My Ex Mr Duke

My Ex Mr Duke
Ending



Setelah menerima pemasukan dari Kaisar Fictor, Duke Arland mempersiapkan semuanya dan tentunya di bantu oleh Kaisar Fictor, Kesatria Gio dan Lio. 


Tepat malam harinya.


Duke Arland menyiapkan sesuatu di sebuah Villa dekat kota..


Violeta, Alfred, Aleta dan Aronz di bawa oleh Duke Arland. Meskipun mendapatkan penolakan dari Alfred yang enggan ikut, namun Duke Arland tetap keukeh meyakinkan Alfred untuk ikut.


Bukaannya Alfred ingin menolak, tapi ia merasa enggan berdekatan lagi dengan Duke sebab karena dirinyalah yang membuat luka untuk sang ayah.


Tiga kereta telah sampai di sebuah Villa dekat kota. Violeta tidak menaruh curiga sedikit pun karena Duke Arland hanya mengatakan tentang dekorasi Villanya.


"Ayah, apa ini Villa Ayah?" Tanya Aleta nampak berbinar melihat sebuah Villa berlantai dua, begitu megah dengan cat warna biru dan halaman yang luas, dan tentunya halaman itu di penuhi oleh bunga mawar.


"Iya sayang, Villa ini punya ayah dan tentunya punya Aleta dan keluarga kita."


"Adik, apa kamu sering main kesini?" Tanya Aleta seraya menoleh pada Aronz di sampingnya.


"Iya, kak. Aku tidak terlalu sering ke sini. Ayah sangat sibuk dengan pekerjaannya."


Aleta beroh ria saja. Kedua matanya melirik Alfred yang enggan membuka suara. "Kakak, apa kamu suka dengan Villa ini? Kebetulan sekali warnanya kesukaan kakak."


"Oh begitukah, Alfred menyukai warna biru langit."


Alfred mengangguk. Ia merasa malu telah melukai Duke Arland.


"Ayo masuk, aku ada sesuatu."


Violeta berjalan menggenggan tangan kanan Aleta. Sedangkan Alfred mengikuti dari arah belakang.


Violeta, Aleta, Alfred dan Aronz memasuki ruangan yang tampak gelap itu. 


Ceklek


"Duke!" Teriak Violeta. Ia mengeratkan genggamannya. Kedua matanya tak bisa melihat apapun, hanya ada kegelapan dan kegelapan.


"Ayah!" Teriak Aronz.


"Ayah!" Teriak Aleta.


Violeta di buat terkejut, yang tadinya gelap, kini terang benderang. Ia melihat ruangan itu. Sebuah mahkota bunga mawar bertaburan di sepanjang anak tangga dan pembatas itu di lilit oleh bunga mawar putih.


Suara alunan biola pun memasuki telinga mereka. 


"Duchess Aleta."


Duke Arland menuruni anak tangga, entah semenjak kapan? Mereka melihat Duke Arland berada di ujung tangga paling atas. Satu tangannya berada di belakang dan tersenyum. 


Sampai kedua kakinya tepat berhenti di hadapan Violeta.


Duke Arland memberikan sebuah buket bunga. Dimana buket itu terdapat 99 macam bunga mawar.


Violeta memandang Duke Arland dengan tatapan yang sulit di mengerti.


Ia pun mengambil bunga di tangan Duke Arland.


"Apa maksud semua ini Duke?"


Duke Arland tak menjawab, dia malah berjongkok, kemudian menyodorkan sebuah kotak beludru, membukanya.


"Duchess Violeta, maukah kamu hidup bersama dengan ku selamanya. Menua bersama, menjalani suka maupun Duke bersama dan hidup semati dengan ku?"


Violeta menutup kedua mulutnya, ia jelas terharu. Duke Arland merasakan masa-masa dulu, dimana dirinya akan memulai hidup yang sesungguhnya dengan Duke Arland. Kedua matanya berkaca-kaca. Ia ingin menangis saat ini juga.


"Maafkan aku, aku memiliki banyak salah pada mu. Dari awal aku tak bisa membuat mu tersenyum, maka dari itu berikan aku kesempatan membuat mu tersenyum dan tentunya untuk anak-anak kita."


Aronz yang melihat perjuangan Duke Arland. Dia menangis, tak bisa membendung lagi air matanya. Dia menangis terisak-isak. Seandainya Violeta menolak sang ayah, ia tidak tahu lagi apa yang harus di lakukan olehnya.


Violeta tak menjawab, dia mengalihkan pandangannya ke arah Alfred, kemudian Aleta. Penolakan atau persetujuan dari kedua anak-anaknya adalah jawaban untuknya.


Duke Arland tersenyum, dia melihat Alfred yang menunduk.


"Alfred maukah kamu menerima ayah kembali?"


Alfred menarik nafasnya, "Aku serahkan semuanya pada Ibu. Ayah tetap ayah ku. Apapun jawaban ibu, tidak akan mengubah keputusan ayah."


Aleta mengusap air matanya. 


Violeta tersenyum, mungkin inilah ending kehidupan barunya dan dapat mempersatukan hubungan Violeta yang asli dengan Duke.


"Aku mau."


Duke Arland meneteskan air matanya. Ia langsung mengambil cincin yang berada di dalam kotak itu.


Violeta menjulurkan tangan kanannya, Duke Arland memakaikan cincin bermutiara putih.


Kaisar Fictor tersenyum, usahanya tidak sia-sia. Begitupun Kesatria Gio dan Lio, dia bersyukur karena semenjak tadi, keduanya lah yang menjadi titik perintah dari Kaisar Fictor.


Mertua sudah, tinggal menunggu calon istri batin Kaisar Fictor.


#lanjut ke Aleta yaa kak.