My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Failed again!



”Kau melakukannya lagi?” Tanya Lucia, menatap tajam brave.


”Tidak, tapi aku akan tetap melakukanya lagi. Jangan pernah menghalangi ku ibu.” Tegas brave, menatap ibunya.


”Brave!” Bentak Lucia.


”Melakukan apa?” Tanya seseorang, sehingga membuat ketiga orang itu terkejut. Dengan kehadirannya yang tidak mereka sadari.


”Krystal!” Lucia dan Mark begitu terkejut dengan kehadiran Krystal.


Sedangkan brave, pria itu hanya diam saja menatap kehadiran istrinya. Hal-hal seperti inilah yang di harapkan oleh brave, dia ingin Krystal mengetahui dirinya secara perlahan.


”Melakukan hal apa?” Tanya Krystal lagi, memegang lengan brave.


”Krystal sayang, kenapa kau turun lagi?. Bukankah ibu meminta mu untuk istirahat” Kata Lucia, mencoba untuk mengalihkan arah pembicaraan.


”Kenapa kau berbicara seperti itu kepada ibu?” Tanya Krystal lagi, mengacuhkan pertanyaan Lucia.


Brave diam menatap istrinya, entah apa yang di pikirkan oleh pria itu saat ini. Yang jelas, brave hanya ingin, Krystal mengetahui siapa dia sebenarnya secepatnya.


”Jawab aku, kenapa kau diam saja?” Tanya Krystal, menatap suaminya itu dengan rasa penasaran yang begitu besar, setelah mendengar pernyataan brave kepada Lucia.


”Apa yang kau dengar?” Tanya brave, tanpa mengalihkan pandangannya dari Krystal.


”Kau meminta ibu untuk tidak menghalangi mu, menghalangi dalam hal apa?. Kenapa kau bisa berbicara seperti itu kepada ibu?” Tanya Krystal.


”Krystal, jika kau menget__”


”Hahaha, kau terlalu menganggapnya dengan serius Krystal. Brave hanya bercanda mengatakan hal itu kepada ibu, tidak mungkin brave berani berkata seperti itu kepada ibu. Iyakan ibu, brave?” Selah Mark, setelah dia melihat brave yang sepertinya ingin memberitahu sesuatu kepada Krystal.


”Iya, benar sekali. Brave hanya bercanda mengatakan hal itu kepada ibu, sayang.” Sambung Lucia, membenarkan perkataan Mark.


Brave mengepalkan tangannya, dia benar-benar tidak bisa mengatakan kebenarannya, kepada istrinya. Di saat dirinya mencoba untuk jujur, orang-orang yang ada di sekitarnya, berusaha untuk menutupinya dengan rapat.


”Apa itu benar?” Tanya Krystal kepada brave.


Lama brave berdiam diri, dan hanya menatap Krystal. Tatapan yang penuh arti, dan hanya tuhan dan dirinyalah yang tau.


”Brave” Krystal kembali menyentuh lengan kekar brave. Karena melihat suaminya itu hanya diam saja.


”Hmmm, iya benar.” Jawab brave, membenarkan, apa yang di inginkan Mark dan ibunya.


”Lalu kalian dari mana?” Tanya Krystal.


”Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, dengan Mark.” Jawab brave.


”Iya Krystal, itu sebabnya kita berdua pulang terlambat” Sambung Mark.


”Yasudah ,kalian pasti sangat lelah. Aku akan siapkan makanan.” Kata Krystal.


”Terima kasih, tapi aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu.” Ucap Mark, lalu pergi dari sana menuju kamarnya.


”Ibu, istirahatlah. Aku yang akan menyiapkan makanan untuk brave dan mark.” Kata Krystal, berkata dengan lembut kepada Lucia.


”Tidak apa-apa, ibu akan menemanimu.” Ucap Lucia, dia merasa tidak begitu tenang jika harus meninggalkan brave dan Krystal berdua saja. Dia takut jika putranya itu nekad memberitahu Krystal, yang sebenarnya.


”Ibu, tidak apa-apa. Biarkan Krystal yang menyiapkan makanan untukku dan Mark. Lebih baik kau istirahat, kau harus menjaga kesehatanmu dengan baik.” Kata brave kepada ibunya itu, seakan mengerti apa yang saat ini di pikirkan oleh ibunya.


Lucia diam menatapnya, seakan mengisyaratkan kepada brave, untuk tidak memberitahu yang sebenarnya kepada Krystal. Lucia benar-benar takut akan hal itu. Dia belum siap, jika harus kehilangan Krystal dan melihat kehidupan rumah tangga putranya hancur.


”Ayo, ibu” Ajak brave, merangkul pundak Lucia, berjalan menaiki anak tangga.


