Setelah itu dia kembali ke kamar, untuk membangunkan brave.


Dia belum juga bangun,tumben sekali": batin Krystal


Krystal memberanikan diri,untuk membangunkan brave. Memegang bahu kekar brave, untuk membangunkannya.


"Brave, bangunlah": ucap Krystal


Tidak ada pergerakan dari brave,itu membuat Krystal bisa menikmati wajah tampan brave.


Dia benar-benar tampan": batin Krystal


Tiba-tiba tangan Krystal di tarik oleh brave, hingga membuat gadis itu bertumpu di atas tubuh kekar brave.


"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!": tegas Krystal mencoba melepaskan dirinya dari brave


"Sudah puas memandangi wajahku?": tanya brave menatap wajah cantik Krystal


"Sia-apa juga yang memandangi wajahmu itu. Lepaskan aku!": bantah Krystal,masih berusaha melepaskan diri dari brave


Cup.


"Good morning": ucap brave memberikan kecupan bibir selamat pagi kepada gadis itu


Krystal mematung dengan apa yang di lakukan oleh brave.


Dasar brengsek! Krystal bodoh, kau selalu saja terlena dengan semua perlakuannya": batin Krystal


"Lepaskan aku brave!": serkas Krystal


Brave akhirnya melepaskannya, dengan cepat Krystal keluar dari kamar itu.


"Dia sungguh menggemaskan": gumam brave, tersenyum-senyum sendiri mengingat Krystal begitu mengemaskan menurutnya


Setelah darah!! akhirnya aku menemukan satu lagi kebahagiaan diriku": batin brave


Brave beranjak dari tempat tidur,masuk ke dalam kamar mandi. Tak berapa lama dia telah selesai dengan rutinitasnya. Dia keluar dari kamarnya, mencari keberadaan wanitanya.


"Kau membuat sarapan?": tanya brave melihat Krystal berada di meja makan


"Hmm": jawab singkat Krystal


"Ini Bubur semolina dan Syrniki.":ucap brave menyebut nama sarapan yang di buat Krystal


"Hanya itu yang bisa aku buat": kata Krystal tanpa menatap brave


Brave mengambil sendok,lalu mencobanya. Dan rasanya benar-benar lezat, Krystal sangat pandai membuat kedua makanan itu.


"Aku hanya memakan makanan ini jika berkunjung ke Rusia,dari mana kau belajar membuat ini?": tanya brave sambil menyuapi sarapan ke mulutnya


"Mamaku berasal dari, Rusia.": jawab singkat Krystal


Brave hanya mengangguk mengerti, sambil menikmati sarapan paginya.


Bangun pagi, sarapan pagi,makan malam, kembali tidur. Sepertinya begitu menyenangkan jika bisa melihat dirinya,berada di sampingku setiap saat.": batin brave


Dring.dring.dring


Ponsel brave berbunyi, panggilan masuk dari seseorang yang tak lain adalah Lucia ibunya.


"Hallo ibu": jawab brave setelah mengangkat panggilan telepon dari ibunya


Krystal menatap brave sekilas, setelah mendengar brave mengatakan ibu. Yang di yakini Krystal,itu adalah Lucia.


"..........."


"Dia bersamaku": jawab brave menatap Krystal


"........"


"Baiklah,aku akan membawanya ke sana":jawab brave lalu mematikan sambungan teleponnya dari Lucia


"Setelah ini bersiaplah,aku akan mengantarmu ke rumah ibu.": kata brave pada Krystal


"Ibu yang meminta kau kesana.": jawab brave


Krystal tidak bertanya lagi,dia segera menghabiska sarapannya,begitu juga dengan brave.


..


..


..


..


"Aku akan menjemputmu malam nanti,jadi tetaplah di sini! jangan kemana-mana": pesan brave yang kini sudah berada di depan rumah mewah Lucia


"Hmmm": jawab singkat Krystal


Saat Krystal sudah membuka pintu mobil,brave tiba-tiba menariknya dan langsung menciumnya.


