My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Wedding preparations



"Uncle,you're getting married to aunt Krystal?": tanya Hana,yang berada di pangkuan brave


"Yes baby,you happy?":tanya brave,pada gadis kecil itu


"Yes,Hana akan punya uncel tampan,seperti mu": jawab Hana, tersenyum menatap brave dengan gaya centilnya


"Benarkah?":tanya brave, tersenyum menatap gadis 2tahun itu


"Hmmm,kau bahkan lebih tampan dari gambar yang sering bibi Helena tunjukkan padaku.": ucap Hana dengan polosnya, membuat semuanya menatap ke arah Helena


"Aku tidak mengajarkannya, yang aneh-aneh.":bantah Helena, tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi putihnya


Hey,gadis kecil! diamlah":batin Helena


Alice dan Chris hanya menggeleng kepala menatap ke arah Helena, putri kecil mereka yang masih berusia 2tahun sudah mengerti dengan banyak hal seperti orang dewasa. Dan entah apalagi yang akan Helena ajarkan pada Hana nantinya.


..


..


..


..


Keesokan harinya Lucia,Alexa dan Alice tengah sibuk mempersiapkan segala persiapan pernikahan brave dan Krystal. Ya brave dan Krystal akan menikah 2hari lagi, setelah Lucia berkonsultasi pada pendeta tentang hari yang baik.


Sedangkan Krystal kini sedang berada di kontrakan lamanya,di temani oleh Helena.


"Krystal,apa kau bahagia saat ini,semua yang ada di kehidupanmu sekarang?":tanya Helena menatap pada sahabatnya itu


"Sure,aku sangat bahagia.": jawab Krystal,berbalik menatap Helena


"Syukurlah,jika kau bahagia. Aku ingin kau selalu bahagia, Krystal. Aku sangat menyayangimu": ucap Helena, memeluk Krystal


"Terima kasih, Hele. Aku juga sangat menyayangimu": ucap Krystal,membalas pelukan dari sahabatnya itu


Dring.dring.dring


Ponsel Krystal berbunyi,Krystal tersenyum saat melihat layar ponselnya.


"Siapa?": tanya Helena, melihat Krystal tersenyum-senyum sendiri menatap ponselnya


"Brave":jawab Krystal,lalu segera mengangkat panggilan telepon dari brave


"Hallo,brave.": jawab Krystal


"........."


"Aku masih di kontrakan bersama dengan, Hele": jawab Krystal,dengan senyuman tak luntur dari wajahnya


"........."


"Baiklah,aku menunggumu":ucap Krystal,lalu mematikan sambungan teleponnya dari brave


"Berhentilah, tersenyum-senyum seperti itu. Gigimu akan kering nanti": ledek Helena


"Heleeee!": serkas Krystal, mencubit pelan lengan Helena


"Awwww,aku hanya bercanda..hahaha": tawa Helena,berhasil membuat Krystal malu dan kesal


Krystal,lalu keluar dari kontrakannya tanpa mengatakan apapun lagi kepada Helena. Itu membuat Helena berpikir Krystal benar-benar marah.


"Krystal, tunggu. Kau benar-benar marah padaku?": tanya Helena menyusul Krystal


"Ayolah,aku hanya bercanda": lanjut Helena, menahan tangan Krystal


"Aku hanya bercanda": ucap Helena lagi,dia tidak mau jika Krystal marah padanya


"Aku tidak marah, Hele. Itu,brave sudah menunggu kita":jawab Krystal, menunjuk ke arah kanan


Helena, mengikuti arah telunjuk Krystal. Dan melihat brave yang baru saja keluar dari mobil,berjalan menghampiri mereka berdua.


"Apa sudah selesai?": tanya brave menatap Krystal


"Hmmm,sudah": jawab Krystal


"Yasudah,ayo kita pulang sekarang": ajak brave, mengandeng tangan kanan Krystal


"Ayo,nona Helena": lanjut brave, menatap sekilas Helena


"Eh iya": jawab Helena,lalu berjalan mengikuti Krystal dan brave menuju mobil


"Ohh,Hay Mark.": sapa Krystal, setelah masuk ke dalam mobil dan ternyata Mark berada di dalam mobil brave


"Hay, Krystal. Apa yang kau lakukan di sini?": tanya Mark,yang berada di bangku belakang


"Tidak,aku hanya berkunjung saja":jawab Krystal,dan di balas anggukan oleh Mark


Helena, menyusul masuk dan duduk tepat di samping Mark yang berada di bangku belakang.


"Halo,tuan Mark.Aku tidak tau kau juga di sini": sapa Helena,pada Mark


"Hmmmm": jawab Mark dengan acuh,tanpa melihat Helena yang duduk di sampingnya


Berbicara saja pelit,kepribadiannya dingin sekali!": batin Helena


Brave lalu melajukan mobilnya menuju kediaman Lucia.


..


..


..


..


Lucia,Alexa dan Alice. Ketiga wanita itu sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan hari pernikahan brave dan Krystal yang akan di dilaksanakan di rumah mewah itu 2hari lagi.Dalam 1 hari rumah mewah itu sudah di sulap menjadi tempat yang sangat indah dan mewah. Ya karena Lucia menyewa WO terbaik untuk merancang persiapan pernikahan putranya. Lucia ingin semuanya terlihat sempurna dan mewah.



".........."


