My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Alexa and Mark



Seorang wanita berjalan begitu lesuh, nafas yang tidak beraturan, setelah dia berlarian ke sana kemari mengelilingi bandara. Dengan air mata yang tak henti membasahi wajahnya.


”Hikss..hiks, ku mohon, kembalilah!. Aku tidak ingin kehilanganmu.” Tangis wanita itu, dia merasa begitu putus asa.


Penyesalan memang selalu datang di akhir. Dan saat ini, wanita itu telah merasakannya.


Dan dia adalah tak lain adalah Alexa.


•1 jam sebelumnya•


Saat itu tepat jam 8pagi, Alexa menghubungi Krystal. Dia berniat untuk mengajak adik iparnya itu, untuk berbelanja dan masak bersama.


”Hallo, Krystal. Kau di mana?” Tanya Alexa.


”Aku berada di bandara kak.” Jawab Krystal.


”Bandara?” Kata Alexa, dengan raut wajah yang bingung.


”Untuk apa kau ke bandara, sepagi ini?” Tanya Alexa, begitu penasaran, mengetahui Krystal berada di bandara jam 8pagi.


”Kak, Mark akan kembali ke Canada. Aku dan brave telah mencoba untuk menghentikan niatnya, untuk kembali ke Canada. Tapi Mark, tetap pada keputusannya. Dan mungkin dia tidak akan pernah kembali ke Amerika lagi.” Jawab Krystal.


”Kau serius?” Tanya Alexa, bersamaan dengan butiran air mata yang jatuh membasahi wajahnya.


”Pesawatnya akan segera berangkat.” Kata Krystal.


Tanpa menjawabnya lagi, Alexa menutup panggilan teleponnya dari Krystal.


”Kenapa kau tidak memberitahu aku?.


Apa kau marah?. Hiks..hiks..kau pergi untuk kedua kalinya!” Tangis Alexa, setelah mengetahui Mark, akan kembali ke Canada.


***


Alexa duduk termenung, di bangku taman yang tak jauh dari bandara.


”Tapi bisakah rasa sayang dan cinta itu berubah menjadi, rasa sayang dan cinta kepada seorang pria,bukan kepada adik?”


”Aku mencintaimu,aku menyayangimu bukan sebagai seorang adik kepada kakaknya tapi seorang pria kepada wanita”


"Aku mencintaimu sejak 7tahun lalu. Aku menahan perasaan ku sejak lama,aku mencoba untuk membuang jauh perasaan ku itu,tapi aku tidak pernah bisa melakukannya"


"Aku hanya ingin kau juga membalas cinta ku,aku mencintaimu Alexa"


Alexa kembali mengingat, di saat Mark mengungkapkan perasaannya kepada dirinya.


”Markkkk!!..hiks..hikss. Aku juga mencintaimu, kembalilah, kumohon.” Tangis Alexa, dia sudah tidak memperdulikan orang-orang yang memperhatikan dirinya.


”Kak” Panggil seseorang, yang datang menghampirinya.


”Krystal...” Ucap Alexa, dengan lesuh menatap Krystal.


Krystal lalu memeluknya, mencoba untuk menenangkan Alexa.


”Dia mengatakan padaku, jika dia begitu mencintaimu. Kau adalah wanita yang menjadi cinta pertamanya.” Kata Krystal, mengelus lembut punggung wanita, yang menjadi kakak iparnya itu.


”Aku dan brave, ibu. Telah mencoba untuk menahannya, tapi Mark tetap pada keputusannya, untuk kembali ke Canada. Hal yang menyakitkan adalah, di saat dia memutuskan untuk tidak akan kembali lagi ke, Amerika.” Lanjut Krystal.


”Maafkan aku, ini semua salahku. Dia pergi karena aku, tolong maafkan aku..Hiks..hikss” Tangis Alexa, mengangkat wajahnya menatap Krystal.


”Jika saja, aku tidak egois. Mark pasti tidak akan pergi.” Ucap Alexa, tersedu-sedu dengan mata sembab.


”Kak, apa kau juga mencintai Mark?” Tanya Krystal, menatap Alexa.


”Jangan katakan hal itu lagi. Kau adalah wanita yang baik, kau bukanlah wanita yang menjijikkan. Semua orang memiliki masa lalu, tapi masa lalu bukanlah penghalang untuk kebahagiaan. Dan kau harus bahagia.” Kata Krystal, mengusap lembut air mata Alexa.


