
"Sayang apa yang kau lakukan di dalam sana?": tanya brave yang berteriak memanggil Krystal yang masih berada di walk in closet
"Tunggu sebentar!": jawab Krystal dari dalam walk in closet
1menit
5menit
15menit
20menit
Sungguh brave tak sabar menunggu Krystal, entah apa yang di lakukan istrinya di dalam walk in closet.
"Sayang buka pintunya,kenapa kau lama sekali di dalam sana?": teriak brave dari balik pintu walk in closet
"Sayang?": panggil lagi brave tak mendapatkan jawaban dari Krystal
Kreeekkk
Krystal membuka pintu walk in closet dengan tampilan yang sangat menggoda, karena wanita itu hanya memakai lingerie seksi berwarna hitam yang kontras dengan kulitnya yang putih mulus.
"Hmmmm,apa kau ingin menggoda ku sayang?": tanya brave menarik pinggang ramping Krystal
Krystal diam tanpa menjawab pertanyaan brave, sungguh dia pun merasa sangat malu memakai lingerie di hadapan brave, walaupun mereka telah menjadi suami istri tapi tetap saja Krystal masih malu.
Menggoda mu? Inikan kau yang memintaku memakainya!": batin Krystal
"Kenapa kau diam saja?": tanya brave mengangkat dagu Krystal agar menatapnya
"Aku tidak nyaman memakainya,lagi pula ini sedang musim dingin. Aku takut masuk angin memakai baju kurang bahan seperti ini": protes Krystal menatap malas brave
"Kau tidak akan masuk angin atau kedinginan karena aku akan selalu menghangatkan mu": ucap brave menatap menggoda Krystal
Krystal memutar bola matanya dengan malas mendengar rayuan gombal brave.
"Aaaaa!":pekik Krystal terkejut karena brave tiba-tiba mengendongnya
"Apa yang akan kau lakukan?": tanya Krystal yang berada di gendongan brave dengan tangannya melingkar pada leher suaminya itu
Pertanyaan yang begitu bodoh menurut brave, bagaimana mungkin istrinya itu masih bertanya apa yang akan dia lakukan, setelah dia memintanya untuk memakai lingerie seksi yang begitu menggoda.
Gadis yang benar-benar polos,ah tidak dia bukan lagi gadis tapi wanita, wanita ku!": batin brave
Brave berjalan menuju tempat tidur membaringkan tubuh Krystal.
"Kau bertanya aku akan melakukan apa,kau begitu polos sayang": ucap brave menatap Krystal tersenyum
Brave merangkak naik ke atas tempat tidur, hingga berada di atas tubuh Krystal menghimpit tubuh kecil istrinya.
Krystal bodoh! kenapa juga kau bertanya seperti itu setelah dia meminta mu memakai baju kurang bahan seperti ini": batin Krystal
Brave mendekatkan wajahnya ke pada Krystal,dan dalam sekejap brave telah mencium bibir Krystal.
Tapi tak lama brave melepaskan ciumannya menatap Krystal.
"Bernafas sayang, kenapa kau suka sekali menahan nafas mu saat berciuman?": kata brave karena Krystal masih saja menahan nafas setiap kali berciuman
"Aku tidak tau!": jawab singkat Krystal menatap ke arah lain
Entah kenapa dia juga tidak mengerti kenapa dia selalu menahan nafas saat berciuman, mungkin saja itu karena sebelumnya Krystal tidak pernah melakukannya pada pria lain, lebih tepatnya dia belum berpengalaman karena brave adalah first kiss nya.
Brave menahan tawanya melihat wajah istrinya yang terlihat malu. Jujur saja brave suka melihat Krystal seperti itu, menurutnya Krystal begitu mengemaskan.
