
Lucia dan Krystal saat ini sedang berada di salah satu mall terbesar di los angeles,tak lain adalah salah satu mall milik brave.
Lucia mengajak Krystal untuk berbelanja sepuasnya, berbagai toko pakaian yang mereka masuki dan tak tanggung-tanggung Lucia membelikan banyak pakaian untuk Krystal.
"Ibu stop, sedari tadi ibu membeli pakaian hanya untukku. Ini berlebihan ibu.": protes Krystal merasa tidak enak, karena Lucia membelikan begitu banyak pakaian untuknya
"It's okay,ibu bahagia bisa membelikan ini semua untukmu.": Lucia tidak peduli dengan protesnya Krystal dia bahagia bisa membeli begitu banyak pakaian untuk Krystal
"Ibu, Krystal tidak membutuhkan ini semua!": tegas Krystal
"Sayang,kau ini adalah putri ibu. Kau akan menjadi istri dari putraku": ucap Lucia , kembali memilih pakaian untuk Krystal dan juga untuknya
Bagaimana jika kau tau ini semua hanyalah sandiwara ibu,aku benar-benar tidak ingin menyakitimu": batin Krystal
Lucia mengajak Krystal untuk membayar semua belanjaannya,lalu meminta sopir Lucia untuk lebih dulu membawanya ke mobil.
"Sekarang kita ke salon,sudah lama ibu tidak perawatan.": Lucia mengajak Krystal untuk ke salon
Krystal mengingat salon itu, tempat brave membawanya saat itu. Ya salon milik Selena.
"Owh,astaga siapa yang datang ini": sambut dengan hebohnya Selena melihat kedatangan Lucia dan juga gadis yang dia ingat sebagai kekasih brave
"Stop! jangan coba-coba untuk memeluknya": Lucia menghentikan Selena saat ingin memeluk Krystal
"Nyonya Lucia,aku hanya ingin menyambut kedatangan kalian. Sudah lama sekali kau tidak datang ke sini": tutur Selena dengan cara bicaranya yang gemanyu
"Tetap saja tidak boleh!": tegas Lucia itu membuat Selena cemberut
"Nyonya Lucia,kau terlalu sensitif pada kekasihnya brave.": ucap Selena
"Karena dia putriku,dan dari mana kau tau dia kekasih brave?": tanya Lucia karena Selena mengetahui Krystal kekasih putranya
"Ibu, sebelumnya brave pernah membawa ku kesini.": Krystal yang menjawab pertanyaan Lucia
Lucia mengangguk mengerti.
"Hmmm": sahut singkat Selena membetulkan pernyataan Krystal
"Owh iya,di mana putramu yang tampan itu?": tanya Selena pada Lucia
"Siapa yang kau maksud?": selidik Lucia menatap Selena
"Mark, putramu itu. Kau tidak membawanya?": tanya Selena dengan malu-malu
"Ck! singkirkan pikiran mu itu. Putraku Mark, tidak akan kubiarkan kau bertemu dengannya!": ucap Lucia
"Kau jahat sekali": tutur Selena memanyunkan bibirnya
Krystal rasanya ingin tertawa melihat tingkah konyol Selena,pria yang telah mengubah gendernya itu begitu terlihat akrab dengan Lucia.
Setelah perdebatan dengan tema sambutan ala Selena akhirnya berakhir,Lucia dan Krystal mulai melakukan perawatan.
..
..
..
..
Tok.tok.tok.
"Masuk":ucap brave dari dalam ruangannya
Brave mengalihkan perhatiannya ke arah pintu saat melihat siapa yang masuk.
"Kau memiliki pertemuan penting dengan klien dari Belanda hari ini, setelah jam makan siang": ucap orang itu tak lain adalah Charles
Ya, hingga saat ini Charles masih bertahan berada di bawah brave sebagai asisten pribadinya setelah perselisihan di antara mereka berdua. Charles bertahan bukan tanpa alasan, dengan dia bertahan di sana dia bisa memantau Krystal dari brave dan juga memikirkan bagaimana caranya dia memisahkan Krystal dari brave dan membawanya menjauh dari kehidupan brave.
