My Husband Is A Psychopath

My Husband Is A Psychopath
Psychopath: What is wrong?



“Brave...” Panggil Alice yang baru saja tiba di sebuah restoran untuk bertemu dengan adik iparnya.


“Alice, duduklah.” Ucap Brave yang mempersilahkan kakak iparnya itu untuk duduk.


“Ada apa kau ingin bertemu denganku?” Tanya Brave, langsung pada intinya.


“Ini tentang Krystal.” Kata Alice menatap pria yang menjadi adik iparnya itu.


“Ada apa?” Tanya Brave.


“Brave, aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi agar Krystal mau memegang kendali Jordans Company. Aku ingin dia segera bergerak sendiri untuk memimpin perusahaannya.” Ucap Alice pada Brave. Mungkin Jordans Company telah di berikan oleh Krystal, tapi belum di berikan secara resmi. Karena Krystal masih belum mau untuk memimpin Jordans Company, dengan alasan dia belum memiliki skil dalam dunia bisnis. Dan hingga saat ini, Alice masih menjadi Direktur utama Jordans Company.


“Kau pasti lebih mengetahui sifat adikmu. Dia beralasan untuk melanjutkan pendidikannya karena tidak memiliki skil dalam dunia bisnis, tanpa kau tahu sebelumnya saat dia menjadi sekertarisku dia berhasil memenangkan beberapa proyek kerja sama dengan perusahaan hebat dari luar negeri. Itu dengan skil yang dia miliki.” Kata Brave menatap Alice.


“Dia bahkan memiliki kau dan aku, yang bisa membantunya. Tapi kuliah, hanyalah alasan baginya untuk menghindari kursimu.” Lanjut Brave.


Alice diam, apa yang di katakan oleh Brave adalah benar. Dia tahu jika sejak awal, Krystal tidak pernah menginginkan Jordans Company. Dia juga berpikir sama dengan Brave, jika Krystal meminta untuk kuliah hanya untuk menghindari Jordans Company untuk lebih lama lagi. Alice benar-benar di buat bingung dengan adiknya itu, tapi apapun yang terjadi dia tetap harus memberikan Jordans Company, karena itu adalah hak Krystal. Alice dan Krystal telah mendapatkan masing-masing bagian harta warisan peninggalan orang tuanya.


“Aku sangat beruntung memiliki adik yang tidak begitu mementingkan harta dalam hidupnya, dia begitu sederhana, dan juga begitu mirip dengan mama.” Ucap Alice tersenyum mengingat bagaimana Krystal menuruni segala kepribadian ibunya yang sederhana.


“Dia adalah wanitaku!” Batin Brave yang mendengar ucapan kakak iparnya itu.


“Kau harus membantuku dalam hal ini Brave. Aku yakin jika kau berbicara dengannya, dia akan mendengarkanmu.” Ucap Alice, meminta Brave untuk berbicara dengan Krystal adiknya.


“Akan aku coba, tapi aku tidak akan mau memaksanya!” Ucap Brave, dan di balas anggukan oleh Alice.


..


..


..


“Dia mana dia? Kenapa begitu lama?” Gumam Krystal yang menunggu di depan gerbang kampus. Menunggu siapa lagi jika bukan suaminya. Tapi sejak tadi Krystal mencoba untuk menghubungi Brave, tapi tidak bisa. Hingga berulang kali, dia bahkan mencoba menghubungi Mark, tapi juga tidak bisa.


“Kenapa tidak ada yang bisa di hubungi antara mereka?” Gumamnya Krystal, tapi dia memutuskan untuk tetap menunggu Brave datang menjemputnya.


2 jam sudah Krystal menunggu, tapi tak ada tanda-tanda kehadiran Brave. Tiba-tiba saja, seseorang membunyikan klakson mobilnya.


“Hay..” Sapa seorang pria, tersenyum saat membuka kaca mobilnya dan menatap Krystal. Krystal hanya tersenyum singkat membalas sapaan pria itu. Tapi pria itu turun dari mobilnya, dan menghampiri Krystal.


“Aku Albert.” Ucap Albert memperkenalkan dirinya pada Krystal, dengan mengulurkan tangannya.


“Hmmm, iya.” Balas Krystal dengan sangat singkat, satu hal yang di pikirkan oleh Krystal saat ini adalah takut jika, Brave tiba-tiba saja datang dan melihat dirinya berbicara dengan pria lain.


“Siapa namamu?” Tanya Albert menatap Krystal yang terlihat acuh padanya.


“Maaf, tapi saya tidak mengenal anda.” Ucap Krystal dengan acuh.


“Aku adalah mahasiswa baru, aku pindahan dari Jerman. Aku berada di fakultas kedokteran, jadi siapa namamu?” Tanyanya lagi pada Krystal.


