
Brave mengemudikan mobilnya tidak menuju ke apartemennya, seperti yang dia katakan pada Mark.
Tidak butuh waktu lama,brave tiba di sebuah rumah minimalis. Brave turun dari mobilnya lalu berjalan menuju pintu rumah itu.
Tok.tok.tok brave mengetuk pintu rumah itu, menunggu hingga pemiliknya membuka pintu untuknya.
Tak lama terlihat seseorang datang membuka pintu untuknya.
"Mau apa kau datang kemari?": tanya pria itu saat membuka pintu rumahnya dan melihat brave berada di sana
"Why? aku selalu datang kemari! kali ini kenapa kau bertanya seperti itu, Charles!": kata brave menatap Charles dengan tatapan sulit di mengerti oleh siapapun
Rumah itu adalah tempat Charles tinggal. Tempat yang sering brave dan Mark kunjungi,dan tempat mereka selalu menghabiskan waktu bertiga.
"Masuklah": kata Charles mempersilahkan brave masuk
"Ingin minum?": tawar Charles setelah brave duduk di ruang tamu
"Hmmm, Wine": jawab brave
Charles lalu mengambil sebotol wine,yang akan mereka nikmati berdua.
Setelah menuangkan wine kedalam gelasnya dan brave. Tak ada yang membuka pembicaraan,sesaat ruangan itu menjadi hening.
"Charles": panggil brave menatap Charles dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Charles
"Ada apa brave?": tanya Charles merasa ada yang aneh dengan brave
"Aku tau kau menyukainya!": kata brave menuangkan wine kedalam gelasnya dan juga Charles
"Aku menyukainya? siapa?": tanya Charles mencoba mengerti ucapan brave
"Krystal,kau menyukai gadis itu! aku tidak butuh penjelasan darimu. Tapi kau pasti tau jika dia telah aku kenalkan kepada ibuku,dan kau bisa melihat bagaimana respon ibuku kepada Krystal. Ibuku meminta aku untuk segera menikahinya": kata brave tak mengalihkan pandangannya dari Charles
"Apa kau mencintainya?": tanya Charles menatap brave
Brave bisa melihat bagaimana reaksi Charles, sangat jelas jika Charles tidak menyukai apa yang baru saja brave katakan.
"Kau tau aku tidak suka membagi cerita pribadiku kepada siapapun. Soal aku mencintainya atau tidak,kau tidak perlu tau hal itu!": tegas brave menatap dingin Charles
"Kau egois! dia gadis yang baik dan juga polos. Seharusnya dia tak terjebak dalam kehidupan mu yang mengerikan itu brave! kau hanya akan menghancurkan kehidupannya.": kata Charles menahan amarahnya pada brave
"Hahaha..":brave tertawa setelah Charles mengatakan kehidupannya begitu mengerikan
"Kehidupan yang aku jalani memang sangatlah mengerikan Charles! Tapi apakah aku juga harus terus seperti ini? apa aku tidak boleh merasakan kehidupan normal seperti yang orang-orang lain lakukan, termasuk menikah dengan seorang wanita": lanjut brave tersenyum sinis menatap Charles
"Sepertinya kau benar-benar belum mengenal aku dengan baik. Tidak! tidak ada yang kau ketahui dariku,kau hanya mengetahui jika aku ini hanyalah seorang psikopat,yang hanya suka bermain dengan darah.": lanjut brave terlihat dari tatapannya memandang Charles dengan penuh kekecewaan
"Dia milikku! jangan pernah mencoba untuk mengganggunya.": tegas brave dengan peringatan yang penuh dengan ancaman
Brave lalu beranjak dari tempatnya,dia membenarkan pakainya yang tidak kusut. Lalu pergi meninggalkan rumah Charles.
Charles menatap kepergian brave,apa yang di katakan oleh brave memang benar. Dia tidak mengenal pria itu dengan baik. Charles hanya tau jika seorang brave hanya seorang psikopat. Tapi Charles tidak melupakan bagaimana brave dan Mark menyelamatkan nyawanya bertahun-tahun lalu.
Kau memang benar brave,aku tidak mengenal mu dengan baik. Tapi aku tidak melupakan jika kau adalah orang yang menyelamatkannya hidupku. Aku bisa bertahan hingga saat ini,itu semua adalah berkatmu. Tapi apa aku salah jika mencintai Krystal? Aku hanya ingin Krystal bahagia!": batin Charles
Brave yang telah meninggal rumah Charles,melajukan mobilnya menuju kediaman ibunya Lucia. Dia akan kembali ke sana.
Tak butuh waktu lama,brave sudah tiba di kediaman ibunya. Brave melihat kediaman ibunya itu sudah terlihat sepi,karena para penghuninya sudah istirahat.
