My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: Do you love me?



"Mark!":gumam Alexa melihat Mark yang datang ke rumah sakit berjalan menghampirinya


"Hay": sapa Mark dengan tersenyum setelah berdiri di hadapan Alexa yang terlihat bingung dengan kedatangannya yang tiba-tiba


"Ada apa aku ke sini,Mark?": tanya Alexa


"Aku datang menjemput mu kak": jawab Mark tak menghilangkan senyumannya kepada Alexa


"Apa kau sehat,kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti ini?": tanya Alexa merasa aneh kepada Mark


"Sudahlah ayo kita pulang sekarang":kata Mark menarik tangan Alexa untuk dia gandeng menuju parkiran


"Mark, lepaskan tanganku! semua orang memperhatikan kita": protes Alexa meminta Mark melepaskan tangannya


"I don't care!": jawab Mark tanpa melepaskan tautan tangannya pada Alexa


Alexa tidak bisa berkata apapun lagi,dia hanya diam dan menurut apa maunya Mark. Setelah mereka tiba di parkiran,Mark langsung membuka pintu mobil untuk Alexa dan mempersilahkannya masuk.


"Terima kasih":ucap Alexa


"Sama-sama":jawab Mark sebelum kembali menutup pintu mobil


Mark lalu menyusul masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku pengemudi.


"Mark,ada apa dengan mu?": tanya Alexa lagi setelah mereka meninggalkan area rumah sakit


"Aku tidak apa-apa,aku baik-baik saja": jawab Mark menatap Alexa sekilas dan tersenyum


Deg.


Rasanya jantung Alexa berdetak 2kali lebih cepat melihat Mark tersenyum kepadanya.


Aneh! rasanya jantungku berdetak lebih cepat.": batin Alexa


"Aku ingin makan malam denganmu kak,tapi aku ingin makanan yang kau buat sendiri": ucap Mark kepada Alexa


"Kalau begitu kita ke supermarket, stok bahan-bahan makanan di apartemen ku habis": jawab Alexa dan di balas anggukan oleh Mark


Mark lalu memutar balik mobilnya menuju supermarket yang tak jauh dari lokasi apartemen Alexa.


..


..


..


..


Hari ini adalah hari ke8 brave dan Krystal honeymoon di negara Rusia, setelah mengunjungi makam kedua orangtua Krystal di Amsterdam, Belanda.


Berbagai kota wisata di Rusia mereka kunjungi seperti Yekaterinburg,Saint Petersburg,Crimea,Tyumen,Novosibirsk,Rostov-On-Don, Krasnodar,Perm dan masih banyak lagi. Dan menariknya lagi mereka datang tepat di musim dingin, dan itu semakin menambahkan keromantisan keduanya selama menjalani honeymoon.


Hari ini brave dan Krystal telah menjelajahi banyak tempat Seperti Galeri Tretyakovskaya, Katedral Christ the Savior, Hotel Golden Ring, Trimphal Arch dan masih banyak lagi.


Pemandangan katedral-katedral dan bangunan berbentuk kastil yang disepuh salju plus pucuk cemara araukaria yang bertahtakan gumpalan putih nan lembut tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Moskow di musim dingin termasuk brave dan Krystal.


"Sayang apa kau bahagia?": tanya brave yang saat ini memeluk Krystal dari belakang


"Aku sangat bahagia,brave. Di negara ini cukup banyak kenangan berharga bersama mama dan papaku, aku sangat bersyukur karena aku kembali menginjakkan kakiku di negara ini dan itu bersamamu,hal yang paling terindah dalam hidupku karena menghabiskan waktu bersama orang yang aku cintai": jawab Krystal dengan tulus berbalik menatap brave


"Kau tau kemanapun aku pergi kau pasti ada bersamaku, karena aku juga ingin selalu menghabiskan waktuku bersamamu selamanya": ucap brave mencium kening Krystal lalu kembali memeluknya lagi


"Promise?": tanya Krystal menatap mata brave


"I Promise": jawab brave dengan senyuman manisnya kepada Krystal


Brave dan Krystal menikmati festival yang sedang di selenggarakan di St.Basil Cathedral dengan ribuan pengunjung yang ikut menikmati festival yang selalu di selenggarakan di setiap musim dingin.


"Brave,ayo kita kembali ke hotel": ajak Krystal yang terlihat sudah begitu lelah dan kedinginan karena cuaca yang bertambah begitu dingin di malam hari


"Baiklah,kita kembali ke hotel": ucap brave menuruti keinginan istrinya


..


..


..


..


Di apartemen Alexa kini wanita itu sedang sibuk memasak makanbmalam untuknya dan juga Mark.


