
Pukul 23.00 malam brave kembali masuk ke dalam kamarnya yang saat ini di huni oleh Krystal. Saat brave masuk ke dalam,dia melihat Krystal sudah tidur terlelap.
Apa kau akan tetap mempertanyakan alasan aku menahan mu untuk tetap di sini?.
Brave menyingkirkan rambut gadis itu yang menutupi wajah cantiknya. Memandangi wajah Krystal yang terlihat begitu damai.
Brave mencium kening Krystal,entah kenapa brave bisa melakukan hal itu. Tapi hatinya terdorong untuk melakukannya kepada gadis itu.
Tapi saat brave mencium kening Krystal,di saat itu juga Krystal membuka matanya. Hingga tatapan mereka saling bertemu.
"Brave": gumam Krystal tapi terdengar jelas oleh brave
"Tidurlah": ucap brave setelah mencium kening Krystal, menarik selimut untuk menutupi tubuh gadis itu
Saat brave berbalik ingin keluar dari kamar itu, Krystal menahan tangannya. Hingga brave kembali berbalik menatap Krystal yang menggenggam tangannya.
"Ada apa?": tanya brave
"Bisakah kau tetap disini?": tanya Krystal dengan ragu-ragu menatap brave
"Apa kau yakin?": tanya brave
Krystal menjawabnya dengan anggukan kecil.
Brave berjalan memutari tempat tidur,lalu naik ke atas tepat di samping Krystal yang kosong.
Membaringkan tubuhnya di sana,tanpa berkata apapun lagi brave menarik Krystal ke dalam dekapannya.
"Tidurlah,aku akan tetap di sini": ucap brave tanpa mengubah raut wajahnya yang datar tapi dia berkata dengan lembut
Krystal memberanikan dirinya untuk melingkarkan tangannya di pinggang brave.
Mereka berdua sangat dekat,tanpa adanya jarak.
Krystal menenggelamkan wajahnya ke dada bidang brave.
"Terima kasih":ucap Krystal
Brave diam, tanpa menjawab ucapan terimakasih dari Krystal. Dia ingin mendengar apa yang akan selanjutnya di katakan oleh gadis itu.
"Kau menyelamatkan aku dari preman-preman itu.": lanjut Krystal mendongakkan kepalanya untuk bisa melihat wajah brave
Krystal tidak tau bagaimana bisa brave berada di sana bersama Mark. Tapi dia bersyukur karena brave dan Mark datang tepat waktu, menyelamatkan dirinya.
Brave menatap Krystal yang juga menatapnya, tanpa menjawab ucapan Krystal. Secara perlahan brave mendekatkan wajahnya kepada Krystal.
Krystal yang melihat brave semakin mendekat, langsung memejamkan matanya. Tak lama dari itu dia sudah bisa merasakan bibir brave menyentuh bibirnya. Sadar atau tidak Krystal saat ini membalas ciuman yang di berikan oleh brave padanya.
Brave semakin memperdalam tautannya kepada Krystal,saat merasa gadis itu membalasnya. Cukup lama mereka berciuman,brave mengakhirinya dengan sentuhan terakhir mencium singkat bibir Krystal.
"Tidurlah,ini sudah sangat larut malam": ucap brave menenggelamkan Krystal ke dalam dekapannya
"Good night brave": ucapan selamat malam dari Krystal,lalu memeluk brave dengan erat
"Hmmm": sahut brave yang sudah memejamkan matanya
Tuhan, terimakasih karena kau memberikan aku kesempatan untuk merasakan lebih dekat padanya. Walaupun aku tidak tau kedepannya akan seperti apa,tapi setidaknya sebelum aku benar-benar tidak bisa menjangkaunya lagi,aku memiliki kenangan berharga untuk aku simpan.": batin Krystal
Krystal ikut memejamkan matanya,mereka berdua tidur dalam keadaan saling berpelukan.
Brave kembali membuka matanya,dia belum bisa tidur. Dalam keadaan Krystal memeluknya dan pergerakan kecil yang di buat Krystal membuat brave menahan sesuatu.
Sial! aku tidak pernah merasakan hal ini pada wanita lain.": batin brave
Brave sedikit memiringkan tubuhnya agar dapat memandangi wajah Krystal yang tertidur pulas dalam dekapannya. Krystal begitu cantik alami,tanpa makeup Krystal tetap cantik.