Brave berjalan menuju kamarnya,dia ingin segera membersihkan dirinya. Karena seharian ini beraktivitas.
"Brave,kau sudah kembali": kata Lucia yang keluar dari kamarnya melihat putranya baru saja kembali
"Tidak,darimana kau nak?": tanya Lucia mengelus lembut rahang tegas putranya
"Tadi aku memiliki urusan penting ibu": jawab brave
"Kau tidak melakukan itu lagi kan brave?": tanya Lucia berharap jika putranya tidak melakukan hal-hal mengerikan lagi
"Tidak ibu!": jawab brave
"Syukurlah,ya sudah sekarang kau istirahat": kata Lucia merasa lega
"Ibu di mana Krystal?": tanya brave pada Lucia
"Dia berada di kamar ibu,dia sudah tidur": jawab Lucia tersenyum karena putranya menanyakan keberadaan Krystal
"Baiklah, selamat malam ibu": ucap brave mencium kening ibunya lalu masuk ke dalam kamarnya
"Selamat malam nak": balas Lucia tersenyum
Keesokan harinya Krystal sudah bangun bersama Lucia pagi-pagi sekali. Krystal ikut membantu Lucia untuk menyiapkan sarapan pagi. Sementara itu brave dan Mark masih tidur.
"Ibu apa kau juga selalu berada di dapur setiap hari?": tanya Krystal sambil membantu Lucia membersihkan bahan-bahan yang akan digunakan
"Untuk urusan dapur,ibu tidak membiarkan siapapun mengerjakannya. Itu sudah menjadi peraturan rumah ini sejak ibu masuk sebagai menantu keluarga Arthur. Ibu hanya ingin agar brave dan Mark hanya memakan masakan yang ibu buat,ibu ingin mereka berdua betah untuk terus berada di rumah. Tapi mereka malah memilih untuk tinggal sendiri":kata Lucia terdapat kesedihan saat mengatakan itu
"Pasti mereka memiliki alasan ibu": kata Krystal mengelus punggung tangan Lucia
"Hmmm,ibu tau itu. Maka dari itu,ibu membuat mereka berjanji untuk datang di setiap hari weekend. Agar ibu bisa menghabiskan waktu bersama mereka.": kaya Lucia tersenyum
"Ayo sekarang kita masak ini, sebelum brave dan Mark bangun": lanjut Lucia memulai memasak makanan kesukaan brave dan Mark
"Apa yang akan ibu masak?": tanya Krystal memperhatikan Lucia dengan telaten memasukkan semua bahan-bahan kedalam satu wadah
"Ibu akan membuat Gazpacho dan Pisto": jawab Lucia
"Apa ibu pencinta masakan spanyol?": tanya Krystal karena mengetahui semua makanan yang di sebutkan adalah makanan yang berasal dari Spanyol
"Ibu menyukai makanan apapun itu. Ini adalah makanan kesukaan brave dan Mark.
Brave begitu suka dengan Gazpacho dan Mark sangat menyukai Pisto. Mereka akan selalu mencari makanan ini": jawab Lucia menceritakan makanan kesukaan kedua putranya
Gazpacho adalah sup tomat ,makanan ini mengunakan bahan-bahan seperti air, roti,cabai,tomat sebagai bahan utama,bawang putih, mentimun,garam, minyak zaitun dan vinegar. Biasanya Gazpacho lebih enak di sajikan dalam keadaan dingin.
Pisto adalah makanan vegetarian, makanan ini mengunakan bahan-bahan dasar tomat,lada,bawang putih, minyak zaitun, bawang merah,timun jepang.
Aku baru tau jika dia juga sangat menyukai makanan yang berasal dari Spanyol.": batin Krystal
"Apa makanan kesukaan mu nak?": lanjut Lucia menanyakannya kepada Krystal
"Aku sangat menyukai Buritto ibu": jawab Krystal menyebutkan makanan kesukaannya sejak dia kecil
Buritto adalah makanan yang terbuat dari bahan-bahan seperti minyak zaitun,garam, tepung terigu,air hangat,baking powder,daging sapi,bawang merah,bawang putih,saos,tomat,keju parut, selada.
"Kalau begitu ibu akan membuatnya untukmu juga": kata Lucia juga ingin memasak makanan kesukaan Krystal
"Benarkah ibu akan membuatnya untukku?": tanya Krystal
"Iya sayang,ibu akan membuatnya untukmu": jawab Lucia tersenyum menatap gadis cantik itu yang terlihat begitu senang
"Waahhh,aku sudah tidak sabar untuk mencoba makanan buatan ibu": kata Krystal tersenyum memperhatikan Lucia memasak
"Kau akan suka": ucap Lucia menatap Krystal sekilas lalu kembali fokus dengan apa yang dia kerjakan