"Sayang,kau ingin punya anak berapa?":tanya brave tiba-tiba,itu membuat Krystal kembali menatapnya
"Kau sendiri?": tanya balik Krystal menatap mata suaminya itu
"Aku ingin memiliki anak yang banyak,tapi itu tergantung padamu karena kau yang akan melahirkan anak-anak ku": jawab brave menatap mata istrinya
"Aku rasa 2,tapi kita juga tidak tau bagaimana kedepannya bukan": kata Krystal tersenyum manis pada brave
"Jika kau hamil,kau ingin anak laki-laki atau perempuan?": tanya brave lagi
"Aku ingin anak laki-laki,aku ingin dia seperti dirimu.": jawab Krystal
"Seperti diriku?": kata brave mengulang ucapan Krystal
Seperti ku? bagaimana jika dia juga menjadi seorang psikopat?": batin brave
"Ada apa?": tanya Krystal memegang kedua rahang brave
"Krystal,jika tuhan mentakdirkan dirimu hidup bersama seorang psikopat! apa yang akan kau lakukan?": tanya brave sadar atau tidak dia bertanya seperti itu kepada Krystal
"Kenapa kau bertanya seperti itu?": tanya Krystal
"Tidak! jawab saja.Apa yang akan kau lakukan jika yang aku katakan terjadi?": tanya brave lagi
"Aku tidak tau, karena itu juga tidak akan terjadi karena aku telah bersamamu": jawab Krystal
"Jika aku seorang psikopat?": tanya brave lagi melihat raut wajah Krystal terlihat biasa-biasa saja
"Hahahaha,brave ayolah tidak perlu membuat lelucon seperti ini. Apakah ada suami istri seperti kita yang membicarakan psikopat sebelum tidur?": tawa Krystal menganggap brave sangat pandai membuat lelucon
Tapi itulah kenyataannya! aku adalah seorang psikopat.": batin brave
..
..
..
..
2hari sudah setelah Mark mengungkapkan perasaannya kepada Alexa. Sampai detik ini Mark belum mendapatkan jawaban dari Alexa tentang perasaannya.
2hari ini juga Alexa bersikap layaknya tak saling kenal dengan Mark. Dan itu membuktikan kekhawatiran Mark selama ini jika dia mengungkapkan perasaannya, Alexa akan menjauhi dirinya.
Aku telah mengungkapkan perasaan ku! tapi dia malah menjauh dariku. Brave aku benar-benar bingung harus berbuat apa?": pesan teks untuk brave dari Mark
Tok.tok.tok
Seseorang mengetuk pintu kamar Mark.
"Siapa?": tanya Mark dari dalam kamarnya
"Apa ibu boleh masuk sayang?":kata seseorang yang tak lain adalah Lucia
"Iya ibu": jawab Mark
Dan masuklah Lucia ke dalam kamar Mark.
Lucia melihat wajah Mark terlihat bingung.
"Ibu": ucap Mark tersenyum menatap Lucia yang kini duduk di hadapannya
Dengan cepat Mark membaringkan tubuhnya dan menjadikan pangkuan Lucia sebagai bantalnya. Dengan tangan Lucia yang mengelus lembut kepala Mark.
"Kau kenapa Mark,ibu melihat mu seperti sedang memiliki masalah. Kau sudah berjanji akan selalu menceritakan masalahmu kepada ibu,kenapa kau tidak menceritakannya?":tutur Lucia melihat Mark akhir-akhir ini lebih banyak berdiam diri di kamarnya
"Ibu bukan seperti itu__": ucap Mark tidak tau harus memulai dari mana untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Lucia
"Lalu bagaimana Mark?": tanya Lucia terus mendesak Mark agar mau bercerita
"Alexa mendiamkan aku selama 2hari ini,ibu": kata Mark dengan sedih menatap Lucia
"Alexa?": ucap Lucia karena baru pertama kali ini dia mendengar Mark memanggil Alexa dengan sebutan nama, tanpa adanya embel-embel kakak
"Ibu tidak mengerti, jelaskan": lanjut Lucia belum mengerti maksud Mark
"2hari yang lalu aku mengungkapkan perasaan ku padanya,ibu. Dan sejak saat itu diam mendiamkan aku,aku tidak tau harus berbuat apa": kata Mark menjelaskan semuanya kepada Lucia
Lucia kini mengangguk mengerti.Ternyata itu sebabnya Mark tidak memanggil Alexa dengan sebutan kakak lagi.
"Jadi kau telah mengungkapkan perasaan mu,maka teruslah bertahan. Kau harus membuat Alexa yakin padamu.Jangan mudah menyerah seperti ini hanya karena dia mendiamkan dirimu": kata Lucia menatap putranya
"Rasanya aneh ibu, Alexa mendiamkan aku. Aku takut jika dia benar-benar akan menjauhkan dirinya dari ku": ucap Mark
"Dia tidak akan menjauh darimu, percayalah pada ibu": kata Lucia menyakinkan putranya
"Apa kau mau ibu berbicara padanya?":tanya Lucia
"Tidak ibu,aku akan berusaha sendiri untuk menyakinkan Alexa, bahwa aku benar-benar tulus padanya": jawab Mark