Aku sungguh bingung dengan semuanya,dan juga kenapa jantungku begitu cepat berdetak saat berada di dekat Mark!": batin Alexa


"Apa aku memiliki riwayat penyakit jantung?": gumam Alexa sudah membayangkan yang aneh-aneh


"Siapa yang memiliki riwayat penyakit jantung?": tanya Mark yang kini berdiri di samping Alexa tanpa Alexa sadari


"Aaaaa, Mark! kau mengangetkan aku": serkas Alexa karena terkejut melihat Mark tiba-tiba berada di sampingnya


"Siapa yang memiliki riwayat penyakit jantung?": tanya Mark lagi menatap Alexa


"Tidak ada, mungkin kau salah dengar": jawab Alexa dengan cepat


"Tapi aku mendengar mu mengatakan itu kak": kata Mark lagi


"Sudah ku bilang aku tidak mengatakan apa-apa,kau mungkin salah dengar": jawab lagi Alexa sambil tangannya yang sibuk memotong bahan-bahan makanan


"Mungkin saja,jika kau tidak ingin jujur padaku": ucap Mark menatap Alexa


"Jujur untuk apa, memangnya aku pernah berbohong padamu?":tanya Alexa menatap Mark


"Do you love me?": tanya Mark menatap serius Alexa


Deg.


Serrrt..


"Awwwww": ringis Alexa yang tak sengaja mengiris tangannya sendiri


"Astaga, seharusnya kau lebih berhati-hati": panik Mark yang melihat tangan Alexa berdarah


"Di mana kotak p3k?": tanya Mark sambil menuntun Alexa untuk duduk terlebih dahulu


"Ada di laci ruang tamu": jawab Alexa


Mark pun segera berlari ke ruang tamu mengambil kotak p3k. Tak lama kemudian Mark telah kembali dengan kotak p3k di tangannya.


"Seharusnya lebih berhati-hati lagi!": ucap Mark sambil membersihkan luka Alexa


"Ini tidak apa-apa Mark, berikan padaku aku bisa sendiri": kata Alexa menarik tangannya dari Mark ,tapi dengan cepat Mark menahannya


"Tidak apa-apa bagaimana kau terluka seperti ini!": jawab Mark menatap tajam Alexa


Alexa lalu diam, tidak membantah apapun lagi. Terserah Mark ingin melakukan apapun,Alexa juga bisa melihat bagaimana Mark begitu khawatir padanya hanya karena luka kecil di tangannya.


Ini juga semua salahmu,kenapa kau tiba-tiba bertanya soal perasaanku padamu!": batin Alexa


Jujur saja Alexa begitu terkejut karena Mark mempertanyakan soal perasaannya. Aneh rasanya bagi Alexa mendengar pertanyaan itu dari Mark.


"Sudah selesai, duduklah di sini aku yang akan melanjutkan masak malamnya": ucap Mark setelah selesai mengobati tangan Alexa


"Apa kau yakin? ini hanya luka kecil Mark":kata Alexa menatap Mark


"Menurutlah padaku!": tegas Mark menatap tajam Alexa


"Aku juga bisa masak, selama 2 tahun berada di Canada aku terbiasa memasak sendiri. Jadi jangan meragukan kemampuan ku": lanjut Mark berkata dengan sombongnya


"Ck! sombong sekali kau": cibir Alexa


"Kita lihat saja nanti": kata Mark yang sudah mulai berkutat dengan dapur


Alexa diam duduk melihat Mark yang berkutat dengan peralatan dapur Mark begitu terlihat tampan,dan itu sungguh pemandangan yang langkah karena bisa melihat Mark memasak.


Tak lama kemudian Mark telah selesai dengan semua masakan malamnya, lalu menatanya di atas meja makan.


"Ini cobalah":kata Mark memberikan 1 buah sendok kepada Alexa


"Hmmm,aku akan mencobanya": kata Alexa mengambil sendok yang di berikan oleh Mark


Lalu Alexa mencicipi sup buatan Mark.


"Bagaimana rasanya?": tanya Mark


"Ini enak Mark": jawab Alexa dia benar-benar takjub dengan Mark yang bisa memasak sup dengan lezat


"Yasudah makanlah,aku juga sudah sangat lapar": kata Mark mengambilkan makanan ke dalam piring Alexa lalu memberikannya


"Terima kasih": ucap Alexa menatap Mark dengan tersenyum


"Kau harus memberikan aku sesuatu setelah ini": kata Mark menatap Alexa dengan tersenyum licik


"Apa?": tanya Alexa penuh selidik