”Mark, adalah pria yang baik. Dia mencintaimu dengan tulus, tanpa melihat ke belakang. Karena di saat kalian bersatu, kalian akan terus berjalan untuk masa depan, bukan untuk masa lalu.” Lanjut Krystal.


”Tapi semuanya telah berakhir, Mark pergi karena aku.” Ucap Alexa, dia masih berharap jika, Mark akan kembali. Tapi semua itu tidak akan terjadi. Karena Mark, telah pergi meninggalkan Amerika, tanpa mengatakan akan kembali lagi.


”Tidak, tidak ada yang berakhir.” Ucap Krystal, tersenyum menatap Alexa.


”Apa maksudmu, Krystal?” Tanya Alexa.


”Ahhh, cuaca hari ini begitu segar, setelah bangun tidur” Ucap seseorang, tepat di belakang Alexa.


Alexa yang mendengar suara yang sangat dia kenal pemiliknya. Dengan cepat Alexa, membalikkan badannya dan...


”Mark!” Pekik Alexa, melihat keberadaan Mark di sana.


”Hay, sayang” Sapa Mark, dengan mengedipkan sebelah matanya, kepada Alexa.


Mark, lalu menghampiri Alexa. Menarik wanita itu ke dalam dekapannya. Mark telah mendengar semuanya, dia bersyukur dan begitu bahagia, karena pada akhirnya, wanita yang begitu dia cintai juga mencintai dirinya.


”Hiks..hikss.. Kalian, sengaja melakukan hal ini padaku!” Ucap Alexa, yang masih berada di dalam dekapan Mark. Dia begitu bahagia, karena Mark kini ada di depan matanya.


”Maafkan aku, tapi aku hanya ikut saja” Ucap brave, yang merangkul pundak istrinya.


”Ini semua, usul dari Mark. Maafkan aku kak” Ucap Krystal, sambil memegang kedua kupingnya, dan memasang wajah imutnya kepada Alexa.


”Apa kau benar-benar akan pergi?” Tanya Alexa, menatap Mark, dengan mata sembab.


”Tidak ada alasan untuk aku pergi, aku memiliki keluarga dan juga wanita yang aku cintai di sini, apakah mungkin aku akan pergi meninggalkan semuanya?” Ucap Mark, menatap Alexa, dengan kedua tangannya, menangkup wajah Alexa.


”Aku ingin menikahi mu, segera.” Lanjut Mark.


Alexa tersenyum menatap Mark. Benar apa yang di katakan oleh Krystal, masa lalu bukanlah penghalang untuk kebahagiaan.


”Hmmmm, apa kalian akan terus bertatapan di sini, menunggu hingga salju turun?” Cibir brave, kepada kedua sejoli itu.


”Aku lapar, menunggu kalian” Sambung Krystal, menatap ke arah Mark dan Alexa.


”Hmm, bagaimana jika kita makan, sebelum kembali ke rumah. Kita cari restoran terdekat dari sini” Usul Mark, kepada brave, Krystal dan Alexa. Dan di balas anggukan oleh ketiganya.


Brave dan Krystal berada di mobil yang mereka pakai sebelumnya, dan Mark yang berada di mobil Alexa.


Mereka lalu menuju restoran terdekat, dari bandara.


***


”Musim dingin akan segera tiba, dan itu adalah musim dingin pertama kita.” Ucap Krystal, memandangi langit dari balik jendela mobil.


”Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?” Tanya brave, menggenggam satu tangan Krystal.


”Saat kecil, aku, papa, mama dan kak Alice, selalu menghabiskan waktu bersama di hari pertama musim dingin.” Kata Krystal, menatap brave.


”Apa kau merindukan, mama dan papa?” Tanya brave, melihat wajah istrinya yang menunjukkan, bahwa Krystal begitu merindukan kedua orangtuanya.


”Mereka bahkan, tak lepas dari ingatan ku sehari saja.” Jawab Krystal, kembali menatap keluar jendela.


Brave bisa merasakan bagaimana perasaan istrinya itu, karena dia pun sama. Selama ini dia tidak bisa berbuat apa-apa, di saat dirinya merindukan ayahnya. Tapi brave, masih beruntung dari Krystal, karena ibunya masih bersama dirinya.


Aku akan selalu bersama denganmu, dan aku akan selalu berusaha, untuk memberikan yang kau mau. Aku ingin kau selalu bahagia” Batin brave.