My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Cruelty Brave!!



2 wanita cantik baru saja memasuki salah satu club malam terbesar di kota los angeles.


Club yang di beri nama B-Mundo Oscuro, B yang berarti Brave dan Mundo Oscuro dalam bahasa Spanyol berarti dunia kegelapan.


Ya,club malam itu adalah salah satu milik brave,dari seluruh club miliknya yang sudah tersebar di berbagai kota,bahkan brave telah menyebarkan usah club malamnya ke berbagai negara.


"Apa kalian,nona Alen dan Sea?":tanya salah satu bartender menghampiri Alen dan Sea


"Iya,aku Alen": jawab Alen dengan angkuhnya


"Aku Sea": sambung Sea


"Silahkan ikut saya ke lantai 4,tuan brave sudah menyiapkan ruangan untuk kalian": kata bartender kepada Alen dan Sea


"Baiklah,ayo cepat antar kami ke sana": ucap Alen dengan angkuh kepada bartender itu


Lalu Alen dan Sea mengikuti bartender yang membawanya ke ruangan yang sudah di siapkan oleh brave untuk mereka berdua.


"Silahkan,nona": ucap bartender membuka pintu ruangan untuk mereka berdua


"Di mana tuan brave?": tanya Alen kepada bartender itu


"Tuan brave,akan segera tiba. Kalian hanya di minta untuk menunggunya di sini": jawab bartender itu


"Baiklah,kau boleh pergi": ucap Alen mengibaskan tangannya kepada bartender tadi


"Sombong sekali 2wanita itu!": gumam bartender tadi setelah meninggalkan Alen dan Sea


"Alen,aku benar-benar tidak menyangka kita di undang oleh tuan brave": ucap Sea merasa ini semua hanyalah mimpi


"Aku juga, sangat bahagia. Tapi ingat jangan sampai kau! berniat untuk memiliki tuan brave. Karena hanya aku yang akan menjadi nyonya brave,tidak kau dan tidak dengan wanita lain, termasuk wanita ****** itu!": kata Alen menunjuk Sea lalu mengepalkan tangannya mengingat bagaimana Krystal yang tidak dia kenal bisa bergandengan tangan bersama brave di muka umum


"Siapa yang kau sebut wanita ******,nona?": tanya seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan di mana Alen dan Sea berada


"Tuan brave": seru Alen dan Sea bersamaan saat melihat brave tiba


Alen mendorong Sea agar menjauh,dia segera mendekati brave.Sea menatap Alen dengan tatapan marah.


"Tuan brave,apakah malam ini kita akan menghabiskan waktu bersama?":tanya Alen dengan tidak malunya


"Tuan brave,ayo duduklah dulu. Kita bisa minum dan mengobrol bersama": seru Sea menarik lengan kekar brave untuk duduk di sofa


Alen menatap tajam,Sea. Dengan cepat Alen ikut duduk di samping brave.


"Tuan brave,kau belum menjawab pertanyaan ku tadi,apa kau mau menghabiskan malam bersamaku?": tanya Alen lagi dengan sengaja meletakkan tangannya di dada bidang brave


"Why not!": jawab singkat brave, menatap kedua wanita itu dengan jijik


Sea, dengan sengaja menyingkirkan tangan Alen yang merayap ke dada bidang brave,itu membuat Alen kesal dengan Sea.


"Sea,apa yang kau lakukan!": serkas Alen menatap Sea


Sea tidak menanggapi Alen yang kini menatapnya dengan tajam. Sea menuangkan wine kedalam gelas,lalu memberikannya kepada brave.


"Ini,tuan brave":ucap Sea seraya memberikan gelas yang berisikan wine kepada brave


"Sea,itukah namamu?": tanya brave menatap Sea


"Iya,tuan. Aku Sea": jawab cepat Sea, tersenyum menggoda kepada brave


"Dan kau Alen?": tanya brave menatap Alen


"Iya,tuan brave. Aku Alen": jawab Alen menatap menggoda dengan cara mengelus lembut lengan kekar brave


Brave menyinggungkan senyuman licik, menatap kedua wanita yang ada di sampingnya. Benar-benar menjijikkan bagi brave berada di tengah-tengah kedua wanita itu.


"Alen,tadi kau menyebut wanita ******,siapa yang kau maksud?":tanya brave menatap Alen


Alen menundukkan wajahnya,dia ragu-ragu menjawab pertanyaan brave. Bagaimana jika brave marah jika yang dia maksud itu adalah Krystal.


"Katakan saja,aku tidak akan marah. Lagi pula semua wanita yang mendekatiku pasti karena uang": ucap brave memancing Alen untuk berbicara


"Tuan brave,bukankah wanita yang kau bawah saat di restoran kemarin,adalah wanita ******. Aku sangat yakin,jika wanita itu mendekatimu hanya karena kau seorang billioner":jawab Alen


"Iya tuan brave,dia hanya seorang wanita rendahan,yang bermimpi untuk menjadi istrimu": sambung Sea,dan di anggukin oleh Alen


"Hmmm, memangnya kalian kenal dengan wanita yang bersamaku kemarin?": tanya brave lagi


"Iy-iya tuan,aku sering melihatnya. Dia sering keluar masuk hotel,dengan pria yang berbeda-beda": jawab Alen, mengedipkan matanya kepada Sea


"Iya tuan brave,wanita itu hanyalah seorang ******,apa yang di katakan oleh Alen adalah benar": sambung Sea, mengikuti permainan Alen yang mengarang cerita tentang Krystal


"Menyingkirkannya adalah keputusan yang tepat tuan brave": sahut Alen berada di belakang brave


"Ya kau benar": ucap brave berbalik dan


Dor.


