
"Owh iya kak, bagaimana hubungan mu dengan Mark?": tanya brave
Alexa diam sejenak, wanita itu juga bingung dengan apa yang terjadi antara dirinya dan juga pria yang selama ini dia anggap seperti adiknya sendiri.
Sejak Mark mengungkapkan perasaannya kepada dirinya,dia terasa lebih jauh dari Mark.
"Aku tidak tau!": jawab Alexa singkat
"Sejak awal Mark tidak pernah menganggap dirimu sebagai kakaknya!. Dia menganggap dirimu sebagai seorang wanita yang dia sukai.": tutur brave
Alexa diam mendengarkan semua yang di katakan oleh brave.
"Saat dia pergi ke Canada dia selalu berpesan kepada ku untuk menjauhkan dirimu dari pria lain. Dia tidak ingin kau sampai di sakit pria lain di saat dirinya tidak ada di samping mu. Kau begitu spesial di hatinya kak,dia begitu mencintai dirimu.": lanjut brave menatap Alexa yang diam
"Dia akan kembali ke Canada dan aku tidak tau kapan dia akan kembali!": kata brave
Alexa langsung menatap brave setelah mendengar Mark akan kembali ke Canada.
"Canada?": Alexa terkejut mendengarnya
"Hmmm": jawab singkat brave
..
..
..
..
Keesokan harinya brave pagi-pagi sekali sudah berangkat ke perusahaannya yang telah lama dia tinggalkan. Setelah kepulangannya 2hari yang lalu, barulah dia kembali muncul di kantornya itu.
Di perusahaan brave semua staf telah berbaris rapi di lobby utama untuk menyambut kedatangan presdir mereka.
Tak lama kemudian mobil yang di pakai brave telah tiba, dengan cepat security membuka pintu mobil untuk brave. Dan keluarlah brave dari mobil dengan gagahnya,kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Dengan aura brave yang begitu kuat dan juga mengintimidasi.
"Selamat datang Tuan Brave": sapa para staf yang menyambut kedatangannya
Brave hanya mengangguk tanpa tersenyum sedikit pun kepada para stafnya. Jika mereka menganggap bahwa brave begitu sombong, jawaban yang tepat adalah brave adalah seorang psikopat yang dingin dan juga tidak suka melihat orang-orang yang suka mencari muka di hadapannya.
"Di mana sekertaris ku?": tanya brave kepada mereka semua
"Nona Felicya belum tiba tuan": jawab salah satu staf dari departemen Finance and Accounting
"Belum tiba!":kata brave mengulang jawaban salah satu stafnya
"Ck!! jika dia datang suruh temui aku secepatnya!": lanjut brave berkata dengan tegas
"Baik tuan": jawab para stafnya
Brave pun berjalan masuk menuju lift pribadi miliknya yang akan mengantarkannya pada lantai teratas di gedung tinggi itu.
Setibanya brave di ruangannya, dengan segera dia menduduki kursi kekuasaan miliknya. Sekilas brave menatap meja yang telah banyak sekali berkas-berkas yang menunggu dirinya.
"Sekertaris macam apa yang Mark cari itu!": umpat brave mengetahui jika dia lebih dulu tiba sebelum bawahanya
Brave lalu mengeluarkan ponselnya untuk menelpon istrinya.
"..........": jawab seorang wanita dari seberang sana tak lain adalah istrinya Krystal
"Apa yang kau lakukan?": tanya brave
"........…"
"Keluarlah bersama Helena,kau juga butuh beraktivitas di luar.": kata brave
"..........."
"Iya,tapi jangan lupa untuk selalu mengabariku": jawab brave
"............"
"Aku mencintaimu sayang": ucap brave
"..........."
"Bye": brave pun mengakhiri sambung telponnya dari Krystal
Brave pun kembali menelpon seseorang.
"Ikuti kemanapun istriku pergi dan ingat jangan sampai dia terluka sedikitpun!": kata brave kepada anak buahnya tak lain adalah Delon
"..........."
Tanpa menjawab apapun lagi,brave mematikan sambungan teleponnya. Meletakkan ponselnya di atas meja dan mulai mengerjakan semua pekerjaan yang menumpuk di atas mejanya.
Krekkk...
Tak lama kemudian seseorang datang dan langsung membuka pintu ruangan brave tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Selamat pagi tuan,maaf saya telat":ucap seorang wanita yang kini berada di hadapan brave
Brave meletakkan pena yang ada di tangannya secara kasar dan menimbulkan suara yang keras di atas meja,dan itu mengartikan bahwa brave tidak suka dengan ketidak sopannya wanita itu.