"Aku ingin semuanya selesai sore ini,dan undangannya telah tersebar besok!. Kita tidak punya banyak waktu untuk bersantai.": kata Alexa dengan tegas,lalu menutup sambungan teleponnya


Sedangkan Alice baru saja selesai mengurus gaun yang akan di pakai oleh adiknya,dan tuxedo yang akan di gunakan oleh brave.


"Alice,apa semuanya sudah beres?":tanya Alexa menghampiri Alice


"Belum, pasangan pengantin kita belum mencoba gaunnya": jawab Alice,yang sedari tadi telah menunggu brave dan Krystal yang tak kunjung datang


"Aku akan menghubungi mereka,kita tidak punya banyak waktu": kata Alexa,lalu segera menghubungi brave


Tak lama kemudian,brave mengangkat telponnya.


"Brave,kau di mana?": tanya Alexa, to the point


"........"


"Owh, Krystal. Kalian di mana, cepatlah kembali kalian harus mencoba gaunnya": ucap Alexa, setelah dia tau yang menjawab panggilannya adalah Krystal


".........."


"Baiklah, hati-hati di jalan": pesan Alexa, lalu menutup panggilan teleponnya


"Bagaimana?": tanya Alice


"Mereka sedang dalam perjalanan, menuju ke sini": jawab Alexa


"Baguslah": ucap Alice


"Mama": teriak Hana yang datang menghampiri Alice bersama dengan pengasuhnya


"Hay baby,ada apa?": tanya Alice, berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tubuh kecil putrinya


"Kemana bibi Hele dan bibi Krystal?": tanya Hana, karena sejak tadi gadis kecil itu sudah bosan menunggu kedua bibinya


"Bibi Hele dan bibi Krystal,akan segera tiba sayang. Sekarang kembalilah ke kamar,di sini berbahaya untukmu": ucap Alice kepada putrinya,dia takut jika Hana berkeliaran di tengah kesibukan WO yang sedang merias ruang mewah itu


"Baiklah": patuh Hana,lalu mengajak pengasuhnya untuk kembali ke kamarnya, menunggu Krystal dan Helena tiba


"Dia sangat lucu dan penurut": ucap Alexa ,dia merasa sangat gemas dengan putrinya Alice


"Pasti anakmu akan sangat lucu nantinya, karena memiliki ibu yang cantik seperti mu. Kapan kau,juga akan menikah?": tanya Alice , menatap Alexa


"Hmmm,aku belum memikirkan ke arah sana": jawab Alexa tersenyum


"Cepatlah,cari pasangan. Kau tau, mempunyai suami dan anak adalah hal yang paling menyenangkan dan juga kebahagiaan terbesar hidup seorang wanita.":kata Alice, menatap Alexa


Itu yang selalu aku impikan,tapi akankah aku merasakannya?": batin Alexa


"Sudahlah,jangan di pikirkan. Ayo kita ke bibi Lucia": ajak Alice


"Ayo": ucap Alexa, mengangguk


Alice dan Alexa lalu berjalan menyusul Lucia yang sedang mengurus yang lainnya.


"Ibu,apa semuanya sudah beres?":tanya Alexa , melihat wanita paru baya itu begitu sibuk mengurus semua persiapan


"Tinggal sedikit lagi,nak. Dan semuanya akan segera selesai": jawab Lucia tersenyum menatap Alexa dan Alice


"Alice nak,di mana putrimu?": tanya Lucia, karena tidak melihat Hana bersama Alice


"Aku melarangnya keluar dari kamar bibi,di sini sangat berbahaya dengan para pekerja": jawab Alice


"Ah iya,benar sekali": ucap Lucia , membenarkan ucapan Alice


"Lalu,di mana Krystal dan brave saat ini,apa mereka belum kembali?": tanya Lucia pada Alice dan Alexa


"Kami,di sini ibu": jawab Krystal yang baru saja masuk ke dalam rumah bersama brave,Mark dan Helena


"Syukurlah,kalian sudah kembali": ucap Lucia,mencium kedua pipi Krystal lalu tersenyum menatap calon menantunya itu


"Ayo,kalian berdua harus mencoba gaun pengantinnya": ajak Alice,pada Krystal dan brave


Brave dan Krystal lalu mengikuti Alice dan Lucia menuju ruangan,di mana gaun pengantinnya diletakkan. Tak lupa, Helena juga ikut bersama dengan mereka, meninggalkan Alexa dan Mark berdua.


"Kak,kau kenapa?":tanya Mark, melihat Alexa seperti sedang memikirkan sesuatu


"Tidak apa-apa, Mark.": jawab Alexa , tersenyum menatap Mark


"Kau tidak baik-baik saja,ada apa?


Kau bisa mengatakannya padaku,kak": kata Mark,dia tidak percaya pada Alexa yang mengatakan dirinya baik-baik saja


"Tidak, Mark. Aku benar-benar baik,tidak perlu khawatir":Alexa tetap mengatakan dirinya baik-baik saja


Jujur Alexa memikirkan nasibnya,yang tak kunjung mendapatkan sosok pria yang mau mendampinginya,tanpa melihat masa lalunya.


Alexa, bagaimana kehidupanmu kedepannya nanti?": batin Alexa


..


..


..


..


Hay 👋 maaf ya baru bisa up.


Selama 2hari ini,nona faa benar-benar gak enak badan, jadinya gak bisa up.


Karena hari ini udah agak mendingan,jadi nona faa usahakan untuk up 🤗Jadi buat kalian semua, semoga gak bosan ya bacanya, dan mau selalu setia nunggu setiap episode barunya 🖤


Thank you 👋