
Good morning mom ": sapa brave dan Mark yang baru saja bergabung di meja makan
"Morning putra ibu yang tampan":sapa balik Lucia pada kedua putranya
"Morning Krystal": sapa Mark menatap sekilas gadis cantik yang ada di samping Lucia ibunya
"Owh iya Mark, morning": sapa balik Krystal
Brave tidak menyapa Krystal, menatapnya sekilas saja tidak!
Bahkan dia tidak menyapamu! apa yang kau harapkan Krystal": batin Krystal
"Ini makanan kesukaan mu brave, Gazpacho":kata Lucia memberikan semangkuk makanan kesukaan brave
"Dan ini makanan kesukaan mu Mark, Pisto ": lanjut Lucia memberikan makanan kesukaan Mark
"Wahh ibu yang terbaik": ucap Mark langsung menyantap makanan kesukaannya yang telah dibuatkan oleh Lucia ibunya
"Sangat lezat,ibu yang terbaik": ucap brave , menatap ibunya tersenyum
Lucia hanya tersenyum menatap kedua putranya sangat menyukai makanan yang dia buat.
"Krystal sayang ayo makan makananmu,apa kau tidak suka?": tanya Lucia pada Krystal karena melihat Buritto milik Krystal belum juga di sentuh
"Ini makanan kesukaanku ibu, bagaimana mungkin aku tidak menyukainya. Terlebih lagi ibu yang membuatnya untukku": jawab Krystal dengan cepat lalu mulai memakan B**uritto buatan Lucia
"Ini sangat lezat ibu": kata Krystal sangat menyukai masakan buatan Lucia
Brave melirik Krystal yang asik dengan ibunya.
Dia selalu ceria seperti itu": batin brave
Mark yang melihat brave memperhatikan Krystal.
"Aku sudah selesai. Ibu aku akan kembali ke kantor setelah ini.": kata brave bangkit dari tempat duduknya setelah menyelesaikan sarapannya
"Dan kau bersiaplah": lanjut brave berkata dengan dingin pada Krystal
"Baiklah": jawab singkat Krystal
"Apa mau ibu buatkan bekal brave?": tanya Lucia pada putranya
"Tidak perlu ibu": jawab brave lalu pergi meninggalkan meja makan, kembali ke kamarnya untuk segera bersiap
"Ibu Mark akan ke Canada untuk beberapa hari. Mark harus memantau perkembangan perusahaan yang ada di sana": kata Mark setelah selesai sarapan
"Kalian berdua suka sekali meninggalkan ibu!": ucap Lucia mendengar jika putranya Mark akan keluar negeri untuk beberapa hari
"Apa ibu ingin ikut dengan Mark?": tanya Mark melihat wajah sedih ibunya
"Tidak! cepatlah kembali. Ibu hanya ingin kau dan brave selalu dekat dengan pandangan ibu.": ucap Lucia pada Mark
"Hmmm,aku janji akan segera menyelesaikan pekerjaanku.": kata Mark
Lucia lalu beranjak dari tempatnya,dia meninggalkan meja makan. Dan kini hanya tinggal Krystal dan Mark yang berada di sana.
"Krystal bisakah kau datang ke sini untuk menemani ibuku,selama aku pergi?": tanya Mark kepada Krystal
"Aku?": tanya Krystal menunjuk dirinya sendiri
"Iya kamu! memangnya ada Krystal lain selain dirimu": jawab Mark menatapnya dengan sorot mata yang tajam
"Hmm,aku tidak bisa janji. Tapi aku akan usahakan untuk datang menemani ibu": jawab Krystal dia tidak bisa berjanji karena dia takut jika brave akan marah padanya
"Seharusnya kau hanya tinggal meminta pada brave untuk mengantarmu ke sini.": kata Mark membuat Krystal diam sesaat
"Berapa lama kau pergi?": tanya brave yang sudah berada di belakang Mark
"2-3 Minggu. Ada masalah pada perusahaanku": jawab Mark berbalik menatap brave
"Kau tenang saja, Krystal dan aku akan datang menemani ibu": kata brave pada Mark
"Baguslah": jawab Mark
"Ayo,apa kau sudah siap?": tanya brave berkata dengan dingin pada Krystal
"Iya,tapi aku belum berpamitan pada ibu": jawab Krystal tapi dia belum berpamitan pada Lucia
"Ibu sedang istirahat,aku yang akan memberitahunya nanti jika kau dan brave telah berangkat": kata Mark melihat Krystal
"Apa ada yang di butuhkan lagi?": tanya brave dengan sorot mata yang mengintimidasi pada Krystal
"Mark aku pamit": ucap Krystal pada Mark dan hanya di balas anggukan kecil oleh Mark
Krystal lebih dulu berjalan keluar menuju mobil brave, setelah berpamitan pada Mark.
"Kenapa kau bersikap dingin padanya?": tanya Mark pada brave
Brave diam menatap Mark.