"Tunggu aku": ucap brave setelah mengakhiri ciumannya dengan Krystal, berakhir mencium kening gadis itu


"Kau sengaja melakukan itu, karena ibumu memperhatikan kita!": tutur Krystal


"Terserah kau ingin berpikir apa. Aku melakukan itu bukan karena ibu,itu karena keinginanku.": tegas brave mengatakan hal itu kepada Krystal,jika itu semua bukan karena Lucia ibunya


Krystal menatap brave dengan dingin,lalu turun dari mobil. Segera menghampiri Lucia yang sudah menunggunya di depan pintu utama.


"Kapan kau akan percaya jika aku benar-benar serius denganmu?": gumam brave menatap Krystal yang berjalan menghampiri ibunya


Brave kembali melajukan mobilnya menuju ke perusahaannya,dia harus menghadiri meeting penting hari ini. Dan bertemu dengan kliennya dari Belanda,yang akan mengajukan kerja sama dengan perusahaannya.


"Kenapa brave pergi lagi sayang?":tanya Lucia menyambut kedatangan Krystal dengan pelukan


"Brave memiliki urusan penting di perusahaannya ibu,itu sebabnya dia tidak mampir terlebih dahulu": jawab Krystal membalas pelukan Lucia


"Ya sudah,ayo kita masuk": ajak Lucia untuk masuk ke dalam rumah


"Kita akan pergi hari ini,ibu sudah lama sekali tidak berbelanja dan jalan-jalan": ucap Lucia ,itu sebabnya dia meminta brave membawa Krystal ke rumahnya agar dia bisa mengajak Krystal menemaninya hari ini


"Baiklah aku akan menemanimu,ibu": kata Krystal tersenyum menatap Lucia


"Baiklah,ibu ingin bersiap lebih dulu. Jika kau bosan, tunggu ibu di kamar brave saja": kata Lucia pada Krystal


"Bolehkan?": tanya Krystal, sepertinya dia tertarik untuk mengunjungi kamar brave


"Tentu saja boleh sayang,itu juga akan menjadi kamarmu nanti, setelah kalian menikah": goda Lucia, membuat Krystal malu


"Pelayan Vivi":teriak Lucia memanggil pelayannya


"Iya nyonya besar": jawab pelayan Vivi dengan cepat menghampiri Lucia


"Bawah calon menantuku ke kamar tuan muda brave": perintah Lucia kepada pelayan Vivi


"Baik nyonya besar": pelayan Vivi mengangguk mengerti


"Sayang setelah ibu selesai,ibu akan menghampirimu ke kamar brave": ucap Lucia menatap Krystal


"Baiklah ibu": jawab Krystal


Lucia meninggalkan Krystal, kembali ke kamarnya. Dia ingin segera bersiap untuk jalan-jalan hari ini bersama calon menantunya.


"Nona,ayo saya akan mengantarmu ke kamar tuan muda brave": ucap pelayan Vivi dengan sopan


Krystal mengangguk,lalu mengikuti pelayan Vivi menuju kamar brave.


"Ini kamar tuan muda brave,nona.": ucap pelayan Vivi membuka pintu kamar brave


"Baiklah, terimakasih": tutur Krystal tersenyum kepada pelayan Vivi


"Jika membutuhkan sesuatu, panggil saya saja nona": kata pelayan Vivi


Krystal mengangguk mengerti,lalu dia masuk ke dalam kamar brave setelah pelayan Vivi meninggalkannya sendiri di sana.


Krystal melihat sekelilingnya,dia hanya bisa melihat 2 warna saja dari kamar brave. Warna yang benar-benar mencerminkan kepribadian brave. Yaitu Abu-abu dan hitam.


Krystal tertarik pada satu figuran besar yang terpanjang tepat dia atas tempat tidur brave.


Figuran yang menggambarkan seorang gadis dan seorang pria yang saling berpelukan, penuh dengan mayat manusia di sekelilingnya.


Figuran itu memiliki arti tersendiri, Krystal pernah melihatnya dan Krystal bahkan mengetahui artinya.


"Psikopat. Wanita itu bahkan bertahan dengan seorang psikopat.": gumam Krystal menatap figuran itu


Ya figuran itu memiliki arti seorang psikopat yang mencintai seorang wanita yang mana mereka tidak bisa terpisahkan, walaupun sang wanita berusaha untuk menjauhkan diri dari pria itu setelah mengetahui dia adalah seorang psikopat. Dan pada akhirnya sang wanita lambat laun bisa menerima kenyataan bahwa pria yang dia cintai adalah seorang psikopat.