"Siapa kau?": tanya brave dengan tatapan tajam
"Saya Felicya tuan,sa-saya adalah sekertaris anda": jawab Felicya dengan terbata-bata setelah brave menatapnya dengan tatapan tajam
"Apa kau tidak punya sopan santun?": tanya brave dengan tegas
"Maafkan saya tuan,saya tidak akan melakukan hal itu lagi.": ucap Felicya meminta maaf kepada brave
"Pergi dari sini sekarang!": tegas brave
"Maaf sekali lagi tuan,dan saya permisi": ucap Felicya sekali lagi sebelum pergi dari ruangan brave
Felicya pun keluar dari ruangan brave.
"Sekertaris macam apa yang di pilih Mark untukku ini!": umpat brave kesal dengan sekertaris pilihan Mark
Sedangkan itu wanita yang menjadi sekertaris brave itu kini segera duduk di meja kerjanya yang berada tepat di depan ruangan brave.
Astaga! tak hanya di majalah tapi kenyataannya dia begitu tampan. Tapi dia begitu dingin": batin Felicya
Felicya pun segera mengerjakan pekerjaannya, setelah selesai membayangkan wajah tampan brave yang baru saja dia temui.
Felicya Brionly
Seorang wanita berusia 27tahun, wanita yang berasal dari keluarga sederhana. Felicya hidup dengan seorang ayah dan adik laki-lakinya yang berusia 26tahun. Felicya adalah seorang sarjana Office administration yang lulus di salah satu universitas yang ada di California. Dan merangkak menjadi seorang sekretaris selama 2tahun di perusahaan kecil yang ada di California,dan setelah itu kembali merangkak menjadi sekertaris di perusahaan brave.
..
..
..
..
"Helee": teriak Krystal
"Krystal": teriak Helena
Kedua wanita itu baru saja bertemu kembali setelah 4minggu tak bertemu. Terlihat mereka berdua saling berpelukan melepaskan kerinduannya.
"Aku merindukanmu": ucap Helena melerai pelukannya dari Krystal
"Aku juga sangat merindukanmu":seru Krystal
"Ayo kita habiskan waktu bersama hari ini":ajak Helena dan di balas anggukan oleh Krystal
Krystal dan Helena pun meninggalkan kediaman keluarga Arthur, menuju ke mall terbesar di kota los angeles tak lain adalah mall milik brave.
Aku berada di mall bersama dengan Helena, setelah itu bolehkah aku datang ke kantor mu?": Krystal mengirimkan pesan teks kepada brave
Tak lama kemudian brave membalasnya.
Aku menunggumu sayang 😘": jawab brave
Krystal tersenyum setelah menerima pesan teks dari suaminya itu. Krystal pun tak lagi membalasnya.
"Kenapa kau tersenyum-senyum seperti itu?": tanya Helena yang melihat Krystal tersenyum-senyum sendiri
"Tidak apa-apa":jawab Krystal tersenyum manis kepada Helena
"Apa kau sakit?": tanya Helena menempelkan tangannya di keningnya Krystal
"Helena aku tidak apa-apa!": jawab Krystal menyingkirkan tangan Helena dari keningnya
Krystal dan Helena pun berkeliling memutari mall besar itu. Memasuki setiap toko yang menurut mereka menarik.
Sebagian besar pengunjung mall dapat mengenali Krystal yang akhir-akhir ini menghiasi situs bisnis dan majalah karena pernikahannya dengan Brave Gabriel Arthur.
Ternyata istri tuan brave begitu cantik.
Bukankah itu nyonya Krystal, istri dari tuan brave?.
Astaga dia begitu cantik,sama seperti kakaknya Alice.
"Semua orang sepertinya mengenal dirimu": kata Helena kepada Krystal
"Aku tidak nyaman dengan ini!": keluh Krystal tidak begitu suka menjadi pusat perhatian yang mengenal dirinya
"Hahaha,itu akibatnya karena kau menikah dengan seorang billioner tampan":ledek Helena
Krystal menatap tajam Helena, karena sahabatnya itu malah menertawakan dirinya.
..
..
..
..
To my dear readers👋Hay apa kabar?
Baik yah,amiinnnn
Maaf ya, baru bisa up lagi. Aku relain banget hari ini gak tidur biar bisa update demi kalian.
Akhir-akhir ini banyak sekali pekerjaan yang menguras waktu nona faa,jadi itu alasannya baru bisa up lagi.
Semoga kalian bisa mengerti yah🙏
ILY ❤️ my readers