"Aku tau kau begitu peduli padanya. Tapi apa perlu kau bersikap seperti itu padanya?": lanjut Mark mengatakan yang dia lihat dari cara brave memperlakukan Krystal
"Sejak kapan kau menjadi orang yang ingin tahu segalanya?": tanya brave menatap Mark
"Kau tau aku brave! aku tidak akan mengurusi urusan orang lain. Tapi itu tidak berlaku pada keluargaku": kata Mark
"Kau tau seorang psikopat tidak memiliki rasa belas kasih,atau rasa peduli!": kata brave menatap Mark lalu pergi setelah mengatakan itu pada sahabatnya
Itu berlaku di saat kau berubah menjadi seorang psikopat!.": batin Mark menatap punggung brave yang berjalan keluar dari kediaman mewah Lucia
"Aku tau kau peduli padanya brave.Hanya saja kau tidak menyadarinya,kau hanya merasa bahwa kau tidak akan pernah bisa mendapatkan cinta dari seorang wanita,hanya karena kau seorang psikopat.": gumam Mark
Brave menuju mobilnya di mana sudah ada Krystal yang menunggunya di dalam mobil.
Brave masuk dan melajukan mobilnya tanpa berkata apapun. Suasana antara mereka berdua begitu hening.
Krystal juga tak berani bertatap muka pada brave,atau memulai pembicaraan lebih dulu.
Hingga mobil brave tiba-tiba saja berhenti tepat di depan sebuah butik mewah.
"Turun": kata brave pada Krystal
"Buat apa?": tanya Krystal bingung apa yang akan di lakukan oleh brave
"Apa kau akan ke kantor dengan memakai baju seperti itu?": tanya brave menatap Krystal dengan sorot mata yang sulit di artikan
Krystal melihat penampilannya saat ini,dia hanya memakai celana jeans dan baju kaos putih polos dengan sepatu sneaker putih.
"Tapi brave,aku_":
"Cepat turun! dan ganti bajumu. Jangan membuat perusahaan ku malu karena tata berpakaian seperti ini": kata brave
"Pakai ini": lanjut brave mengeluarkan kartu kreditnya , memberikannya pada Krystal untuk dia gunakan
"Tapi_":
"Cepatlah! aku tidak banyak waktu untuk mengurus mu.": tegas brave menatap Krystal dengan tajam karena menurutnya sangat lambat
Krystal mau tidak mau mengambil kartu kredit milik brave,lalu segera turun dari mobil dan masuk ke dalam butik. Dia tidak ingin brave marah karena menunggunya.
Aku tidak pernah meminta kau mengurusku! kenapa kau selalu saja bersikap dingin seperti itu padaku? Apa aku salah karena mencintai pria seperti mu?": batin Krystal
Tak lama Krystal kembali ke dalam mobil brave,dengan penampilan seperti biasanya, dengan mengunakan setelan kerja.
"Ini kartumu aku akan mengganti uang yang aku pakai,dan terimakasih": kata Krystal memberikan kembali kartu kredit milik brave
"Itu tidak perlu!": ucap brave mengambil kartu kreditnya dari Krystal
Brave lalu kembali mengemudikan mobilnya untuk segera menuju perusahaannya.
Tak lama kemudian mereka tiba.
"Jangan berharap lebih dari ini!": ucap brave sebelum Krystal keluar dari mobilnya
"Apa maksudmu?": tanya Krystal bingung
"Aku hanya mengingatkan mu untuk tetap mengingat bahwa aku dan kau hanya bersandiwara, untuk kebahagiaan ibuku. Dan kau juga tidak akan rugi melakukannya,karena aku akan membayar mu dengan mahal": kata brave menatap Krystal
Deg.
Perkataan brave sangat menusuk di hati Krystal. Itu benar-benar sakit, mendengar dirinya seperti wanita bayaran. Lebih menyakitkan bagi Krystal, karena dia mencintai pria yang mengatakan hal itu padanya.
"Maaf tuan brave yang terhormat,aku tidak akan pernah lupa siapa aku. Dan perlu kau tau aku melakukan itu dengan tulus,karena aku juga menyayangi ibumu tuan. Aku tidak berniat apapun dengan ibumu ataupun dirimu! Dan satu lagi aku tidak butuh uangmu itu. Berikan saja pada yang lebih membutuhkan": kata Krystal menahan agar dia tidak menangis di hadapan brave karena itu hanya akan membuat dirinya seperti wanita murahan di mata pria itu
Krystal lalu dengan segera keluar dari mobil brave setelah mengatakan hal itu kepada brave. Krystal benar-benar bisa menyembunyikan rasa sakit yang dia terima dari ucapan brave.
Dasar brengsek! aku tidak pernah menginginkan uangmu.": batin Krystal
Brave terdiam setelah Krystal mengatakan hal itu,brave berpikir kenapa Krystal bersikap seperti itu?
Apa aku mengatakan hal yang menyakitkan?": batin brave