My Ex Mr Duke

My Ex Mr Duke
Kaisar Fictor



"Hempz, atur pertemuan ku dengannya," ujar Kaisar Fictor. Dia berencana di waktu yang dekat ini akan menemui Aleta.


"Baginda, tugas istana bagiamana?" tanya Kesatria Gio. Dia sudah lelah dengan semuanya.


"Aku atau kamu penguasanya."


Belati itu langsung menancap di hatinya, memotong hatinya menjadi bagian kecil-kecil."Baginda, apa tidak sebaiknya membiarkan nona Aleta beranjak dewasa dulu, baru Baginda menemuinya."


Kaisar Fictor mengelus dagunya, apa yang di katakan Kesatria Gio ada benarnya juga. Dia tidak bisa sering-sering bertemu dengan Aleta. Bisa-bisa dirinya mengabaikan tugas istana. "Bagaimana dengan mereka?" tanya Kaisar Fictor.


"Hanya Permaisuri yang mulus Baginda, semua Selir Baginda memiliki niat terselubung dan saling berkerja sama. Para Selir Baginda memang tidak akur dengan Permaisuri. Mereka sering bertengkar Baginda"


"Tuntaskan mereka,habisi semuanya. Aku tidak ingin di masa depan.mereka mengganggu ku dan Aleta."


"Baik Baginda.Satu hal lagi yang Baginda harus ketahui, Permaisuri diam-diam menyelidiki Baginda. Mungkin Permaisuri curiga Baginda memiliki wanita lain atau wanita simpanan."


Kaisar Fictor tergelak, dia tidak bisa menahan tawanya. Beberapa kali dia menolak ajakan Permaisurinya untuk tidur bersama. Akhir-akhir ini ia tidak bernafsu untuk melakukannya. Pernah dia melakukannya, awalnya hanya ciuman. Ingin melanjutkan, namun dia tidak bergairah. Aneh bukan, tapi itulah kenyataannya.Akhirnya, ia memutuskan untuk bersikap biasa saja.


Kesatria Gio pun menjalankan perintahnya. Semua orang yang bersangkutan dengan pemberontakan akan di tumpas habis sampai tak tersisa.


"Apa Permaisuri masih memiliki hubungan dengannya?"


"Sepertinya tidak Baginda," ujar Kesatria Gio. Dia mengingat obsesi Kaisar Fictor tentang Permaisuri, bagaimana dia memisahkan Permaisuri dengan kekasihnya. Tanpa rasa bersalah, Kaisar Fictor memaksa seorang nona bangsawan untuk berada di sampingnya. Apa lagi seorang putri dari keluarga Duke.


"Aku merasa bersalah padanya dan sekarang aku sadar," ujar Kaisar Fictor dengan amat menyesal. Dia ingat saat Permaisuri memohon padanya untuk tidak di jadikan istrinya, tapi mau di kata apa? obsesinya saat itu membutakan hatinya."Seandainya aku bisa memutar waktu, aku tidak akan mengikatnya."


"Dia berusaha menjadi yang terbaik untuk ku karena dia takut aku mengancamnya."


"Apa yang akan Baginda lakukan?"


"Aku tidak mungkin mengembalikannya pada orang tuanya, pertama aku akan membuatnya malu dan harga dirinya rendah."


Kesatria Gio mengangguk paham, seorang wanita yang telah di buang oleh seorang Kaisar akan di anggap rendah."Lalu,"


"Aku akan mengikuti alurnya, jika mereka bertemu lagi dan memulai hubungan, biarkan saja. Aku akan fokus pada Kekaisaran ku dan satu orang yang masih aku tunggu."


Bam


Kesatria Gio tersiram oleh perkataan Kaisar Fictor. Di saat-saatnya mereka serius, akan terselip seorang anak kecil yang belum tahu apa artinya cinta dan suka.


Menambah satu porsi pekerjaan.


"Baginda tetap tampan tanpa perawatan."


Kaisar Fictor tak terima, dia merasa di hina. "Kamu mengejek ku."


Ralat Baginda! saya memuji anda, setidaknya ringankan pekerjaan saya.


"Tidak Baginda! mana mungkin bawahan jelek seperti saya berani mengejek."


"Baguslah kalau kau sadar."


Itu lebih baik.


"Bagaimana dengan Felica?" Tiba-tiba dia mengingat keselamatan Aleta dan keluarganya. Wanita itu masih bernyawa, jadi dia tidak akan tenang.


"Tidak ada laporan Baginda."


"Tambah pengawal jarak jauh, wanita sepertinya tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan."


Dan hal itu, sama dengan Baginda.


"Baik Baginda."


Sedangkan di kediaman Duke.


Alfred menyilangkan kedua tangannya, sekilas melirik kedua orang tuanya dan Aleta yang masih mematung, seakan menghitung beberapa kotak di depannya.


"Adik ku Aleta, sebaiknya kamu berhati-hati.Bisa jadi di masa depan Baginda akan menyukai mu."


Aleta menyenggol lengan Alfred dengan sikunya. "Jangan berbicara sembarangan, di masa depan, Baginda akan menyukai ku sebagai anaknya."


"Baguslah, tapi kalau seandainya benar. Kakak tidak bisa membayangkan,berapa jarak umur kalian." Ejek Alfred berlalu pergi. Dia jengah melihat kotak di hadapannya,seakan Kaisar Fictor membeli seluruh toko."Aku harus memastikannya, memiliki banyak istri, lalu menyukai adik ku. Enak saja!" Gerutu Alfred. Entah apa yang ia akan lakukan di masa depan dengan Kaisar Fictor yang terus membuntuti adiknya itu.


Violeta tertawa, hal itu tidak mungkin. Mengingat Kaisar Fictor sangat memanjakan Permaisurinya, namun dia merasa sangat senang. Itulah kehebatan anaknya, baru saja mereka bertengkar. Beberapa detik kemudian mereka akan kembali berbaikan.


"Ayah!" Panggil Aronz yang langsung berlari memeluk kedua kaki Duke Arland.