
"Makanlah!": ucap brave menatap Krystal yang belum juga menyentuh makanannya
"Biarkan aku pergi dari sini!": pinta Krystal dia benar-benar tidak mau jika sampai tinggal bersama dengan brave, Krystal tidak akan bisa mengontrol perasaannya kepada pria itu jika mereka tinggal di satu atap yang sama
"Tidak berarti tidak!": tegas brave menatap tajam Krystal
"Untuk apa kau menahan aku di sini! aku dan kau tidak memiliki hubungan apapun.": teriak Krystal dia ingin mengetahui apa alasan brave menahannya untuk tinggal bersamanya
"Apa kau marah,karena aku menciummu?": tak di sangka itulah yang di pertanyakan oleh brave,bukan itu yang di harapkan oleh Krystal
Krystal kembali mengingat ciuman panas yang brave berikan padanya. Krystal tidak tau kenapa brave saat itu.
Krystal diam tidak menjawab pertanyaan brave, jujur dia sama sekali tidak marah karena brave menciumnya. Krystal bahkan menginginkan lebih dari itu.
Salahkah jika Krystal menginginkan lebih dari sekedar ciuman kepada pria yang dia cintai?.
"Anggap saja itu tidak pernah terjadi,tapi kau akan tetap di sini! Jangan coba-coba untuk kabur!": tegas brave lalu pergi meninggalkan Krystal setelah mengatakan hal itu
Deg..
Brengsek! Kau selalu seperti itu, membuat aku merasakan jatuh untuk kesekian kalinya.": batin Krystal
Air mata yang sedari tadi dia tahan agar tidak jatuh di hadapan brave, akhirnya jatuh juga membasahi wajahnya.Setelah brave kembali mengatakan hal yang menyakiti hatinya lagi,dia benar-benar ingin melampiaskan semuanya.
Sampai kapan aku akan bertahan dengan perasaan ini!": batin Krystal
Krystal menatap sekilas makanan yang telah di buatkan oleh brave, rasanya Krystal enggan untuk memakannya. Dan alhasil Krystal menaruh makanan itu ke atas nakas yang berada tepat di samping tempat tidur.
"Mama,papa aku sangat merindukan kalian! hiks..hikss kenapa hidupku seperti ini. Kenapa kalian begitu tega meninggalkan aku seorang diri.": tangis Krystal mengigat kembali kedua orangtuanya yang sudah lama meninggal
"Makanlah,kau tidak boleh sampai telat makan!": ucap brave tak di sangka dia kembali lagi
Krystal mendongak ke atas melihat brave dengan mata sembab. Dengan cepat dia mengusap kasar air matanya.
"Buat apa kau peduli padaku?": tanya Krystal menatap brave,berdiri tepat di hadapan brave
"Makanlah Krystal,kau memiliki penyakit maag. Kau tidak boleh sampai telat makan": bujuk brave tanpa menjawab pertanyaan Krystal yang menurutnya tidak perlu gadis itu tau apa alasannya
"Buat apa kau peduli padaku! bukan kah kau sendiri yang mengatakan padaku untuk selalu mengingat batasan antara aku dan kau!": teriak Krystal air matanya kembali luruh begitu saja
Rasa emosional yang ada pada dirinya tidak bisa Krystal kontrol. Rasanya Krystal ingin melampiaskan semuanya,semua yang dia rasakan.
Apa batasan itu menyakitimu?": batin brave
Brave menatap Krystal dengan tatapan yang sulit di artikan. Brave mengepalkan tangannya entah kenapa hatinya seperti tertusuk oleh beribu-ribu jarum saat melihat Krystal menangis!
"Selama ini tidak ada yang peduli padaku! hiks..hiks bahkan orangtuaku meninggalkan aku seorang diri. Aku sangat berharap untuk segera meninggalkan dunia ini brave,aku benar-benar tidak ingin hidup lebih lama lagi_":
"Shut up!": tegas brave memegang kedua pundak Krystal agar tenang dan menatap kedua manik mata Krystal yang tak hentinya mengeluarkan cairan bening
Krystal menatap brave wajah keduanya sangat dekat, Krystal bisa melihat jelas wajah brave.Mata brave yang selama ini tidak berani dia tatap, sekarang saling bertautan dengan matanya.
"Jangan pernah menangis lagi!":pinta brave mengusap lembut air mata Krystal masih membasahi wajah cantiknya
Brave mencium kening Krystal,lalu membawa gadis itu ke dalam rengkuhannya. Memeluknya dengan sangat erat, berusaha untuk memberikan kenyamanan kepada Krystal.