“Krystal, fakultas manajemen & bisnis.” Jawab Krystal dengan singkat.


“Owh... kau ingin ke mana?” Tanya Albert.


“Pulang.” Jawab Krystal.


“Kalau begitu, bagaimana jika aku mengantarmu pulang?” Ucap Albert menawarkan pada Krystal untuk mengantarnya pulang.


“Tidak, terima kasih. Aku sedang menunggu seseorang yang akan menjemputku.” Tolak Krystal tanpa melihat Albert.


“Kalau begitu, aku akan menemanimu hingga jemputanmu tiba.” Ucap Albert duduk tepat di samping Krystal.


Krystal diam, dia tidak tahu cara mengusir pria itu dari sana, dia hanya berharap Brave segera datang dan juga jangan sampai ini menjadi masalah untuknya nanti.


Tiba-tiba saja sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan Krystal dan Albert. 2 pria berbadan besar turun dari mobil, memakai seragam berwarna hitam, lebih tepatnya mereka terlihat seperti bodyguard. 2 pria itu membungkukkan badannya pada krystal. Dan salah satu dari mereka membuka pintu mobil untuk Krystal.


“Nona, silahkan masuk ke dalam mobil.” Ucap salah satunya dengan sopan pada Krystal.


“Kalian siapa?” Tanya Krystal karena tidak mengenal kedua pria itu. Yang tiba-tiba saja memintanya untuk masuk ke dalam mobil.


“Kami di perintahkan oleh tuan Brave, Nona.” Jawab salah satunya.


“Brave...” Gumam Krystal, ternyata kedua pria itu adalah suruhan suaminya.


“Hey.. apa kau mengenalnya?” Tanya Albert memegang lengan Krystal.


“Lepaskan tanganmu darinya, jika kau masih ingin tanganmu berfungsi dengan baik!” Ucap salah satu pria itu. Yang menatap tajam Albert, karena telah berani menyentuh Krystal.


Krystal menarik lengannya dari Albert, dan masuk ke dalam mobil.


“Krystal...” Albert mencoba untuk menahan Krystal, tapi kedua pria yang menjemput Krystal mencegahnya.


“Jauhi Nona Krystal! Jika kau masih ingin hidup dengan baik.” Ucap salah satu pria itu, memberikan peringatan kepada Albert untuk tidak mendekati Krystal lagi. Kedua pria itu lalu masuk ke dalam mobil, dan segera melajukan mobilnya meninggalkan lokasi itu.


Krystal yang sedari tadi diam, menatap kedua pria yang datang menjemputnya atas perintah dari Brave? Benarkah?


“Di mana Brave? Kenapa kalian yang datang menjemputku?” Tanya Krystal kepada kedua pria itu.


“Tuan Brave berada di perusahaan Nona. Kami hanya menerima perintah untuk segera menjemput anda.” Jawab salah satunya.


Krystal diam, dia tidak lagi ingin bertanya. Yang dia pikirkan sekarang adalah? Kenapa Brave tidak bisa di hubungi? Dan kenapa Brave tidak datang menjemputnya? Dan apa mungkin Brave, selama ini memberikan dia bodyguard yang selalu mengawasinya? Tanpa sepengetahuan dirinya?.


Tak berapa lama kemudian, mobil yang di gunakan oleh Krystal telah memasuki halaman rumah Arthur. Kemudian Krystal turun, dan masuk ke dalam rumah. Dia segera masuk ke dalam kamarnya, tanpa menemui Lucia terlebih dahulu.


“Nyonya, Nona muda baru saja tiba.” Ucap salah satu pelayan Lucia, memberitahu jika Krystal baru saja kembali.


“Dia sudah kembali? Di mana menantuku sekarang?” Tanya Lucia peda pelayan.


“Nona muda berada di kamarnya, Nyonya. Setelah kembali, Nona muda mengatakan tidak ingin di ganggu dan mengatakan jika dia akan menemui Anda nanti.” Jawab pelayan itu, menyampaikan yang di katakan oleh Krystal tadi.


“Ada apa dengannya? Tidak biasanya dia seperti itu?” Gumam Lucia.


“Apa dia kembali dengan Brave?” Tanya Lucia.


“Tidak Nyonya, nona muda datang bersama anak buah tuan Brave.” Jawab pelayannya.


“Ke mana Brave? Apa mereka sedang ada masalah?” Batin Lucia. Lalu Lucia mencoba untuk menghubungi Brave, tapi tidak bisa. Dia lalu mencoba menghubungi Mark, tapi juga tidak bisa. Lucia mencoba menghubungi keduanya berulang kali, tapi tetap saja tidak bisa.


“Apa lagi yang mereka lakukan?” Batin Lucia.