Aku tau kau mencintaiku sejak lama. Jika kau mengetahui aku seorang yang mengerikan,apa kau akan tetap mencintaiku?": batin brave
Ya brave sudah mengetahui sejak lama jika Krystal menyukainya. Tanpa Krystal beritahu kepada siapapun, brave bisa mengetahuinya. Mungkin itulah salah satu yang bisa di lakukan oleh psikopat sepertinya,menebak hati dan pikiran seseorang tanpa salah.
Cara tatapan dan sikap yang di tunjukkan oleh Krystal padanya,brave bisa mengetahuinya.
Apa mungkin alasanku menahanmu untuk tetap di sini,karena kau mencintaiku?": batin brave
Brave berpikir apa mungkin itu sebabnya dia menahan Krystal untuk tetap tinggal bersamanya karena dia mengetahui Krystal mencintainya? Tapi hatinya seolah tidak setuju dengan apa yang di pikirkan olehnya.
Jika hati dan pikiran tak sejalan, cobalah untuk mengerti dan mengikuti kata hatimu. Cinta,kasih sayang dan kebahagiaan semuanya berasal dari hati.
"Apa psikopat sepertiku telah jatuh cinta?": gumam brave memandangi wajah cantik Krystal
..
..
..
..
"Di mana Krystal, kenapa dia belum juga datang?":gumam Charles yang sudah berada di kantor 1jam yang lalu,tapi dia tak kunjung melihat kehadiran Krystal
Ting.
Suara lift menandakan akan ada yang keluar dari sana,itu mengalihkan perhatian Charles,mengira jika itu Krystal.
Tapi tebakan Charles salah,yang dia lihat adalah brave dan Mark yang datang bersama.
"Charles": sapa Mark melihat Charles
"Mark, brave":balas Charles menatap brave dan Mark
"Apa yang kau lakukan di sini,kenapa kau berdiri di depan ruang kerja Krystal?": tanya Mark
"Aku hanya ingin memberikan ini kepada Krystal,tapi sepertinya dia tidak masuk kerja hari ini": jawab Charles menujukan berkas yang ada di tangannya
Brave menatap Charles sekilas yang juga menatapnya,lalu kembali berjalan menuju ruangannya.
"Krystal tidak akan masuk kerja dalam beberapa hari kedepan": kata Mark
Charles, setidaknya kau tidak pandai dalam hal menyembunyikan sikapmu. Dengan begitu sangat jelas jika kau begitu menyukai Krystal.": batin Mark
"Kenapa,kau tau dari mana?": tanya Charles penuh selidik
"I do not know. Aku hanya memberitahumu saja": jawab Mark tidak memberitahu alasan Krystal tidak akan masuk kerja dalam beberapa hari kedepan
"Sudah lama kita tidak berkumpul bertiga dengan brave. Datang ke restoran biasa,aku dan brave akan makan siang di sana": lanjut Mark menepuk bahu Charles,lalu menyusul brave
"Ada apa dengan Krystal?": gumam Charles
Charles mencoba kembali untuk menghubungi Krystal,tapi Krystal tak kunjung menjawab panggilannya.
..
..
..
..
"Kenapa kau mengikuti aku ke sini Mark?": tanya brave menatap sahabatnya yang baru saja masuk ke dalam ruangannya
"Apa masalah untukmu,jika aku kesini?": tanya Mark
"Ck! kau punya perusahaan sendiri. Tapi kau justru berkeliaran di perusahaanku": jawab brave
"Sudahlah brave! aku juga tidak akan mengganggumu bekerja.": ucap Mark acuh
Brave tidak menanggapinya lagi,dia mulai membuka laptopnya dan mengerjakan semua pekerjaannya yang sudah menumpuk di mejanya.
"Brave": panggil Mark
"Hmmm": jawab singkat brave tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop
"Aku mengajak Charles untuk makan siang bersama kita. Apa tidak masalah untukmu?": tanya Mark
"Terserah,I don't care": jawab brave menatap Mark sekilas
"Brave tidak bisakah kita bertiga seperti dulu lagi?": kata Mark
"Mark kau menggangguku bekerja!": kata brave kembali menatap Mark
Aku sangat yakin,jika kau juga tidak ingin jika persahabatan kita bersama Charles menjauh.": batin Mark