"Ayo sekarang makanlah, aku akan menyuapimu": pinta brave menuntun Krystal untuk duduk di atas tempat tidur
Krystal diam dan menurut semua yang di katakan oleh brave. Setelah brave mencium keningnya dan juga memeluknya, Krystal merasa lebih tenang dari sebelumnya.
Jangan berikan aku harapan untuk memilikimu brave!": batin Krystal
Brave mengambil makanan Krystal yang sama sekali belum tersentuh sedikitpun.
"Ayo buka mulut mu": pinta brave menyuapinya
Perlahan Krystal membuka mulutnya menerima suapan demi suapan dari brave. Brave menyuapinya dengan sabar, hingga bubur itu habis.
"Ini minum": ucap brave memberikan gelas yang berisi air putih
"Terimakasih": ucap Krystal menatap brave
"Istirahatlah":kata brave membalas tatapan Krystal lalu membantunya untuk berbaring, menarik selimut hingga menutupi batas dada Krystal
Brave lalu beranjak dari tempatnya, keluar dari kamar itu membawa bekas makan Krystal ke dapur.
Sebelum keluar brave menatap Krystal sekilas yang sudah menutup matanya.Lalu menutup pintu kamar itu dengan rapat.
"Sial! aku tidak bisa menahan diriku sendiri": umpat brave yang tengah berada di dapur membawa bekas makanan Krystal
Tuhan apa aku bisa menjadi seperti orang normal lainnya? Aku tidak bisa mengerti kenapa aku begitu marah melihatnya meneteskan air mata!": batin brave
"Brave": panggil Alexa yang melihat brave berdiam diri di dapur
Brave beralih menatap Alexa lalu berjalan menuju kulkas mengambil 2 minuman memberikannya satu kepada Alexa.
"Ada apa?": tanya Alexa melihat brave seperti seseorang yang sedang memikirkan sesuatu
"Aku memaksanya untuk tinggal bersamaku. Aku tidak mengerti kenapa aku melakukan hal itu padanya": ucap brave meneguk minuman yang ada di tangannya
"Cobalah untuk memahami dirimu sendiri brave,hanya kau yang mengetahui isi hatimu. Jika kau bisa memahami dirimu,kau akan mendapatkan jawabannya": kata Alexa menatap brave
"Bagaimana denganmu kak,apa kau tidak ingin mencari pasangan?": tanya brave menatap Alexa
"Hahaha":Alexa tertawa mendengar pertanyaan brave
"Apa kau berpikir akan ada pria yang mau dengan wanita sepertiku?": lanjut Alexa
"Jangan pernah berpikir seperti itu lagi kak! di luar sana banyak pria yang ingin bersamamu. Kaulah yang seharusnya mencoba untuk membuka hatimu, lupakan semua yang pernah terjadi.":kata brave menatap Alexa dengan serius
"Sudahlah, aku akan pulang sekarang. Luangkan waktumu akhir pekan bersama Mark,aku ingin kita piknik seperti biasanya. Jangan lupa untuk mengajak calon adik iparku": ucap Alexa menghindari brave,lalu berjalan menuju ruang tamu mengambil tasnya untuk segera meninggalkan apartemen brave
"Kau selalu menghindar kak!":kata brave mengikuti Alexa ke ruang tamu
Alexa tidak menanggapi perkataan brave.
"Salam untuk adik iparku,dan jangan lupa akhir pekan ini": ucap Alexa menatap brave sebelum keluar dari apartemen brave
"Ya aku tidak akan lupa": jawab brave menatap Alexa
"Baiklah,by": ucap Alexa melambaikan tangannya sebelum benar-benar menghilang dari balik pintu apartemen brave
Brave mendudukkan dirinya di atas sofa yang berada di ruang tamu. Meletakkan lengannya untuk menutupi matanya.
Cobalah untuk memahami dirimu sendiri brave,hanya kau yang mengetahui isi hatimu. Jika kau bisa memahami dirimu,kau akan mendapatkan jawabannya.
Brave kembali teringat akan ucapan Alexa.
Apa menahannya untuk tetap berada di sini adalah keputusan yang tepat?": batin brave
Brave masih berpikir apa keputusannya menahan Krystal untuk tinggal bersamanya adalah keputusan yang benar. Brave sangat yakin jika gadis itu akan mempertanyakan alasannya kenapa dia di tahan olehnya.
Aku yang memiliki hak atas diriku,tapi kenapa aku tidak bisa mengerti akan semua yang aku lakukan!": batin brave
..
..
..
..
Follow Instagram aku @_nonafaa
Thanks yang udah mau setia membaca cerita ini🖤