Satu tembakan mendatar pada bahu Alen.


"Aaaawwww": ringis Alen memegang bahunya yang terkena tembakan dari brave


Sea seketika panik, melihat kejadian yang baru saja di lakukan oleh brave kepada Alen.


"Apa yang kau lakukan,tuan brave?": tanya Alen menatap tajam ke arah brave


"Tadi kau mengatakan jika, menyingkirkannya adalah keputusan yang tepat. Inilah yang sedang aku lakukan,aku menyingkirkan orang yang tepat!": jawab brave menyinggungkan senyuman membuat kedua wanita itu takut melihatnya


Sea merasa nyawanya terancam,dia beranjak dari tempatnya dan pergi dari sana.Tapi baru saja dia melangkah.


Dor.


Brave melepaskan satu tembakan lagi kepada kaki kanan Sea, membuat wanita itu tersungkur ke lantai.


"Aaaawwww,lepaskan aku. Aku mohon": ringis Sea yang sudah histeris ketakutan dengan apa yang di lakukan brave


"Tidak semudah itu kalian keluar dari sini, mungkin kalian akan keluar dari sini. Tapi tidak dalam keadaan bernyawa!": kata brave


Alen dan Sea semakin panik,dengan luka yang baru saja mereka dapat. Membuat mereka berdua tidak bisa melarikan diri dari sana. Mereka hanya bisa menangis menyesali kedatangannya ke club malam itu.


"Apa kesalahan kami, kenapa kau melakukan ini?":tanya Alen yang berusaha menahan rasa sakit di bahunya


"Kalian bertanya kesalahan kalian apa?.


Kesalahan kalian,karena telah menghina wanita yang saat ini berstatus sebagai calon istriku. Calon istri dari Brave Gabriel Arthur,kalian tak segan mengatakan hal yang tidak pernah dia lakukan. Kalian begitu hebat mengarang cerita tentang wanitaku!": jawab brave dengan sorot mata yang tajam, dia benar-benar telah menahan amarahnya saat kedua wanita itu mengarang cerita tentang Krystal


Alen dan Sea begitu terkejut setelah mengetahui wanita yang berusaha mereka jatuhkan di hadapan brave,tak lain adalah calon istri dari brave. Kini mereka semakin menyesali semuanya.


"Tuan brave,maafkan kami. Kami benar-benar tidak tau,jika wanita itu adalah calon istrimu": ucap Alen memohon kepada brave


"Maafkan kami,tuan.": sambung Sea dengan isakan tangisnya


"Kalian tau,aku bukan orang yang mudah untuk memaafkan. Aku berbeda dengan yang lainnya,aku orang yang suka membunuh,aku begitu menyukai darah. Jadi aku tidak akan melepaskan kalian berdua!":kata brave


Dor.


Brave kembali menebaki Alen dan Sea.


"Aaaawwww": ringis kedua wanita itu


"Ini untukmu,karena kau telah mengarang cerita yang tidak benar tentang calon istriku!": kata brave mengeluarkan pisau kecil dari balik jasnya dan langsung menyayat mulut Alen hingga sobek


Alen tidak bisa berkata apa-apa lagi,dia tidak bergerak sedikitpun lagi.Hanya matanya saja yang masih bergerak menatap brave.


Sea semakin panik,dan dia hanya bisa menangis melihat kekejaman yang di lakukan brave kepada Alen.


"Sepertinya,kau masih ingin bertahan!": ucap brave


Dor.


Brave menembak kepala Alen, membuat darah dan sebagian isi kepala Alen mengenai wajah dan tubuh Sea.


"Aaaaaaaa,hikkss...hiksss apa yang kau lakukan kepadanya!! Lepaskan aku, brengsek": histeris Sea melihat mayat Alen sahabatnya


"Kau terlalu berisik!":serkas brave, melemparkan pisau di tangannya ke wajah Sea


"Aaaawwww, aku mohon bia-rkan aku pergi dari sini": Sea memohon kepada brave sambari memegang mata kirinya yang tertancap pisau yang di lemparkan oleh brave


"Kalian lebih menjijikkan dari binatang,tidak ada tempat untuk kalian hidup.": ucap brave


Dor.


Brave menebaki tepat di jantung Sea.


"Kau psiko-pat": Sea berbicara dengan darah yang keluar dari mulutnya,dan setelah dia mengatakan itu akhirnya dia tewas


"Ini akibatnya jika kalian berani, kepada orang-orang yang aku sayang!": ucap brave tertawa setelah puas dengan apa yang dia lakukan kepada Alen dan Sea


Brave menghubungi anak buahnya, Delon. Untuk segera datang membereskan mayat Alen dan Sea. Setelah itu brave keluar dari ruangan itu, menuju ruangan pribadi miliknya untuk membersihkan tubuhnya sebelum kembali ke rumah ibunya untuk menjemput Krystal.