***


Setelah tiba di lantai 2. Lucia segera menarik brave masuk ke dalam kamarnya.


”Ibu mohon, jangan pernah memberitahu hal ini kepada Krystal. Ibu tidak ingin, jika kau dan Krystal berpisah. Hiks..hikss ibu ingin melihat mu selalu bahagia, brave. Hanya itu yang ibu inginkan, sebelum ibu pergi.” Tangis Lucia, dia benar-benar hanya ingin putranya itu bahagia.


”Dia akan tau ibu, cepat atau lambat!. Aku tidak bisa menyembunyikan itu selamanya” Ucap brave, menatap ibunya.


”Kami telah terikat oleh pernikahan, 1tahun, 2tahun, 5tahun, 20tahun, mau sampai kapan aku menyembunyikan siapa aku sebenarnya,ibu?.” Lanjut brave, mencoba untuk membuat ibunya mengerti, jika tidak selamanya rahasia yang mereka tutupi akan tersimpan dengan rapat. Akan ada masanya rahasia itu akan terbongkar, hanya waktu yang akan menjawabnya.


”Maka begitu, cobalah untuk menghentikan dirimu nak.” Kata Lucia, mengusap air mata yang membasahi wajahnya.


”Brave, ayahmu juga bisa melakukan hal itu. Ayahmu bahkan bisa mengontrol dirinya, dia bisa menjadi seperti manusia normal lainnya, sayang.” Lanjut Lucia, menangkup wajah brave, dengan kedua tangannya.


”Ibu.... Sebaiknya kau istirahat.” Kata brave, mengusap lembut air mata ibunya.


”Aku mencintaimu” Ucap brave, mencium kening Lucia, sebelum keluar dari kamar ibunya itu.


Arthur, bantu aku. Aku tidak ingin, jika apa yang aku bayangkan benar terjadi dengan rumah tangga brave dan menantu kita.” Batin Lucia.


Lucia diam, menatap brave meninggalkan kamarnya. Air matanya kembali jatuh, membasahi wajahnya.


”Tuhan apa yang harus aku lakukan untuk putraku?” Tangis Lucia. Keinginan terbesarnya adalah melihat putranya bahagia dan berhenti menjadi seorang psikopat.


***


”Di mana brave?” Tanya Mark, yang telah selesai membersihkan dirinya. Dan baru saja bergabung dengan Krystal di meja makan, yang telah menyiapkan makanan untuknya dan brave.


”Di kamar. Tunggu sebentar, aku akan memanggilnya” Kata Krystal, kepada Mark. Lalu segera menuju ke kamarnya untuk memanggil suaminya.


Aku menjadi tidak tenang, jika harus membiarkan brave bersama dengan Krystal berdua. Tapi mereka suami-istri, tidak mungkin jika aku selalu berada di dekat mereka. Hufff, tuhan semoga saja brave tidak memberitahu yang sebenarnya kepada Krystal. Tapi mau sampai kapan rahasia itu bertahan?” Batin Mark, dia juga begitu bingung.


Setelah tiba di dalam kamarnya, Krystal tak menemukan keberadaan suaminya. Sesaat kemudian, terdengar percikan air dari dalam kamar mandi. Dan di yakini Krystal, itu adalah brave. Krystal pun mendudukkan tubuhnya di atas sofa, menunggu hingga brave keluar dari kamar mandi.


Tak lama kemudian, brave telah keluar dari kamar mandi. Dan melihat Krystal, yang menatapnya dengan tersenyum.


”Kau sudah selesai?” Tanya Krystal, dengan senyuman manisnya, menatap sang pujaan hatinya itu.


”Iya, apa kau menungguku?” Tanya balik brave.


”Hmmm, jika sudah selesai, ayo kita turun. Kasihan Mark, menunggu kita terlalu lama.” Kata Krystal, kepada brave. Dan di balas anggukan oleh brave.


Krystal pun mengandeng lengan kokoh brave, berjalan beriringan menuju meja makan, di mana Mark telah menunggu mereka.


”Kalian lama sekali!” Kesal Mark, karena merasa begitu lama menunggu kedatangan mereka.


”Maaf, karena membuat mu menunggu lama Mark.” Ucap Krystal, merasa tidak enak dengan Mark, yang telah lama menunggunya dengan brave.


”Jika lama, kenapa kau tidak makan saja duluan” Kata brave, menatap Mark dengan acuh.


”Menyebalkan!” Umpat Mark.


Sepertinya brave, tidak mengatakan hal apapun kepada Krystal. Syukurlah.” Batin Mark, karena melihat brave dan Krystal terlihat biasa-biasa saja.