"Hmmm": jawab singkat brave tanpa melihat Charles
"Setelah pertemuan ini, kosongkan semua jadwalku.": lanjut brave tanpa melihat Charles, tatapannya sibuk pada laptop di hadapannya
"Baiklah": jawab Charles lalu pamit keluar dari ruangan brave
Aku tau,kau bertahan saat ini karena tujuanmu untuk merebut Krystal dariku,tapi itu tidak akan pernah terjadi, Charles!": batin brave
Ponsel brave berbunyi menandakan sebuah pesan teks masuk. Dan segera brave membukanya dan membaca pesan teks itu.
Tuan, nyonya besar dan nona Krystal berada di mall. Nyonya dan nona berbelanja dan pergi ke salon.
Pesan teks itu berasal dari anak buah brave, yaitu Delon. Delon dan anak buahnya yang di tugaskan oleh brave untuk menjaga ibunya dan Krystal,selama berada di luar rumah.
Brave kembali fokus dengan laptopnya,tanpa membalas pesan teks dari Delon.
..
..
..
..
Siang harinya,brave dan Charles sudah berada di restoran menunggu kedatangan klien yang ingin bekerja sama dengannya,karena kliennya itu mengatakan akan sedikit telat karena terkena macet. Brave maupun Charles tidak begitu banyak berbicara,mereka layaknya berada di satu meja tapi tidak saling kenal.
Sampai seorang pria dan wanita datang menghampiri meja mereka.
"Hello Mr Brave and Mr Charles": sapa pria itu tak lain adalah klien yang mereka tunggu
"Maaf karena membuat kalian menunggu kami": tutur pria itu
"Mr Chris,Tidak apa-apa, senang bisa bertemu denganmu": sambut brave bergantian dengan Charles
“Akhirnya kita bisa bertemu dan membahas kerjasama perusahaan kita": ucap Chris Hemissen
Chris Hemissen
Pria muda sama seperti brave,dia sukses menjadi salah satu pengusaha berpengaruh di negara Belanda. Hingga saat ini Chris sedang mencari jalan untuk mengembangkan perusahaannya di Amerika serikat, dengan begitu dia memilih perusahaan Brave, secara perusahaan brave sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia sebagai pebisnis handal dan Billioner muda.
"Oh iya tuan brave dan tuan Charles,ini adalah sekertaris saya": lanjut Chris memperkenalkan sekertarisnya kepada brave dan Charles
"Saya Helena, senang berkenalan denganmu tuan brave,tuan Charles": ucap sekertaris Chris yang bernama Helena
Setelah mereka saling berkenalan, mereka mulai membahas kerjasama. Hingga waktu memakan hampir 1 jam,dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Brave menerima kerjasama dengan perusahaan Chris.
"Terimakasih,semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar,tuan brave": ucap Chris menyalami brave bergantian dengan Helena
"Sama-sama tuan Chris": jawab brave
"Bagaimana,jika kita makan siang bersama lebih dulu?":tawar Chris kepada brave dan Charles
"Owh,maaf tuan Chris. Saya sudah memiliki janji lain. Mungkin lain kali saja": tolak brave ,karena memiliki urusan lain
"Baiklah, bagaimana jika makan malam di rumahku,suatu kehormatan jika anda bisa memenuhi undangan saya bersama dengan tuan Charles": ucap Chris pada brave
"Baiklah,kirim alamat rumahmu tuan dan kami akan datang bersama dengan calon istriku juga": akhirnya brave menerima undangan makan malam Chris
Charles yang mendengar brave mengatakan calon istri, membuat kupingnya menjadi panas,Charles mengepalkan tangannya menatap brave.
"Anda ternyata sudah memiliki calon istri": seru Chris kepada brave
"Istriku pasti akan sangat senang,jika berkenalan dengan calon istrimu": lanjut Chris
Ya Chris memang sudah menikah,dan mempunyai seorang anak perempuan yang masih berusia 2 tahun.
"Calon istriku juga pasti akan senang": jawab brave
Brave menatap ke arah Charles yang juga menatapnya dengan tatapan membunuh. Brave menyinggungkan senyuman tipis pada Charles.
Chris dan Helena bingung karena melihat brave dan Charles saling menatap satu sama lain.
"Tuan Chris,dan nona Helena kalau begitu saya permisi lebih dulu": pamit brave
"Baik tuan brave,sampai jumpa": jawab Chris
"Iya tuan, sampai jumpa": sambung Helena
Brave,lalu pergi meninggalkan restoran itu,dan Charles juga pergi dari sana setelah berpamitan dengan Chris dan Helena.
Chris Hemissen